Anda di halaman 1dari 24

PENDAHULUAN

BITE (GIGITAN)
1. OVERBITE (OB) GIGITAN VERTIKAL CLOSSED, DEEP. 2. CUSP TO CUSP (EDGE-EDGE; END-END BITE) 3. OVERJET (HORISONTAL OB) 4. OPEN BITE GIGITAN TERBUKA 5. CROSS BITE GIGITAN SILANG / X-BITE 6. WORKING BITE GIGITAN YG DIDAPAT SAAT KUNYAH, BIASANYA CUSP TO CUSP. 7. BALANCING BITE GIGITAN YG DIDAPAT UTK KESEIMBANGAN WORKING BITE. 8. CONVINIENCE RELATION BITE MENDPTKN GIGITAN YG ENAK.

PERAWATAN PENYIMPANGAN GIGI ARAH VERTICAL (VERTIKAL OVER BITE) & HORISONTAL (HORISONTAL BITE). *PERTIMBANGAN PERAWATAN THDP SUDUT ANTAR GARIS AXIS GIGI INSISIVUS ATAS DAN BAWAH. *MALOKLUSI: CROSS BITE ANT-POST (ANGLE KL.I TYPE 3 DAN 4); DEEP BITE (ANGLE KL.II DIV.I OVER JET); OPEN BITE (ANGLE K.II DIV.II). *TRANSVERSAL ABNORMALITY: DENTO ALV CROSS BITE; MANDIBULAR DISPLACEMENT; TIDAK SEIMBANG TL.RH. *VERTICAL ABNORMALITY: DEEP BIT; OPEN BITE.

TRANSVERSAL/ SAGITAL ABNORMALITY


CROSS BITE (ectopic incisors palatinal) TIPE DENTAL, SKELETAL, MUSKUAR; UNILATERAL, BILATERAL; ANTERIOR-POSTERIOR ETIOLOGI KARENA MUSCULAR ADJUSTMENT (kebiasaan jelek isap jari dll), DISFUNGSI TMJ, DISHARMONIS TL, ERUPSI GIGI. 10% anak derita cross bite PADA MASA PERIODE GIGI BERCAMPUR CB SERING DITEMUKAN TIPE MUSKULAR PERAWATAN 1 BULAN TERKOREKSI. CB TIPE SKELETAL KRN TUMBUH RA & RB ABNORMAL ATAU HANYA RB YG ABNORMAL SULIT DILAKUKAN PERAWATAN. CB MASA TK TERKAIT KL.III DAN NEGATIF OVER JET KOREKSI KE KL.III DG POSITIF OJ. SELAMA 3-4 BULAN.

VERTICAL ABNORMALITY

1. DEEP BITE
GGT OVERBITE LEBIH ADA PD ANGLE I, II DAN III. ETIO: SUPRAOKLUSI INSISIVUS/LINGUOVERSI; INFRAOKLUSI POSTERIOR; KOMBINASI KEDUANYA; SKELETAL (RAMUS PANJANG, SDT GONION LANCIP; BERLEBIHAN TUMBUH ALVEOLAR; N-Pg DAN ANS-Gn PENDEK; BID.MAND.- OKLUSAL-PALATAL BENTUK HORISONTAL & SATU SAMA LAIN SEJAJAR; FWS BESAR; CURVE OF SPEE JELAS; PNS-Go > ANS-Gn). .

PERAWATAN DEEP BITE TDK HANYA DENGAN DEPRESI GIGI TAPI DAPAT PULA DG MERUBAH POSISI RAHANG ATAU DIOBSERVASI.
KEADAAN DEEP BITE ADA: PENDEK GIGI PREMOLAR-MOLAR; INSISIVUS LINGUOVERSI; INTERKANINA PENDEK; CURVE VAN SPEE DALAM DAN TAJAM; GG POSTERIO BAWAH MIRING MESIAL; HYPERAKTIF OTOT. TIPE DEEP BITE: SKELETAL, DENTAL DAN KOMBINASI

2. OPEN BITE
TIPE SKLELTAL, DENTAL DAN KOMBINASI. ETIOLOGI: KEBIASAAN JELEK/ISAP JARI ATAU KARENA: RAMUS MAND.KURANG; PROC.ALV.TDK CUKUP TUMBUH; APOSISI KONDIL JELEK / LBH TINGGI; BIDENTAL PROTUSI BESAR; MANDIBULA PLANE TAJAM / CURAM ( RAMUS PDK; Go BESAR; MANDIBULA LBH POST.DR CRANIAL BASE; NASION-SYMPISIS BESAR); SUPRAOKLUSI POST.; INFRAOKLUSI ANT.; KOMBINASI SUPRA-INFRA.; ISAP JARI-GIGIT BIBIR; NONJOLKAN LIDAH; NAPAS LEWAT MULUT; LIDAH BESAR; LIMPATIK DIOROPHARYNX & NASOPHARYNGEAL CAV.GANGGU RESPIRASI; FWS KECIL; SERING TERJADI PD AWAL PERTUMBUHAN PERAWATAN: ALAT LEPASAN DAN CEKAT.

PENYEBAB OVER BITE

1.PENAMBAHAN OVER BITE


- PERKEMBANGAN ALVEOLAR YG BERLEBIHAN SAMPAI KONTAK DG ALVEOLUS LAWAN. SKELETAL -ERUPSI GIGI INSISIVUS YG BERLEBIHAN. DENTAL -TERJADI BERLEBIHAN ALVEOLUS & ERUPSI SKELETAL-DENTAL -PERUBAHAN SUDUT INSISAL -SALAH SATU INSISIVUS LAWAN HILANG -SUDUT BIDANG MAKSILARI MANDIBULAR YANG RENDAH (MALOKLUSI KL.II DIV.1 DAN DIV.2).

2. PENGURANGAN OVER BITE


JIKA TERJADI PENGURANGAN KECIL BIASANYA TIDAK MENJADI MASALAH DALAM PERAWATAN ORTODONSI, JIKA TERJADI KEKURANGAN BANYAK OPEN BITE KEADAAN INI DISEBABKAN: 1.TINGGI WAJAH ANTERIOR BAWAH BERTAMBAH KETIDAKSESUAIAN SKELETAL JIKA PARAH PERAWATAN PERLU DILAKUKAN DENGAN BEDAH ORTODONSI. 2.KEBIASAN JELEK YG MENETAP ISAP IBU JARI/JARI RAWAT ORTODONSI DG PROGNOSI BAIK. 3.ABNORMALITAS UKURAN LIDAH ATAU PERILAKU LIDAH RAWAT ORTODONSI DG PROGNOSI KURANG BAIK. 4.DEFISIENSI KEMAMPUAN ERUPSI GIGI RAWAT ORTODONSI DAPAT BERHASIL TAPI STABILITAS HASIL TIDAK PASTI. 5.KOMBINASI BEBAGAI PENYEBAB SULIT RAWAT ORT.

PERTIMBANGAN PERAWATAN
1. MALOKLUSI KL.II PENTING RAWAT KURANG OVERBITE; TERLEBIH DG ADANYA CROSS BITE POST. OVER JET LBH. 2. MALOKLUSI KL.III ADANYA PERGESERAN MANDIBULAR HINDARI INTRUSI INSISVUS ATAU EKSTRUSI GG POST SELAMA PERAWATAN.

PRINSIP-PRINSIP TATALAKSNA OVER BITE


*PERLU DIINGAT ADANYA KELEBIHAN ATAU KURANGNYA SUDUT BIDANG MAKSILARI-MANDIBULAR MASALAH YG BERVARIASI, TGT TINGKAT KEPARAHAN.
*GERAKAN2 GIGI PENGARUHI OVER BITE: 1.EKSTRUSI GIGI GIGI SEGMEN BUKAL 2.INTRUSI GIGI GIGI SEGMEN BUKAL 3.EKSTRUSI INSISIVUS 4.INTRUSI INSISIVUS 5.PERUBAHAN ANGULASI SEGMEN BUKAL 6.PERUBAHAN HUBUNGAN SKELETAL SAGITAL

SEGMEN BUKAL EKSTRUSI: *KOREKSI PENAMBAHAN OVERBITE ATAU GGGTN TERBUKA ANT. DAN BERHUB. DG GG GLG POST. & PERKEMBNAGAN ALV. HUB VERT. DIPENGARUHI AKSI SENDI MANDIBULA. *EKSTRUSI VERT. GG MOLAR UBAH HUB.INS. DG MENINGKATKAN SDT BID.MAKSILARI MAND. SEC. SEMENTARA. *EKS.GG SEGMEN BUKAL TERJADI KRN KOMBINASI TUMBUH & PEMAKAIAN ARCH WIRE

SEGMEN BUKAL INTRUSI

INTRUSI SEGMEN BUKAL EFEKTIF MENGURANGI GGTN TERBUKA ANT. MENGURANGI SDT BID. MAKSILARIS MANDIBULAR SEC. SEMENTARA.

SEGMEN LABIAL EKSTRUSI

EKSTRUSI SEGMEN LABIAL MENAMBAH OVERBITE ATAU MENGURANGI GGT TERBUKA ANT.

SEGMEN LABIAL INTRUSI

INTRUSI INSISIVUS BAWAH (JIKA TINGGI MAHKOTA BERLEBIHAN) KURANGI OVERBITE.

ANGULASI SEGMEN LABIAL

PERUBAHAN ANGULASI LABIAL PENGARUHI OVERBITE RETROKLINASI INSISIVUS PD KL.II DIV.2; PERLU TAMBAH OVERBITE.

PENTINGNYA PERTUMBUHAN KOREKSI OVER BITE MASA TUMBUH LBH BERHASIL DRP DE-WASA KRN MASA ERUPSI DIFERENSIAL GG DPT DIMANFAAT-KAN PD DEWASA SULIT KOREKSI VERTIKAL & INSISIVUS.

PENCABUTAN BERHUBUNGAN DG INKLINASI SEGMEN LABIAL, TERUTAMA PADA LENGKUNG BAWAH *DALAM KASUS CROWDED RB ADA PENCABUTAN ADA RETROKLINASI INSISIVUS BAWAH DAN TAMBAH OVER BITE *PADA KASUS KL.III RETROKLINASI MENGUN-TUNGKAN (CABUT BAWAH MENGUNTUNGKAN). *PADA KASUS KL.II DIVISI 2 DG OVER BITE DALAM PEMAKAIAN KURVA DARI SPEE DLM LEVELLING AKAN MENYEBABKAN PERUBAHAN PANJANG LENGKUNG MK CABUT PD KASUS KL.II PERTIMBANGAN SANGAT PENTING *UNTUK MENGHINDARI PERTAMBAHAN WAJAH POSTERIOR MK PENCABUTAN DIPERLUKAN UTK NAIK WAJAH ANT. *KASUS PENURUNAN OVERJET DAN RETROKLINASI INSISIVUS BAWAH PERLU CABUTKOREKSI OVER BITE & OVER JET SALING TERKAIT.

PERTIMBANGAN PENCABUTAN

METODE KURANGI OVER BITE


1. ALAT-ALAT LEPAS *BAGI ANAK TUMBUH DG ALAT LEPAS (PENINGGI GGTN ANTERIOR RA) SDH EFISIEN. ALAT INI MERUPAKAN ALAT AWAL SEBELUM PAKAI ALAT CEKAT. *PD KASUS KL.II DIV.2 KOREKSI ALAT LEPAS BERGUNA UTK PERSIAPKAN TEMPAT PASANG BRACKET INS.BWH.

ALAT-ALAT LEPAS *PENURUNAN OVER BITE DPT DILAKUKAN DG HALANGI KEMBANG VERTIKAL INSISIVUS BWH ERUPSI DIFEREN-SIAL. *DALAM PEMBUATAN TG GGTN CUKUP 2-3 mm RAWAT 2 BLN GG POST.SUDAH KONTAK STLH INI BARU DIPASANG ALAT CEKAT.

2.ALAT-ALAT CEKAT A. ARCH WIRE KONTINU PEMAKIAN INI LEBIH KOREKSI EKSTRUSI POSTERIOR DRP INSISIVUS. PD MASA TUMBUH DG SDT MAK-MAND. RENDAH ATAU DLM NILAI RATA2 PERAW DG PEMAKAIAN AW INI EFISIEN. PERTAMA PEMAKAIAN AW BULAT (LEVELLING), SELANJUTNYA DIGANTI DG UKURAN TEBAL DG BENTUK BULAT/SEGI EMPAT (OVER BITE SEMAKIN TERKOREKSI).
B. TEKUKAN PENJANGKARAN BUAT TEKUKAN MESIAL MOLAR, MENAMBAH JANGKAR DAN MENGURANGI OVER BITE (INTRUSI INSISIVUS, EKSTRUSI MOLAR) PEMAKAIAN TRAKSI INTERMAKSILARI KL.II DPT KOREKSI OVER BITE. PEMAKAIAN AW + BRACKET BEGG DPT KOREKSI OVER BITE.

C. KURVA SPEE TERBALIK JIKA KASUS TELAH SELESAI PENGATURAN LENGKUNG AWAL, SELANJUTNYA KOREKSI OVER BITE DG PAKAI: KURVA SPEE TERBALIK. PAKAI KAWAT BULAT ATAU SEGI EMPAT DG HIGH TENSILE (INTRUSI GIGI INSISIVUS) PAKAI SEGI EMPAT CEGAH TERJADI TIPPING LABIO-LINGUAL INSISIVUS.

D. ARCHWIRE SEGMENTASI 1) BUSUR UTILITY (RICKETSS) KAITKAN SEGMEN DOUBLE MOLAR DG INS.BAWAH. 2) BUSUR INTRUSI BURSTONE PENAMBAHAN BUSUR SECARA AKTIF UTK INTRUSI INSISIVUS.
E. 1) 2) 3) METODE TAMBAHAN PEMAKAIAN ELASTIK INTERMAKSILARI GAYA EKSTRAORAL LOW PULL GAYA EKSTRAORAL HIGH PULL

MASALAH-MASALAH KURANGI OVER BITE DAPAT MEMPERTIMBANGKAN:


1. KERJASAMA ANAK/PASIEN TINGKATKAN 2. APEKS INS. MENDESAK LEMPENG KORTIKAL HINDARI 3. LENGKUNG TDK SELURUHNYA DIBERI BAND/DIREKAT TAMBAH SAUH DG MOLAR KEDUA. 4. PASIEN DEWASA HINDARI DAN RAWAT DINI PD ANAK 5. TUMBUH YG TDK BAIK

TATALAKSANA OVER BITE (OPEN BITE & KEBIASAAN JELEK)


*KEBIASAAN ISAP JARI GGT TERBUKA ANT.; ADA CROSS BITE POST. PERLU DILAKUKAN RAWAT TERPADU. *METODE RAWAT: 1. ALAT LEPAS 2. ALAT CEKAT 3. BUSUR PALATAL 4. PENJANGKARAN EKSTRAORAL 5. ORTODONTI SURGERY OPEN BITE & CROSS BITE SKELETAL

KASUS DG SUDUT MAKSILARI-MANDIBULARI YG TINGGI DAN OVER BITE YG DIKURANGI PERLU MEMPERHATIKAN BEBERAPA PERTIMBANGAN SBB: 1. PENGGUNAAN GAYA EKSTRAORAL DIBATASI DAN PENCABUTAN GIGI PREMOLAR. 2. GAYA EKSTRAORAL DAN PAKAI KOMPONEN GAYA PENAHAN EKTRUSI MOLAR DIPAKAI. 3. HINDARAI TRAKSI INTERMAKSILARIS KRN CENDERUNG ADA EKSTRUSI MOLAR. 4. EKSPANSI LENGKUNG ATAS HRS DILAKUKAN DG GERAKAN BODILY MOLAR, CEGAH EKSTRUSI TONJOL BUKAL MOLAR ATAS.