Anda di halaman 1dari 30

KARAKTERISTIK TRANSMISI SERAT OPTIK

Disusun oleh :
Desriyar Hafidh P. Hadi Saputra Hanif Yahya Muhtadin 115060307111013 115060300111041 115060301111010

M. Fauzan Aneldi
M. Sudiro Nanda Permana Dani Reno Satyogana

115060305111003
115060300111076 115060300111052 115060300111072

TRANSMISI SERAT OPTIK


Prinsip dasar dari sistem komunikasi serat optik adalah pengiriman sinyal informasi dalam bentuk sinyal cahaya. Pemancar, kabel serat optik dan penerima merupakan komponen dasar yang digunakan dalam sistem komunikasi serat optik.

Pemancar berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik, kabel serat optik berfungsi sebagai media transmisi dan penerima berfungsi mengubah sinyal optik yang diterima menjadi sinyal listrik kembali

Karakteristik Transmisi Serat Optik

Proses pengiriman informasi yang melalui serat optik menggunakan prinsip pemantulan sinyal optik yang berupa cahaya dengan panjang gelombang tertentu

Konfigurasi Sistem Transmisi Serat Optik


Karakteristik Transmisi Serat Optik

KARAKTERISTIK TRANSMISI SERAT OPTIK


Media transmisi serat optik memiliki karakteristik untuk membedakan jenis serat optik yang akan digunakan pada transmisi optik. Beberapa transmisi optik sebagai berikut.
Redaman (Atenuasi)
Absorbtion (Penyerapan) Scattering (Hamburan) Bending (Pembengkokan)

Dispersi
Dispersi Intermodal Dispersi Kromatik Dispersi Bumbung Gelombang (Waveguide Dispersion)

Numerical Aperture (NA)

Karakteristik Transmisi Serat Optik

ATTENUATION ( LOSS )

Atenuasi adalah besaran pelemahan energi sinyal informasi dari fiber optik yang dinyatakan dalam dB. Atenuasi disebabkanoleh 3 faktor utama yaitu
Absorpsi, Hamburan (scattering)

Mikro-bending

Karakteristik Transmisi Serat Optik

ATTENUATION ( LOSS )
Atenuasi menentukan jarak transmisi maksimum antara transmitter dan receiver. Atenuasi menentukan banyaknya repeater dan margin daya yang dibutuhkan pada sebuah link. Atenuasi () sinyal atau rugi-rugi serat dedefinisikan sebagai perbandingan daya output (Pout) optik terhadap daya input optik (Pin) sepanjang serat L.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

Sumber : http://adeayuningsih.blogspot.com/2011/04/kabel-fiber-optik.html
Karakteristik Transmisi Serat Optik

KOEFISIEN ATENUASI
Koefisien atenuasi menggambarkan sejauh mana intensitas sinar energi berkurang saat melewati materi tertentu. Menurut rekomendasi ITU-T, kabel serat optik harus mempunyai koefisien redaman 0.5 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0.4 dB/km untuk panjang gelombang 1550 nm. Untuk itu terdapat range redaman yang masih diijinkan yaitu 0.3 - 0.4 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0.17 - 0.25 dB/km untuk panjang gelombang 1550 nm.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

SPEKTRUM FIBER OPTIK

Sumber : Chapter II Serat Optik.pdf


Karakteristik Transmisi Serat Optik

BANDWIDTH SERAT OPTIK

Bandwidth dikenal sebagai perbedaan atau interval antara batas tratas dan terbawah dari suatu frekuensi gelombang transmisi dalam suatu kanal informasi. Bandwidth serat optik menunjukkan besarnya data yang dapat dilewatkan memalui koneksi melalui sebuah serat optik.

Salah satu kelebihan serat optik adalah memiliki bandwidth yang mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

MATERIAL ABSOPTION LOSSES


Disebabkan karena Kerusakan atau tidaksempurnaan struktur atom dalam komposisi gelas

Masih banyaknya kotoran-kotoran pada bahan gelas (terutama yang terbuat dari glass multi komponen).
Kotoran-kotoran tersebut dapat berupa logam (besi, tembaga) atau air dalam bentuk ion-ion yang dapat menyerap sinar yang melaluinya akan berubah menjadi energi panas. Energi panas ini akan menyebabkan daya berkurang

Karakteristik Transmisi Serat Optik

ABSORPSI CAHAYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA


Intrinsic, yang disebabkan oleh interaksi dengan satu atau lebih komponen utama gelas
Extrinsic, yang disebabkan oleh ketidakmurnian dalam gelas

Karakteristik Transmisi Serat Optik

INTRINSIC ABSORPTION
Sifat alamiah gelas menyerap cahaya Sangat kuat pd daerah ultra violet Energi panas tidak berpengaruh pada siskom optik SiO

atom-atom bergerak

berkontraksi & meregang/vibrasiAbsorpsi yang kuat terjadi karena osilasi unit structural seperti : Si-O (9,2 m), P-O (8,1 m), B-O (7,2 m) dan Ge-O (11 m) dalam gelas.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

EXTRINSIC ABSORPTION
Ketidak murnian sumber utama rugi-rugi fiber. Jenis : ion transition metal dan ion OH

Fe, Cu, V, Co, Ni, Mn, Cr menyerap secara kuat pada daerah yang dinginkan
Ketidak lengkapan pengisian sel elektron dalam, penyerapan cahaya mengakibatkan elektron bergerak dari level energi rendah ke level lebih tinggi. Redaman OH paling signifikan pd 1,37 m, 1,23 m, 0,95 m

Karakteristik Transmisi Serat Optik

Karakteristik redaman fiber silika diberikan doping GeO2

Karakteristik Transmisi Serat Optik

Perbandingan absorbsi inframerah karena bahan doping pada low-loss silica fiber.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RUGIRUGI HAMBURAN LINIER


Mekanisme hamburan linier menyebabkan perpindahan sejumlah atau seluruh daya optik yang ada dalam satu mode penjalaran dipindahkan secara linier kedalam mode yang berbeda. Proses ini cenderung menghasilkan redaman untuk cahaya yang ditransmisikan.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RAYLEIGH & MIE SCATTERING


Kedua hamburan tersebut diakibatkan oleh sifat fisik yang tidak ideal dari serat yang terfabrikasi, yang mana sulit untuk dihilangkan

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RAYLEIGH SCATTERING
Secara garis besar, proses pabrikasi dilakukan dengan cara melelehkan silika agar didapat hasil yang diinginkan. Proses melelehkan silika menyebabkan terjadinya fluktuasi kerapatan (density fluctuations). Fluktuasi tersebut menimbulkan fluktuasi indeks bias. Penyebaran cahaya yang merambat akibat proses ini disebut dengan Rayleigh scattering.

PENGARUH PABRIKASI:

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RUGI-RUGI RAYLEIGH DINYATAKAN SECARA MATEMATIK SEPERTI BERIKUT :

8 3

3 4

Dimana :

n p c KTF
8 2

n p C

= koefisien hamburan Rayleigh = panjang gelombang optic = indeks bias medium = rata-rata koefisien photoelastik = kompresibilitas isothermal pada temperatur fiktif

K
Karakteristik Transmisi Serat Optik

= konstanta Boltzmann

KOEFISIEN HAMBURAN RAYLEIGH YANG BERKAITAN DENGAN FACTOR RUGI-RUGI TRANSMISI DAPAT DINYATAKAN SECARA MATEMATIK :

= exp (-R.L)

Dimana : L = Panjang serat optik

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RAYLIEGH SCATTERING

Rayleigh scattering timbul terhadap panjang gelombang yang bekerja. Semakin besar panjang gelombangnya maka semakin kecil losses yang terjadi

Karakteristik Transmisi Serat Optik

MIE SCATTERING
Proses pabrikasi juga menyebabkan terjadi ketidaksempurnaan secara geometris (bentuk silinder) antara core dengan cladding Ketidaksempurnaan geometris ini menyebabkan kebocoran energi pada lapisan cladding yang disebut dengan Mie scattering.

PENGARUH PABRIKASI:

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RAYLEIGH DAN MIE SCATTERING

Perbedaan penyebaran pulsa cahaya karena perbedaan kerapatan / density fluctuations pada Rayleigh scattering dengan ketidaksempuraan geometris pada Mie scattering.

Karakteristik Transmisi Serat Optik Karakteristik Transmisi Serat Optik

RUGIRUGI HAMBURAN TIDAK LINIER


Pandu gelombang optik tidak selalu berkelakuan linier sempurna, artinya kenaikan dalam daya optik keluaran adalah sebanding dengan daya optik masukan. Beberapa efek non linier terjadi, yang dalam hal ini hamburan menyebabkan ketidak sesuaian redaman, yang biasanya terjadi pada level daya optik yang tinggi. Hamburan tidak linier menyebabkan daya optik dari satu mode dipindahkan ke mode yang sama atau mode yang lain dalam arah maju (forward) atau balik (backward) pada frekuensi yang berbeda.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

BRILLOUIN & RAMAN SCATTERING


Keduanya, biasanya hanya diamati pada rapat daya optik tinggi dalam serat single mode

Karakteristik Transmisi Serat Optik

BRILLOUIN SCATTERING
Brillouin Scattering dapat dianggap sebagai modulasi cahaya melalui vibrasi molekuler thermal dalam serat. Cahaya yang dihamburkan muncul sebagai pita sisi atas dan pita sisi bawah yang terpisahkan dari cahaya yang datang oleh frekuensi modulasi. Brillouin Scattering hanya signifikan diatas rapat daya threshold.

Karakteristik Transmisi Serat Optik

BRILLOUIN SCATTERING DINYATAKAN SECARA MATEMATIK :


PB = 4,4 x 10-3.d2.2.dB. watt
Dimana : d = diameter serat optik (m) = panjang gelombang operasi (m)

dB

= redaman serat optik (dB/km)


= Bandwidth sumber (GHz)

Karakteristik Transmisi Serat Optik

RAMAN SCATTERING

Daya optik untuk hamburan Raman ( PR) dalam serat mode tunggal adalah :

PR = 5,9 x 10-2 d-2 ..dB watt

Karakteristik Transmisi Serat Optik

REFERENSI
Govind P Agrawal - Fiber Optics Communication Systems_Very-Good.pdf Chapter II Serat Optik.pdf 04-karakteristik-transmisi-serat-optik-by-teuinsuska2009-wordpress-com Degradasi sinyal.pdf