Anda di halaman 1dari 38

MORBILLI, RUBELLA, ROSEOLA INFANTUM, URTIKARIA

MOHAMAD ATHAULLAH 11201012062

MORBILLI/CAMPAK/RUBEOLA

Penyakit infeksi yang mudah menular disebabkan oleh paramiksovirus. menular melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease).

Masa Inkubasi : 8 12 hari


Stadium prodormal : 2-4 hari batuk, pilek, konjungtivitis, demam, koplik spot

Slide 3

Stadium erupsi Ruam (makula) di lateral atas leher, belakang telinga, dan garis batas rambut. menjadi makulopapular, menyebar ke seluruh wajah, leher, lengan atas dan dada bagian atas pada 24 jam pertama. menjalar ke punggung, abdomen, seluruh tangan, paha dan terakhir kaki, yaitu sekitar hari ke-2/3. Saat ruam muncul di kaki, ruam pada wajah akan menghilang diikuti oleh bagian tubuh lainnya sesuai dengan urutan munculnya
Slide 4

Terapi

Simptomatik Suportif Edukasi

Slide 5

Measles

RUBELLA / CAMPAK JERMAN


PENYAKIT MENULAR SERING PADA ANAK GEJALA : RUAM2 RINGAN, DEMAM RINGAN, PEMBESARAN & RASA NYERI PADA KELENJAR ANAK BESAR & DEWASA : LEBIH BERAT DG MANIFESTASI PD PERSENDIAN & PURPURA PADA IBU : GANGG FERTILITAS, ABORTUS HABITUALIS, PARTUS IMATUR/PREMATUR, SINDROMA RUBELA

ETIOLOGI

VIRUS PLEOMORFIS YANG MENGANDUNG RNA FAMILI TOGAVIRIDAE GENUS RUBIVIRUS SELAMA SAKIT VIRUS BISA TERDAPAT DI NASOFARING, DARAH, TINJA, AIR KEMIH PENDERITA SUBKLINIS JUGA MENULAR VIRUS DI NASOFARING DITEMUKAN 7 HARI SEBELUM TIMBUL EKSANTEM

MANIFESTASI KLINIS

MASA INKUBASI : 14 21 HARI FASE PRODROMAL SINGKAT KHAS : ADENOPATI RETROAURIKULER, SERVIKAL POSTERIOR, POSTOKSIPITAL ENANTEM BERUPA BERCAK MERAH MUDA TERPISAH PADA LANGIT2 LUNAK(nagayana spot) EKSANTEM MULAI DARI WAJAH DAN CEPAT MENYEBAR, EVOLUSINYA JUGA CEPAT

FARING & KONJUNGTIVA PERADANGAN SPLENOMEGALI POLIARTRITIS ARTRALGIA KADANG PARESTESIA

PENGOBATAN

SIMPTOMATIS MENINGKATKAN DAYA TAHAN AMANTADIN (ADAMANTANAMIN HIDROKLORIDA) INVITRO MENGHAMBAT INFEKSI DINI SECARA EFEKTIF TAPI INVIVO TIDAK MEMUASKAN TIDAK BOLEH DIBERIKAN PD IBU HAMIL

EKSANTEMA SUBITUM / ROSEOLA INFANTUM


PENYAKIT AKUT, OK VIRUS, BAYI & ANAK MUDA, DEMAM MENDADAK TAPI CEPAT MENURUN, RUAM-RUAM SELURUH TUBUH DAN CEPAT MENGHILANG, TERJADI SPORADIS, EPIDEMI MASA INKUBASI 9-10 HARI

MANIFESTASI KLINIS

MENDADAK DEMAM SEKITAR 40 C BISA TERJADI KEJANG PANAS TURUN, TIMBUL ERUPSI MAKULER/MAKULOPAPULER DIMULAI DARI BADAN DAN MENYEBAR KE LENGAN DAN LEHER, MUKA, TUNGKAI DAN SEBELUM 24 JAM SUDAH HILANG TIDAK ADA HIPERPIGMENTASI LIMFADENOPATI (POSTOKSIPITAL)

PENGOBATAN

TIDAK ADA PENCEGAHAN SPESIFIK BAYI & ANAK KECIL DG RISIKO KEJANG MK DIBERI SEDATIVA PD AWITAN DEMAM ANTIPIRETIK MAKAN & MINUM; ISTIRAHAT PROGNOSIS BAIK

URTIKARIA

Reaksi vaskular di kulit akibat bermacammacam sebab, biasanya ditandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan, berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo.

Etiologi

Obat Makanan Gigitan serangga Bahan fotodensitize Inhalan Kontaktan Trauma fisik Infeksi

Psikis Genetik Penyakit sistemik

Klasisfikasi
Akut

berlangsung kurang dari 6 minggu atau berlangsung selama 4 minggu tetapi timbul setiap hari. Lesi individu biasanya hilang dalam <24 jam, terjadi lebih sering pada anak-anak, dan sering dikaitkan dengan atopi. Sekitar 20%-30% pasien dengan urtikaria akut berkembang menjadi kronis atau rekuren.

Klasisfikasi
Kronik

Urtikaria kronik terjadi bila serangan berlangsung lebih dari 6 minggu, pengembangan urtika kulit terjadi secara teratur (biasanya harian) selama lebih dari 6 minggu dengan setiap lesi berlangsung 436 jam. Gejalanya mungkin parah dan dapat mengganggu kesehatan terkait dengan kualitas hidup

FAKTOR NON IMUNOLOGIK

FAKTOR IMUNOLOGIK

Bahan kimia pelepas mediator (morfin,kodein)

Reaksi tipe I (IgE) (inhalan, obat, makanan, infeksi)


Reaksi tipe IV (kontaktan)

Faktor fisik (panas, dingin, trauma, sinar X, cahaya)

Pengaruh komplemen

SEL MAS BASOFIL

Aktivasi komplemen klasik alternatif (Ag-Ab, venom, toksin)

Efek kolinergik

Reaksi tipe II

Reaksi tipe III

Faktor genetik (defisiensi C1 esterase inhibitor) PELEPASAN MEDIATOR (histamin, SRSA, serotonin, kinin, PEG, PAF) Alkohol Emosi Demam VASODILATASI PERMEABILITAS KAPILER

Idiopatik?

URTIKARIA

Gejala

Gatal, rasa terbakar, atau tertusuk. Biduran berwarna merah muda sampai merah. Lesi dapat menghilang dalam 24 jam atau lebih, tapi lesi baru dapat mucul seterusnya. Serangan berat sering disertai gangguan sistemik seperti nyeri perut diare, muntah dan nyeri kepala.

Tanda

Klinis tampak eritema dan edema setempat berbatas tegas dan kadang-kadang bagian tengah tampak lebih pucat. Bentuknya dapat papular, lentikular, numular, dan plakat. Jika ada reaksi anafilaksis, perlu diperhatikan adanya gejala hipotensi, respiratory distress, stridor, dan gastrointestinal distress. Jika ada lesi yang gatal, dapat dipalpasi, namun tidak memutih jika ditekan, maka merupakan lesi dari urticarial vasculitis yang dapat meninggalkan perubahan pigmentasi. Pemeriksaan untuk dermographism dengan cara kulit digores dengan objek tumpul dan diamati pembentukan wheal dengan eritema dalam 5-15 menit. Edema jaringan kulit yang lebih dalam atau submukosa pada angioedema.

Terapi

Eliminasi penyebab Menghindari pencetus Antihistamin Antidepressan trisiklik Pada Urtikaria kronik: kombinasi AntagonisH1H2 (dikombinasi dengan antagonis H1) Antilekotrien

PERBEDAAN

Prodromal period (1)

Measles

Rash preceded by 3-4 days of fever, conjunctivitis, coryza and cough Usually no prodromal period in children Adolescents may have 1-2 days malaise and low fever

Rubella

Prodromal period (2)

Roseola infantum

High fever for 3-4 days and irritabilit

Rash characteristics (1)

Measles

Reddish brown, appears first on the face and neck, progress


downward to involve the trunk and extremities Generalized by the 3rd day, and tend to be confluent Fades by the 5th or 6th day, followed by desquamation

Rubella

Pink in color, distributed in the same way as measles, but generalized within 24 48 hrs and fades by the 3rd day Usually discrete and does not desquamate

Rash characteristics (2)

Roseola infantum / exathem subitum


Discrete

rose-red papules frequently appear on the chest and trunk followed by the face and extremities Fades within several hrs and disappear within 2 days

Rash distribution

Pathognomonic /diagnostic sign/ lab test

Measles

Kopliks spot Post auricular and occipital lymphadenopathy

Rubella

Rubeola vs. Rubella


Measles Rubella

Red maculopapular rash that gradually turns brownish Begins behind ears at hairline and spreads downward toward feet Koplicks spots on buccal mucosa

Pinkish maculopapular rash Begins on face, neck, and scalp and spreads downward to feet over a 3-day period As rash develops on a new area, rash over previous area fades

Rubeola vs. Rubella


Rubeola
Most common complication in children: secondary bacterial infections such as otitis media, croup, or bronchopneumonia Therapeutic management: treatment is symptomatic and supportive in the normal, healthy child Research supports the use of vitamin A in some cases of childhood measles

Rubella
Most common complication in children: thrombocytopenia Therapeutic management: treatment is symptomatic and supportive in the normal, healthy child

PENYAKIT

PENYE BAB Virus campak

UMUR

TRANS MISI Droplet pernapas an

INKU BASI 10-12

PRODROMAL

GAMBARAN DAN STRUKTUR RUAM Makulopapular (konfluen), mulai dari wajah, menyebar ke tubuh; 3-6 hari; menjadi coklat; deskuamasi halus; toksik, tampak tidak nyaman, fotofobia; ruam mungkin tidak muncul pada infeksi HIV Diskrit, nonkonfluen, makula dan papula berwarna merah muda, dimulai dari wajah dan menyebar ke bawah; 1-3 hari Makula diskrit pada tubuh dan leher; ruam mendadak timbul lalu menghilang; 0,5-2 hari; beberapa pasien tanpa ruam

ENAN TEMA Kopliks spot pada mukosa bukal sebelum ruam

Measles

Bayi, remaja

Demam tinggi, batuk, pilek, konjungtivitis, 24 hari

Rubella (German measles, minor measles)

Virus rubella

Bayi, dewasa muda

Droplet pernapas an

14-21

Malaise, demam tidak tinggi, pembesaran kelenjar leher, belakang telinga, dan oksipital; 0-4 hari Rewel, demam tinggi, 3-4 hari, pembesaran kelenjar servikal dan oksipital

Berbagai makula eritematus pada palatum molle Berbagai makula eritematus pada palatum molle

Roseola (exanthema subitum)

HHV 6 dan 7

Bayi (6 bulan-2 tahun)

Tidak diketahui ; saliva atau karier tanpa gejala

5-15 (?)