Anda di halaman 1dari 11

ANTROPOLOGI HUKUM

DOC : rudian_fh@ Yahoo.com rudiakbar.blogspot.com

Antropologi Hukum
Pengertian, Sifat Keilmuan, dan Ruang Lingkup
Antropologi, adalah studi ilmu yg mempelajari tentang manusia dari Aspek Budaya, Perilaku, Nilai, Keanekaragaman dan lainnya Antropologi Hukum, adalah ilmu yg mempelajari manusia dengan kebudayaan, yg khusus di bidang Hukum
And so Antropologi Hukum, ilmu tentang Manusia dalam kaitannya dengan Kaidah-kaidah sosial yg bersifat Hukum

ANTROPOLOGI HUKUM
Antropologi Hukum, sebgai ilmu pengetahuan yg merupakan spesialisasi dari Antropologi Budaya. Sebagai ilmu Pengetahuan memiliki 3 (tiga) hal ; adanya, Objek, Metode, dan Sistem Antropologi Hukum, adlah Ilmu pengetahuan (logos) tentang Manusia (antropos) yg berhubungan dengan Hukum Manusia, adlah manusia yg hidup bermasyrakat, masyarakat yg masih sederhana budayanya (primitif) dan yg sudah Maju (modern) Budaya adalah Budaya Hukum, yaitu segala bentuk perilaku budaya manusia yg mempengaruhi Masalah Hukum

ANTROPOLOGI HUKUM
Masalah Hukum, tidaklah hanya pada masalah Hukum yang Normatif (dalam Perundangan) dan masalah hukum yang merupakan Pola perilaku yg sering terjadi ( Hukum Adat ). Tetapi juga masalah Budaya terhadap suatu masalah Hukum, dikarenakan adanya Faktor Budaya yg mempengaruhinya. Faktor-faktor Budaya yg melatarbelakangi Masalah Hukum ; misalnya, Cara-cara menyelesaikan Masalah Perselisihan dikalangan Orang Batak, tidak sama dengan orang Minang, Jawa, Bali, Maluku dan lainya Cara-cara tersebut menjai Objek perhatian Antrop Hukum

Sifat Keilmuan
1. 2. 3. 4. Antropologi Hukum tidak membatasi pandangan pada kebudayaan tertentu ( studi perbandingan ) Antroplogi Hukum , mempelajari masyarakat sebagai suatu keseluruhan yg utuh, dimana bagian2nya saling bertautan Antropologi Hukum Modern tidak memusatkan perhatian hanya pd kekuatan sosial dan hal superorganis Antropologi Hukum memandang masyarkat secara Dinamis, sehingga peranan sosial dan Hukum tidak terbatas memper tahankan Status quo Antropologi Hukum termasuk ilmu Hukum yg empiris

5.

Ruang lingkup
Ruang Lingkup Antropologi Hukum adalah suatu spesialisasi dari Antropologi Budaya dan Antropologi Sosial, Kebudayaan Hukum yg menyangkut Aspek aspek Hukum therefore, the field anthropologist, observing that one line behaviour seems to crop up quite consistency, says this is the custom, meaning, this is norm (way), ..( Hoebel, 1979:14 )

Ruang Lingkup
Laura Nader , in this book The Anthropological Study of Law ( 1965 ) ; Apakah dalam setiap masyarakat terdapat Hukum dan bagai mana karateristik Hukum yg Universal Bagaimana Hubungan antara Hukum dengan aspek kebuda yaan dan organisasi sosial Apakah Tipologi Hukum berguna untuk menelaah hubungan antara Hukum dg Aspek Budaya dan organisasi sosial, dan mengapa Hukum itu berubah Bagaimana cara mendeskripsikan Sistem-sistem Hukum

1 2. 3.

4.

Metode Pendekatan
Dalam Penelitian Antropologi Hukum dengan Metode yg bersifat ; 1. Historis 2. Normatif - Eksploratif 3. Deskriftif 4. Studi Kasus ( Conflict & Motivation)

Keterkaitan Antropologi Hukum dengan Ilmu Sosial Lainnya


Antropologi Hukum dengan Hukum Adat Antropologi Hukum dengan Sosiologi Antropologi Hukum dengan Etnologi Antropologi Hukum dengan Religi Antropologi Hukum dengan Psikologi Sosial 1. 2. 3. 4. Pembagian Antropologi : Antropologi Hukum Antropologi Ekonomi Antropologi Politik Antropologi Pendidikan

Konsep2 Hukum Masyarakat sederhana


Data-data hasil Penelitian Antropologi Hukum (etnografi hukum) merupakan sumber data yg digunakan untuk mengidentifikasi hukum (adat) dan latar belakang budaya masing-masing. Bronslaw Malinowski Sarjana Antropologi Hukum (1884-1942), Penelitian dilakukan terhadap masyarakat Trobrian di kepulauan Solomon Papua Nugini. mengemukakan bahwa, untuk membedakan antara Aturan Hukum dengan Aturan Kemasyarakatan, dilihat dari mekanisme kekuatan mengikat

1.

Ciri-ciri Aturan Hukum ( B.Malinowski.1959 )


1. 2. 3. 4. Atuan Hukum, jika dirasakan dan menimbulkan kewajiban disatu pihak dan hak-hak dilain pihak. Aturan hukum itu mempunyai Sangsi Negatif atau positif berdasarkan kejiwaan dan mekanisme kekuatan yg mengikat Kekuatan Mengikat, terwujud dari hubungan timbal balik karena proses tukar menukar jasa Kekuatan mengikat didasarkan atas hak untuk saling menuntut dalam hubungan yg bersifat ganda Kekuatan mengikat akan lebih kuat adanya upacara dalam proses transaksi

5.