Anda di halaman 1dari 36

3A

3A

Dr. Abdul Rohman SpP

DEFINISI
Kelainan

morfologis : pelebaran bronkus abnormal dan menetap disebabkan kerusakan komponen elastis dan muskular dinding bronkus

Penyakit

ditandai dilatasi & distorsi bronkus lokal, patologis, kronis dan ireversibel elemen elastis, otot polos, tulang rawan

KLASIFIKASI
Berdasarkan bronkopatologi Bronkiektasis silindris Bronkiektasis fusiform Bronkiektasis kistik/sakular

Etiologi dan Patogenesis


Etiologi belum jelas Kenyataan kongenital dan didapat

Kongenital - faktor genetik - ciri : 1. hampir seluruh cabang pada 1 atau


2 paru 2. penyerta peny kongenital lain Kartageners synd : (situs inversus, paranasal sinusitis &

Didapat

- infeksi : pertusis/influenza berulang pneumonia - obstruksi : stasis destruksi & infeksi

Intrinsik - Biasa didapat semasa anak-anak - Penyebab kerusakan bronkus bronkiektasis infeksi

pd

Faktor predisposisi
1. Kekurangan mekanisme pertahanan yang didapat/kongenital 2. Kelainan struktur kongenital : fibrosis

kistik, sindrom kekurangan kartilago kifoskoliosis kongenital

Kartagener, bronkus &

3.Penyakit paru primer : tumor paru, benda

Kekerapan Penyakit
Barat : 1,3 % antibiotik : Dapat : - mulai sejak anak - satu segmen atau difus Pada umumnya bronkus ukuran sedang
Bilateral 30 %, lobus inf kiri 3X lobus inf kanan ok diameter bronkus utama kiri slightly narrower Paling sering paru dependen ok gangguan drainase : Lobus inferior kiri Lingula Lobus medius kanan.

GAMBARAN KLINIS
- Sering tahun pada umur muda, 69% berumur < 20

- Gejala tergantung luas, berat, lokasi serta komplikasi - Gejala tersering: batuk menahun dan produktif (bronchitis like synd.) - Pada lobus atas tidak ada gejala karena drainase baik

GAMBARAN KLINIS
Batuk
Kronik dan produktif ( bronchitis like syndrome) Sputum pdu banyak pagi : perub. posisi / bangun tidur Infeksi sekunder (anaerob) fetor ex ore (sangat busuk) Berat (Saccular type) : banyak, purulen tampung lama 3 lapis : - lapisan atas keruh (mukus) - lapisan tengah jernih (saliva)
- lapisan bawah

keruh (nanah & jar

Batuk darah
50 % kasus : streaks of blood masif Dry bronchiectasis : - lobus atas drainase

baik

: batuk

- hemoptisis satu-satunya - TB

- Sesak napas - Demam berulang


- Lain : anorexia, lemah bdn, BB , anemia, nyeri pleura

Pemeriksaan Fisis
Adanya rales basah sedang sampai kasar pada daerah yang terkena dan menetap pada pemeriksaan berulang

Kadang dapat didengar rales kering dan bising mengi


Didapatkan tanda fibrosis dengan penarikan mediastinum ke tempat tsb, pergeseran pekak jantung dan deviasi trakea Eksaserbasi infeksi pneumonia, abses paru/empiema

Komplikasi suara

empiema

adanya perkusi redup dengan yang melemah

Jari tabuh ditemukan pada 30 50% kasus

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. SPUTUM Sputum biasanya berlapis 3 Infeksi vol. sputum , lebih purulen dan lebih banyak leukosit & bakteri. Infeksi kronis Leukositosis, supurasi yang aktif dan anemia 2.URIN - Biasanya normal. - Proteinuria amiloidosis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
3. EKG Biasanya normal, kasus lanjut korpulmonal/ tanda pendorong jantung. 4. SPIROMETRI Pada kasus normal spirometri mungkin normal Kasus berat dan difus kelainan obstruksi dengan penurunan vol. ekspirasi paksa 1 menit/ penurunan kapasitas vital 5. Usaha mencari faktor predisposisi: - Pemeriksaan imunologi - biopsi bronkus - Pemeriksaan spermatozoa - biopsi mukosa nasal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
6. Foto dada PA dan lateral
Normal tidak menyingkirkan kemungkinan Biasanya corakan paru lebih kasar, batas kabur mengelompok Kadang sarang tawon serta kistik diameter sampai 2 cm garis batas permukaan udara cairan Lain-lain: pneumonia, fibrosis, dan kolaps paru

Sering mengenai lobus bawah paru kiri : a. Bronkus utama kiri berdiameter lebih kecil drpd kanan b. Bronkus utama kiri letaknya menyilang mediastinum, lingula, dan lobus medius c. Bronkus panjang & sejumlah kel. limfe mengelilingi lobus

PEMERIKSAAN PENUNJANG
7. Bronkografi
Dapat menentukan Dx. definitif, lokasi dan luas kelainan
Indikasi untuk evaluasi penderita preoperasi: a. Pneumonia terbatas & berulang tidak ada perbaikan posterapi konservatif b. Hemoptisis masif

Dikerjakan setelah kondisi stabil, setelah pemberian antibiotik dan drainase postural yang adequat
Kontraindikasi: gagal jantung & penurunan fungsi

paru cukup berat.

DIAGNOSIS
Klasikal : a). Anamnesa b). Pemeriks. Fisik c). Penunjang 2. Bronkografi : dilatasi & nekrosis dinding bronkus 3. CT Scan : non invasif dengan spesifitas dan sensitifitas > 95%
1.

DIAGNOSIS BANDING
Bronkitis kronis Tuberkulosis Abses paru Penyakit paru dgn hemoptisis : Karsinoma paru, adenoma paru Fistula bronkopleural dengan empiema

PENGOBATAN
1.KONSERVATIF
a. Pengelolaan umum

Drainase sekret bro Lingkungan baik dan tepat

- drainase postura - ruangan hangat & kering - cairkan sputum k - stop rokok - atur posisi tempa - cegah debu, asap dsb - kontrol infeksi sal

b. Pengelolaan khusus

Kemoterapi
- empirik - uji sensitifitas - eksaserbasi infeksi akut : 7-10 hari kuman terbasmi sputum kuning/hijau jernih

Bronkoskop drainase sekret


tentukan asal sekret & lokasi stenosis / obstruksi hilangkan obstruksi dgn suction drainage

Simptomatik Obstruksi bronkus bronkodilator Oksigen (bronkitis kronis waspada 1 2 liter/menit Hemoptisis : hemostasis puas mekanisme ? Demam antipiretika

2. PEMBEDAHAN
Indikasi tidak respon thd konservatip infeksi/hemoptisis ulang hemopisis masif perlu Kontraindikasi Bronkiektasis + PPOK Bronkiektasis berat Komplikasi KPK dekompensata

Syarat - syarat
-

Persiapan

Faal paru : Kelainan terbatas dan spiro/bronkospirometr resektabel - Paru i terkena perubahan ireversibel EKG, analisa gas - Paru lain baik tidak darah boleh ada bronkiektasis Scan & USG atau bronkitis kronis Cara operasi Perbaiki keadaan

umum Elektif : persiapan baik hasil baik


Paliatif : masif jarang hasil baik

KOMPLIKASI
Bronkitis kronis Pneumonia Pleuritis Efusi pleura & empiema Abses metastsis di otak
Hemoptisis

Sinusitis Kor pulmonal kronik Gagal napas Amiloidosis

PENCEGAHAN
1. Dx dini dan pengobatan adequat thd infeksi saluran

napas bawah (pada anak)


2. Vaksinasi thd campak dan pertusis pada anak

sebagai pencetus bronkiektasis


3. Pengeluaran : benda asing, tumor, dan penyebab

obstruksi lain secepatnya menurunkan insiden bronkiektasis postobstruksi


4. Bentuk kongenital tak dapat dicegah

PROGNOSIS
Tergantung

: berat-ringan dan

luas Pengobatan tepat Kasus berat tak diobati jelek Year survival rate : 5 15 tahun Kematian ok : pneumonia, empiema, payah jantung kanan,

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION ABOUT BRONKIEKTASIS

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION ABOUT BRONKIEKTASIS

Treatment Plan
Patient Diagnosed W/ Bronchiectasis
CONSIDERATIONS
Conditions associated with bronchiectasis Resp tract infections :
Mycobacterium sp Aspergillus sp Bordetella pertussis Virusses eg measles, influenza Cystic fibrosis Primary ciliary dyskinesia 1-antitrypsin deficiency Tracheobronchomegaly (Mounier-Kuhn syndrome) Pulmonary sequestration Cartilage deficiency

Immunodeficiency :
Primary or secondary

Inhalation or aspiration of toxic substance

Connective tissue disorders


RA SLE

Congenital conditions

Others
Inflammatory bowel disease Secondary ciliary dyskinesia (Youngs syndrome) Yellow nail syndrome Foreign bodies

TREATMENT
Non-Pharmacological + Pharmacotherapy Non-Pharmacological Bronchopulmonary hygiene Surgery Pharmacotherapy Identity & treat acute exacerbations Prevention and suppression of infection Bronchopulmonary hygiene

Patient with COUGH, SPUTUM PRODUCTION, SHORTNESS OF BREATH


A History
Physical examination Chest x-ray examination Sputum Gram stain, culture Pulmonary function testing ABG analysis

CT Bronchography

C Bronchiectasis

Other obstructive airways disease

Positive sweat test Rule out: Cystic fibrosis

Idiopathic

Immotile cilia syndrome Kartageners syndrome Swyer-James syndrome

Bronchiectasis without hemoptysis

Bronchiectasis with hemoptysis

D Consider:
Surgery Perfusion scan CT Pulmonary arteriography

E Decide on medical therapies

Cor pulmonale

No cor pulmonale

Consider: Oxygen therapy

Drug therapy

Physical measures

Drug therapy

Physical measures

PENATALAKSANAAN
Tujuan memperbaiki drainase sekret dan mengobati infeksi: 1. Drainase sekret - Drainase postural dan latihan fisioterapi untuk pernafasan dan batuk yang efektif untuk mengeluarkan secara maksimal - Posisi waktu drainase postural tergantung pada bronkus yang terkena dan ditentukan dengan auskultasi lokasi rales basah - Bronkudilotor untuk atasi bronkospasme dan memperbaiki drainase sekret - Hidrasi adequat untuk mencegah sekret yang kental - Alat pelembab dan nebulizer untuk melembabkan sekret - Bronkoskopi pengangkatan benda asing dan sumbatan lokus - Mencegah obat sedatif dan menekan reflek batuk - Dianjurkan menghindari rangsangan bronkus dari asap rokok dan polusi udara

PENATALAKSANAAN
2.Infeksi
Pilihan antibiotik berdasarkan pemeriks bakteri sputum dengan pewarnaan Gram dan biakan dan resistensi Sementara antibiotik spektrum luas: amphicilin, kotrimoksasol/ amoksilin dini segera mulai batuk dan sputum purulen tampak setelah 5 7 hari: sputum minimal dan tidak purulen Infeksi paru sudah diderita lama antibiotik waktu lama

3. Operasi
Dilakukan pada penderita: a. Tidak menunjukkan perbaikan klinis jelas pengobatan konservatif adequat selama 1 tahun b. Hemoptisis masif

setelah

Pertimbangan operasi berdasarkan fungsi pernapasan, umur pend., mental pend., luas bronkiektasis, keadaan bronkus lain, kemampuan ahli bedah, dan hasil pengobatan. Calon operasi yang baik: umur muda mengalami infeksi bronkopulmonal berulang atau hemoptisis, bronkiektasis terlokalisasir pada satu lobus atau segmen, tanpa PPOK, tanpa mukovisidosis atau kelainan imunologis.