Anda di halaman 1dari 37

TUMOR SINONASAL

PEMBIMBING :
D R . H . Y U S W A N D I A F F A N D I , S P. T H T - K L D R . M . I V A N . D J A J A L A G A , M . K E S , S P. T H T - K L

Vanda Sativa Julianti 030.09.261

Pendahuluan
Penyakit di mana terjadinya
DEFINISI

pertumbuhan sel (ganas) pada sinus


paranasal dan rongga hidung

EPIDEMIOL OGI

Jarang, terbanyak kedua dari KNF (3% dari keganasan kepala dan leher) Asia > Amerika Laki-laki > Wanita usia 45-85 tahun Predileksi : Maxillaris > rongga hidung> Ethmoid > Frontal >

Anatomi dan Fisiologi

Etiologi dan Faktor Resiko


Multifaktorial Respon berbeda tiap individu TUMOR SINONASA L Inhalan spesifik Jenis kelamin Alkohol

virus
usia Sinar ion/ radiasi

Penggunaan tembakau dan olahannya

Patofisiologi
Diferensiasi

Sel normal
Onkogen

Sel Kanker

Etiologi Faktor Resiko karsinogen Proto onkogen


Inisiasi Promosi Progresi

Transformasi gen

Induksi In situ Invasi Diseminasi

Klasifikasi Tumor
Papiloma skuamosa Papiloma Inversi Displasia Fibroma Angiofibroma Nasofaring Juvenile

Karsinoma sel skuamosa Undifferentiated Carcinoma Rhabdomyosarkoma Chondrosarkoma Limfoma Maligna Sinonasal Adenokarsinoma Sinonasal Olfactory Neuroblastoma Mukosal Melanoma Maligna

Tumor Jinak
JENIS TUMOR PAPILOMA SKUAMOSA KARAKTERISTIK Paling sering Mirip polip, tetapi lebih vaskular, padat dan tidak mengkilat Jarang Mirip polip Dapat residif ganas dan invasif Tumbuh lambat, sekitar usia pubertas Jarang nyeri PENATALAKSANAAN Eksisi lesi

PAPILOMA INVERTED

Bedah radikal (rinotomi lateral dam maksilektomi medial) Pembedahan tergantung derajat deformitas atau ada tidaknya nyeri Surgical resection (lateral rhinotomi dan medial maksilektomi), terkadang radioterapi untuk yang persistent

DISPLASIA FIBROSA

ANGIOFIBROM Paling sering usia A NASOFARING remaja, dan laki-laki JUVENIL Berasal dari post. Cavum nasi tumbuh ke nasofaring Tumbuh lambat

Tumor Ganas
JENIS TUMOR
Karsinoma Sel Skuamosa

KARAKTERISTIK
Jenis paling umum Terdiri atas : keratinizing dan nonkeratinizing Jarang Sangat agresif dan histogenesisnya tidak pasti. 3045% terjadi pada daerah kepala dan leher dan 10% terjadi pada sinonasal agresif

PENATALAKSANAAN
Pembedahan atau radioterapi lesi dini (T1T2) multimodal terapi tahap lanjut (T3-T4) Terapi optimal belum ada, Chemoradiotherapy diikuti oleh pembedahan Multimodal terapi

Undifferentiated Carcinoma

Rhabdo myosarcoma

Chondro sarkoma

Lambat Pembedahan dan radiasi 5-10% pada kepala dan pembedahan (dianjurkan leher, >> maxilla dan hasil histologi) mandibula.

Tumor Ganas
JENIS TUMOR
Limfoma Maligna Sinonasal

KARAKTERISTIK
5.8-8% dari limfoma ekstranodal pada kepala dan leher.

PENATALAKSANAAN
radioterapi lesi lokal kemoterapi keterlibatan sistemik dan rekurensi sistemik.

Adenokarsinoma Sinonasal

10 hingga 14% dari keseluruhan tumor ganas nasal dan sinus paranasal Agresif, invasif namun tidak bermetastasis
7-10% keganasan di sinonasal pada kisaran usia 10-20 dan 50-60 1% keganasan dengan origin kepala dan leher Polipoid, keabu-abuan

pembedahan dan adjuvant radioterapi

Olfactory Neuroblastoma / ENB Mukosal Melanoma Maligna

Bedah eksisi, radioterapi postoperatif

Reseksi tumor dan radioterapi lokoregional

Diagnosis

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG

STAGING

Anamnesis
Gejala Nasal
Gejala Orbital Gejala Oral Gejala Fasial

Gejala Intrakranial
Riwayat Pekerjaan/Lingkungan Riwayat Lifestyle Riwayat Paparan Bahan Kimia Karsinogen

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

Palpasi

Rhinoscop y

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Biopsi

Merupakan diagnosa pasti/ gold standard Tujuan :


Mengetahui

jenis histologi tumor Mengetahui sifat tumor Mengetahui derajat diferensiasi sel Mengetahui stadium penyakit Mengetahui radikalitas operasi

SCC Keratinizing (left) SCC Non Keratinizing (right)

Undifferentiated Carcinoma

PEMERIKSAAN ENDOSKOPI

NASOENDOSKOPI

SINUSKOPI

PEMERIKSAAN X-RAY

CT-Scan

PEMERIKSAAN MRI

PEMERIKSAAN PET SCAN

STAGING (T.N.M.)
SINUS MAKSILLARIS Tx Tumor primer tidak dapat ditentukan T0 Tidak terdapat tumor primer Tis Karsinoma in situ Tumor terbatas pada mukosa sinus maksilaris tanpa erosi dan T1 destruksi tulang. Tumor menyebabkan erosi dan destruksi tulang hingga palatum T2 dan atau meatus media tanpa melibatkan dinding posterior sinus maksilaris dan fossa pterigoid. Tumor menginvasi dinding posterior tulang sinus maksilaris, T3 jaringan subkutaneus, dinding dasar dan medial orbita, fossa pterigoid, sinus etmoidalis. Tumor menginvasi bagian anterior orbita, kulit pipi, fossa T4a pterigoid, fossa infratemporal, fossa kribriformis, sinus sfenoidalis atau frontal. Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, duramater, otak, T4b fossa kranial medial, nervus kranialis selain dari divisi maksilaris nervus trigeminal V2, nasofaring atau klivus.

Kavum Nasi dan Ethmoidal Tx Tumor primer tidak dapat ditentukan T0 Tidak terdapat tumor primer Tis Karsinoma in situ Tumor terbatas pada salah satu bagian dengan atau T1 tanpa invasi tulang Tumor berada di dua bagian dalam satu regio atau T2 tumor meluas dan melibatkan daerah nasoetmoidal kompleks, dengan atau tanpa invasi tulang Tumor menginvasi dinding medial atau dasar orbita, T3 sinus maksilaris, palatum atau fossa kribriformis. Tumor menginvasi salah satu dari bagian anterior orbita, kulit hidung atau pipi, meluas minimal ke fossa T4a kranialis anterior, fossa pterigoid, sinus sfenoidalis atau frontal. Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, dura, T4b otak, fossa kranial medial, nervus kranialis selain dari V2, nasofaring atau klivus.

Kelenjar Getah Bening Regional (N) Nx N0 N1 N2 N2a N2b N2c N3 Tidak dapat ditentukan pembesaran kelenjar Tidak ada pembesaran kelenjar Pembesaran kelenjar ipsilateral 3 cm Pembesaran satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm, atau multipel kelenjar ipsilateral <6 cm atau metastasis bilateral atau kontralateral < 6 cm Metastasis satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm Metastasis multipel kelanjar ipsilateral, tidak lebih dari 6 cm Metastasis kelenjar bilateral atau kontralateral, tidak lebih dari 6 cm Metastasis kelenjar limfe lebih dari 6 cm Metastasis Jauh (M) Mx M0 M1 Metastasis jauh tidak dapat dinilai Tidak terdapat metastasis jauh Terdapat metastasis jauh

STADIUM TUMOR GANAS DAN SINUS PARANASAL 0 Tis N0 M0 I T1 N0 M0 II T2 N0 M0 III T3 N0 M0 T1 N1 M0 T2 N1 M0 T3 N1 M0 IVa T4a N0 M0 T4a N1 M0 T1 N2 M0 T2 N2 M0 T3 N2 M0 T4a N2 M0 IVb T4b Semua N M0 Semua T N3 M0 IVc Semua T Semua N M1
*American Joint Comitte in Cancer (AJCC) 2010

PENATALAKSANAAN
Kuratif Paliatif Single modality Adjuvant Neoadjuvant Concomittant Adjuvant Neoadjuvant Concomittant Paliatif

Pembedahan

Radioterapi

Kemoterapi

KOMPLIKASI PEMBEDAHAN
Perdarahan CSF Leakage

Diplopia

Epifora

Infeksi

PROGNOSIS