Anda di halaman 1dari 14

Pascha Paramurthi (1002305006) Intansari Tri Buana (1002305013) Gina Andrini (1002305020)

Pengkajian

kemampuan fungsional sangat penting, terutama ketika terjadi hambatan pada kemampuan lansia dalam melaksanakan fungsi kehidupan sehari harinya. Kemampuan fungsional merupakan pengukuran kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari hari secara mandiri. Gangguan fisik akan membatasi kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas.

Segala bentuk kemunduran fisik mempengaruhi gerak fungsional baik kemampuan mobilitas maupun perawatan diri. Kemunduran fungsi mobilitas tersebut meliputi penurunan kemampuan mobilitas di tempat tidur, berpindah, ambulasi, mobilitas dengan alat adaptasi. Kemunduran kemampuan perawatan diri seperti makan, mandi, berpakaian, defekasi dan berkemih, merawat rambut, gigi, serta merawat kumis dan kuku. Kemunduran kemampuan berkomunikasi seperti menggunakan telepon, menulis surat, mengadakan transaksi bisnis dll.

1. Mandiri Adalah lansia mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan orang lain (bisa saja lansia tersebut membutuhkan alat adaptasi alat bantu berjalan, alat bantu kerja dan lain-lain).

2. Bergantung Sebagian Adalah lansia yang dalam melaksanakan tugas yang bergantung sebagian pada orang lain (seperti saat turun tangga, memakai pakaian dalam dll)

3. Bergantung Sepenuhnya Adalah lansia yang dalam melaksanakan tugas yang bergantung sepenuhnya pada orang lain (seperti hanya duduk di kursi roda, berbaring di bed)

Pemeriksaan

kemampuan fungsional adalah proses untuk mengetahui kempuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari atau waaktu senggangnya yang terintegrasi dengan lingkungan aktivitas fisiknya.

a. Kemampuan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan dan menyelesaikannya dengan baik b. Indeks Katz merupakan instrument sederhana yang digunakan untuk menilai kemampuan fungsional AKS (Aktivitas Kehidupan Sehari-hari), dapat juga untuk meramalkan prognosis dari berbagai macam penyakit pada lansia. Adapun aktivitas yang dinilai adalah Bathing, Dressing, Toileting, transferring, continence dan feeding, dengan penilaian sbb:

1.Bathing Mandiri: memerlukan bantuan hanya pada satu bagian tubuh atau dapat melakukan seluruhnya sendiri. Tergantung:memerlukan bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh atau tidak dapat mandi sendiri 2. Dressing Mandiri: menaruh, mengambil, memakai dan menanggalkan pakaian sendri serta menalikan sepatu sendiri. Tergantung: tidak dapat berpakaian sebagian. 3. Toileting Mandiri: pergi ke toilet, duduk sendiri di kloset, memakai pakaian dalam, membersihkan kotoran. Tergantung: mendapat bantuan orang lain

4. Transferring mandiri: berpindah dari dan ke tempat tidur, dari dank e tempat duduk(memakai/tidak memakai alat Bantu) tergantung: tidak dapat melakuakan sendiri dengan /bantuan 5. Continence mandiri: dapat mengontrol BAB/BAK tergantung: tidak dapat mengontrol sebagian atau seluruhnya dengan bantuan manual atau kateter 6. Feeding Mandiri: mengambil makanan dari piring atau yang lainnya dan mmasukkan ke dalam mulut (tidak termasuk kemampuan memotong daging dan menyiapkan makanan seperti mengoleskan mentega pada roti) Tergantung: memelukan bantuan untuk makan atau tidak dapat makan sendiri secara parenteral. Dari kemampuan melaksanakan 6 aktivitas dasar tersebut, kemudian di klasifikasikan menjadi 7 tahapan, dan disebut sesuai dengan aktivitas yng bias dikerjakan sendiri. Tahapan aktivitas diatas kemudian disebut dengan Indeks Katz secara berurutan adalah sbb:

Indeks Katz A : mandiri untuk 6 aktivitas Indeks Katz B : mandiri untuk 5 aktivitas Indeks Katz C : mandiri, kecuali bathing dan satu fungsi lain Indeks Katz D : mandiri, kecuali bathing, dressing dan 1 fungsi lain Indeks Katz E : mandiri, kecuali bathing, dressing, toileting dan satu fungsi lain Indeks Katz F : mandiri, kecuali bathing, dressing, toileting, transferring dan satu fungsi lain Indeks Katz G : tergantung pada orang lain untuk 6 aktivitas