Anda di halaman 1dari 38

MANAGING THE MULTINATIONAL FINANCING SYSTEM (Pengelolaan Sistem Keuangan Multinasional)

OLEH

Shinta Milatina 1010532052 Rizki Mulia 1010533044

OUTLINE
MEKANISME ALIRAN DANA ANTAR PERUSAHAAN : BIAYA DAN MANFAAT

NILAI DARI SISTEM KEUANGAN MULTINASIONAL

PENYUSUNAN KEBIJAKAN TRANSFER GLOBAL

NILAI DARI SISTEM KEUANGAN MULTINASIONAL

ARBITRASE PAJAK

ARBITRASE PASAR KEUANGAN


ARBITRASE SISTEM REGULASI

ARBITRASE PAJAK

MNC dapat mengurangi beban pajak dengan memindahkan keuntungan dari unit operasi yang berlokasi di negara dengan pajak tinggi ke negara dengan pajak rendah.

ARBITRASE PASAR KEUANGAN

MNC dapat menghindari exchange control, menerima keuntungan yang tinggi dari kelebihan dana, mengurangi biaya pinjaman dan mengalirkan dana ke unit-unit operasi yang kekurangan modal.

ARBITRASE SISTEM REGULASI

Kemampuan untuk menyembunyikan profitabillitas yang sebenarnya, dengan merelokasikan keuntungan di antara unit-unit operasinya memberikan keuntungan bagi MNC dalam bernegosiasi.

MEKANISME ALIRAN DANA ANTAR PERUSAHAAN : BIAYA DAN MANFAAT Saluran yang tersedia bagi perusahaan multinasional untuk memindahkan uang dan labanya secara internasional berbeda-beda, meliputi: transfer pricing, penyesuaian fee dan royalty, leading and lagging, pinjaman antar perusahaan, penyesuaian dividen, dan investasi dalam bentuk utang versus ekuitas

Faktor Pajak
Pembayaran pajak total dan transfer dana antar perusahaan tergantung pada kebijakan pajak di negara tuan rumah dan penerimaan dana. Dengan adanya transfer pricing dapat menghemat pajak akibat perbedaan tarif pajak di dua atau lebih Negara. Banyak negara penerima yang pajak penghasilannya dikirim dari luar negeri dengan tarif pajak perusahaan yang regular. Ada beberapa negara yang tidak membebankan pajak tambahan atas pendapatan luar negerinya.

Transfer Pricing
Transfer pricing digunakan karena dapat: mengurangi pajak mengurangi tariff menghindari pengendalian devisa
Transfer pricing juga mungkin digunakan untuk meningkatkan bagian laba perusahaan multinasional dari joint venture dan untuk menyamarkan profitabilitas afiliasi yang sebenarnya.

a. Dampak Pajak
Untuk mengilustrasikan dampak pajak yang terkait
dengan perubahan harga transfer, anggap bahwa afiliasi A memproduksi 100.000 papan sirkuit dengan biaya per unit $ 10 dan afiliasi tersebut menjual papan sirkuit yang diproduksinya ke afiliasi B. Afiliasi B, pada gilirannya menjual papan ini dengan harga per unit $ 22 ke pelanggan yang tidak

berhubungan dengan afiliasi.

Exhibit 15.2

Jika afiliasi A menjual barang ke afiliasi B, dan dan merupakan tariff pajak marjinal afiliasi A dan afiliasi B, maka: Jika > , maka tetapkan harga transfer serendah mungkin Jika < , maka tetapkan harga transfer setinggi mungkin

b. Tarif
Anggap bahwa afiliasi B membayar pajak
berdasarkan nilai bea impor tariff ditetapkan sebagai persentase dari nilai barang yang diimpor sebesar 10 %. Kemudian, kenaikan harga transfer akan meningkatkan bea yang harus dibayar oleh afiliasi B, anggap bahwa tariff dipungut berdasarkan faktur harga transfer. Dampak pajak plus tariff yang

dikombinasikan atas perubahan harga transfer


ditunjukkan dalam exhibit 3.

Exhibit 15.3

Jika harga sama-sama tinggi, maka otoritas pajak di negara pembeli (afiliasi B) akan melihat pembatalan pendapatan; jika harga sama-sama rendah, mungkin kedua pemerintahan turut campur. Pemerintah afiliasi A mungkin memandang harga transfer yang rendah sebagai penyelewengan pajak. Pada saat yang sama, komisi perpajakan di negara afiliasi B melihat pembuangan dan / atau pembatalan pendapatan.

Ada empat metode alternative untuk menentukan arms length price, yaitu:
Comparable Uncontrolled Price Method Harga transfer disusun berdasarkan harga referensi yang digunakan oleh pihak/perusahaan lain yang sejenis
Resale Price Method Digunakan untuk produk yang dijual kembali oleh tangan kedua ditentukan oleh harga pengurangan dari harga yang ditetapkan oleh pembeli independen dengan ditambah dengan mark-up. Arms length price = resale price (1 - % Markup)

Cost Plus Method Menambahkan profit margin ke harga pokok produksinya dan disesuaikan dengan penyesuaian yang diperlukan. transfer price = cost (1 + % Markup)

Metode Lainnya yang Tepat Digunakan apabila tidak mungkin menggunakan salah satu dari keempat alternatif tersebut. Transfer price = AVC + (TFC/S) + [r x(E/S)] AVC = biaya variabel rata-rata TFC = total biaya tetap S = unit output atau penjualan (TFC/S)= biaya tetap rata-rata r = ROE atau ROI E = equity yang digunakan

c. Pengendalian Devisa
Kegunaan lain dari transfer pricing adalah untuk menghindari pengendalian devisa. Contohnya, dalam ketiadaan pengganti kerugian atas kredit pajak luar negeri, induk perusahaan Amerika

Serikat akan menyelesaikannya dengan $ 0,66 0


setelah pajak untuk setiap kenaikan dollar atas harga ketika dia menjual 0 unit produk ke afiliasi dengan dana yang terblokir (berdasarkan pada tariff pajak badan Amerika Serikat sebesar 34 %).

d. Joint Venture (Usaha Patungan)


Partner luar sering curiga bahwa transfer pricing digunakan untuk memindahkan laba dari joint venture tersebut, di mana mereka harus dibagi,

untuk anak perusahaan sendiri secara


keseluruhan. Perselisihan yang berkelanjutan mungkin masih timbul, namun melebihi penetapan harga produk baru yang diperkenalkan ke mitra yang ada.

e. Penyamaran Profitabilitas
Banyak perusahaan yang beroperasi di negara yang
kurang berkembang yang menetapkan batasan tariff tinggi untuk mengembangkan industry substitusi impor. Ketika dihadapkan dengan situasi di mana laba

tergantung pada regulasi pemerintah, perusahaan


multinasional dapat menggunakan transfer pricing untuk menyamarkan laba afiliasi lokalnya yang sebenarnya.

f. Pengevaluasian dan Pengendalian


Penyesuaian harga transfer akan mengubah laba unit pelapor dan menciptakan kesulitan yang potensial dalam mengevaluasi kinerja manajerial.

Reinvoicing Center
Reinvoicing center mengambil hak untuk semua

barang yang dijual oleh satu unit perusahaan


untuk afiliasi lain atau pihak ketiga pelanggan,

meskipun barang bergerak langsung dari lokasi


pabrik atau gudang pembeli. Reinvoicing center juga memberikan perusahaan dengan fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih mata uang invoicing.

Biaya dan Royalti (Fees and Royalties)


Pendekatan yang paling umum untuk pengaturan
tagihan biaya dan royalti adalah induknya yang memutuskan jumlah yang diinginkan Metode ini, kadang-kadang melibatkan pembentukan perjanjian lisensi yang identik pada semua unit, memunculkan biaya bisnis yang sah dan perlu, sehingga membantu dalam mengatasi

pembatasan mata uang.

Leading and Lagging


Kegunaan yang paling penting dari
pemindahan likuiditas antar afiliasi adalah

untuk mempercepat (leading) atau


memperlambat (lagging) pembayaran antar

afiliasi dengan memodifikasi jangka waktu


kredit.

Intercompany Loans
Ada 3 tipe intercompany loan, yaitu: Direct loan Back to-back loan Contoh pada General motor di Amerika memiliki afiliasi atau anak perusahaan di Indonesia.

Intercompany Loans
Parallel loan

Dividends
Faktor-faktor yang diperhatikan MNC ketika memutuskan pembayaran dalam bentuk dividen oleh afiliasi-afiliasi adalah: pajak, efek laporan keuangan, exchange risk, control mata uang, persyaratan

pembiayaan, keterbatasan dan biaya dana,


dan dividend payout ratio induk perusahaan.

Dividends
Persyaratan Pembiayaan

Yang dilakukan induk perusahaan adalah


menetapkan dividend payout rate yang tinggi

terhadap subsidiary yang mempunyai


opportunity cost yang relative rendah dan dividen payout rate yang rendah untuk unitunit yang harus meminjam dengan biaya yang tinggi.

Dividends
Exchange Control Negara-negara yang mempunyai masalah dalam neraca pembayarannya akan menghambat pembayaran dalam bentuk dividen ke luar negeri.

Untuk mengatasi hal tersebut,perusahaan-

perusahaan membuat catatan dividen yang konstan.

Dividends
Joint Venture Joint Venture mengakibatkan hambatan bagi MNC untuk menyesuaikan kebijakan dividend akibat factor global.

Joint Venture hanya dapat dilakukan apabila intangible asset yang merupakan competitive advantage perusahaan asing dapat ditransfer tanpa melakukan modifikasi dan ditulis untuk diserahkan kepada orang lain.

Equity versus Debt


MNC umumnya lebih suka berinvestasi dalam
bentuk pinjaman daripada modal sendiri,karena beberapa alasan: Perusahaan biasanya punya kebebasan yang luas untuk merepatriasi dana dalam bentuk bunga dan pelunasan hutang daripada dalam bentuk dividend atau pengurangan modal sendiri

Equity versus Debt


Kemungkinan mengurangi pajak dimana

pembayaran bunga pinjaman biasanya merupakan


pengurangan pajak dinegara tuan rumah,sedang dividen tidak mengurangi pajak.Kedua,pembayaran pelunasan pinjaman bukan merupakan pendapatan kena pajak bagi

induk perusahaan.

Equity versus Debt


Ketiadaan sumber pembiayaan dari dalam
perusahaan laba ditahan ataupun modal

sendiri maka alternative berikutnya adalah


hutang.

utang merupakan sumber pembiayaan


dengan biaya yang paling rendah.

PENYUSUNAN KEBIJAKAN TRANSFER GLOBAL


Prasyarat Adapun faktor-faktor yang memengaruhi MNC dalam memperoleh manfaat dari sistem transfer keuangan meliputi: Jumlah hubungan keuangan. Volume transaksi intraafiliasi.

Pola kepemilikan afiliasi.

PENYUSUNAN KEBIJAKAN TRANSFER GLOBAL


Informasi Yang Dibutuhkan Untuk memperoleh manfaat yang tinggi dari sistem keuangan globalnya, perusahaan multinasional memerlukan informasi rinci tentang 1. kebutuhan keuangan afiliasi 2. sumber dan biaya kredit eksternal, 3. keuntungan investasi local, 4. saluran keuangan yang tersedia, 5. volume transaksi antar afiliasi, 6. faktor-faktor pajak yang relevan 7. pembatasan-pembatasan serta kebijakan pemerintah

PENYUSUNAN KEBIJAKAN TRANSFER GLOBAL


Konsekuensi Perilaku

Memanipulasi harga transfer pada barang dan jasa,


menyesuaikan pembayaran dividen, dan leading and lagging menyebabkan realokasi keuntungan dan likuiditas antara berbagai afiliasi perusahaan.

Anak perusahaan bisa berontak ketika diminta untuk


melakukan tindakan yang akan menguntungkan perusahaan secara keseluruhan, tetapi akan mempengaruhi evaluasi

kinerja mereka sendiri.

TERIMA KASIH