Anda di halaman 1dari 51

B A T A S A N

ANESTESIOLOGI
terdiri dari KATA: An = TANPA AESTHESIA = RASA LOGI = ILMU BERARTI : ILMU KEDOKTERAN YANG MEMPELAJARI TATALAKSANA UNTUK MEMATIKAN RASA

REANIMASI, berasal dari kata ANIMATE =


GERAK YANG BERARTI : MENGGERAKKAN KEMBALI = MENGHIDUPKAN KEMBALI

ISTILAH ANESTESIA
KATA ANESTESIA DIPERKENALKAN OLEH : OLIVER WENDELL HOLMES ARTINYA : KEADAAN TIDAK SADAR YANG BERSIFAT SEMENTARA
ANALGESIA : KEADAAN BEBAS NYERI TANPA MENGHILANGKAN KESADARAN

ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI


ANESTESIOLOGI

MATI INGATAN

MATI RASA

MATI GERAK

GERAKAN PRIMITF (SIRKULASI DAN RESPIRASI) REANIMASI

RUANG LINGKUP
ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI ADALAH CABANG ILMU KEDOKTERAN YANG MEMPELAJARI :
1. PENANGGULANGAN NYERI 2. KEDOKTERAN PERIOPERATIF 2.1. PRAANESTESIA-BEDAH 2.2. ANESTESIA-PEMBEDAHAN 2.3. PASCA ANESTESIA 3. KEDOKTERAN GAWAT DARURAT

KEDOKTERAN PERIOPERATIF
DARURAT NYERI OPERATIF NON OPERATIF ELEKTIF

KEDOKTERAN GAWAT DARURAT

AREA KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME


HASIL BELAJAR MENGAJAR KOMPETENS DAN PROFESIONAL DALAM PENATALAKSANAAN NYERI KEDOKTERAN PERIOPERATTIF KEDOKTERAN GAWAT DARURAT

BATASAN
NYERI ADALAH :
SATU PENGALAMAN SENSORIK DAN EMOSIONAL YANG TIDAK MENYENANGKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ADANYA ATAU POTENSI RUSAKNYA JARINGAN ATAU KEADAAN YANG MENGGAMBARKAN KERUSAKAN JARINGAN TERSEBUT (INTERNATIONAL ASSOCIATION FOR STUDY OF PAIN)

BATASAN
NYERI MERUPAKAN :
PELINDUNG PASIEN DARI ANCAMAN ATAU DAPAT JUGA DIKATAKAN SEBAGAI SIKSAAN DARI PENYAKIT YANG DIDERITA

NYERI SERING DILUKISKAN SEBAGAI :


SUATU YANG BERBAHAYA (NOKSIUS, PROTOFATIK) ATAU SUATU YANG TIDAK BERBAHAYA (NONOKSIUS, EPIKRITIK)

PENGGOLONGAN NYERI
IASP = BERDASARKAN AKSIS :
AKSIS I : LOKASI NYERI AKSIS II : SISTEM-ORGAN NYERI AKSIS III : KARAKTERISTIK NYERI AKSIS IV : WAKTU MULA TERJADI AKSIS V : ETIOLOGI NYERI

PENGGOLONGAN NYERI BERDASARKAN


JENISNYA : NOSISEPTIK NEUROGENIK PSIKOGENIK KEJADIANNYA :
AKUT KRONIK

PENYEBABNYA :
ONKOLOGIK NON ONKOLOGIK

DERAJAT NYERI
RINGAN SEDANG BERAT

PEMBAGIAN NYERI
(BERDASARKAN KEJADIANNYA)

NYERI AKUT

NYERI KRONIK : (SUBYEKTIF)


KANSER NON KANSER

NYERI SOMATIK LUAR : NYERI TAJAM DI KULIT, SUBKUTIS DAN MUKOSA NYERI SOMATIK DALAM : NYERI TUMPUL PADA OTOT RANGKA, SENDI DAN JARINGAN IKAT NYERI VISERAL : NYERI AKIBAT DISFUNGSI ORGAN VISERAL

PEMBAGIAN NYERI
(BERDASARKAN KUALITASNYA)

NYERI CEPAT
NYERI INI SINGKAT DAN TEMPATNYA JELAS MISALNYA : NYERI TUSUK DAN PASCA BEDAH DIHANTARKAN OLEH SERABUT A DELTA DENGAN KECEPATAN 12-30 M/DETIK

NYERI LAMBAT
NYERI INI LAMBAT DAN TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN RANGSANG MISALNYA : RASA TERBAKAR, NGILU ATAU LINU DIHANTARKAN OLEH SERABUT C DENGAN KECEPATAN KONDUKSI 0,5 - 2 M/DETIK

NYERI INFLAMASI
ADALAH NYERI YANG TERJADI AKIBAT PROSES INFLAMASI YANG DIIKUTI OLEH PERUBAHAN BIOKOMIA ATAU SELULER DITANDAI OLEH :
RUBOR (KEMERAHAN) KOLOR (KEHANGATAN) TUMOR (PEMBENGKAKAN JARINGAN) DOLOR (NYERI JARINGAN

RESEPTOR NYERI
RESEPTOR NYERI ADALAH : UJUNGUJUNG SARAF TEPI (NOSISEPTOR) TERDAPAT PADA
KULIT TENDON SENDI OTOT TULANG

MEKANISME NYERI

MEKANISME NYERI
TRANSDUKSI ADALAH :
PERUBAHAN RANGSANG NYERI DEPOLARISASI MEMBRAN RESEPTOR IMPUL SARAF

TRANSMISI INPULS SARAF MELALUI :


SARAF SENSORIS PERIFERMS (KORNU POST) TRAKTUS SPINOTHALAMIKUS TRAKTUS THALAMO-KORTIKAL

MODULASI ADALAH :
PROSES HAMBATAN ATAU FASILITASI NYERI YANG DAPAT TERJADI DI PERIFER, MS ATAU SUPRASPINAL

PERSEPSI TANGGAPAN RANGSANG NYERI DI PUSAT NYERI (AREA 3-2-1 KORTEKS SEREBRI)

AKIBAT TRAUMA
TRAUMA BEDAH MENIMBULKAN KERUSAKAN JARINGAN ATAU KERUSAKAN SEL
SEL YANG RUSAK MENGELUARKAN ZAT-ZAT KIMIA YANG BERSIFAT ALGESIK ZAT-ZAT ALGESIK BERKUMPUL DISEKITARNYA DAN MENIMBULKAN NYERI NYERI YANG TIMBUL DAPAT BERLANGSUNG BERJAM-JAM SAMPAI BERHARI-HARI bulan2an

ZAT-ZAT YANG TIMBUL AKIBAT NYERI (kuliah fk ui)


--------------------------------------------------------------------------------------ZAT SUMBER MENIMBULKAN EFEK PADA NYERI AFEREN PRIMER --------------------------------------------------------------------------------------KALIUM SEROTONIN BRADIKININ HISTAMIN PROSTA GLANDIN LEKOTREN SEL RUSAK TROMBOSIT KININOGEN PLASMA SEL MAST ASAM ARAKHIDONAT DAN SEL RUSAK ++ ++ +++ + MENGAKTIFKAN MENGAKTIFKAN MENGAKTIFKAN MENGAKTIFKAN SENSITISASI

ASAM ARAKHIDONAT SENSITISASI DAN SEL RUSAK SUBSTANSI P AFEREN PRIMER SENSITISASI ---------------------------------------------------------------------------------------------------

TATALAKSANA NYERI
PENDEKATAN MULTIMODAL

TATALAKSANA NYERI
PADA PROSES TRANSDUKSI :
ANESTESIK LOKAL + NSAID

PADA TRANSMISI INPULS SARAF :


ANESTETIK LOKAL

PADA PROSES MODULASI :


ANESTETIK LOKAL + NARKOTIK + KLONIDIN

PADA PERSEPSI :
ANESTETIK UMUM + NARKOTIK + PARASETAMOL DLL

BATASAN/RUANG LINGKUP :
EVALUASI-KONSULTASI DAN PERSIAPAN PRA ANESTESIA TINDAKAN ANESTESIA-ANALGESIA MEMANTAU/MEMELIHARA FUNGSI SISTEM-ORGAN PENATALAKSANAAN PASIEN KRITIS PERIOPERATIF TATALAKSANA KLINIS RESUSITASI PARU JANTUNG PENANGGULANGAN NYERI AKUT PERIOPERATIF EVALUASI FUNGSI PARU DAN APLIKASI TERAPI RESPIRASI SUPERVISI DAN PENGORGANISASIAN SDM DAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERKAIT PENELITIAN PERIOPERATIF

PENYAKIT BEDAH

NORMAL

PENYAKIT LAIN
PATO-BIOLOGI TERAPI

ANESTESIA-ANALGESIA TRAUMA BEDAH NORMAL PEMULIHAN PENYULIT

MASALAH PERIOPERATIF
DIAGNOSTIK PENYAKIT PRIMER BEDAH ?

DIAGNOSTIK PENYAKIT PENYERTA PENYULIT ? STRES EMOSIONAL MENGHADAPI PENGOBATAN TRAUMA ANESTESIA TRAUMA BEDAH DAYA DUKUNG FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAYA DUKUNG SDM (MEDIS & PARAMEDIS) PROSEDUR ADMINISTRASI KESEHATAN

TRAUMA BEDAH
NYERI RESPONS STRES MUAL-MUNTAH-ILEUS HIPOKSEMIA GANGG TIDURLELAH KELAPARAN IMOBILISASI-RESTRIKSI DRAIN-NGT TRADISI

MENGHAMBAT PENYEMBUHAN

REHABILITASI MULTIMODAL PERIOPERATIF


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN : INFORMASI PRABEDAH PENGURANGAN STRES PENANGGULANGAN NYERI MOBILISASI/LATIHAN NUTRISI ENTERAL DUKUNGAN FAKTOR PERTUMBUHAN

PERIODE PERIOPERATIF
PERIODE PRAANESTESIA/BEDAH
EVALUASI PRAANESTESIA/BEDAH PERSIAPAN PRAANESTESIA/BEDAH

PERIODE ANESTESIA/PEMBEDAHAN PASCA ANESTESIA/BEDAH

TAHAPAN PERIOPERATIF ANESTESIA


1. EVALUASI PRAANESTESIA 2. PERSIAPAN PRAANESTESIA 3. TINDAKAN ANESTESIA-REANIMASI
3.1. PREMEDIKASI 3.2. INDUKSI 3.3. PEMELIHARAAN 3.4. PEMULIHAN

4. PASCA ANESTESIA

TRIAS ANESTESIA
HIPNOTIK MATI INGATAN PUSAT KESADARAN ANALGETIK MATI RASA LINTASAN SENSORIK

RELAKSASSI OTOT MATI GERAK LINTASAN MOTORIK

ALUR PASIEN PERIOPERATIF


ELEKTIF

POLIKLINIK BEDAH DIAGNOSTIK+RENCANA OPERASI (?) POLIKLINIK ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI ( ? ) EVALUASI FISIK+ PEMERIKSAAN PENUNJANG KONSULTASI (INTERNA, NEURO DLL)

ALUR PASIEN PERIOPERATIF


DARURAT
TRIASE BEDAH DIAGNOSTIK+RENCANA OPERASI (?) DR JAGA ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI ( ? )
EVALUASI FISIK+ PEMERIKSAAN PENUNJANG KONSULTASI (INTERNA, NEURO DLL)

ALUR PASIEN PERIOPERATIF


PASCA ANESTESIA/BEDAH
RUANG PULIH BANGSAL HCU/RTI

DR PRIMER(BEDAH)

DR ANEST.KIC

DR KONSULTAN

LATAR BELAKANG
PERUBAHAN POLA HIDUP PERUBAHAN POLA PENYAKIT PERKEMBANGAN IPTEK KEDOKTERAN KONDISI PENDERITA YANG SEMAKIN KOMPLEKS MEMERLUKAN TATALAKSANA KHUSUS YANG CEPAT DAN TEPAT CABANG ILMU TERSENDIRI ATAU SUB BAGIAN DARI CABANG ILMU YANG ADA ?

TRIAD CRITICAL CARE MEDICINE 1. RESUSCITATION 2. EMERGENCY CARE FOR LIFETHREATENING CONDITIONS 3. INTENSIVE CARE

PELAYANAN KGD
1. PRA RUMAH SAKIT 1.1. DI TEMPAT KEJADIAN 1.2. EVAKUASI/TRANSPORTASI 2. RUMAH SAKIT 2.1. INSTALASI RAWAT DARURAT 2.2. INSTALASI TERAPI INTENSIF

LANGKAH-LANGKAH KGD
1. 2. 3. 4. 5. EVALUASI DAN TRIASE PPGD DAN RESUSITASI KOMUNIKASI MEDIK DAN RUJUKAN EVAKUASI DAN TRANSPORTASI TERAPI DIFINITIF - TERAPI INTENSIF

INTENSIVE CARE
PRINSIP :
MULTI DISIPLIN MONOTERAPI TITRASI

SASARAN SISTEM ORGAN


RESPIRASI SIRKULASI SEREBRAL

INTENSIVE CARE
JENIS TERAPI :
TERAPI OKSIGEN TERAPI CAIRAN TERAPI NUTRISI TERAPI OBAT

DILAKUKAN THD PASIEN YANG MENGALAMI


ANCAMAN KEMATIAN ANCAMAN KEGAWATAN Yang masih punya harapan hidup

TUJUAN
TUJUAN : MENGATASI KEADAAN KRITIS MOTTO : TIME SAVING IS LIFE SAVING (BATAS WAKTU : 4 6 MENIT) PRINSIP : MENCEGAH KEMATIAN/KECACATAN

PENDERITA GAWAT DARURAT


TERJADI AKIBAT : 1. PENYAKIT 2. KECELAKAAN 3. BENCANA : 3.1. ALAM 3.2. ULAH MANUSIA

KEJADIAN GAWAT DARURAT


DAPAT TERJADI :
DIMANA SAJA KAPAN SAJA DAN DAPAT MENIMPA SIAPA SAJA

SIFAT KEJADIAN:
INDIVIDU KELOMPOK KECIL MASAL (DISSASTER)

RESPONS MASYARAKAT
INDIVIDU AWAM PPGD RUJUK
KELOMPOK AWAM INSTITUSI LOKAL PUSKESMAS/RS RUJUK MASAL AWAM INSTITUSI REGIONAL (PEMDA) NASIONAL (PUSAT KRISIS)

BASIC SCIENCE
FUNDAMENTALS OF ANATOMY PHYSIOLOGY BASIC AND CLINICAL PHARMACOLOGY

SEJARAH SINGKAT ANESTESIOLOGI


1. DUNIA :
Diawali pada 16-10-1846 dengan pemakaian ETER OLEH WTG MORTON (DR GIGI) DI Massachusetts General Hopital USA MENDAPAT PREDIKAT The Most Human Discovery in Mankind)
Sebelumnya,th 1844, Horace Wells (USA) pertamakali memakai N2O untuk ekstraksi gigi,,,,, tapi demonstrasi masa berbahaya dilupakan .. Selanjutnya N2O >>>> di USA Selajutnya perkembangan anestesi lebih banyak di Eropa John Snow (1813-1858) dokter di London Anestetist I didunia obat-obat (DI EROPA) : eter dan kloroform

SEJARAH SINGKAT ANESTESIOLOGI


2. INDONESIA DIRINTIS OLEH PROF M KELAN (ASISTEN ILMU BEDAH FK UI) PADA TAHUN 1954, BELAJAR KE AMERIKA. PADA SAAT ITU (1954) PERBANDINGAN DSAn antara INDO : AMERIKA = 1 : 1000 3. BALI DIKEMBANGKAN OLEH DR W SUKRA PADA TAHUN 1979

SEJARAH SINGKAT ANESTESIOLOGI


PERKEMBANGAN ANESTESIOLOGI SANGAT LAMBAT DIBANDINGKAN DENGAN BIDANG ILMU YANG LAIN (stagnasi selama 40 50 tahun) ADA BEBERAPA ALASAN :
TEMUAN OBAT YANG RELATIF LAMBAT (ETER BERTAHAN CUKUP LAMA PELOPOR PENGEMBANGAN ANESTESIOLOGI ADALAH SEORANG DOKTER GIGI ?