Anda di halaman 1dari 54

PENDAHULUAN

SILABUS
Tujuan: Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar pelaksanaan proyek. Mahasiswa dapat memahami masalah dan menemukan solusi serta mampu melakukan pengambilan keputusan pada saat pelaksanaan proyek. Kredit : 2 SKS Dosen: Nama: Fajar Susilowati ST. MT. Email: susilowati.fajar@yahoo.com

RENCANA PERKULIAHAN
Pertemuan 1 Persiapan Pelaksanaan Konstruksi Pertemuan 2 Perencanaan Tata Letak Lapangan Pertemuan 3 Organisasi Proyek Konstruksi Pertemuan 4 Motivasi & Kepemimpinan Tahapan Persiapan, Tahapan Pelaksanaan dan Tahapan Serah Terima Pengantar, Dasar Pertimbangan, Dasar Organisasional, Urutan Perencanaan, Pekerjaan Persiapan, Peninjauan Lokasi, Bangunan Sementara, Denah Pengamanan & Tata Letak Lapangan, Daftar Pemeriksaan Pengantar Organisasi, Tinjauan Organisasi, Organisasi Proyek Konstruksi, & Personil Dalam Organisasi Proyek Konstruksi Motivasi : Menganalisa Motivasi & Membangun Motivasi Kepemimpinan : Pengantar Kepemimpinan, Gaya Kepemimpinan, & Komunikasi Pengantar, Pihak dan Personil Dalam Penyusunan Administrasi Proyek, Pengelompokan Data File, Komponen Persyaratan dan Siklus Administrasi, Sistem Pengendalian, Standart, Periode Pelaporan, dan Evaluasi Laporan. Proses Pengadaan tenaga Kerja, Produktivitas tenaga Kerja dan indek Prestasi Tenaga Kerja

Pertemuan 5 Administrasi Proyek Konstruksi

Pertemuan 6 Manajemen Tenaga Kerja Pertemuan 7 Evaluasi

Evaluasi Tugas-tugas

RENCANA PERKULIAHAN
Pertemuan 8 Manajemen Material Pertemuan 9 Manajemen Mutu Proyek Pertemuan 10 Rapat & Negosiasi Daftar Material, Asal Material, dan Waktu Serta Prosedur Pengadaan Material Pengantar Manajemen Mutu, Komponen Manajemen Mutu, Rangkaian Manajemen Mutu, ISO9000, dan Format Perencanaan Manajemen Kualitas Rapat : Jenis Rapat, Personil yang Terlibat, Sumber-sumber Rapat, Penanganan Rapat, Teknik & Metode Negosiasi : Prinsip dan Teknik Negosiasi Sistem File Pada Perusahaan Konstruksi, Laporan Proyek Konstruksi, Catatan Pelaksanaan Konstruksi, Catatan Review Standar Pekerja dan Dokumentasi

Pertemuan 11 Laporan Proyek Konstruksi

Pertemuan 12 Perubahan dan Penambahan Pekerjaan

Perubahan Isi Kontrak, Tipe-tipe Perubahan Lingkup Pekerjaan, Elemen Terkait Dalam Perubahan Lingkup Pekerjaan, Evaluasi Keterlambatan Pekerjaan, dan Aturan perubahan atau Penambahan Pekerjaan.
Penerimaan Pekerjaan, Masa Garansi, Waktu Kontrak, Liquidated damages for delay, Clean Up, The Punch List, dan Persiapan Proses Close Out Evaluasi Terhadap Keseluruhan Materi

Pertemuan 13 Project Close Out Pertemuan 14

SILABUS
Referensi : Burgess, R.A, White G, Building Production and Project Manajemen, Construction Press, 1979 Kajatno Soetomo, Network Planning (Jilid I, II, III), DPU, 1992 Nugraha Paulus, Natan Ishak, R. Sutjipto, Manajemen Proyek konstruksi 1 & 2, Erlangga, 1987 Soekoto Imam, Pengendalian Pelaksanaan Kostruksi DPU, 1993 Soeharto Imam, Manajemen Proyek Industri, Erlangga, 1990 Turban, Meredith, Fundamentals of Management Science, Irwin, 1994

TAHAPAN PROYEK

TAHAPAN PROYEK

Tahap Persiapan Tahap Persiapan Awal Tahap Persiapan Lanjutan Tahap pelaksanaan Pembangunan

TAHAPAN PERSIAPAN AWAL


Tahap persiapan awal: kegiatan dipusatkan untuk merumuskan konsep dan gagasan/ide yang timbul seperti:
Mengidentifkasi dan menganalisis tujuan gagasan/ide yang timbul Gagasan dikembangkan menjadi konsep-konsep alternatif Pemecahan teknis yang diinginkan diidentifkasi dan diklasifikasi Mengkaji kelayakan konsep alternatif dari semua aspek (ekonomi, teknis, pemasaran, pendanaan, sosial budaya, dampak lingkungan dan lain-lain) Identifikasi sumber daya yang diperlukan dan perkiraan jadwal pelaksanaan Memikirkan strategi pelaksanaan jika ide menjadi suatu proyek

TAHAPAN PERSIAPAN LANJUTAN


Tahap persiapan lanjutan: tujuan tahapan ini memantapkan hasil sementara dan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang telah dirintis sebelumnya, berupa:

Menyempurnakan rumusan gagasan menjadi suatu proyek yang jelas lingkup kerja dan sasarannya Menyusun perencanaan proyek lebih realistis dalam bentuk penrkiraan biaya dan rencana jadwal induk Melanjutkan dan menyimpulkan hasil-hasil pengkajian dalam aspek ekonomi, pasar, dana, sosial budaya, dan dampak lingkungan Melanjutkan kajian dan perhitungan teknis untuk dapat mendukung data-data yang diperlukan untuk mengambil keputusan investasi (misalnya perkiraan sumber daya yang diperlukan) Menyusun organisasi pelaksanaan dan mengidentifikasi personil untuk mengisinya. Menyiapkan dokumen dan konsep prosedur yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan, misalnya dokumen lelang, dokumen kontrak, konsep prosedur kerja dan koordinasi

TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN


Tahap pembangunan : ditandai dengan kegiatan proyek yaitu desain engineering, pengadaan material, kegiatan konstruksi, tahapan ini meliputi:
Penyiapan rincian desain engineering sampai memproduksi gambar-gambar spesifikasi untuk kegiatan, pembelian dan konstruksi Menyusun anggaran definitif dan jadwal induk proyek Menyiapkan konstruksi instalasi lapangan dan fasilitas pendukung, mobilisasi tenaga kerja, peralatan, pengadaan material Tahapan pelaksanaan diakhiri dengan mempersiapkan serah terima pekerjaan, sebelum pekerjaan diserahkan perlu dipersiapkan operator, pengujian sistem (komisioning), dan kegiatan administrasi lainnya

DASAR-DASAR PELAKSANAAN KONTRAK


Kontrak; yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak walaupun belum ditanda tangani karena proses penjilidannya, tetapi kontrak ini disusun oleh kedua belah pihak dan sepakat untuk diikuti dan dilaksanakan Surat Perintah Kerja; surat ini dikeluarkan oleh klien setelah kontraktor memenangkan tender dan kontrak kerja telah desepakati kedua belah pihak Surat Penyerahan Lapangan; surat ini sebagai bukti bagi kontraktor bahwa lapangan yang akan dibangun betul-betul diserahkan secara penuh kepada kontraktor selama proses pembangunan berlangsung Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB); tanpa surat ini, maka kegiatan pembangunan dapat dihentikan oleh pihak yang berwenang (Tata Kota), kontraktor dapat membantu mengurusnya jika belum ada

PERSIAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Persiapan pelaksanaan pekerjaan dibahas oleh internal perusahaan yang memenangkan tender, dengan demikian diharapkan adanya partisipasi sejak awal dari staf yang ada pada kontraktor. Perlu disusun pembagian lingkup kerja, berikut sumber daya yang tersedia. Perlu dijelaskan sasaran-sasaran yang hendak dicapai, tugas dan tanggung jawab masing-masing yang terlibat, dan penntingnya keberhasilan pelaksanaan proyek bagi perusahaan Persiapan dilakukan oleh kotraktor utama dengan berkonsultasi dengan klien, yaitu yang berhubungan dengan penyusunan prosedur kerja yang terkait dengan persetujuan-persetujuan

PERSIAPAN PELAKSANAAN BERISIKAN


Penyusunan Tim Inti Proyek, yaitu penjelasan mengenai pemegang peran utama pelaksanaan proyek yang terdiri dari struktur organisasi tim inti proyek dan personalia yang menduduki posisi kunci Rencana Pelaksanaan Proyek (RPP), atau disebut juga Project Plan yang berisikan penjelasan teknis perihal, lingkup kerja, sasaran-sasaran dan prosedur koordinasi proyek, serta peranan masing-masing organisasi yang terlibat dalam proyek Program pengendalian dan rencana implementasinya Prosedur kerja (ke dalam dan ke luar) Rapat permulaan atau kock of meeting, rapat ini bermaksud membahas tingkat akhir dan meratifikasi butir-butir konsep landasan pelaksanaan pekerjaan

PENYUSUNAN TIM INTI PROYEK


Segera setelah proyek dinyatakan dapat dimulai, baik kontraktor utama maupun pemilik disibukan dengan penyusunan tim proyek Kontraktor utama mulai menyiapkan tim inti yang akan melaksanakan proyek yang berasal dari kantor pusat atau tenaga profesional yang direkrut secara kontrak kerja Tim inti kontraktor terdiri dari: Manajer proyek, manajer lapangan, staf ahli teknik (sipil, arsitektur, mekanikal, elektrikal, lansekap, dll), staf administrasi dan keuangan, para pelaksana ((sipil, arsitektur, mekanikal, elektrikal, lansekap, dll) Tim inti secara otonom atau ditambah dengan beberapa staf khusus lain dari kantor pusat menyusun konsep landasan pelaksanaan, khususnya RPP dan prosedur koordinasi, Jumlah personil tim inti berangsur-angsur bertambah dan kemudian turun kembali sesuai dengan perkembangan proyek. Jika tim inti sudah dianggap tetap dan dapat memulai pelaksanaan tugasnya, maka personil ini akan bertambah dengan tenaga mandor dan tukang yang mulai melaksanakan pekerjaan di lapangan, dan mereka berupa tenaga borongan bukan bagain dari pegawai kontraktor

RENCANA PELAKSANAAN PROYEK (RPP)


RPP adalah berupa dokumen yang memuat penjelasan mengenai lingkup dan rencana pelaksanaan dan penyelenggaraan proyek RPP merupakan intisari dan terjemahan kontrak dalam maslah lingkup kerja dan uraian kegiatan dalam rangka mencapai sasaran serta koordinasi diantara para pihak yang terlibat

FUNGSI RPP
Fungsi RPP : Memberikan informasi kepada pimpinan perusahaan tentang garis-garis besar rencana pelaksanaan proyek, dengan demikian pimpinan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang memerlukan prioritas bimbingan, pengarahan, dan dukungan Memberikan informasi kepada para pelaksana, baik di lapangan maupun di kantor pusat, penjelasan mengenai lingkup proyek Sebagai pegangan pokok untuk kegiatan penyelenggaraan terutama dalam aspek perencanaan dan pengendalian, dengan demikian mereka dapat merencanakan kebutuhan sumber daya dan tugastugas pengendalian sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan

SISTEMATIKA RPP Sistematika RPP :


Ringkasan proyek yang dibicarakan Informasi umum kontrak yang disepakati Uraian jadwal kegiatan/pekerjaan utama Strategi pelaksanaan pekerjaan Program pengendalian dan pelaporan Hubungan dengan instansi yang berwenang Penutup dengan mengungkapkan masalah dan kendala yang akan di hadapi selama pelaksanaan pekerjaan

RPP dan PERIJINAN Ijin impor dan re eksport Soal pajak Pemakaian tenaga kerja asing Inspeksi/pemeriksaan oleh pihak pemerintah Peraturan perburuhan dan tenaga kerja Sertifikast yang perlu didapat dari berbagai instansi terkait

PROGRAM PENGENDALIAN DAN IMPLEMENTASINYA


Meskipun pokok-pokok program pengendalian telah tercantum dalam RPP, tetapi mengingat fungsinya yang amat penting dalam pelaksanaan proyek, umumnya diperlukan suatu penjabaran yang lebih rinci dan keikut sertaan pihak klien dalam penyelesaiannya Setelah kontraktor diputuskan sebagai pemenang tim dari klien dan kontraktor utama membahas program pengendalian yang terdiri dari:
Sistem pengendalian Jadwal implementasinya Dimana keduanya spesialis dalam hal pengendalian biaya dan waktu

SISTEM PENGENDALIAN : HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI DALAM PENGENDALIAN

Sistem pengendalian biaya dan waktu diusulkan oleh kontraktor utama. Pengkajian meliputi aspek-aspek metode yang hendak dipakai, personalia yang menangani, kelengkapan dan kedalaman yang hendak dijangkau, termasuk prosedur pencatatan keperluan akuntansi dan pelaporan yang diperlukan Jadwal implementasi sistem pengendalian proyek memberikan penjelasan kapan prosedur yang diperlukan akan dibuat dan diselesaikan dan kapan mulai digunakan untuk tugas-tugas pengendalian Pembahasan menghasilkan kata sepakat tentang kedua butir di atas, dengan penambahan dan/atau perbaikan bila diperlukan.

SISTEM PENGENDALIAN : FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMILIHAN METODE PENGENDALIAN

Kelengkapan tingkat pengendalian Kedalaman tingkat pengendalian Tingkat ukuran proyek Kompleksitas proyek Biaya pengendalian yang diperlukan Keinginan pihak pemilik

Pada umumnya keputusan yang diambil adalah memakai sistem yang dimiliki oleh kontraktor dengan beberapa perubahan yang diusulkan oleh pihak pemilik, hal ini untuk menghindari terjadinya kesulitan sewaktu pelaksanaan pengendalian.

PROSEDUR KERJA Bila rencana pelaksanaan proyek menerangkan lingkup dan rencana penyelenggaraan, maka prosedur kerja menjelaskan tentang bagaimana pekerjaan dilakukan dan koordinasinya ke dalam maupun ke luar pada pihak-pihak yang terlibat dan dengan organisasi operasi yang akan melaksanakan operasi setelah instalasi selesai dibangun. Prosedur kerja bagi masing-masing bidang dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan operasional

CONTOH PROSEDUR KERJA Prosedur pembelian dan kontrak material Prosdur pemeriksaan dan uji coba untuk bidang pengendalian mutu Prosedur administrasi dan keuangan Prosedur pengajuan persetujuan/ijin kerja Prosedur koordinasi proyek Prosedur perubahan lingkup kerja

PROSEDUR KOORDINASI PROYEK Prosedur koordinasi proyek ialah prosedur kerja yang disiapkan oleh kontraktor utama dan diperiksa serta disetujui oleh pemilik Fungsi prosedur koordinasi proyek adalah memberikan petunjuk-petunjuk dasar tentang bagaimana pekerjaan proyek dilaksanakan dalam kaitannya dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek

CAKUPAN PROSEDUR KOORDINASI PROYEK Organisasi peserta proyek, daftar personil inti dalam masing-masing organisasi tersebut Tugas dan tanggung jawab tiap organisasi peserta Prosedur kerja sama antar peserta Prosedur komunikasi yang berupa pelaporan, surat menyurat dan kode arsip Beberapa aspek dari prosedur ini sudah tercakup di dalam RPP

PROSEDUR PERUBAHAN LINGKUP KERJA Perubahan lingkup kerja adalah perubahan (umumnya berupa penambahan) lingkup proyek setelah kontrak ditanda tangani Perubahan lingkup kerja akan mendorong kenaikan harga kontrak dan memperlambat waktu pelaksanaan Adanya perubahan lingkup proyek dapat disebabkan oleh berbagai masalah atau sebab

PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN LINGKUP KERJA


Perubahan yang disebabkan oleh adanya infromasi baru/tambahan dalam masalah spesifikasi atau kriteria dalam desain engineering, karena pemilik ingin mengikuti kemajuan perkembangan teknologi Perubahan yang diminta oleh organisasi operasi dengan berbagai macam alasan operasional Perubahan karena terungkapnya kondisi baru yang berbeda dengan hasil-hasil pengkajian terdahulu.

PROSEDUR MINIMAL PERUBAHAN LINGKUP KERJA


Memberi penjelasan yang menyeluruh kepada pimpinan proyek/perusahaan tentang perlunya perubahan lingkup kerja Memberi penjelasan tentang dampak yang diakibatkan oleh adanya perubahan lingkup kerja dari aspek biaya dan waktu Mengajukan persetujuan kepada pimpinan proyek/perusahaan pemilik bila lingkup perubahan cukup besar. Dalam hal ini lazimnya pelaksana proyek memiliki otoritas yang terbatas Mengadakan kegiatan-kegiatan tindak lanjut berupa pengawasan dan pelaporan khusus, untuk meyakinkan bahwa perubahan lingkup kerja telah dijalankan sebaik-baiknya.

DAMPAK PERUBAHAN LINGKUP KERJA


Makin jauh kemajuan proyek akan makin besar dampak yang diakibatkan oleh adanya perubahan lingkup kerja dibanding dengan bila perubahan tersebut terjadi lebih awal. Untuk mengatasi hal ini sering diadakan pengertian bersama antara kontraktor utama, pemilik, konsultan, dan organisasi operasi bahwa sampai pada titik kemajuan tertentu, mereka bersama setuju untuk mencegah adanya perubahan lingkup kerja

RAPAT PERMULAAN (KICK OF MEETING)


Merupakan rapat lengkap diantara penanggung jawab peoyek yang menduduki posisi kunci Membahas dan mencari titik temu konsep penyelenggaraan proyek pada umumnya dan khususnya RPP, prosedur kerja, dan persiapan lain yang dilakukan Rapat pertama bersifat internal perusahaan kontraktor utama yang kemudian dilanjutkan antara kontraktor utama dengan pemilik Pada rapat ini masing-masing tim mengikut sertakan kepala bidang maupun ahli-ahli dari berbagai macam pekerjaan, sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teridentifikasi secara dini sekaligus sebagai ajang untuk menjelaskan tugas masing-masing personil dalam jabatannya Hasil dari rapat permulaan adalah pengesahan RPP dan prosedur kerja proyek setelah mendapatkan perbaikan dan landasan pelaksanaan yang mantap untuk memulai pembangunan fisik proyek

AGENDA RAPAT PERMULAAN


Membahas RPP, termasuk uraian lingkup kerja dan indikasi sumber daya yang diperlukan Membahas prosedur kerja, terutama prosedur koordinasi dan jalur pelaporan Mengadakan konfirmasi perihal jadwal pelaksanaan proyek dan biaya proyek Menjelaskan dan mengadakan konfirmasi tentang prosedur pengendalian yang akan dipakai. Rapat permulaan ini di adakan di kantor pusat Kontraktor Utama, maksudnya bila diperlukan informasi tambahan, dapat segera diperoleh Manajer proyek disamping menjelaskan mengenai butir-butir di atas, juga meminta perhatian khusus mengenai kegiatan dan permasalahan yang spesifik

MASALAH SPESIFIK PELAKSANAAN KONTRAK


Memberlakukan jadwal sementara; jadwal ini disusun berdasarkan rencana jadwal induk yang telah disusun oleh kontraktor utama sebagai lampiran dokumen lelang dan masukan dari pemilik berupa rencana jadwal induk proyek yang dibuat pada tahap persiapan. Kegiatan desain engineering; penyajian ditekankan pada filosofi desain engineering yang dipilih, disertai keterangan sebabsebab sampai jatuh pada pilihan tersebut, juga dijelaskan untung ruginya yang mungkin ada. Meskipun dasar-dasar dan kriteria desain engineering sudah diputuskan oleh pemilik, tetapi dalam kesempatan ini perlu ditengahkan lagi agar setiap pelaksana kunci baik dari kontraktor utama maupun pemilik mengetahui dan memahaminya. Kegiatan pembelian; masalah pembelian disini merupakan hal lain yang perlu diketengahkan dan mendapat konfrimasi.

MAKSUD PENERBITAN JADWAL SEMENTARA


Memberikan pegangan dalam hal jadwal bagi kegiatankegiatan yang harus segera dimulai seperti menyusun perkiraan biaya dan anggaran Mengidentifikasi dan memberitahukan titik-titik kritis dari kegiatan proyek agar yang bersangkutan dapat memberikan perhatian secukupnya Khusus dalam pengadaan material, menunjukan perlunya dilakukan pembelian dini peralatan yang pengadaannya membutuhkan waktu lama Jadwal sementara tidak berlaku lagi bila penyusunan jadwal induk proyek beserta rinciannya telah diselesaikan

KONFIRMASI KEGIATAN PEMBELIAN


Kebijakan pembelian seperti jual beli, produksi dalam negeri, pemberi kredit, dan lain-lain. Misalnya beberapa jauh kebijakan ini diterapkan terhadap proyek yang akan berlangsung dan mulai mengidentifikasi peralatan/material yang mana yang akan masuk dalam klasifikasi tersebut Pembelian dari sumber tunggal (sole source), oleh karena alasan teknis atau waktu, kadang-kadang diusulkan untuk membeli peralatan/material dari sumber tunggal. Hal demikian sering kali mengakibatkan harga penawaran yang tinggi. Untuk itu diperlukan negosiasi yang intensif dan pengkajian tentang komponen harga penawaran, terutama angka yang dipakai dalam perkiraan eskalasi.

TAHAPAN PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK

Tahapan Persiapan Pelaksanaan Kontrak


Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

Diterbitkan selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak penandatanganan kontrak Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya kontrak Pada kontrak sederhana tanggal dimulai pekerjaan dapat disamakan dengan tanggal kontrak atau tanggal dikeluarkan SPMK Prosedur penerbitan SPMK sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Tahapan Persiapan Pelaksanaan Kontrak


Pre Construction Meeting (PCM)

Rapat Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction Meeting/PCM) PCM dilaksanakan oleh pengguna bersama penyedia jasa PCM dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan kontrak yang mencakup penyusunan organisasi, mobilisasi, rencana pengadaan peralatan & bahan, waktu & tatacara pelaksanaan, serta pelaporan kemajuan pekerjaan PCM dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik secara normatif maupun substantif dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran. Hasil dari PCM dibuatkan berita acaranya

Tahapan Persiapan Pelaksanaan Kontrak


Penyusunan Program Mutu

Program Mutu disusun oleh Penyedia jasa dan atas persetujuan pengguna jasa dalam rapat persiapan pelaksanaan (PCM).
Isi dari Program Mutu antara lain : 1) Informasi pengadaan 2) Organisasi proyek (pihak penyedia dan pengguna jasa) 3) Jadual pelaksanaan 4) Prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pengendalian proses pekerjaan 5) Prosedur instruksi kerja 6) Personil pelaksana kerja

TAHAPAN PELAKSANAAN KONTRAK

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 1

Usulan & persetujuan mobilisasi personil / tenaga ahli dan peralatan Sebelum mobilisasi, Penyedia jasa harus mengajukan usulan persetujuan tenaga ahli untuk mendapatkan persetujuan pengguna jasa sesuai dengan kontrak.

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 2

Pemeriksaan personil/tenaga ahli dan peralatan sesuai dengan kontrak


Pemeriksaan tenaga ahli dan peralatan harus dilaksanakan setelah tiba di lokasi pekerjaan, serta dibuat berita acara hasil inspeksi yang ditandatangani penyedia dan pengguna jasa Bila hasil inspeksi ternyata belum memenuhi persyaratan namun tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan, maka penyedia jasa dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat personil dan peralatan tersebut harus segera diganti sesuai dengan waktu yang disepakati bersama Pada waktu penyedia jasa mulai melaksanakan tugas, pengguna jasa harus melakukan pengecekan, apakah yang ada di lapangan sesuai dengan kesepakatan kontrak

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 3

Perubahan dan Penggantian Personil dan Peralatan


Penyedia jasa tidak diperkenankan melakukan penggantian personil dan/atau peralatan tanpa persetujuan pengguna jasa Keppres No. 80/2003 . Perubahan/penggantian personil dilakukan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada, dan dibuatkan berita acaranya, serta dilaporkan kepada pengguna jasa. Apabila pengguna jasa menilai bahwa personil dari penyedia jasa tersebut tidak mampu atau tidak melaksanakan pekerjaan dengan baik atau berkelakuan tidak baik, maka penyedia jasa harus mengganti dengan kualifikasi yang sama atau lebih tinggi Penyedia jasa harus mengganti personil dengan keahlian yang setara atau lebih tinggi tanpa penambahan biaya dalam waktu tidak lebih dari 15 hari sejak diterimanya penggantian personil dari penyedia jasa

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 4 Pembayaran uang muka Uang muka diberikan untuk membiayai mobilisasi personil dan peralatan, serta pengeluaran pada bulan pertama Besaran uang muka setinggi-tingginya 20 % dari nilai kontrak dan diberikan setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka.

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 5 Pembahasan hasil pelaksanaan pekerjaan, berupa laporan-laporan Pengguna jasa membentuk tim teknis untuk melakukan pembahasan hasil kegiatan penyedia jasa secara periodik Dalam kondisi tertentu, penyedia jasa perlu segera membuat laporan khusus dan menyampaikan kepada pengguna jasa

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 6 Pembayaran prestasi pekerjaan
Pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi pekerjaan yang dicapai sesuai ketentuan dalam kontrak dengan melampirkan tanda bukti pembayaran (at cost)

Dokumen yang diperlukan : MC / sertifikat bulanan Tanda bukti pembayaran / invoice Berita acara prestasi pekerjaan

Tahapan Pelaksanaan Kontrak


Tahap 7 Pengendalian pekerjaan
Pengendalian kegiatan Pengendalian personil/tenaga ahli Pengendalian kualitas Dokumen kelengkapan : Jadwal kegiatan Jadwal penugasan tenaga ahli Daftar hadir / presensi tenaga ahli Laporan hasil kegiatan Laporan program mutu

TAHAPAN SERAH TERIMA

Serah Terima
Proses Serah Terima Konstruksi
Berita Acara Pemeriksaan Serah Terima I (PHO) Berita Acara Serah Terima I (PHO) Berita Acara Pemeriksaan Serah Terima II (FHO) Berita Acara Serah Terima II (FHO)

Konsultan Perencana Konstruksi mulai bertugas sejak tahap perencanaan sampai dengan waktu Serah Terima I pekerjaan olehPpemborong. Pekerjaan dinyatakan selesai apabila penyedia jasa telah menyerahkan laporan akhir dan produk studi/perencanaan yang dihasilkan sesuai dengan kontrak, serta diterima dan disetujui oleh pengguna jasa (Konsultan) Pekerjaan dinyatakan selesai apabila penyedia jasa telah menyerahkan produk konstruksi yang dihasilkan sesuai dengan kontrak, serta diterima dan disetujui oleh pengguna jasa (Pemborong) Masa pemeliharaan konstruksi apabila tidak ditentukan lain dalam kontrak kerja pelaksanaan konstruksi, pada bangunan sederhana minimal selama 2 (dua) bulan, sedangkan untuk bangunan tidak sederhana dan khusus minimal selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak serah terima pertama pekerjaan konstruksi.

Berita Acara Pemeriksaan Serah Terima I (PHO)

Berita Acara Serah Terima I (PHO)

Berita Acara Pemeriksaan Serah Terima II (FHO)

Berita Acara Serah Terima II (FHO)

TUGAS
Gambarkan dalam bentuk flow chart atau diagram alir tahapan pelaksanaan proyek dari persiapan sampai serah terima pekerjaan!

SELESAI