Anda di halaman 1dari 27

Kelompok : 1. Fajar F 6511040606 2. Arizal Z 6511040610 3.

Vazmico G 6511040612

STANDAR PP no 50 Tahun 2012

Pendahuluan
SMK3 : bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Prinsip Dasar

TUJUAN : dan mengendalikan organisasi dengan cara yang sistematis dan transparan kinerja sistem dengan terus mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan organisasi mencakup manajemen diantara disiplin manajemen yang lainnya K3

Mengarahkan Memperbaiki

Pengelolaan

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERAPAN SMK3


Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 05/Men/1996 Tentang SMK3

Peningkatan berkelanjutan

1. Komitmen dan Kebijakan

5. Peninjauan ulang & Peningkatan oleh manajemen

2. Perencanaan SMK3

4. Pengukuran & evaluasi

3. Penerapan SMK3

MANUAL

1. Ruang Lingkup
Manual Sistem Manajemen PT SINAR MAS ini dibuat untuk memenuhi semua persyaratan Sistem Manajemen ISO 9001:2000, 14001:2004 dan 18001:1999 serta SMK3 Permenaker No.Per.05/Men/1996 yang terkait dengan kegiatan utama yang dilakukan di PT SINAR MAS yaitu dalam bidang Agrobisnis.

2. Sistem Manajemen
.1. Persyaratan Umum

2. Model Sistem Manajemen

3. Pengendalian Dokumen

6. Audit Internal

5. Tindakan perbaikan dan Pencegahan

2. Sistem Manajemen
1. Persyaratan Umum Mengidentifikasi proses dan dampak aktivitas operasional Perusahaan. Menentukan urutan dan interaksi proses serta memperkirakan dampak yang akan terjadi Menentukan kriteria dan metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa operasi dan kontrol dari proses serta dampak yang timbul sesuai dengan persyaratan Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk menunjang operasi, monitoring proses guna perbaikan yang berkesinambungan (Continous Improvement)

2. Model Sistem Manajemen


Pencegahan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja [enerapan dan pengembangan manajemen resiko Konsistensi dalam penerapan sistem manajemen mutu Perlindungan informasi dalam pengembangan, pengelolahan, dan pengambilan keputusan. Pencegahan terjadingan pencemaran lingkungan.

3. Pengendalian Dokumen
Manual ( Level 1 ) Dokumen ini memuat manajemen
Manual Prosedur ( Level 2 ) Dokumen ini memuat strategi, sasaran yang berisi tentang penjabaran persyaratan ISO dari semua aktivitas kerja arah dan komitmen

Prosedur

Flow Chart, Formulir, Instruksi Kerja, dll

Dokumen Pendukung ( Level 3 ) Dokumen ini memuat Instruksi Kerja, Formulir, flow chart, MSDS, Manual vendor, sesuai standart yang berlaku

Rekaman

Rekaman ( Level 4 ) Dokumen ini memuat hal-hal yang bersifat pembuktian sepeti catatan hasil pemantauan /pemeriksaan, perjanjian kontrak baik dicetak diatas kertas maupun diback-up di media elektronik

Mengesahkan dokumen sesuai dengan kebutuhannya. Meninjau dan memperbaharui (bila perlu) serta mengesahkan

kembali dokumen yang telah dilaksanakan revisi atau pembaharuan. Memastikan bahwa perubahan-perubahan dan status revisi terbaru dokumen telah teridentifikasi dengan baik. Memastikan bahwa dokumen terkait yang relevan (berlaku) untuk diaplikasikan telah tersedia pada unit kerja yang membutuhkan. Memastikan bahwa dokumen yang beredar pada unit kerja selalu dapat dibaca dan mudah dikenali atau diidentifikasi. Memastikan bahwa dokumen yang berasal dari luar perusahaan dikenali dan pendistribusiannya dikendalikan. Mencegah penggunaan yang tidak disengaja terhadap dokumen yang telah kadaluwarsa serta mengidentifikasi dokumen tersebut apabila masih dipergunakan.

4. Pengendalian Rekaman Rekaman-rekaman yang berkaitan dengan Sistem Manajemen perusahaan dikendalikan dan dipelihara untuk menyediakan bukti kesesuaian terhadap persyaratan dan keefektifan opersianal Sistem Manajemen perusahaan. Pengendalian rekaman dilaksanakan dengan maksud apabila sewaktu-waktu rekaman tersebut diperlukan, tetap dapat dibaca, siap ditunjukkan dan diambil sesuai dengan kebutuhan. Proses pengendalian rekaman yang terdiri dari identifikasi, penyimpanan, pengambilan, masa simpan serta pembuangan atau pemusnahan rekaman dilaksanakan sesuai dengan Prosedur Pengendalian Rekaman (PR-02).

5. Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Tindakan korektif akan dilaksanakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang terjadi pada proses, dengan tujuan untuk mencegah terulangnya kembali ketidaksesuaian pada proses yang sama. Garis besar uraian tindakan korektif meliputi hal-hal sebagai berikut : Peninjauan ketidaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan). Penetapan penyebab ketidaksesuaian. Penilaian kebutuhan tindakan untuk memastikan ketidaksesuaian tidak terulang. Penetapan dan penerapan tindakan yang diperlukan. Rekaman hasil tindakan yang dilakukan. Peninjauan tindakan korektif yang dilakukan. Mekanisme dan tata cara pelaksanaan tindakan korektif selengkapnya dijelaskan pada Prosedur Tindakan Perbaikan & pencegahan (PR-03).

6. Audit Internal pelaksanaan Audit internal ditentukan berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : Tingginya/kecenderungan meningkatnya ketidaksesuaian untuk hal-hal yang sejenis. Akibat pengaduan dari pelanggan. Perubahan yang signifikan dalam manajemen, orgainsasi, kebijakan, teknik atau teknologi yang dapat mempengaruhi sistem perusahaan hasil pelaksanaan Audit Internal sebelumnya.

3. Proses Manajemen
1. Komitmen Manajemen 2. Kebijakan Perusahaan 3. PENERAPAN DAN OPERASI 4. Dokumentasi 5. Pengendalian Dokumen 6. Pengendalian Operasional 7. Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat

Sumber Daya, Tugas, Tanggung Jawab, Akuntabilitas dan Otoritas

Struktur organisasi yang menggambarkan sistem manajemen

K3

harus

ditetapkan, terdokumentasi, dan dikomunikasikan Tanggung jawab pokok sistem manajemen K3 yang jelas untuk setiap tingkatan staf/karyawan dan dikomunikasikan Komitmen dalam : Memastikan ketersediaan untuk sumberdaya (manusia (keahlian khusus), infrastruktur, teknologi dan dana); Menentukan tugas, wewenang, dan tanggung jawab serta pendelegasian wewenang (harus terdokumentasi dan dikomunikasikan). Menunjuk MR (Management Representative) atau Wakil Manajemen untuk memastikan dan melaporkan efektivitas kinerja pelaksanaan SMK3 kepada Manajemen Puncak

Pelatihan, Kepedulian dan Kompetensi Prosedur Training a. Identifikasi kebutuhan pelatihan terkait dengan resiko K3 b. Mekanisme perolehan atau pelaksanaan pelatihan c. Proses evaluasi pelatihan d. Penyimpanan rekaman / catatan pelatihan e. Memperhatikan tingkat tanggung jawab, kemampuan, kecakapan bahasa, knowledge, resiko, dll Kompetensi a. Tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebijakan K3 serta prosedur yang ditetapkan (termasuk Tim Tanggap Darurat) b. Pekerja sadar akan konsekuensi dari K3 yang timbul c. Tingkah laku, d. Serta keuntungan yang dapat diperoleh jika meningkatkan kinerja K3

Pelatihan, Kepedulian dan Kompetensi (lanjutan) Lingkup pelatihan o Elemen SMK3 o Resiko K3 o Peran dan Tanggung Jawab o SOP spesifik Bentuk catatan / rekaman a. Hasil identifikasi kebutuhan pelatihan semua karyawan/jenis pekerjaan b. Daftar hadir c. Sertifikat (jika ada) Kepedulian harus diberikan kepada semua staf/karyawan

Komunikasi, Konsultasi dan Partisipasi

a. Proses komunikasi dari atas ke bawah b. Proses komunikasi dari bawah ke atas c. Komunikasi dengan pihak kontraktor, pengunjung / tamu di area kerja Tipe komunikasi internal a. Kotak saran e. Email b. Majalah dinding f. Spanduk atau event c. Memo g. Risalah rapat d. Nota Prosedur komunikasi eksternal a. Proses menerima informasi dari pihak luar b. Proses mendokumentasikan c. Proses menanggapi komunikasi dari pihak luar d. Proses komunikasi proaktif ke pihak luar
Tipe komunikasi eksternal

Prosedur komunikasi internal

a. Surat b. Telepon c. Faksimili

d. e. f. g.

Langsung Email Media cetak (koran, majalah) Media elektronik (TV, radio)

Komunikasi bahaya potensial K3

a. Keputusan untuk komunikasi ke pihak luar b. Proses komunikasi bahaya potensial ke pihak luar

Komunikasi keadaan darurat

a. b. c. d.

Ke pihak berwenang Diantara karyawan Nomor-nomor penting Pihak-pihak terkait

Catatan/rekaman komunikasi

a. Log/data komunikasi (internal dan eksternal) b. Tanggapan hasil komunikasi

Dokumentasi

Manual PP I

II

Prosedur PP

III

Instruksi Kerja

IV

Dokumen Pendukung (form, laporan, foto, dll.)

Dokumentasi
Lingkup dokumentasi What apa yang harus dilaksanakan When kapan harus dilaksanakan Where dimana akan dilaksanakan Why mengapa perlu dilaksanakan Who siapa yang akan melaksanakan How bagaimana cara melaksanakan Dokumentasi dapat berupa media cetak maupun media elektronik

Manual : memuat apa saja yang akan dilakukan organisasi Prosedur : merinci bagaimana cara menjalankan SMK3 Instruksi Kerja : menjabarkan prosedur kedalam langkah kerja Rekaman : bukti kegiatan yang telah dilakukan

Dokumentasi

Dokumentasi SMK3 harus sudah meliputi :

Tujuan dan Kebijakan K3

4
4

Ruang lingkup SMK3


Penjelaskan elemen-elemen inti sistem manajemen dan interaksinya; dan Dokumen / catatan disyaratkan oleh standar PP dan sesuai dengan kepentingan organisasi efektif PDCA

Manual SMK3
NOTE Ini penting bahwa dokumentasi dipelihara terhadap persyaratan minimum untuk efektifitas dan efisiensi

Pengendalian dokumen Prosedur untuk mengendalikan dokumen SMK3, yang mencakup mekanisme : a. Penomoran dokumen b. Distribusi dokumen c. Revisi/perbaikan dokumen d. Penarikan dokumen e. Penyimpanan dokumen (arsip) f. Pemusnahan dokumen (kadaluarsa) g. Penanggung jawab dokumen Setiap dokumen SMK3 harus diberi : a. Tanggal diterbitkan b. Masa berlaku c. Nomor revisi Dokumen SMk3 yang saling berkaitan harus diberi kode rujukan Dokumen dan data kadaluarsa tidak boleh ada di lapangan / pemakai, hanya boleh sebagai arsip Sejarah perbaikan/revisi harus jelas

Pengendalian dokumen (lanjutan ) Adanya penunjukan penanggung jawab pengendalian dokumen dan data Dokumen dan data harus direview secara berkala Pengendalian dokumen mencakup standar form Catatan/rekaman pengendalian dokumen : a. Sejarah perbaikan dokumen b. Permintaan perubahan dokumen c. Penarikan dokumen d. Daftar distribusi dokumen e. Tanda terima dokumen