Anda di halaman 1dari 38

DERMATOSIS ERITROSKUAMOSA

dr. Fachrur Razi

Definisi
Dermatosis eritroskuamosa merupakan penyakit kulit yg ditandai dengan adanya eritema dan skuama. Contohnya : psoriasis, parapsoriasis, pityriasis rosea, eritroderma, dermatitis seboroik, lupus eritematosus, dermatofitosis.

PSORIASIS
Penyakit kulit kronik, residif, ditandai dengan bercak2 eritema, berbatas tegas, ditutupi oleh skuama yg tebal berlapis-lapis dan transparan. Penyebab, belum jelas. Epidemiologi : biasanya ditemukan pd dewasa muda, pria = wanita

PSORIASIS
Patofisiologi : tidak jelas
Ada 3 aspek yg berperan
1. Genetik 2. Faktor presipitasi / pencetus
Trauma Infeksi Stres emosional Kehamilan Perubahan iklim

3. Perubahan struktur biokimia = turn over epidermis dipercepat.

Gejala Klinis
Keluhan biasanya sedikit gatal dan panas disamping keluhan kosmetik. Lesi kulit yg pertama kali timbul pada daerah yg mudah terkena trauma, antara lain : siku, lutut, sakrum, kepala dan genitalia, berupa makula eritematus berbatas tegas tertutup skuama tebal dan transparan, yg lepas pd bagian tepi dan lekat pada bagian tengah
psoriasis

Gejala Klinis
Bentuk ini akan statis dlm jangka waktu lama yg apabila terjadi eksaserbasi dpt memberikan perubahan bentuk klinik yg bermacam2, antara lain bentuk anular, gyrata, folikularis, gutata dan punktata. Dapat juga menyerang kuku dimana permukaan kuku menjadi keruh, kekuningan dan terdapat cekungan/pitting atau titik2 punctate, menebal dan terdpt subungual hiperkeratosis sehingga kuku terangkat dari psoriasis dasarnya.

Gejala Klinis
Psoriasis dapat menyerang mukosa dan sendi-sendi terutama sendi kecil. Bentuk2 lain psoriasis:
Psoriasis pustulosa Psoriasis arthropatika Psoriasis inversa Psoriasis eksudativa Psoriasis seboroika Eritroderma psoriatika
psoriasis

Pemeriksaan dan Diagnosis


Karsvlek phenomena (fenomena bercak lilin). Auspitz sign Koebner phenomena

Diagnosis
Klinis (adanya Karsvlek phenomena, Auspitz sign dan Koebner phenomena). Histopatologi (diagnosis pasti)
Akantosis, hiperkeratosis dan parakeratosis Pemanjangan dan pembesaran papila dermis Penipisan sampai hilangnya str. Spinosum Peningkatan mitosis pada stratum basalis Udema dermis disertai infiltrasi limfosit dan monosit Mikro abses dari Munro.

Diagnosis Banding
Dermatitis seboroika Sifilis stadium II Pitiriasis rosea

Komplikasi
Artritis psoriasis Eritrodermi

Penatalaksanaan
Oleh karena penyebab belum diketahui maka diberi terapi simtomatis sambil berusaha mengeliminasi faktor pencetus. Sistemik:
Kortikosteroid : hanya pada psoriasis eritrodermi, psoriasis artritis dan psoriasis pustulosa tipe Zumbusch. MTX (Metotreksat); psoriasis yg resisten thd obat lain DDS ; pada psoriasis pustulosa tipe Barber

Penatalaksanaan
Topikal
Preparat ter Antralin Kortikosteroid topikal dikombinasi dgn asam salisilat 3 % PUVA (kombinasi psoralen dengan penyinaran sinar ultraviolet) Calcipotriol (sintetik vit. D).

Prognosis
Tidak menyebabkan kematian tapi bersifat kronik residif.

Pitiriasis Rosea
Penyakit kulit yg belum diketahui penyebabnya dimulai dengan lesi inisial berbentuk eritema dan skuama halus, yg kemudian disusul oleh lesi2 yg lebih kecil di badan, lengan dan paha atas sesuai dgn lipatan kulit dan biasanya menyembuh dalam 3-8 minggu.

Epidemiologi
Didapatkan pada semua umur Pria = wanita Faktor penyebab belum diketahui.

Gejala Klinis
Gatal, malaise, demam Efloresensi pertama berupa makula yg besar 3-10 cm, solitar berbentuk oval dan anular, disebut herald patch/mother plaque/initial plaque Lalu diikuti effloresensi lain yg lebih kecil, susunannya sejajar costa hingga menyerupai pohon cemara terbalik.

Gejala klinis
Biasanya didapatkan anamnesis memakai baju baru yg belum dicuci, memakai baju lama yg disimpan lama. Lokasi khas pada tubuh tertutup pakaian. Leher sampai batas dagu jarang terjangkit. Punggung tampak spt pohon cemara.

DIAGNOSIS
DIDASARKAN pada gejala klinis serta lokasi yg khas.

Diagnosis Banding
Psoriasis vulgaris Dermatitis seboroika Tinea korporis Sifilis stadium II

Penyulit
Belum pernah dilaporkan adanya penyulit

Penatalaksanaan
Tdk ada obat spesifik, penyakit dpt sembuh spontan. Antihistamin bila penderita gatal. Lokal ; asidum salisilikum 1-2%

DERMATITIS SEBOROIKA
Kelainan kulit yg didasari oleh faktor konstitusi dan tempat predileksi pada daerah2 seboroik (glandula sebasea)

Penyebab dan epidemiologi


Penyebab belum diketahui, diduga akibat aktivitas gld. Sebasea yang meningkat. Faktor pencetus dpt berupa kelelahan, stres emosional, infeksi, defisiensi imun, byk makan lemak dan alkohol, lingkungan yg menyebabkan kulit menjadi lembab dan maserasi.

Gejala Klinis
Kulit penderita tampak berminyak, dimana kuman P. ovale tumbuh subur. Pada kepala tampak eritema dan skuama halus sampai kasar (ketombe) Penderita mengeluh rasa gatal yg hebat. Predileksi pada daerah yg byk mengandung glandula sebasea seperti kulit kepala, belakang telinga, alis mata, cuping hidung, ketiak, dada, antara skapula dan suprapubis.

Gejala Klinis
Efloresensi:
Makula eritematosa tertutup oleh papel2 miliar berbatas tdk tegas dan skuama halus putih berminyak. Kadang2 ditemukan erosi dgn krusta yg sudah mengering berwarna kekuningan.

Diagnosis
Klinis Kadang2 diperlukan pemeriksaan mikrospora dari kulit kepala utk melihat P. ovale

Diagnosis banding
Psoriasis Tinea kapitis

Penatalaksanaan
Umum ; hindari semua faktor yg memperberat, makanan berlemak dan stres emosi. Perawatan rambut, dicuci dan dibersihkan dgn shampoo.

Penatalaksanaan
Khusus
Sistemik;
Antihistamin utk penenang dan anti gatal Kortikosteroid Antibiotika bila ada infeksi sekunder Preparat azol utk menurunkan koloni P. ovale

Topikal;
Cuci rambut dengan selenium sulfide atau dgn larutan salicyl 1 % atau sulfur precipitatum 2-4 % dlm bentuk krim Kortikosteroid topikal Krim ketokonazol

Prognosis
Baik bila faktor2 pencetus dihilangkan.