Anda di halaman 1dari 59

PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

MAHASISWA APOTEKER UNIVERSITAS ANDALAS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT MUHAMMAD HOESIN PALEMBANG

CASE REPORT STUDI BANGSAL ANAK

PROGRAM PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2013

NAMA ANGGOTA KELOMPOK


DESI FAJARINI, S.Farm 1241012069

FUTRI MAYANKSARI, S.Farm 1241012082


SEPTIANI MARTHA, S.Farm 1241012107 WENI SEPTARIZA, S.Farm 1241012116 WINDA SEPTIANA, S.Farm 1241012117

BAB I ILUSTRASI KASUS


A. IDENTITAS PASIEN Nama MR Jenis kelamin Umur Alamat Ruangan Agama

: RZ : 697970 : Laki-Laki : 11 Tahun : Kayu Agung : IKB : Islam

Riwayat Penyakit Sekarang


Mengeluh sakit kepala. 4 hari sebelum masuk rumah sakit os mengeluh sakit kepala, 1 hari SMRS mual, muntah. pasien sudah

sudah obesitas sejak berusia 5 tahun. pasien kurang melakukan


aktivitas fisik dan suka makan-makanan ringan dan berat. Riwayat Penyakit Terdahulu Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada penyakit : Tidak ada riwayat Penyakit

PEMERIKSAAN
Pemeriksaan fisik/penunjang
Keadaan umum Tekanan darah Pernafasan Nadi Suhu : Kepala pusing : 140/90 mmHg : 30x/ menit : 120x / menit : 360C

Hasil Laboratorium
Pemeriksaan Hemoglobin Hematokrit Normal 14-18 g/dl 40-48 vol % Hasil 15,0 g/dl 43 vol % Keterangan Normal Normal

Eritrosit
Leukosit LED Trombosit Eusinofil Neutrofil Segmen Limfosit Monosit

4,5 5,5 juta/ mm3


5.000-10.000 /mm3 <29 mm/ jam 200.000-500.000 /mm3 1-3% 50-70% 20-40% 2-8%

5.280.000 juta/ mm3


4600/mm3 26 mm/ jam 130.000 /mm3 5% 50% 26 19

Normal
Rendah Normal Rendah Tinggi Normal Normal Tinggi

BSS
Kolesterol Total Trigeliserida <200 mg/dl <150 mg/dl

98
107 99

Normal Normal

Hasil Laboratorium
Uric Acid
Ureum Kreatinin Protein total Albumin Globulin Natrium Kalium Kalsium Klorid 135-155 mmol/L 3,5 5,5 mmol/L 8,6-10 mmol/L 98-107 mmol/L

3,5-7,1 mg/dl
15-39 mg/dl 0,9 1,3 mg/dl 6,0 7,8 g/dl 3,5 5,0 g/dl

9,1 mg/dl
12 mg/dl 0,5 mg/dl 7,4 g/dl 4,1 g/dl 3,3 141 mmol/L 3,8 mmol/L 9,7 mmol/L 105 mmol/L

Tinggi
Rendah Rendah Normal Normal Normal Normal Normal Normal

Pemeriksaan Penunjang: EKG = normal Monitoring Vital Sign


Tanggal TD P Nadi S M P Pernapasan S M P Suhu S M

29 Jan 2013
30 Jan 2013 31 Jan 2013 1 Feb 2013 2 Feb 2013

110/70
120/70

24 22

37 37

120/80 48 110/70 88

PASIEN PULANG

DIAGNOSA
Diagnosa Primer Hipertensi dan obesitas, dengan diagnosa

sekunder hiperurisemia.

TERAPI FAMAKOLOGI YANG DIBERIKAN


Tanggal No Nama Obat, Dosis 28/1 29/1 30/1 31/1 1/2 2/2

S
1. 2. 3. Captopril 12,5mg CTM 2mg Allopurinol 200mg -

M
-

P
-

S M
-

P
-

S M
-

S M

S M P

S
-

FOLLOW UP
No 1 Tanggal 28/01/2013 Follow Up Pasien datang mengeluh sakit kepala, KU : lemah, tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, T 36C. Kesadaran CM. Gatal-gatal pada kulit terutama pada lipatan-lipatan tubuh dan pada saat berkeringat. Obat yang diberikan captopril 3x12,5mg, CTM 3x2mg. 2 29/01/2013 Pasien masih dalam keadaan lemah, sakit kepala berkurang, TD 110/70mmHg, nadi 48 x/menit, RR 24 x/menit, T 37 C. Kesadaran CM. Gatal-gatal pada kulit terutama pada lipatan-lipatan tubuh dan pada saat berkeringat. Obat yang diberikan captopril 3x12,5mg, CTM 3x2mg.

FOLLOW UP
3 30/01/2013 Pasien masih dalam keadaan lemah, sakit kepala

semakin berkurang, TD 120/70mmHg, nadi 48 x/menit,


RR 25 x/menit, T 37C. Kesadaran CM. Gatal-gatal pada kulit terutama pada lipatan-lipatan tubuh dan pada saat berkeringat. Obat yang diberikan captopril

3x12,5mg, CTM 3x2mg.

31/01/2013

Pasien mulai membaik, sakit kepala (-), tapi pasien merasa kesemutan pada tangan dan kaki, TD 120/80mmHg, nadi

48 x/menit, RR 24 x/menit, T 37 C. Kesadaran CM.


Gatal-gatal pada kulit terutama pada lipatan-lipatan tubuh dan pada saat berkeringat.Obat yang diberikan captopril 3x12,5mg, CTM 3x2mg dan allopurinol 2x400mg.

FOLLOW UP
5 01/02/2013 Pasien tidak mengeluhkan sakit kepala, kesemutan

berkurang, TD 110/70mmHg, nadi 88 x/menit, RR 22


x/menit, T 37C. Kesadaran CM. Gatal-gatal pada kulit terutama pada lipatan-lipatan tubuh dan pada saat berkeringat dan sudah berkurang.Obat yang

diberikan captopril 3x12,5mg, CTM 3x2mg dan


allopurinol 2x400mg.

02/02/2013

Pasien sudah membaik, tidak lagi mengeluh sakit kepala

dan kesemutan, keadaan pasien sudah ceria dan tidak


merasa gelisah. Gatal-gatal sudah hilang.TD

120/70mmHg, nadi 88 x/menit, RR 22 x/menit, T 37C. Pasien diperbolehkan pulang dengan obat pulang yang

diberikan captopril 3x12,5mg dan allopurinol 2x400mg.

BAB II TINJAUAN PENYAKIT


HIPERTENSI PADA ANAK Hipertensi pada anak adalah keadaan di mana tekanan darah sistolik dan atau diastolik rata-rata berada pada persentil besar sama dengan 95 menurut umur dan jenis kelamin, yang dilakukan paling sedikit dalam tiga kali pengukuran.

Tabel Presentil spesifik-umur pengukuran tekanan darah pada anak dari lahir sampai umur 12 bulan fase korotkof IV (k4) digunakan untuk TD diastolic
Umur (Bulan) TD SISTOLIK TD DIASTOLIK TINGGI BADAN(cm) BERAT BADAN(Kg) 0 87 68 51 4 1 101 65 59 4 2 3 4 5 105 65 70 7 6 7 8 9 10 105 69 77 10 11 12

106 106 106 63 63 5 63 66 5 63 68 6

105 105 105 105 66 72 8 68 73 9 68 74 9 69 76 10

105 105 69 78 11 69 80 11

Dari national heart, Lung and Blood presur control in children-1987

Tabel persentil spesifik umur pengukuran tekanan darah pada anak umur 1-13 tahun: fase korotkof IV (K4) digunakan untuk tekanan darah diastolik.
Umur (Bulan) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

TD SISTOLIK
TD DIASTOLIK TINGGI BADAN(cm)

105 106 107 108


69 80 68 90 68 69

108
69 115

111
70

112
71

114
73

115
74

117
75 147

119 121 124


76 77 79

100 108

122 129 136 141

153 159 165

BERAT BADAN(Kg)

11

14

16

18

22

25

29

34

39

44

50

56

62

KLASIFIKASI HIPERTENSI

Etiologi

Hipertensi Primer (esensial) Hipertensi Sekunder

Timbulnya

Hipertensi Akut Hipertensi Kronik

Gejala Klinis
Mimisan, sakit kepala, yang tidak tahu sebabnya, pusing, penglihatan tiba-tiba kabur, nyeri perut, mual-mual, muntah, napsu makan berkurang, gelisah, berat badan turun, sesak nafas, nyeri dada dan keringat berlebihan, pertumbuhan dan

perkembangan yang terlambat. Karena itu, penting untuk


melakukan deteksi dini dengan pengukuran tekanan darah secara rutin pada anak usia 3 tahun ke atas, paling tidak setahun sekali.

DIAGNOSA
Pemeriksaan Fisik
Pengukuran Tekanan darah secara kontinu Pengukuran tinggi dan berat badan

Pemeriksaan
Penunjang

Pemeriksaan darah lengkap Analisis Urin Elektrolit serum Nitrogen urea darah Kreatinin serum dan asam urat Foto Rongen Thorax EKG dan Ecocardiografi.

Faktor Resiko
Faktor keturunan, dalam riwayat keluarga ada yang terkena hipertensi. Anak lahir dengan berat badan rendah, tapi kemudian mengalami kelebihan berat badan. Saat dilahirkan mengalami masalah sehingga harus lebih lama tinggal di rumah sakit. Menderita penyakit jantung bawaan. Kurang aktivitas Konsumsi garam, lemak dan gula berlebihan Bapak ibu perokok Obesitas (kegemukan) Minum obat-obat kortikosteroid

KOMPLIKASI

Pembengkak an jantung

Gagal ginjal

Gangguan saraf

Kebutaan dini

SKEMA PATOFISIOLOGI

Penatalaksanaan Non Farmakologi


Pengurangan berat badan dapat berakibat penurunan hingga 5 10 mmHg pada tekanan sistolik, dan penurunan 5 mmHg pada tekanan diastolik Pengurangan masukan natrium, 1200 1500 mg/hari akan menurunkan tekanan darah sekitar 5 mmHg.

Pengaturan pola makan anak

Olahraga seperti jalan santai, jogging atau bersepeda

Penatalaksanaan Farmakologi

Kelas ACE Inhibitor

Obat-Obatan Enalapril

Dosis Awal 0,08 mg/KgBB/hari Sampai 5 mg/hari

Dosis Maksimal 0,6 mg/KgBB/hari Sampai 40 mg/hari

Lisinopril

0,07 mg/KgBB/hari Sampai 5 mg/hari


0,3 mg/KgBB/hari 2-3 kali/hari 0,5-1mg/KgBB/hari 1 mg/KgBB/hari Sampai 50 mg/hari 1 mg/KgBB/hari

0,6 mg/KgBB/hari Sampai 40 mg/hari


2 mg/KgBB/hari 2-3 kali/hari 8 mg/KgBB/hari 3 mg/KgBB/hari Sampai 50 mg/hari 10 mg/KgBB/hari

Captopril Beta Blocker Diuretik Propanolol Hidroklortiazid Furosemid

OBESITAS PADA ANAK


Akumulasi lemak berlebihan pada subkutan dan jaringan lainnya . Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai

fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas,


pemeliharaan kesehatan. (IMT95 persentil berdasarkan usia pada C DC growth chart 2000)

ETIOLOGI
Asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan Masih bayi tidak dibiasakan mengkonsumsi air susu ibu (ASI), tetapi mengunakan susu formula dengan jumlah asupan yang melebihi porsi Makanan jajanan yang kurang sehat dengan kandungan kalori tinggi tanpa disertai konsumsi sayur dan buah yang cukup sebagai sumber serat.

Kurangnya aktivitas fisik baik kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur.

Faktor Genetik

KOMPLIKASI
Pada Masa Anak Sosial dan Psikologis Gangguan pernafasan, sleep apnoe Malas, mengantuk, sulit menerima pelajaran Permaslahan ortopedi

Pada Masa Dewasa

Penyakit Kardiovaskulaer (Hipertensi, profil lipid, dll) Diabetes melitus Penyumbatan pembuluh darah

DIAGNOSA
Dasar Diagnosa Klinik: IMT persentil 95 berdasarkan usia CDC growth Chart tahun 2000 Langkah Diagnosis: Timbang berat badan, ukur tinggi badan, tebal lipatan kulit

Penatalaksanaan
Diet: 800-1200 kcal/hari

Mengubah prilaku makan

Meningkatkan latihan fisik (60 menit/hari)

HIPERURISEMIA
Hiperurisemia dapat merupakan kondisi yang tidak bergejala, dengan konsentrasi asam urat serum yang meningkat. Konsentrasi urat yang lebih besar dari 7,0 mg/dL adalah tidak normal dan berkaitan dengan resiko untuk gout.

Patofisiologi

ETIOLOGI
Nutrisi

Peningkatkan produksi Asam Urat


Asupan purin dan Fruktosa Tinggi
Faktor Hematologi Myeloproliferative Disorders Polycythemia Obat-obatan Obat Sitotoksik Vitamin B12 Faktor Genetik Lain-lain Glocose-6-Phosphate Deficiency Konsumsi Alkohol Obesitas

Hipertrigliseridemia
Exercise berlebihan

Penurunan Ekskresi Ginjal Untuk Asam Urat


Obat-Obatan Siklosporin
Diuretika (tiazida, loop) Etambutol Pirazinamid Aspirin dosis rendah Levodopa Asam nikotianat

Ginjal

Hipertensi
Gagal Ginjal Kronis Dehidrasi Asidosis Laktat

Metabolik/Endokrin

Lain-lain

Obesitas

SKEMA PATOFISIOLOGI
Obesitas

Fruktosa Atau Monosakarida Dari Makanan Dan Minuman

ATP

Fruktosa 11-Fosfat

ADENIN ALLOPURINOL

XANTHIN Oleh Enzim Xanthin Oksidase

Asam Urat

Disfungsi Endotel

Nitrit oksidase (NO) Bioavailabilitas menurun

Resistensi Insulin

Vasokonstriksi (Hipertensi)

Aliran darah ke ginjal menurun, pengaktifan sistem RAAS Angiotensin I ACEI Angiotensin II

BAB II TINJAUAN OBAT A. ALLOPURINOL Struktur Allopurinol

Farmakodinamik
No Parameter Keterangan

1
2

Kelas Terapi
Mekanisme Kerja

Antipirai
Menurunkan konsentrasi asam urat dalam serum & urine. Penghambat kerja enzim xantin oksidase yang mengkatalisasi perubahan hipoxantin menjadi xantin & perubahan xantin

menjadi asam urat yang pada akhirnya menurunkan konsentrasi


asam urat dalam serum & urin. Alopurinol dan metabolit primernya oksipurinol menghambat xantin oksidase. Alopurinol menghambat secara kompetitif

xantin oksidase pada konsentrasi rendah dan merupakan


inhibitor non kompetitif pada konsentrasi tinggi.

Indikasi

Pirai primer &sekunder : Hyperuricemia karena penggunaan chemoterapi "Recurrent Renal Calculi". Lain-lain : Menurunkan hiperuricemia sekunder akibat ke-kurangan glucose-6-phosphatedehydrogenase, "Lesch-Nyhan syndrome", "Polycythemia vera", "Sarcoidosis", pemakaian thiazid & ethambutol.. Untuk mengurangi konsentrasi asam urat sampai <6mg/dl Efek terhadap kulit & efek lokal : Gatal, kemerahan, eksim, bentol, demam, selulit, bengkak, berkeringat. Alergi : demam, menggigil, leukopenia, kemerahan, gatal, mual dan muntah, Stevens-Johnson syndrome, oligouria, CHF, tuli permanen. Efek terhadap hati : Meningkatkan SGOT & SGPT, nekrosis, kerusakan hati, hepatitis, hiperbilirubinemia, Efek terhadap Saluran cerna : Mual, muntah, diare, sakit abdomen, sembelit, kembung, gastritis, dispepsi, pendarahan lambung & pankreas, lidah bengkak. Efek terhadap Sistem syaraf : nyeri pada ujung syaraf, sakit kepala, epilepsi, perubahan mental, koma, pusing, depresi, bingung,amnesia, sulit tidur. Efek lain : Demam, kerusakan ginjal, penurunan fungsi ginjal, meningkatkan kreatinin, hematouria, oligouria, abnormalitis elektrolit. abnormalitis elektrolit.

Efek Samping

5 6

Kontraindikasi Perhatian & Peringatan

Alergi terhadap allopurinol Pasien anak, wanita hamil & menyusui, penggunaan allopurinol hanya jika betul-betul diperlukan. Untuk Pasien lansia, perhatikan penyesuaian dosis akibat penurunan fugsi hati, ginjal & jantung. Pasien dengan asimtomatik hiperurisemia dengan kadar asam urat < 9mg/dl

Dosis Pengobatan

Dosis lazim harian pada anak-anak dengan hiperurisemia sekunder yang berhubungan dengan penyakit ganas adalah 150-300mg, tergantung pada usia. Dosis yang digunakan mungkin berbeda-beda: di Inggris dosis 10 sampai 20 mg/kg sehari sampai maksimal 400 mg sehari dianjurkan untuk anak di bawah usia 15 tahun, sedangkan di Amerika Serikat dosisnya adalah 150 mg per hari untuk anak di bawah 6 tahun dan 300 mg per hari bagi mereka 6 sampai 10 tahun usia, disesuaikan jika perlu setelah 48 jam. Untuk sediaan intravena: Anak-anak 10 tahun: dosis awal 200 mg/m2 setiap hari. Anak-anak> 10 tahun: 200-400 mg/m2 setiap hari. Batu ginjal Kalsium Oksalat : 200-300mg/hari

Rekonstruksi

Menyusun kembali botol berisi setara natrium allopurinol dengan 500 mg allopurinol dengan 25 ml air steril untuk injeksi untuk memberikan solusi yang mengandung 20 mg/ mL allopurinol. Harus diencerkan lebih lanjut sebelum IV administrasi. Pengenceran Encerkan berkonsentrasi mengandung allopurinol 20 mg/mL dengan larutan IV yang kompatibel (lihat Kompatibilitas Solusi bawah Stabilitas) ke konsentrasi akhir 6 mg/mL. Jangan gunakan pengencer mengandung natrium bikarbonat. Tingkat Administrasi Administer dosis harian dengan infus kontinu atau terbagi infus IV intermiten pada 6, 8, atau 12-jam interval. Laju infus tergantung pada volume infusate. Oral Tablet 15-25 C di tempat yang kering, melindungi dari cahaya. Parenteral Disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15-30C. Injeksi : setelah direkonstitusi & dilarutkan dalam Normal salin atau dextrose 5%, harus disimpan pada suhu 20-25C & larutan harus digunakan paling lambat 10 jam setelah direkonstitusi, tidak boleh disimpan dalam freezer.

Stabilitas Penyimpanan

10

Interaksi Obat

Obat antineoplastik : Dosis 300-600mg dapat meningkatkan toksisitas azathioprin dan mercaptopurin. Dosis obat antineoplastik harus diturunkan 25-33%. Obat yang meningkatkan konsentrasi asam urat seperti diuretik, pirazinamid, diazoxide, alkohol & mecamylamine, dosis allopurinol harus dinaikkan. Ampisilin & amoxisilin : Potensiasi efek alergi aminopenisilin. Diuretik & zat urikosurik : Zat urikosurik meningkatkan efek allopurinol (aditif).Diuretik seperti tiazid : Meningkatkan konsentrasi serum alopurinol sehingga dapat meningkatkan toksisitas.

Obat lain : Cotrimoxazole : Trombositopenia Cyclosporin : Meningkatkan konsentrasi cyclosporin dalam


darah (penyesuaian dosis) Antasid : Allopurinol gagal untuk menurunkan konsentrasi asam urat darah ketika diberikan pada waktu yang sama seperti aluminium hidroksida. Namun, jika allopurinol diberikan 3 jam sebelum aluminium hidroksida.

Potensi pirazinamid untuk meningkatkan konsentrasi asam urat serum Mungkin perlu meningkatkan dosis allopurinol Alkohol Potensi peningkatan konsentrasi asam urat serum. Mungkin perlu meningkatkan dosis allopurinol

11

Informasi Pasien

Minum allopurinol dengan air yang cukup (kecuali Pasien CHF/peny. lain yang tidak boleh minum banyak). Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi.

Farmakokinetik
No Parameter Keterangan

Absorpsi

Bioavailabilitas
Sekitar 80-90% diserap setelah pemberian oral, konsentrasi plasma puncak allopurinol dan oxypurinol dicapai dalam 1,5 dan 4,5 jam, masing-masing. Setelah infus IV selama 30 menit, konsentrasi plasma puncak allopurinol dan oxypurinol dicapai dalam waktu sekitar 30 menit dan 4 jam, masing-masing. Onset Pada pasien dengan gout, konsentrasi asam urat serum mulai menurun perlahan-lahan dalam waktu 24-48 jam, konsentrasi minimum tidak dapat dipantau selama sekitar 1-3 minggu. Karena mobilisasi lanjutan dari deposito urat, pengurangan substansial asam urat mungkin tertunda 6-12 bulan atau mungkin tidak terjadi pada beberapa pasien. Durasi Setelah penghentian terapi, konsentrasi asam urat serum kembali ke tingkat pretreatment dalam waktu 1-2 minggu. Populasi Khusus Pada pasien geriatri (71-93 tahun), konsentrasi plasma puncak dan AUC oxypurinol mengikuti dosis allopurinol oral 50-60% lebih tinggi dari pada orang dewasa muda (24-35 tahun), tampaknya terkait

dengan perubahan fungsi ginjal pada populasi yang lebih tua.

Distribusi

Alopurinol dan metabolit aktifnya oksipurinol didistribusikan dalam seluruh cairan

jaringan, terkecuali otak, tempat konsentrasinya sekitar sepertiga dari jaringan lain.
Kedua senyawa tersebut tidak terikat dengan protein plasma. Konsentrasi plasma kedua senyawa ini tidak berhubungan dengan efek terapeutik atau efek toksik. Allopurinol dan oxipurinol juga telah terdeteksi dalam ASI.

Metabolisme &Eliminasi Cepat dimetabolisme oleh xantin oksidase, dimetabolisme terutama ke metabolit

aktif, oxypurinol.
Diekskresikan dalam urin sebagai oxypurinol (sekitar 70%) dan dalam tinja sebagai obat tidak berubah (sekitar 20%) dalam waktu 48-72 jam. Oksipurinol dieksresi secara lambat dalam urine oleh filtrasi glomerulus, diimbangi dengan beberapa reabsorpsi tubulus. Waktu paruh plasma alopurinol (1-2 jam) dan oksipurinol (18-30 jam).

KAPTOPRIL
Struktur Captopril

Serbuk atau kristal putih. Larut dalam air dan dalam dichloromethane, dan dalam methyl alcohol.Dapat dibuat larutan dengan alkali hydroxides.2% larutan dalam air dengan pH of 2.0 sampai 2.6.

Interaksi Obat

Pemberian bersama diuretik hemat kalium dapat menimbulkan

hiperkalemia
Pemberian bersama antasida akan mengurangi absorpsi Kombinasi dengan AINS akan mengurangi efek antihipertensinya dan menambah resiko hiperkalemia

AINS Kemungkinan penurunan respon terhadap antihipertensi


captopril, potensi pengurangan fungsi ginjal akut, Pantau TD hati-hati dan waspada akan untuk akan fungsi ginjal, jika interaksi diduga, menghentikan atau AINS memodifikasi dosis kaptopril atau

antihipertensi lain. 9 Informasi Pasien Pemberian bersama makanan akan mengurangi proses penyerapan sekitar 30%, oleh karena itu obat ini harus diberikan 1 jam sebelum makan.

Farmakodinamik
No 1 2 Parameter Kelas Terapi Mekanisme Kerja Keterangan Antihipertensi Menghambat perubahan Angiotensin I menjadi Angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron, akibatnya terjadi ekskresi air dan natrium, sedangkan kalium mengalami retensi.

Indikasi

Untuk hipertensi ringan, sedang, maupun berat, dengan gagal jantung kongestif, mengurangi resistensi insulin sehingga sangat baik untuk hipertensi dengan diabetes

Efek Samping

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah sakit

kepala (dalam 1,8%), yang lain termasuk pusing (1,6%),


ruam (1,1%), mual (1,0%), gangguan rasa (0.9%), dan batuk (0,8%), ruam dan dysgeusia lebih sering pada pasien dengan gangguan ginjal.

Kontraindikasi

Wanita hamil, ibu menyusui, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral.

Perhatian & Peringatan

Hipersensitivitas

(misalnya

sejarah

angioedema)

ke

kaptopril atau inhibitor ACE lain.

Dosis Pengobatan

Pasien Pediatric Hipertensi Oral: dapat dilakukan titrasi dosis berdasarkan berat badan. Beberapa ahli menyarankan dosis yang awal 0,9-1,5 mg/kg sehari (diberikan sebagai 0,3-0,5 mg/kg 3 kali sehari).

Meningkatkan dosis yang diperlukan untuk maksimal 6 mg/kg sehari.


Anak 12 tahun sampai 18 tahun: dosis uji, 100 mikrogram/kg atau 6,25 mg, jika ditoleransi, berikan 12,5-25 mg 2 atau 3 kali sehari, meningkat diperlukan untuk maksimal 150 mg sehari dalam dosis terbagi Pasien Dewasa Dosis 25-100 mg/hari, frekuensi pemberian 2-3x. Oral: Awalnya, 25 mg 2 atau 3 kali sehari. Jika TD tidak cukup terkontrol setelah 1-2 minggu, tingkatkan dosis sampai 50 mg 2 atau 3 kali sehari. Dosis awal yang lebih rendah (misalnya, 6,25 mg dua kali sehari sampai 12,5 mg 3 kali sehari) mungkin efektif pada

beberapa pasien, khususnya mereka yang sudah menerima diuretik.

Farmakokinetik
No
1

Parameter
Absorpsi Bioavailabilitas

Keterangan

Cepat diserap setelah pemberian oral pada individu puasa, dengan konsentrasi darah puncak dicapai dalam 1 jam. Sekitar 60-75% dari dosis oral diserap. Kaptopril adalah sekitar 30% terikat protein plasma Onset

Efek hipotensi mungkin jelas dalam waktu 15 menit dan biasanya maksimal dalam 1-2 jam
setelah dosis tunggal oral. Beberapa minggu terapi mungkin diperlukan sebelum efek penuh pada tekanan darah dicapai. Durasi Durasi kerjanya adalah 2-6 jam, tetapi tampaknya meningkat dengan peningkatan dosis. Makanan Makanan dapat menurunkan penyerapan kaptopril hingga 25-40%, 2 Distribusi Cepat didistribusikan ke jaringan tubuh kecuali SSP. Melintasi plasenta dan didistribusikan ke dalam susu. Ikatan protein plasma 25-30% (terutama

albumin).

Metabolisme & Eliminasi

Kaptopril dan metabolitnya dapat mengalami perubahan yang reversible.

Diekskresikan dalam urin (95%) sebagai obat tidak dimetabolisme (4050%) dan sisanya sebagai disulfida dan metabolit lainnya dan waktu paruh metabolit <2 jam. Populasi Khusus Waktu paruh eliminasi adalah sekitar 20-40 jam pada pasien dengan Clcr <20 mL / menit dan hingga 6,5 hari pada pasien anuric.

CHLORPHENIRAMINE MALEAT
Sifat Fisikokimia Klorfeniramin berbentuk kristal putih tidak berbau. Mudah larut dalam air; larut dalam etanol dan dalam kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzen Klorfeniramin merupakan antihistamin derivat propilamin. Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer, memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya.

Farmakodinamik
No 1 2 Parameter Kelas Terapi Mekanisme Kerja Antihistamin (antialergi) Menghambat histamin berikatan dengan reseptor H1. Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan , pembuluh darah dan saluran pernafasan. CTM merupakan antagonis H1, dimana di dalam percabangan vascular, anagonis H1 menghambat efek vasokonstriktor histamine dan pada tingkat tertentu, menghambat efek vasodilator yang lebih cepat yang diperantarai oleh aktivasi reseptor H1 pada sel endotel (sintesis/pelepasan NO dan mediator lain) Keterangan

Indikasi

Chlorphenamine maleat dan Dexchlorpheniramin maleat digunakan untuk mengurangi gejala-gejala kondisi alergi termasuk urtikaria dan angioedema, rinitis, dan konjungtivitis, dan gangguan kulit pruritus. untuk pengobatan gejala batuk dan pilek. Chlorpheniramine dapat diberikan melalui infus sebagai tambahan dalam pengobatan darurat syok anafilaksis.

Efek Samping

Efek samping dan perhatian: mengantuk seperti kebanyakan antihistamin lain, exfoliatif dermatitis dan iritasi pada bekas tempat penyuntikan dan dapat menyebabkan hipotensi tiba-tiba dan stimulasi susunan syaraf pusat. Efek pada darah: Dapat terjadi diskrasia darah setelah pemakaian, termasuk agranulositosis,

trombositopenia, pansitopenia dan anemia aplastik. Anemia hemolytic dapat terjadi setelah pemakaian dexchlorpheniramin maleat. Dapat mengentalkan sekresi bronkial, sakit kepala, eksitabilitas, rasa lelah, pusing, mual, xerostomia, diare, sakit perut, meningkatkan nafsu makan dan berat badan, retensi uriner, lemas, poliurea, faringitis.

Kontraindikasi

Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat/ komponen lain pada formulasi, glaukoma sudut sempit, gejala hipertrofiprostat, sewaktu

terjadi serangan asma akut, ulkus peptik, obstuktif piloro duodenal.


6 Perhatian & Peringatan Perhatian: Obat ini menyebabkan kantuk, hati-hati digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendari kendaraan bermotor. Gunakan hati-hati pada pasien dengan glaukoma sudut tertutup, obstruksi piloro duodenal, penyakit kardiovaskular. Karena berefek sedatif dan antikolinergik, tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usia lanjut. Dapat menyebaban paradoksikal pada anak-anak dan dapat menyebabkan halusinasi, koma dan kematian pada dosis tinggi.

Dosis Pengobatan

Dosis : 4mg setiap 4-6 jam, dosis maximum 24mg sehari. Dosis untuk anak dimulai dari 1-2 tahun, 1mg 2kali sehari. 2-6 tahun 1mg setiap 4-6jam (maximum 6 mg sehari), 6-12 tahun 2mg setiap 4-6 jam

(maximum 12mg sehari). Menurut BNF umur 1 bulan atau lebih boleh diberikan 1mg, 2 kali sehari.
8 Stabilitas Penyimpanan Simpan pada suhu kamar, antara 15 -30C. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. 9 Interaksi Obat Dengan obat lain Substrat CYP2D6 (minor), 3A4 (major); Penghambat CYP2D6 (lemah). Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP, Penghambat MAO, antidepresan trisiklik, fenotiasin. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, penghambat protease, quinidin, dan verapamil. Etanol/Nutrisi/Herbal. Etanol: Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). Pengaruh dengan makanan Makanan: memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya. 11 Informasi Pasien Minum tablet sesuai dengan anjuran. Boleh diminum dengan susu atau makanan bila mengalami iritasi lambung. Bila lupa minum obat, segera minum begitu ingat. Apabila mendekati waktu minum berikutnya, minum hanya satu dosis saja, jangan menambah dosis.

Farmakokinetik
No 1 Parameter Absorpsi Keterangan Chlorpheniramin maleat diabsorpsi relatif lambat di saluran cerna, denga

konsentrasi puncak dalam plasma 2,5 6 jam setelah pemakaian peroral.


Bioavailabilitasnya rendah senilai 25-50%. Chlorpheniramin mengalami First Pass Metabolism. Sekitar 70% chlopheniramin terikat dengan protein plasma. Waktu paruh nya bervariasi dengan rentang yang lebar

untuk tiap individu 2-43 jam.

Distribusi

Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI.

Metabolisme & Eliminasi

Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat, pertama dalam mukosa lambung, kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. Ndealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit, yang diekskresikan dalam urin, sama dengan induknya. Metabolit hasil metabolisme nya yaitu: desmethyl- dan didesmethylchlorphenamine. Obat yang tidak dimetabolisme dan metabolit diekskresikan terutama di urin, ekskresi tergantung pada pH urin dan laju alir urin. Hanya sedikit metabolit ditemukan dalam tinja. Lama kerja 4-5 jam. T plasma antara 2-4 jam, tetapi T eliminasi bervariasi tergantung umur. T pada dewasa sehat dan anak-anak masing-masing adalah 20-24

jam dan 10-13 jam. Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa, T
dapat memanjang hingga 280-330 jam.

DAFTAR PERMASALAHAN TERKAIT OBAT DAN REKOMENDASI


Tanggal 28 Januari 2013 Penderita Permasalahan mendapatkan Rekomendasi/Saran Tujuan Farmakoterapi menurunkan Ukur Darah Monitoring Tekanan Darah obat Untuk anak ini seharusnya dimulai Untuk

captopril 3 x 12,5mg untuk anak dengan dosis efektif yang terendah Tekanan usia 11 tahun.

anak Secara Kontinu

yaitu 3 x 8mg. Akan tetapi dokter secara bertahap terapi captopril

Penggunaan Kaptopril sesudah memberikan makan

3x12,5mg. Sehingga dosis yang diberikan direkomendasikan untuk diturunkan sebagai dosis awal dan dapat dinaikkan secara bertahap untuk dosis pemeliharaan.

Pengobatan kaptopril sebaiknya


jam sebelum dapat dan makan karena

makanan penyerapan kaptopril.

menghambat biavaibilitas

31 Januari 2013 Hiperurisemia penderita diberikan allopurinol 2 x 400mg dimana asam urat dalam darahnya tinggi yaitu, 9,1 mg/dl dengan nilai normal 3,5-7,1 mg/dl.

Hiperurisemia yang diatasi dengan pemberian allopurinol 2 x 400mg sebaiknya diberikan 1 x sehari saja. Karena, allopurinol walaupun memiliki t yang pendek akan tetapi allopurinol didalam tubuh akan melakukan biotransformasi oleh enzim xantin oksidase menjadi aloxantin yang masa paruhnya lebih panjang daripada allopurinol yang masa paruhnya pendek cukup diberikan sekali sehari.

Untuk menurunkan asam urat penderita dengan dosis yang optimal untuk usia penderita.

Ukur asam urat secara kontinu, sehingga dapat diketahui penurunan asam uras dan efektivitas pengobatan. (Hasil Labor)