Anda di halaman 1dari 33

Supervisor : dr. Muara P.

Lubis, SpOG Disediakan oleh: Paramasundari Paniselvam 080100262 Annabelle Sinda 080100358 Shanggari Maniarsu 080100426

TEORI
Definisi

Conjoined twins adalah kembar yang bercantum secara anatomis yang monozigomatik, monoamniotik dan monokorionik hasil dari pembahagian 1 blastosis yang tidak sempurna yang ditandai oleh pencantuman komponen tubuh, overlapping komponen viseral dan gangguan organogenesis.

Klasifikasi menurut anatomi


1. Thoracopagus 2. Omphalogus 3. Pygopagus

4.

Ischiopagus

5.

Craniopagus

6.

Parapagus

7.

Cephalopagus

Klasifikasi menurut simetri


1.Diplopagus Dimana kedua kembar sama dalam saiz dan bercantum secara simetris. 2.Heteropagus Sangat jarang, salah satu janin adalah sempurna atau komplit, satu lagi tidak komplit dan mencari parasite yang dependen dengan janin yang komplit.

Patogenesis

Fertilisasi

Semen dilepaskan ke vagina, uterus, tuba fallopia, ampulla, ovarian end (5-10 menit)
Prostaglandin pada seminal fluid menyebabkan kontraksi uterus dan tuba fallopia

Dinding acrosome menjadi lebih permeable terhadap ion kalsium, menyebabkan sperm lebih aktif bergerak. + membebaskan enzim (Capacitation) Hyaluronidase + enzim proteolitik

Cairan uterine dan tuba fallopia mencuci faktor inhibitori yang menginhibisi activitas sperma. Terdapat kolesterol

3-5 hari untuk sampai ke cavum uteri


Sel sekretori Tuba fallopia + sekresi endomentrium membebaskan nutrisi untuk blastosis
Blastosis akan tinggal di situ selama 3 hari sebelum implantasi pada endometrium

Ovum menjadi zigot. 46 kromosom. Blastomeres (2 cells) dan akhirnya 8 cells ( 30 jam) Morula -> memasuki cavum uteri 3 hari selepas fertilisasi Early blastocyst

Twins

Kembar monozigot terjadi saat 72 jam pertama sebelum fertilisasi, Inner cell mass (morula) belum dibentuk, lapisan luar blastosis belum dibentuk untuk chorion. Dua embrio, dua amnion dan dua chorion terbentuk. Terbentuk kembar monozigomatik, diamnionik, dikorionik yang mempunyai 2 plasenta. Jika divisi terjadi hari ke-4 dan ke-8, sudah terbentuk inner cell mass dan sel yang menjadi chorion teleh berdiferensiasi tetapi untuk amnion belum, akan membentuk 2 embryo, pada amnionic sac yang berbeda, dengan 1 chorion. Monozigomatik,monoamnionik dan monochorionik.

Kembar siam
Jika pembahagian selepas ini, selepas embrionik disk terbentuk, pembahagian adalah tidak komplit maka terjadi kembar siam.

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

NAMA UMUR PARITAS SUKU AGAMA ALAMAT PEKERJAAN

: NY. NURHAYATI : 22 tahun : G1 P0 A0 : Karo : ISLAM : Desa Siguci Dusun 4 Penggaruten : IRT

PENDIDIKAN

: SD

KU T

: Kontrol kehamilan : Riwayat mules-mules mau melahirkan (-), riwayat keluar lendir campur darah dari kemaluan (-), riwayat keluar air air dari kemaluan (-). Os sebelumnya mengaku sudah dilakukan USG di rumah sakit luar dan

dikatakan janinnya menderita suatu kelainan di bagian perut sehingga


dianjurkan untuk dirujuk ke RS Adam Malik. Riwayat Kehamilan kembar dalam keluarga (+) RPT RPO HPHT TTP ANC ::: 25-02-2013 : 20-12-2013 : SpOG 2x, bidan 4x Riw. Persalinan: 1. Hamil ini

Status Present Sens TD HR RR : CM : 120/80 mmHg : 84 x/i : 20 x/i Anemis Ikterik (-) (-)

Sianosis (-) Dispnoe (-)

Temp

: 36.8 c

Oedema (-)

Status Obstetrikus : Abdomen TFU Tegang Terbawah : membesar asimetris : 3 jari bpx (32 cm) : kiri - kanan : kepala

Gerak
His DJJ

: (+) / (+)
: (-) : 1. (+) 144 x/i 2. (+) 134 x/i

Hasil USG TAS


Janin multipel, monochorion monoamnion Janin I


BPD 78 mm
HC 290 mm Hum 48 mm

Janin II

- BPD 75.6 mm
- HC 259 mm - Hum 45 mm - AVSD (+) - Micrognathia (+)

Pada potongan sagital setinggi abdomen tidak dijumpai


batas antara dinding abdomen janin I dan II, kesan : conjoined twins omphalopagus

BAYI A

BAYI B

Tampak dilatasi usus dengan kemungkinan terisi


mekonium

S/D ratio arteri umbilikal : 2,31 Ekstremitas inferior janin sulit dinilai pembagiannya Plasenta fundal grade II

Kesimpulan : Conjoined Twin Omphalopagus + IUP


(30-31) minggu + PK/PB + AH/AH

BAYI A/B

HASIL LABORATORIUM : Hb : 12,8 gr/dl Ht : 34,40 % Leukosit : 13.32 /mm3 Trombosit : 210.000 /mm3 KGD ad random : 93 mg/dl Ureum : 14.2 mg/dl Kreatinin : 0.54 mg/dl Natrium : 137mEq/L Kalium : 3.9mEq/L Klorida : 104mEq/L DIAGNOSIS : Conjoined Twin + PG + KDR (30 - 31) mgg + PK + AH PB + AH TERAPI : Hystolon tab 2x1 Uterogestan tab 2x200mg Sulfas ferosus 1x100mg B complex 1x1 tab

RENCANA : Rawat elektiatif sampai usia kehamilan aterm (37 minggu) Awasi VS, DJJ, His dan tanda-tanda inpartu Metode pesalinan adalah Seksio Sesarea Awasi kesejahteraan janin setiap minggu

Follow tanggal 17/ 10/2013 20/10/2013 KU : Sp : Sens : CM Anemis (-) TD : 120/80 mmHg Ikterik (-) HR : 84 x/i Sianosis (-) RR : 20 x/i Dispnoe (-) Temp : 36.8 c Oedema (-) SO : Gerak I : (+) DJJ I : 142x/i Gerak II : (+) II: 136x/I DX : Conjoined Twin + PG + KDR (30 - 31) mgg + PK + AH PB + AH Terapi : Hystolon tab 2x1 Uterogestan tab 2x200mg Sulfas ferosus 1x100mg B complex 1x1 tab

Rencana : Rawat elektiatif sampai usia kehamilan aterm (37 minggu) Awasi VS, DJJ, His dan tanda-tanda inpartu Metode pesalinan adalah Seksio Sesarea Awasi kesejahteraan janin setiap minggu

Follow tanggal 21/ 10/2013 24/10/2013 KU : Sp : Sens : CM Anemis (-) TD : 130/80 mmHg Ikterik (-) HR : 84 x/i Sianosis (-) RR : 20 x/i Dispnoe (-) Temp : 36.8 c Oedema (-) SO : Gerak I : (+) DJJ I : 136x/i Gerak II : (+) II: 140x/I DX : Conjoined Twin + PG + KDR (30 - 31) mgg + PK + AH PB + AH Terapi : Hystolon tab 2x1 Uterogestan tab 2x200mg Sulfas ferosus 1x100mg B complex 1x1 tab

Rencana : Rawat elektiatif sampai usia kehamilan aterm (37 minggu) Awasi VS, DJJ, His dan tanda-tanda inpartu Metode pesalinan adalah Seksio Sesarea Awasi kesejahteraan janin setiap minggu

Follow tanggal 25/ 10/2013 26/10/2013 KU : Sp : Sens : CM Anemis (-) TD : 130/80 mmHg Ikterik (-) HR : 84 x/i Sianosis (-) RR : 20 x/i Dispnoe (-) Temp : 36.8 c Oedema (-) SO : Gerak I : (+) DJJ I : 140x/i Gerak II : (+) II: 140x/I DX : Conjoined Twin + PG + KDR (30 - 31) mgg + PK + AH PB + AH Terapi : Hystolon tab 2x1 Uterogestan tab 2x200mg Sulfas ferosus 1x100mg B complex 1x1 tab

Rencana : Rawat elektiatif sampai usia kehamilan aterm (37 minggu) Awasi VS, DJJ, His dan tanda-tanda inpartu Metode pesalinan adalah Seksio Sesarea Awasi kesejahteraan janin setiap minggu

ANALISIS KASUS
Telah dilaporkan Ny. N, 22 tahun, G1P0A0, datang ke Poli klinik Ibu Hamil RSHAM tanggal 16 Oktober 2013 pukul 15.00 WIB dengan keluhan utama untuk kontrol kehamilan. Riwayat mules-mules mau melahirkan (-), riwayat keluar lendir campur darah dari kemaluan (-), riwayat keluar air air dari kemaluan (-). Os sebelumnya mengaku sudah dilakukan USG di rumah sakit luar dan dikatakan janinnya menderita suatu kelainan di bagian perut sehingga dianjurkan untuk dirujuk ke RS Adam Malik. Riwayat Kehamilan kembar dalam keluarga (+) Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12,8 gr/dl, Ht 34,4 %, Leukosit 13.32 /uL meningkat, Trombosit 210.000 /uL, KGD adrandom 92.2 mg/dl. Dari data yang diperoleh maka pasien didiagnosa dengan Conjoined Twin + PG + KDR (30 - 31) mgg + janin I PK + AH dan janin II PB + AH. Terapi yang dianjurkan untuk pasien ini adalah bed rest total dan dilakukan kompres NaCl pada luka jahitan. Pasien juga diberikan Hystolon tab 2x1, Uterogestan tab 2x200mg, Sulfas ferosus 1x100mg dan B complex 1x1 tab. Rencana untuk pasien ini adalah Rawat elektiatif sampai usia kehamilan aterm (37 minggu) Awasi VS, DJJ, His dan tanda-tanda inpartu. Metode pesalinan adalah Seksio Sesaren dan awasi kesejahteraan janin setiap minggu.

TEORI

KASUS

Faktor resiko terdiri ras keturunan dari sebelah Pada pasien ini ada riwayat kehamilan anak kembar ibu. pada ibu pasien. Dari gejala klinis, ukuran uterus lebih besar dari Terdapat dua denjut jantung yang berbeda dan kehamilan normal. Palpasi yang meraba bagian bahagian tegang teraba pada sebelah kiri dan kanan.

tegang iaitu punggung . Detak Jantung Janin lebih dari Dari hasil USG kelihatan plasenta monokorion dan 1 tempat. Dari USG terdapat plasenta monokorion dan kelihatan dua bayi. bisa kelihatan dua bayi.

Terapi pemberian sulfas ferosus 3100 mg secara rutin Terapi yang dianjurkan untuk pasien ini Sulfas ferosus
perlu dilakukan. Selain zat besi dianjurkan untuk 3x 100mg dan B Complex 1x1mg. Terminasi memberikan asam folik sebagai tambahan terminasi kehamilan dilakukan pada usia 36-37 minggu lengkap kehamilan dilakukan pada usia 36-37 minggu lengkap dengan cara SC dan jika terdapat tanda-tanda inpartu dengan cara SC secara elektif. sebelumnya dilakukan SC Emergensi.

Prognosis terjadi penghambatan pertumbuhan janin Pada salah satu janin di kandungan pasien ini terdapat pada 14-25% kasus kehamilan gameli penyakit jantung congenital iaitu AVSD.