Anda di halaman 1dari 4

SPEKTROSKOPI RAMAN

Oleh : Odi Rodiyana Pipih Nurhidayati

Sejarah Spektroskopi Raman


Sejak ditemukannya efek Raman pada tahun 1982. Suatu penelitian yang sulit dengan hasil temuan yang sangat berarti, dalam ilmu fisika telah dilakukan oleh Chandra Venkrama Raman seorang ahli fisika berkebangsaan India, pada tahun 1928. Menurut temuan Raman tampak gejala pada molekul dengan struktur tertentu apabila dikenakan radiasi infra merah dekat atau radiasi sinar tampak, akan memberikan sebagian kecil hamburan yang tidak sama dengan radiasi semula. Hamburan yang berbeda dengan radiasi semula (sumber radiasi) tersebut berbeda dalam hal panjang gelombang, frekuensi serta intensitasnya dikenal sebagai "feeble fluorescence" atau hamburan Raman. Hamburan Raman tersebut memberikan garis Raman dengan intensitas tidak lebih dari 0,001% dari garis spektra sumber radiasinya.

Teori Spektroskopi Raman

Cahaya sinar laser tidak sama dengan cahaya yang datang dari matahari atau dari bola lampu, karena cahaya laser seluruhnya mempunyai satu panjang gelombang. Oleh karena itu, jika cahaya mengenai objek, seluruh cahaya akan di hamburkan balik oleh objek tersebut, dimana panjang gelombang cahaya yang datang sama dengan yang dipancarkan balik. Tidak hanya itu saja, gelombang cahayanya berjajar rapih dengan arah yang sama (polarisasi). Dengan demikian laser dapat meletakkan banyak foton pada spot yang kecil. Ada banyak foton yang menumbuk sampel, satu dalam sejuta, meningkatkan sinyal sehingga menjadi cukup kuat untuk dideteksi. Karena seluruh foton mempunyai panjang gelombang yang sama, maka semua akan berinteraksi dengan cara yang sama pada molekul yang jenisnya sama, sehingga memperkuat efek yang terjadi.