Anda di halaman 1dari 55

Kebijakan dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita

Kepala Bidang binkesmas Dinas Kesehatan Provinsi NTB


Pelatihan Fasilitator Peningkatan Dokter Umum Dalam menangani Bayi dan Balita Sakit

Mtaram, Mei 2013

Kerangka Penyajian :
1) 2) 3) 4) 5) Pencapaian MDG 4 di Indonesia Tantangan dan hambatan Kebijakan dan Strategi Peran dan Tanggungjawab Dokter Harapan terhadap Dokter

STRUKTUR PENDUDUK TIDAK MENGUNTUNGKAN


Population by Age and Sex, Indonesia Census 2000 2010

LANSIA 21,3JT (9%)


PRODUKTIF

75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54

149,4 JT (63%)

LANSIA Ledakan Kelahiran (20002005)

TRIPLE BURDEN
BALITA-ANAK 0-14TH

Age Group

45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 20

68

JT (28%)
Dapat di tekan kembali (2006-2010)
15 10 Percentage 5 0 5 10 Percentage

REMAJA
BALITA DAN ANAK
15 20

Male

Female

Perkiraan jumlah anak Indonesia


Laki-laki 0-4 5-9 10 -14 Sumber : Sensus Penduduk 2010 11,658,856 11,970,804 11,659,310 Perempuan 11,013,204 11,276,366 11,018,180 Total 22,672,060 23,247,170 22,677,490

15-19
Jumlah

10,610,119
45,899,089

10,260,967
43,568,717

20,871,086
89,467,806
3

AKI

AKN

AKB

AKBa

Nas.

NTB

Nas.

NTB

Nas.

NTB

Nas.

NTB

2002

307

370

20

24

35

74

46

103

2007

228

320

19

34

34

72

44

92

2012

19

33

34

57

43

75

Target 4.A. Menurunkan angka Kematian Bayi & Balita hingga 2/3 dalam kurun waktu 1990 - 2015 Acuan Target Capaian
Indikator 4.1. Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran hidup Dasar (1991) 97 MDGs 2015 32 2007 92 2012 75

4.2. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup 4.2.a Angka Kematian Neonatal per 1000 Kelahiran Hidup 4.3 Persentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak

68

23

72

57

32

14

34

33

44,5%

95%

101,5 %

Kecenderungan Angka Kematian Bayi dan Balita Tahun 1991-2007


120 100 80 97 81
AKN AKB AKABA

68
60 40 20 57 58 46 46 35 44 34 19 40 32 19

MDGs 2015

32

30

32
23 14

26
20

0
1991 1995 1999 2003 2007 2012 2014 2015

Indikator Kematian neonatal (0-28 hari) 19/1000 KH Kematian Bayi (0-12 bulan) 34/1000 KH Kematian Balita (0-60 bulan) 44/1000 KH 95.299 160.681 201.519

Jumlah Kematian Pertahun Perhari 261 440 552 Perjam 11 18 23

Angka Kematian Neonatal, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita, SDKI 2012
120 100
85 85
70

109

115

80
60

74

78 67

75

40 20
0

60 58 55 57 56 54 52 49 47 45 45 44 42 40 37 37 38 38 40 37 38 38 34 37 35 37 36 36 35 35 34 33 33 32 32 32 31 30 30 30 33 34 32 30 30 29 29 29 27 27 28 31 31 27 25 28 26 25 26 26 26 26 24 25 25 24 23 22 23 22 21 21 20 21 18 17 20 18 19 18 20 17 16 14 13 15 15 12

62 60 58 57 54

PAPBAR

GORONTALO

LAMPUNG

MALUKU

INDONESIA

SUMSEL

SULBAR

PAPUA

SULUT

KALBAR

SUMUT

JATIM

SUMBAR

MALUT

NTT

BENGKULU

JATENG

KALSEL

JABAR

BABEL

SULSEL

JAMBI

ACEH

DI YOGYAKARTA

SULTENG

KALTENG

BANTEN

SULTRA

AKN

AKB

AKABA

KALTIM

NTB

KEPRI

RIAU

BALI

DKI

Angka Kematian Neonatal, SDKI 2007 & 2012


46 39 37 35 32 34 33 30 28 27 31 28 26 26 26 26 26 25 25 25 25 24 24 24 24 23 23 22 22 16 14 13 14 27 25 21 21 18 17 20 20 20 20 19 19 23 18 18 18 14 15 19 17 17 23 21 16 15 15 15 22 16 14 13 12 28 34

21

BABEL

BALI

KALTENG

DI YOGYAKARTA

SUMBAR

KALSEL

BANTEN

PAPBAR

PAPUA

SULTRA

MALUT

DKI

GORONTALO

INDONESIA

LAMPUNG

SUMSEL

SULTENG

KALBAR

MALUKU

SULBAR

JATENG

SUMUT

SULSEL

SULUT

JABAR

JAMBI

ACEH

KEPRI

Estimasi : Lebih dari 95 ribu bayi baru lahir meninggal sebelum berumur 1 bulan (Jumlah penduduk 240.673.000 dan CBR 20,4)

BENGKULU

2007

2012

KALTIM

NTT

RIAU

NTB

JATIM

10

20

30

40

60

70

80

50

Papua Barat 74 Gorontalo 67 Maluku Utara 74 Sulawesi Barat Sulawesi Tengah 72 Nusa Tenggara Barat Papua Kalimantan Tengah Aceh Nusa Tenggara Timur Sulawesi Tenggara Kalimantan Selatan Sumatera Utara Maluku Kepulauan Riau Jambi Sulawesi Utara Jawa Tengah Banten Kalimantan Barat Lampung Jawa Barat

Jawa Timur Sumatera Selatan Bengkulu Bali


Sumatera Barat Bangka Belitung DI Yogyakarta Sulawesi Selatan

Angka Kematian Bayi, SDKI 2007 & 2012

62 60 60 59 58 57 58 57 54 52 51 49 47 47 46 46 46 45 45 44 46 43 43 42 41 41 41 40 39 39 39 37 36 36 35 34 35 35 34 33 32 32 31 30 30 30 30 29 29 29 28 27 27 25 25 26 25 24 22 26 21 19

2007 2012

Riau DKI Jakarta Kalimantan Timur

20

60

80

40

100

120

140

115

64 62

Papua

109

Papua Barat

69

Sulawesi Tengah

74

85 85

Maluku Utara Gorontalo

92

Nusa Tenggara Barat

78 75 70 69

96 93

Sulawesi Barat Maluku

80

Nusa Tenggara Timur

75

Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Sulawesi Tenggara

Sumatera Utara
Aceh Kepulauan Riau Lampung Jawa Barat Jawa Tengah Banten Sumatera Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Jambi Bengkulu Sumatera Barat Jawa Timur Bali Bangka Belitung DKI Jakarta

Angka Kematian Balita, SDKI 2007 & 2012

67 65 62 62 60 58 57 59 58 55 58 56 55 54 53 52 52 49 47 47 46 45 42 45 43 38 38 38 38 37 37 37 37 36 35 38 38 34 34 34 33 32 36 32 31 31 30 28 22

2007 2012

Kalimantan Timur DI Yogyakarta Riau

Periode Kematian Bayi dan Balita (NTB, 2012)


Balita 6%

Bayi 24%

Fenomena 2/3

Neonatal 70%

Penyebab Kematian
(Laporan Rutin NTB, 2012)
Penyebab Kematian Neonatal
Lain-lain 17% BBLR 47% 59% 6% Infeksi 5% Asfiksia 20% 1% TN 0% 0% 0% 6%

Penyebab Kematian Bayi (29 hari - 1 Tahun)


ISPA Diare Campak Infeksi (Meninigitis) DBD Gibur

Cacat Bawaan 11%

28%

Lain-lain

Penyebab Kematian Balita ( 1 - 5 tahun)


ISPA 34% 27% Diare Campak 9% 10% 19% 0% 1% Infeksi Meningitis DBD Gibur Lain-lain

Mortalitas harian untuk neonatal (28 hari) hampir 30 kali lipat daripada post-neonatal (1.800 hari).

Lokakarya Pelaksanaan Post Natal Care untuk Maternal & Neonatal, 04-12-2008

10000

12000

14000

4959 3248 2449 2179 2063 2019 2017 2012 1917 1523 1458 1363 1300 1269 1077 1034 1004 959 951 825 715 712 666 663 615 561 538 529 475 315

2000

4000

6000

8000

12328 10601 9889

Estimasi jumlah kematian bayi karena masalah neonatal

1,000

2,000

2,500

3,000

3,500

4,000

4,500

1,500

500

4,003 3,442 3,211 1,610 1,055 795 707 670 655 655 653 622 495 474 443 422 412 350 336 326 311 309 268 232 231 216 215 200 182 175 172 154 102

Estimasi jumlah kematian bayi karena diare

1000

1500

2000

2500

2914 2718 1363 893 673 599 567 555 555 553 527 419 401 375 357 349 296 284 276 264 261 227 197 196 183 182 169 154 148 145 131 87

3000

3500

500 3389

JABAR JATIM JATENG SUMUT BANTEN NTB LAMPUNG SUMSEL DKI ACEH NTT SULSEL KALSEL SULTENG SUMBAR KALBAR RIAU BALI KALTENG JAMBI SULTRA PAPUA DI YOGYAKARTA SULUT KALTIM GORONTALO SULBAR MALUT KEPRI PAPBAR MALUKU BENGKULU BABEL

Estimasi jumlah kematian bayi karena pneumonia

Prevalensi Gizi Kurang dan Gizi Buruk


SASARAN INDIKATOR STATUS

PENINGKATAN SATUS GIZI BALITA

1.Penurunan prevalensi gizi kurang 2.Penurunan prevalensi gizi buruk

Persentase D/S Balita berdasarkan Provinsi Tahun 2012


35
30 25 31 GZ Kurang dan Buruk GZ Buruk 28,2

21,6

20
15 10 7,2 1989 1995

18,4
17,9

12,8 8,4 5,4

5 0

4,9 2000 2007 2010

Status Gizi Balita 2010

Kecenderungan Gizi Kurang 1989-2010

Prevalensi Gizi Kurang Tahun 2010


Rerata nasional Target 2014 17.9 % 15.0 %

10000

12000

2000

4000

6000

8000

Bali Riau Kalteng Kep Babel Sulut Malut Kalsel Bengkulu Sumsel Maluku Kaltim DKI JAKarta Lampung Aceh Kep Riau Sulbar DIY Sulteng Jambi Sulsel Papua Barat Sultra NTB Sumbar Gorontalo Kalbar Sumut Papua Jateng Jabar Banten NTT Jatim 9859

Sumber: Laporan Provinsi 2012

8235

5117 4358

1597 1509 1234 776 768 764 753 726 623 621 449 435 291 264 253 226 193 185 168 152 136 128 113 110 90 85 77 66 51

Jumlah Kasus Gizi Buruk Menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2012 (N= 42.702)

Grafik Jumlah Balita Gizi Buruk Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012

Total Jumlah Kasus Gizi Buruk adalah 556 Balita

Sumber : Laporan Dit. Gizi , Kemenkes 2012, Update 11 Januari 2013

Kesenjangan Cakupan K.1 dan K.4 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTB Tahun 2013
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Kota Mataram Lombok Barat Lombok Utara Lombok Tengah Lombok Sumbawa Sumbawa Timur Barat Dompu Bima Kota Bima NTB K1 K4

Cakupan Persalinan di Tenaga Kesehatan dan di Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di NTB Tahun 2013
100 90 80 70 60 50 Lin-Nakes 40 30 20 10 0 Lin-Faskes

Kn.1 dan Kn. Lengkap Menurut Kabupaten/Kota di NTB Tahun 2013


100 90 80 70 60 50 Kn.1 Kn.3

40
30 20 10 0 Kota Mataram Lombok Barat Lombok Utara Lombok Tengah Lombok Sumbawa Sumbawa Timur Barat Dompu Bima Kota Bima NTB

2) Tantangan dan hambatan

Masalah prioritas:

*) SDKI 2007 & RISKESDAS 2007

**) RISKESDAS 2010

Pencapaian indikator continuum of care SDKI 2002, 2007 & 2012 :


120

Kesenjangan & tantangan


95.7 93.3 92 83.1 80.1 76.8 72

100

80

73 66 61.9 60 61

74.4 70.3 65.9 61.8 56.8

60

2002 2007

40

39.5 41.5 32.4

38.8 35.5 34.7

2012

20

KB

ANC

Persalinan 2 hr pasca tenaga salin kesehatan

ASI EKS

ISPA & demam ke fasilitas

oralit pd diare

Imunisasi Campak

Persentase Pencapaian Standar Pelayanan Kesehatan Anak di Puskesmas Perawatan dan rumah sakit 6 provinsi, 2009

100,00 90,00
80,00 70,00 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 10,00 0,00
0
JAMBI NTT

BAIK
PERLU PENING
KATAN

SANGAT PERLU PENING KATAN

10

SULAWESI TENGGARA MALUKU UTARA

JAWA TIMUR KALIMANTAN TENGAH

1. Pelayanan Penunjang 2. Pelayanan Gawat darurat 3. R.Rawat Inap Anak 4. Tatalaksanadi R.Rawat Inap Anak 5. Pelayanan neonatus 6. Pemantauan Pasien 7. Pelayanan sayang ibu dan anak 8. Dukungan PKM 9. Keluar PKM dan perawatan lanjutan 10. Akses ke PKM

100,00

90,00
80,00 70,00 60,00 50,00 40,00

30,00
20,00 10,00 0,00
0
JAMBI

Penunjang Pelayanan BAIK GD 3. R.Rawat Inap Anak PERLU 4. Tatalaksana PENING Rawat Inap KATAN 5. Pelayanan neonatus 6. Pemantauan pasien 7. Pelayanan sayang ibu dan anak 8. Dukungan SANGAT RS PERLU 9. Keluar RS dan PENING perawatan KATAN lanjutan 10. Akses ke RS

1. 2.

6
NTT

10

SULAWESI TENGGARA

JAWA TIMUR

MALUKU UTARA

KALIMANTAN TENGAH

8/3/2011

PELAYANAN GAWAT DARURAT PADA ANAK


Hasil Penilaian

STANDAR

PARAMETER

Sangat perlu diperbaiki (<60%)

Perlu diperbaiki (60-79%)

Baik (80%)

KEKUATAN
UGD terpisah Akses ke UGD mudah R.periksa dan r.tindakan terpisah Tersedia obat (belum lengkap)

Struktur dan denah

Sistem Triase, SPO, alur rujukan UGD terpisah R pemeriksaan/ tindakan terpisah Akses ke UGD mudah

KELEMAHAN
Sistem triase tidak ada SPO belum lengkap Sebagian besar tidak mempunyai bagan dinding Banyak petugas yang belum dilatih/pelatihan sudah kedaluarsa Belum ada kebijakan tertulis tentang rujukan.
30

Staf

Petugas triase trampil

Tenaga profesional cukup


Obatobatan Obat-obatan UGD Laboratorium esensial Alat medis esensial

Sumber: Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Anak di RD Rujukan (kemenkes, WHO dan Unicef (2009)

PELAYANAN RUANG RAWAT INAP ANAK


KEKUATAN ruang rawat inap STANDAR PARAMETER terpisah dari ruangan lainnya Tersedia fasilitas Fasilitas r. rawat inap anak kebersihan ruang dan neonatus Ada dokter di ruang anak rawat inap terpisah, peralatan KELEMAHAN non medis dan linen bersih Sebagian besar tidak mempunyai ruang protap pelayanan pelayanan intensif/isolasi kebersihan Sebagian besar fasilitas Kebijakan kebersihan bergabung Pengawasan ketat dan dengan pasien dewasa anak sakit , protap prosedur dan tidak mempunyai kebersihan, skedul pemeliharaan pencegahan kecelakaan. SPO : pengawasan ketat Staf petugas yang pasien anak yang sakit trampil sangat berat, kebersihan, dan pencegahan 31 kecelakaan belum ada Sumber: Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Anak di RD Rujukan (kemenkes, WHO dan Unicef 2009) 31
Kesimpulan Hasil Penilaian Perlu Sangat diperbai Baik perlu diperbaiki ki (60- (80%) 79%) (<60%)

PELAYANAN NEONATUS Pelayanan rutin neonatus


Hasil Penilaian

KEKUATAN
Baik (80%)

STANDAR

PARAMETER

Perlu Sangat diperbaiki perlu diperbaiki (60-79%) (<60%)

Sebagian besar sudah ada SpA dan SpOG dan bidan/perawat yang sudah terlatih

Tatalaksana Neonatus di ruang bersalin dan r. neonatus

Tindakan resusitasi dilaksanakan dengan benar Ada promosi ASI dini & ekslusif Penanganan persalinan dan perawatan bayi baru lahir dilaksanaan dengan benar

KELEMAHAN
SPO belum lengkap Peralatan resusitasi tidak selalu tersedia IMD belum dilakukan masih banyak yang diberi susu formula Imunisasi BBL tidak dikerjakan Vitamin K1 tersedia, tetapi pemberian tidak rutin

Sumber: Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Anak di RD Rujukan (kemenkes, WHO dan Unicef 2009)

32

PELAYANAN NEONATUS Fasiltas ruang neonatus


Hasil Penilaian
Sangat perlu diperbaiki (<60%) Perlu diperbaiki (60-79%) Baik (80%)

KEKUATAN
Ada dokter penanggung-jawab R. neonatus Tersedia inkubator

STANDAR

PARAMETER

Fasilitas R. Neonatus

Ada r. neonatus sakit, fasilitas kebersihan ibu dan neonatus, protap pencegahan kecelakaan, kebijakan neonatus sakit dapat perhatian utama Dokter penanggung jawab Kualifikasi dan jumlah dokter memadai dan ada perawat terampil

KELEMAHAN

Petugas R. neonatus

Ruang neonatus sakit ada yang belum terpisah, pemantauan kurang Fasilitas cuci tangan kurang SPO pencegahan kecelakaan belum ada Kualifikasi & jumlah dokter kurang memadai Jumlah perawat terampil kurang memadai Perawatan alat kurang
33

Sumber: Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Anak di RD Rujukan (kemenkes, WHO dan Unicef 2009)

DATA KUALITAS ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)


ASUHAN PERSALINAN NORMAL

RS*

Puskesmas*

Memastikan kondisi janin baik


Melakukan persiapan pertolongan kelahiran bayi Menolong kelahiran bayi Melakukan penanganan bayi baru lahir Melakukan resusitasi bayi baru lahir Melakukan evaluasi terhadap ibu dan bayi sebelum melakukan rooming in

77,5%
67,5% 76,7% 64,2% 55,3% 87,5%

75%
79,4% 85,4% 74,6% 53,1% 95%

*) % mean A Sumber: Kemenkes-HOGSI, 2012


34

3) Kebijakan dan Strategi

Lansia

Continuum of Care

Pelayanan bagi anak SMP/A & remaja Pelayanan bagi anak SD

Kualitas Degeneras i Kespro remaja Konseling: Gizi HIV/AIDS, NAPZA dll Fe Penjaringan Bln Imunisasi Anak Sekolah Upaya Kes Sklh PMT

Pelayanan bagi balita Persalinan, nifas & Pemeriksaan neonatal Kehamilan

Pelayanan bagi bayi

Pelayanan PUS & WUS


P4K Buku KIA ANC terpadu Kelas Ibu Hamil Fe & asam folat PMT ibu hamil TT ibu hamil Inisiasi Menyusu Dini Vit K 1 inj Imunisasi Hep B Rumah Tunggu Kemitraan Bidan Dukun KB pasca persalinan PONED-PONEK

Konseling Pelayanan KB PKRT

Pemantauan pertumbuhan & perkembangan ASI eksklusif PMT Imunisasi dasar lengkap Pemberian makan Penimbangan Vit A MTBS

36

Intervensi yang telah diterapkan dalam pencapaian MDG 4

Kebijakan Teknis dalam Upaya Penurunan Angka kematian Bayi dan Balita
1) Meningkatkan universal access & coverage untuk pelayanan KIA termasuk KB 2) Intervensi prioritas untuk mengatasi penyebab utama kematian bayi dan balita 3) Mendorong persalinan nakes di fasilitas kesehatan 4) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan emergensi PONEK dan PONED

Kebijakan Teknis dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Bayi & Balita
5) Meningkatkan kualitas in service training & distribusi tenaga kesehatan :bidan PTT, perawat, dokter PTT (dr dg kewenangan tambahan), dokter spesialis (tugas belajar, pengiriman residen,sister hospital) 6) Meningkatkan ketersediaan SD kesehatan: obat program & DAK, saran/alat PONED & PONEK 7) Menerapkan standar pelayanan kesehatan di poskesdes/polindes, pustu, puskesmas dan RS. 8) Memberdayakan keluarga dam masyarakat dalam KIA untuk meningkatkan health care seeking

Kebijakan Teknis dalam Upaya Penurunan AKI dan AKB


9) Peningkatan pembiayaan kesehatan melalui dana dekonsentrasi, Tugas Pembatuan, Dana Alokasi Khusus, Jamkesmas dan Jampersal 10) Meningkatkan preservice training bagi pelayanan KIA 9) Penguatan jejaring KIA 10)Peningkatan kerja sama dengan organisasi profesi, LSM, Perguruan Tinggi dan swasta

4) Peran dan Tanggungjawab Dokter

SISTEM RUJUKAN UPAYA KESEHATAN


(Termasuk PONED - PONEK)

UK Masyarakat
Kemkes/ Dinkes Propinsi

UK Perorangan
RSUP/ RS Propinsi Praktik Spesialis Konsultan
Yankes Tk. 3

Dinkes Kab/ Kota

BKPM, BKMM, BKOM, Labkesda

RS Kab/ Kota
Klinik

BKPM, BKMM, BKOM

PONEK

Praktik Spesialis
Yankes Tk.2

Puskesmas
Pustu, Poskesdes

Puskesmas
Pustu, Poskesdes

PONED

Praktik swasta
Yankes Tk.1
Dokter, Bidan

UK Bersumberdaya Masyarakat
Posyandu, Dasawisma

Perawatan mandiri

Masyarakat

Kebutuhan Program KIA dalam Upaya Pencapaian MDG di Puskesmas/Puskesmas Perawatan


Kesehatan Ibu dan Reproduksi Pemeriksaan Kehamilan Pertolongan Persalinan Pelayanan Nifas Pelayanan Kegawatdaruratan Pelayanan KB Penangana Kekerasan terhadap Perempuan Kesehatan Anak Pemeriksaan Neonatus Pelayanan Bayi dan Balita Sakit Pelayanan Kegawatdaruratan Pelayanan Kesehatan Remaja Penanganan Kekerasan terhadap Anak

Daftar Ketrampilan Klinis dalam Standar Kompetensi Dokter (2006)

Kesenjangan Standar Kompetensi Dokter dan Kebutuhan Program KIA


Paediatrics: Skills list
Level kompetensi dokter Level pelaksanaan program

talking with anxious parents/ parents with a very ill child physical and developmental assessment assessment of speech and language development weight measurement of body mass index prescription of food for infant, In term a mother can understand venepuncture insertion of cannula (peripheral vein) resuscitation oropharyngeal tube insertion

2 3 3 3 3 2 2 2
2

4 4 4 4 4 4 4 4
4

Kesenjangan Antara Kebutuhan Program dan Standar Kompetensi Dokter


Gynaecology / obstetrics : Skills list Level kompetensi dokter curettage suction curettage insertion of urinary catheter insertion I.U.D Selection of high-risk pregnancy for Hospitalization/ clinical care internal examination in early pregnancy pelvic examination 2 2 3 3 3 3 3 2 3 Level pelaksanaan program 4 4 4 4 4 4 4 4 4

insertion of catheter for intra-uterine pressure inspection and support of perineum

Kesenjangan Antara Kebutuhan Program dan Standar Kompetensi Dokter


Gynaecology / obstetrics : Skills list Level kompetensi dokter Level pelaksanaa n program 4 4 4 4 4 4 4

local anaesthesia of perineum episiotomy receive/ hold newborn record Apgar score delivery of placenta examination of placenta and umbilical cord measure/estimate loss of blood, after delivery

3 3 3 3 3 3 3

repair of episiotomy and lacerations


manual removal of placenta

3
2

4
4

5) Harapan terhadap Dokter

Harapan terhadap dokter


1.Dokter memberikan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak di masyarakat sesuai dengan kewajiban dan kompetensi yang dimiliki Dokter umum sebagai garda terdepan untuk pelayanan promotif , preventif, kuratif dan gawat darurat obstetri neonatal dasar Mampu melaksanakan deteksi dini permasalahan pasien terkait Kesehatan Ibu dan Anak, dan memberi pelayanan sesuai dengan standar dan kewenangan Melaksanakan rujukan dengan cepat dan tepat Memfasilitasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak

Harapan terhadap dokter


Meningkatkan dan memperkuat jejaring dalam rangka membantu almamater melaksanakan pengabdian masyarakat, termasuk untuk kesehatan ibu, anak dan gizi peningkatan profesionalisme peningkatan kompetensi di bidang KIA bersama organisasi profesi melaksanakan advokasi kepada pengambil kebijakan

Terima kasih