Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK 9 : HERMAN PELANI RIO DANY DAVITO AHMAD YAHDIN 2011-12-090 2011-12-074 2011-12-205 2011-12-102

AKUN DAN KELAS TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENJUALAN SERTA PENAGIHAN

Tujuan keseluruhan dari audit siklus penjualan dan

penagihan adalah mengevaluasi apakah saldo akun


yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum.

Audit Siklus Penjualan Dan Penagihan

Lima Kelas Transaksi Dalam Siklus Penjualan Dan Penaguhan Antara Lain :

Penjualan ( penjualan tunai dan kredit ) Penerimaan kas Retur dan pengurangan penjualan Penghapusan piutang tak tertagih Estimasi beban piutang tak tertagih

FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS DAN DOKUMEN SERTA CATATAN TERKAIT

Siklus Penjualan dan Penagihan melibatkan keputusan serta proses yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan barang dan jasa kepada pelanggan setelah keduanya tersedia untuk dijual. Hal ini diawali dengan permintaan oleh seorang pelanggan dan diakhiri dengan konversi bahan atau jasa menjadi piutang usaha yang akhirnya menjadi kas.

FUNGSI BISNIS DAN DOKUMEN SERTA

CATATAN SUATU PERUSAHAAN

Pemroses pesanan pelanggan Pemberian kredit Penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan Pemroses dan pencatatan penerimaan kas Penghapusan piutang usaha tak tertagih

Pemroses pesanan pelanggan

Pesanan pelanggan yaitu permintaan barang dagang yang diajukan oleh pelanggan. Pesanan penjualan yaitu dokumen untuk mengkomunikasikan deskripsi, kuantitas, dan informasi terkait mengenai barang yang dipesan oleh pelanggan.

Pemberian kredit

Dokumen pengiriman dibuat untuk mengawali pengiriman barang, yang menunjukkan deskripsi barang dagang , kuantitas yang dikirimkan, dan data yang relevan lainnya. Bill of lading yaitu kontrak tertulis mengenai penerimaan dan pegiriman barang antara pembawa dan penjual. Bill of lading dikirimkan secara elektronik ketika barang telah dikirimkan , dan secara otomatis akan membuat faktur penjualan yang terkait serta ayat jurnal dalam jurnal penjualan.

Penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan


Aspek paling penting dari penagihan yaitu :
1. 2. 3.

Semua pengiriman telah ditagih ( kelengkapan = completeness ) Tidak ada pengiriman yang ditagih lebih dari satu kali ( keterjadian = occurrence ) Setiap pengiriman ditagih dalam jumlah yang tepat ( keakuratan = accuracy )

Faktur penjualan yaitu dokumen yang menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang yang dijual, harga, ongkos angkut, asuransi, syarat, dan relevan lainnya.

File transaksi penjualan yaitu file yang dihasilkan computer yang mencantumkan semua transaksi penjualan yang diproses oleh system akuntansi selama suatu periode, seperti sehari, seminggu, atau sebulan.

Jurnal penjualan atau listing yaitu laporan yang dibuat dari file transaksi penjualan yang cantumkan biasanya mencantumkan nama pelanggan, tanggal, jumlah dan klasifikasi bagi setiap transaksi seperti divisi atau lini produk.

File induk piutang usaha yaitu file computer yang digunakan untuk mencatat penjualan individual , penerimaan kas ,
serta retur dan penguragan penjualan bagi setiap pelanggandan untuk mempertahankan saldo akun pelanggan.

Laporan bulanan yaitu dokumen yang dikirimkan melalui surat atau secara elektronik kepada setiap pelanggan yang menunjukkan saldo awal piutang usahanya.

Pemroses dan pencatatan penerimaan kas

Remmitance advice yaitu dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan dan biasanya dikembalikan kepada penjual beserta pembayaran kas Prelisting penerimaan yaitu daftar yang disusun ketika kas diterima oleh seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab untuk mencatat penjualan, piutang usaha, kas dan yang tidak memiliki akses ke catatan akuntansi. Memo kredit yaitu dokumen yang mengindikasikan pengurangan dari

jumlah pelanggan akibat retur barang atau pengurangan harga.


Jurnal retur dan pengurangan penjualan yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat retur dan pengurangan penjualan.

Penghapusan piutang usaha tak tertagih

Formulir otorisasi piutang tak tertagih yaitu dokumen yang digunakan dalam lingkungan internal untuk menunjukkan otoritas menghapus suatu piutang usaha sebagai tak tertagih. Beban piutang tak tertagih Karena perusahaan tidak dapat berharap untuk menagih 100% penjualan kredit mereka, prinsip akuntansi mengharuskan mereka untuk mencatat beban piutang tak tertagih sejumlah nilah tagihan yang diperkirakan tidak dapat ditagih.

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANSIF ATAS TRANSAKSI PENJUALAN
Auditor menggunakan informasi yang diperoleh dalam memahami pengendalian internal untuk menilai resiko pengendalian. Terdapat empat langkah yang penting dalam pengendalian ini yaitu : 1. Auditor memerlukan kerangka kerja untuk menilai resiko pengendalian. 2. Auditor harus mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan kelemahannya bagi penjualan. 3. Setelah mengidentifikasi pengendalian dan kelemahannya, auditor lalu mengaitkannya dengan tujuan . 4. Auditor menilai resiko pengendalian untuk setiap tujuan dengan mengevaluasi pengendalian dan kelemahannya bagi setiap tujuan.

AKTIVITAS PENGENDALIAN KUNCI UNTUK PENGENDALIAN

Pemisahan Tugas Yang Tepat Menentukan luas pengujian pengendalian Merancang pengujian pengendalian untuk penjualan Arah pengujian Penjualan dicatat dengan akurat

RETUR DAN PENGURANGAN PENJULAN


Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi dan metode yang digunakan klien untuk mengendalikan salah saji pada intinya sama seperti untuk memroses memo kredit yang telah digambarkan bagi penjualan, dengan dua perbedaan. Perbedaan yang pertama adalah matrealitas. Dalam banyak hal, retur dan pengurangan penjualan sangat tidak material sehingga auditor dapat mengabaikannya. Perbedaan yang kedua adalah penekanan pada tujuan kejadian. Untuk retur dan pengurangan penjualan, umumnya auditor menekankan pada pengujian transaksi yang tercatat untuk mengungkapkan setiap pencurian kas dari penagihan piutang usaha yang ditutupi oleh retur atau pengurangan penjualan fiktif.

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANSIF ATAS TRANSAKSI PENERIMAAN

Auditor menggunakan metodologi yang sama untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi penerimaan kas seperti yang digunakan untuk penjualan. Prosedur audit untuk pengujian pengendalian , pengujian substansif atas transaksi penerimaan kas dikembangkan dengan kerangka kerja yang sama seperti yang digunakan untuk penjualan, tetapi tujuan khususnya diterapkan bagi penerimaan kas.

Berdasarkan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi, auditor mengikuti proses berikut ini :

Menentukan pengendalian internal kunci untuk setiap tujuan audit Merancang pengujian pengendalian bagi setiap pengendalian yang digunakan untuk mendukung pengurangan resiko pengendalian Merancang pengujian substansif atas transaksi untuk menguji salah moneter bagi setiap tujuan.

Penyiapan Bukti Penerimaan Kas

Prosedur audit yang bermanfaat untuk menguji apakah semua penerimaan kas yang dicatat telah disetorkan dalam akun atau rekening bank adalah bukti penerimaan kas ( proof of cash receipts )

Pengujian untuk mengungkapkan lapping piutang usaha

Lapping piutang usaha yaitu penundaan ayat jurnal penagihan piutang usaha untuk menutupi kekurangan kas yang ada. Penggelapan dilakukan seseorang yang menangani penerimaan kas dan kemudian memasukkannya kedalam system computer.

PENGUJIAN AUDIT UNTUK MENGHAPUS PIUTANG TAK TERTAGIH

Auditor dalam melakukan audit atas penghapusan piutang usaha tak tertagih adalah kemungkinan karyawan klien menutupi penggelapan dengan menghapus piutang usaha yang sudah ditagih (tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi kejadian ). Pengendalian yang penting untuk mencegah kecurangan ini adalah otorisasi yang tepat atas penghapusan piutang tak tertagih harus diberikan oleh tingkat manajemen yang ditunjuk hanya setelah melalui penyelidikan menyeluruh mengenai alas an pelanggan tidak mampu membayar.

Pengendalian internal tambahan atas saldo akun dan penyajian serta pengungkapan

Pengendalian internal juga berkaitan langsung dengan saldo akun penyajian serta pengungkapan yang mungkin terjadi, meskipun belum diidentifikasi atau diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian atau pengujian substansif transaksi.

Pengaruh hasil pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi

Hasil dari pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sisa audit, terutama terhadap pengujian substansif atas rincian saldo.


TERIMA KASIH