Anda di halaman 1dari 13

SEKILAS TENTANG FILSAFAT

Dian Wardiana Sjuchro

FILSAFAT, PANDANGAN ETIMOLOGIS

Berasal dari kata filosofia (filosofein, Yunani) berarti mencintai kebijaksanaan Kata mencintai bersifat aktif, artinya mencari, mengusahakan Di Timur, kata kebijaksanaan berati pasif, artinya sudah mendapatkan kebijaksanaan

DEFINISI FILSAFAT

Filsafat adalah usaha manusia untuk untuk memahami segala hal secara rasional, kritis, sistematis, dan radikal. Rasional artinya menggunakan akal pikiran dan hukum-hukum logika tertentu yang masuk akal. Pemikiran filsafat merupakan hasil kegiatan berpikir bukan wahyu atau wangsit. Jika seorang filsuf mengemukakan buah pikiran yang rasional tentang suatu hal, maka orang lain dapat memahaminya dengan menggunakan pikirannya. Setiap orang yang melakukan kegiatan berpikir tentang hal itu akan memperoleh hasil yang dicapai oleh filsuf itu. Kritis artinya tidak begitu saja menerima atau menolak suatu informasi atau pengetahuan. Pemahaman yang kritis menyertakan upaya klarifikasi setiap hasil pemikiran secara hati-hati, melakukan pengecekan dan uji coba pemahaman, dan evaluasi yang menyeluruh terhadap hasil pemikiran, baik pemikiran sendiri maupun pemikiran orang lain. Sistematis artinya mengikuti satu aturan tertentu, memiliki alur proses yang jelas meliputi: masukkan (input), pemrosesan input, dan hasil/keluaran (ouput) Radikal berasal dari kata radix yang berarti akar. Sifat radikal di sini artinya mengakar (bisa juga mendalam). Pemahaman yang radikal adalah pemahaman yang mengakar. Dalam berfilsafat, hal yang hendak dipelajari digali sampai ke akar-akar sehingga pemahaman tentang hal itu menyeluruh dan mendalam. Kegiatan memahami sesuatu secara mengakar/mendalam biasa disebut refleksi. (BAGUS TAKWIN)

DEFINISI FILSAFAT (2)


Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran secara asli dan murni (Plato) Filsafat adalah ilmu pengetuan yang berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada (Aristoteles) Filsafat adalah pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah Tuhan, alam, manusia (Rene Descarte) Filsafat adalah ilmu yang mengajukan pertanyaan mengenai kenyataan seluruhnya atau tentang hakikat, asas, prinsip dari kenyataan (Beerling)

ASAL MULA FILSAFAT

Ketakjuban manusia terhadap segala sesuatu yang bisa diamati Ketidakpuasan manusia atas berbagai jawaban yang bersifat mitos Hasrat bertanya yang sangat besar pada diri manusia Keraguan terhadap sesuatu (Rapar, 1996)

KELAHIRAN FILSAFAT

Mulai dikembangkan secara serius pada abad ke-6 SM oleh Bangsa Yunani Perkembangan tersebut didorong oleh kegemaran orang Yunani untuk merantau ke Dunia Timur yang berkebudayaan tinggi Yunani belajar dari Mesir dan Babylonia tentang pengetahuan tulis, astronomi, matematika Prinsip dasar pengetahuan juga diletakkan oleh Bangsa Sumeria yang lebih dulu mengenal sistem hitungan dan pengetahuan mengenai lingkaran Sistem filsafat Yunani dikembangkan lebih lanjut oleh Bangsa Arab menjadi pengetahuan kedokteran, astronomi, matematika, fisika, kimia dll.

KEGUNAAN FILSAFAT
Bagi ilmu pengetahuan, filsafat telah menjadi semacam pembimbing lahirnya ilmu (sains), serta menjaga sains tetap pada track nya yang benar berdasarkan logika dan akal sehat Filsafat juga menyediakan jawaban terhadap the ultimate question yang gagal ditemukan dalam sains Bagi kehidupan praktis, filsafat memberikan pemahaman yang jelas dan terang mengenai realitas. Selain itu, filsafat juga mengajarkan etika dan estetika bagi kehidupan manusia yang lebih baik

CIRI PEMIKIRAN FILSAFAT


Menyeluruh Mendasar Spekulatif (Suriasumantri, 2003) Filsafat adalah peneratas ilmu pengetahuan (sains)

KATTSOFF (1992) TENTANG FILSAFAT


Filsafat membawa kita kepada PEMAHAMAN dan Tindakan Kegiatan Kefilsafatan adalah Pemikiran secara KETAT Filsafat merupakan Pemikiran secara SISTEMATIS Filsafat merupakan Pemikiran secara RASIONAL Filsafat senantiasa Bersifat MENYELURUH (KOMPREHENSIF)

SIFAT DASAR FILSAFAT


Berfikir secara RADIKAL Mencari AZAS dari segala sesuatu Memburu KEBENARAN Mencari KEJELASAN Berfikir RASIONAL (Rapar, 1996)

PERANAN FILSAFAT
Pendobrak pemikiran mausia yang selama ini hidup dalam mitosmitos yang irrasional Pembebas pemikiran manusia dari kungkungan mitosmitos yang lama Pembimbing manusia menuju pemikiran yang baru dan penuh harapan

MAKNA FILSAFAT

Filsafat sebagai Teori, yakni berfikir menurut tata tertib (logika), dengan bebas (tidak terikat tradisi, dogma), sedalam-dalamnya sampai ke dasar persoalan Filsafat sebagai Jalan Hidup, yakni ajaran mengenai kebijakan yang bisa ditempuh individu dalam mencapai keutamaan tertinggi dalam hidup

KAJIAN LANJUTAN FILSAFAT

Cabang-Cabang Filsafat Sejarah Perkembangan Filsafat Aliran-Aliran Filsafat