Anda di halaman 1dari 34

Disusun oleh : Rifti Gita Mutiara Sanabila Yasmin

Syok hipovolemik Terganggunya system sirkulasi akibat dari volume darah dalam pembuluh darah yang berkurang. Hal ini dapat terjadi akibat perdarahan yang massif atau kehilangan plasma darah

Intake kurang atau output kelebihan 1. a. Dehidrasi disebabkan: Intake yang kurang (minum kurang, anoreksia, hipodipsi karena hipotalamus terganggu.

Translokasi cairan - intraintestinal (ileus paralitik, hirschprung) - asites dan edema


loss menigkat

b.
-

Output meningkat:
keringat banyak/insensible

(sindroma nefrotik)

(hiperventilasi, panas tinggi) - osmotic dieresis (diabetes insipidus, defisiensi A.D.H, penyakit ginjal kronis) - kehilangan Na (Na loss nepropathy, pemakaian diuretic) - kehilangan melalui saluran percernaan (diare, ileostomi, muntah, fistula 2. kehilangan darah - trauma - perdarahan gastrointestinal - perdarahan intracranial 3. kehilangan plasma - luka bakar - peritonitis

Causa

MAP

Syok

Preload

Resistensi vaskular

MODS

Diastolic filling

CO

Volume sirkulasi

Preload

Volume sekuncup

Baroreseptor, kemoreseptor, cerebral ischemic reseptor

Cardio inhibitor center dihambat

Aktivasi cardiostimulator center

Output simpatetik meningkatkat,output parasimpatetik menurun

HR, kontraktilitas otot jantung , vasokonstriksi

Ginjal

Angiotensin, vasopressin,

Kompensasi

Irreversible

Dekompensasi

Fungsi

organ vital masih dipertahankan

Reflek simpatis : resistensi sistemik distribusi selektif aliran darah ke organ vital Sistolik normal atau meningkat

Frekuensi

jantung Sekresi vasopressin dan RAA menahan natrium dan air dalam sirkulasi.
Manifestasi klinis : Takikardia Gelisah Pucat dan dingin Capillary refill

Sistem sirkulasi tidak efisien.

metabolisme anaerobic penumpukan asam laktat asidosis.

Kerusakan sel Lambatnya aliran darah agregasi tombosit pembentukan trombos Pelepasan mediator oleh makrofag

Vasodilatasi & permeabilitas venous return depresi miokard.


Manifestasi klinis : takikardia TD Perfusi perifer Oliguria Asidosis Depresi SSP

Syok

berlanjut kerusakan/kematian sel dan disfungsi system multi organ lainnya. Tubuh akan kehabisan energi Kematian akan terjadi walaupun system sirkulasi dapat dipulihkan.

Manifestasi klinis : TD tidak terukur N tak teraba GCS (sopor-koma) Anuria

Hipotensi

sistol <90mmHg atau penurunan >40mmHg preshock dg nadi lemah.

Gejala

iskemia organ.

Tanda Awal :

Gejala Lain :

Orthostatik hipotensi Postural dizziness Takikardi

Mukosa kering Penurunan turgor kulit Takipneu Oliguria Sianosis perifer Supine hipotensi

1.
2. 3.

Anamnesa PF Lab

A-B-C

Evaluasi!! Stabilkan!!

DL AGD Elektrolit F. Pembekuan Urinalisis


4.

Radiologi

Ventilasi adekuat, peningkatan sarurasi, memperbaiki aliran darah

Mengontrol kehilangan darah lebih lanjut

Resusitasi cairan

Airway

clear Stabilisasi Keadaan patologi (pneumothorax, hematothorax) segera ditangani Dibuat 2 IV line

Tergantung

sumber perdarahan Perdarahan luar menekan sumber perdarahan secara langsung Perdarahan dalam intervensi bedah

Koloid

Cairan
Darah Kristaloid

Pemilihan

cairan sebaiknya didasarkan atas status hidrasi pasien, konsentrasi elektrolit dan kelainan metabolic yang ada

Ringer Laktat

Ringer Asetat

KRISTALOID

Glukosa 5%,10%,20%

Nacl 0,9%

1.

Ringer Laktat
Mengandung Natrium 130 mEq/L, Kalium 4 mEq/l, Klorida 109mEq/l, Kalsium 3 mEq/l dan Laktat 28 mEq/L masih merupakan terapi pilihan karena komposisi elektrolitnya lebih mendekati komposisi elektrolit plasma digunakan untuk mengatasi kehilangan cairan ekstra seluler yang akut

2.

Ringer Asetat
mengandung Natrium 130 mEq/l, Klorida 109 mEq/l, Kalium 4 mEq/l, Kalsium 3mEq/l dan Asetat 28 mEq/l lebih cepat mengoreksi keadaan asidosis metabolik dibandingkan Ringer Laktat Cairan ini bisa mengganti pemakaian Ringer Laktat.

3.

Glukosa 5%, 10%, 20%


berisi Dextrosa 50 gr/liter , 100 gr/liter , 200 gr/liter Glukosa 5% digunakan pada keadaan gagal jantung Glukosa 10% dan 20% digunakan pada keadaan hipoglikemi , gagal ginjal akut dengan anuria dan gagal ginjal akut dengan oliguria.

4.

Nacl 0,9%
terdiri dari 154 mEq/L Natrium dan 154 mEq/L Klorida sebagai cairan pengganti dan dianjurkan sebagai awal untuk penatalaksanaan hipovolemia yang disertai dengan hiponatremia, hipokloremia atau alkalosis metabolik

Albumin KOLOID Dextran

HES

Gelatin

1.

Albumin
Albumin endogen Albumin eksogen

Protein utama yg dihasilkan di hati BM 66.000 - 69.000 tdd 584 asam amino. Protein serum utama dan berperan 80% terhadap tekanan onkotik plasma. Penurunan kadar Albumin 50 % tekanan onkotik plasmanya 1/3nya

human serum albumin Purified protein fraction dari plasma manusia yang dimurnikan tersedia dengan kadar 5% atau 25% dalam garam fisiologis

2.

HES (Hidroxy Ethyl Starch)


senyawa kimia sintetis yang menyerupai glikogen mengandung partikel dengan BM beragam dan merupakan campuran yang sangat heterogen Efek intarvaskulernya dapat berlangsung 3-24 jam Pengikatan cairan intravasuler melebihi jumlah cairan yang diberikan oleh karena tekanan onkotiknya yang lebih tinggi Komplikasi yang dijumpai adalah adanya gangguan mekanisme pembekuan darah. Hal ini terjadi bila dosisnya melebihi 20ml/ kgBB/ hari.

3.

Dextran
campuran dari polimer glukosa dengan berbagai macam ukuran dan berat molekul. Ada 2 jenis dextran yaitu dextran 40 dan 70 Pemberian dextran untuk resusitasi cairan pada syok dan kegawatan menghasilkan perubahan hemodinamik berupa peningkatan transpor oksigen Cairan ini digunakan pada penyakit sindroma nefrotik dan dengue syok sindrom Komplikasi antara lain payah ginjal akut, reaksi anafilaktik dan gangguan pembekuan darah.

4.

Gelatin
Terdapat 2 bentuk sediaan yaitu:1.Modified Fluid Gelatin (MFG) 2.Urea Bridged Gelatin (UBG) Kedua cairan ini punya BM 35.000 Kedua jenis gelatin ini punya efek volume expander yang baik pada kegawatan Komplikasi yang sering terjadi adalah reaksi anafilaksis Cairan ini digunakan sebagai cairan rumatan pada penyakit bronkopneumonia, status asmatikus dan bronkiolitis.

MENGANCAM JIWA

CEPAT!!!
------------------------Irreversible