Anda di halaman 1dari 37

SAKIT PERUT BERULANG PADA ANAK

Muzal Kadim Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Apley, 1958
Sakit perut 3 kali atau lebih selama minimal 3 bulan dan mengganggu aktivitas
Sebagian besar kasus adalah fungsional

Kriteria Rome II
(12 minggu) Dispepsia fungsional Irritable Bowel Syndrome ( IBS) Nyeri perut fungsional

Migren abdominal
Aerofagia

Kriteria Rome III


(2bulan)

Kolik infantil
Dispepsia fungsional

Irritable Bowel Syndrome ( IBS)


Migren abdominal

Nyeri perut fungsional


Sindrom nyeri perut fungsional

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Gejala yang sering dikeluhkan oleh anak dan remaja Dialami oleh 7 15% anak usia 4 16 tahun 75% remaja pernah mengalami sakit perut, 21 % diantaranya mengganggu aktivitas Laki-laki : perempuan sama pada anak, pada remaja perempuan lebih sering Kelainan organik hanya 5 10%

Dihubungkan dengan
Absensi sekolah Kunjungan ke dokter anak Pertengkaran dalam keluarga Depresi dan kecemasan anak sendiri

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Kelainan struktural Inflamasi Infeksi Lain lain

Hipersensitivitas visceral
Tingkat saluran cerna Medulla spinalis Otak

Activation of intrinsic afferent neuron (IPANS) Genetik

primary

Girus Post centralis (bilateral) Mid brain (thalamus)


medulla

Nucleus in dorsalis root


Serabut saraf A
(Kulit, otot) Nyeri tajam, terlokalisasi

Serabut saraf C
(viseral, peritoneum, otot dalam) Nyeri tumpul , tidak terlokalisasi

Lambung , hati, pankreas, traktus biliaris, duodenum proksimal EPIGASTRIUM


Duodenum distal, jejunum, ileum, sekum, kolon proksimal UMBILIKAL Kolon transversum distal, kolon

desendens, sigmoid, rektum, traktus urinarius, organ genitalia dalam SUPRAPUBIK

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Fungsional
Ramchdani Persistensi gejala sampai usia remaja Riwayat keluarga

Organik

Kriteria Rome II Alarm sign

Psikogenik

Rome III

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Penurunan BB dan TB Perdarahan GI Muntah (bilious) Diarea kronik Lokasi nyeri menjauhi umbilikus Nyeri kuadran kanan atas dan bawah Riwayat keluarga IBD < 5 tahun Gejala sistemik (+)

Organomegali Massa Nyeri ketok CVA Kelainan perianal (fisura, ulkus, skin tag) Artritis

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Kolik infantil

Dispepsia fungsional
Irritable Bowel Syndrome ( IBS)

Migren abdominal
Nyeri perut fungsional Sindrom nyeri perut fungsional

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Kolik infantil
Bayi usia sampai 4 bulan, memenuhi kriteria berikut :
1. Tangisan paroksismal yang dimulai dan berhenti tiba-tiba 2. Episode 3 jam/hari, selama 3 hari/minggu berlangsung > 1 minggu 3. Tidak terdapat gagal tumbuh

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Dispepsia fungsional
Memenuhi semua kriteria :
1. Sakit berulang atau rasa tidak enak di atas umbilikus 2. Tidak membaik dengan defekasi atau perubahan frekuensi dan bentuk tinja 3. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi, anatomi, metabolik atau neoplasma

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Irritable Bowel Syndrome (IBS)


Memenuhi kedua kriteria berikut :
1. Rasa tidak enak/nyeri di perut berhubungan dengan 2 atau lebih hal dibawah ini : a. Membaik dengan defekasi b. Berhubungan dengan frekuensi defekasi c. Berhubungan dengan bentuk tinja 2. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi, anatomi, metabolik atau neoplasma

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Migren abdominal
Memenuhi semua kriteria :
1. Nyeri perut paroksismal di periumbilikal dalam waktu 1 jam atau lebih 2. Sehat diantara episode serangan 3. Nyeri tidak berhubungan dengan aktivitas 4. Nyeri berhubungan dengan 2 gejala berikut (anoreksia, mual, muntah, sakit kepala, fotofobia, pucat) 5. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi, anatomi, metabolik atau neoplasma

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Nyeri perut fungsional


Memenuhi semua kriteria :
1. Nyeri perut yang episodik atau terus menerus 2. Tidak memenuhi kriteria lain 3. Tidak terdapat bukti kelainan inflamasi, anatomi, metabolik atau neoplasma

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Sindrom nyeri perut fungsional


Memenuhi kriteria nyeri perut fungsional ditambah 1 atau lebih hal berikut :
1. Kehilangan fungsi sehari hari 2. Tambahan gejala somatik seperti sulit tidur, sakit kepala, nyeri di lengan atau tungkai atau tulang belakang

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome III Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Lokasi nyeri
Kualitas nyeri (rasa penuh, terbakar, tertekan, tajam) Frekuensi

Lama nyeri
Timing (makan, stres, malam hari)

Gejala penyerta (sakit kepala, mual, muntah, fotofobia, pucat)

Alarm signs (Tanda bahaya)

DPL
LED SGOT/SGPT, GGT, bilirubin Urinalisis, kultur urin Tinja, darah samar BHT USG

Boyle JT. Abdominal pain. Pediatric gastrointestinal disease. 2004:p.225-43

Penyebab SPB organik


Konstipasi kronis Intoleransi laktosa Infeksi parasit Asupan sorbitol atau fruktosa Ulkus peptikum Esofagitis Divertikulum Meckel Intususepsi Hernia Apendisitis kronik Kolelitiasis Kolesistitis Kista duktus koledokus Epilepsi abdomen Purpura HenouchSchonlein ISK Hidronefrosis Urolitiasis Torsi ovarium Kista ovarium Endometriosis

Sakit perut berulang

Anamnesis dan PF
Kategori gejala

Dispepsia
(Nyeri epigastrium, berhubungan dengan makanan, mual, muntah, regurgitasi, nyeri dada, kembung, cepat kenyang)

Gangguan pola defekasi


(diare/konstipasi)

Nyeri
(gejala tunggal)

Sindrom nyeri siklik

Tanda bahaya

Tidak

Ya
1. 2. 3. 4. Darah perifer lengkap dan hitung jenis LED Pemeriksaan panel metabolik Darah samar tinja, Urin lengkap Kelainan fungsional: 1. Sakit perut (gejala tunggal): sakit perut fungsional 2. Sakit + dispepsia: dispepsia fungsional 3. Sakit + gangguan defekasi: irritable bowel syndrome 4. Nyeri siklik: migrain abdominal

Diare 1. Pemeriksaan telur parasit 2. ELISA Giardia 3. Toksin C. difficile 4. Lactose breath test

Dispepsia 1. Serologi H pylori

Nyeri kuadran kanan atas/bawah abdomen, muntah berulang 1. USG abdomen 2. Barium enema/meal 3. C4 serum

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome II Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Penjelasan kepada orangtua Terapi psikologis Banyak serat (untuk konstipasi) Kurangi non absorbable karbohidrat Kurangi laktosa Imipramine, cyproheptadine dan pizotifen Antispasmodik?

Definisi Prevalens Patofisiologi Organik vs fungsional Alarm signs Kriteria Rome II Bagaimana evaluasi? Bagaimana mengobati? Hubungan dengan H pylori

Prevalens H pylori
dengan bertambah usia dan riwayat keluarga infeksi H pylori dan ulkus peptikum pada sosial ekonomi baik

Data:
Assiri: 192 anak dengan dispepsia berulang 50% endoskopi abnormal (gastritis, gastroduodenitis, esofagitis) 18% H pylori positif RSCM: Sakit perut berulang 30% H pylori positif Surakarta: 42,2% H pylori positif

Gejala
Manifestasi umum infeksi (-) Gastritis akut dan kronik, ulkus gaster dan duodenum Sakit perut berulang???

Ashom : 20 anak dengan dispepsia dan sakit perut, H pylori (+)


Group I: Hanya PPI Group II: PPI + AB Setelah terapi, tidak terdapat perbedaan perbaikan gejala

Setelah PPI tes, bila perbaikan (-) indikasi untuk endoskopi Sakit perut terjadi bila sudah terdapat ulukus

Diagnosis
Invasif Endoskopi & biopsi Non-invasif Serologi H pylori Urea breath test (pemeriksaan non invasif terbaik)

Terapi
Triple terapi (PPI + 2 AB) Resistensi terhadap klaritromisin dan metronidazol Penting pola kuman dan resistensi