Anda di halaman 1dari 33

LONG CASE PRESENTATION BASALIOMA

Identitas Pasien
Nama : Haliong Umur : 62 tahun JK : Laki-laki No.RM : 635625 Alamat : Bone Tgl MRS : 12/11/2013

Anamnesis
KU : luka borok pada hidung AT : Dialami sejak 2 tahun yang lalu SMRS, awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat sebesar biji jagung di hidung, disertai rasa gatal semakin lama semakin membesar dan kemudian muncul luka borok. Nyeri tidak ada. Pasien mengaku sering menggaruk di daerah luka akibat gatalnya.

Riwayat berobat di puskesmas dan diberikan obat minum (untuk mengurangi gatal) tetapi tidak membaik Riwayat trauma (-) Riwayat terpapar matahari (+) Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga(-) Riwayat DM dan hipertensi (+) baru di tahu sejak masuk rumah sakit. Riwayat merokok disangkal. Riwayat dilakukan eksisi luas lokal pada tanggal 25/11/2013 di Rumah Sakit Wahidin.

PEMERIKSAAN FISIS
Status Generalisata
Sakit sedang / Gizi lebih / Compos mentis

Statuis Vitalis
TD : 140/70 mmHg N : 78 x/mnt P : 24 x/mnt S: 36,7C

Status Lokalis
Regio Nasal I = tampak luka borok seperti gigitan tikus berwarna kehitaman, edema(-), pus (-), perdarahan aktif (-) P = nyeri tekan (-), massa tumor (-)

25/11/2013

8/12/2013

9/12/2013

Gambar Klinis (12/12/13)

Pemeriksaan Penunjang
(19/10/2013)
Pemeriksaan WBC RBC HGB HCT PLT GDS Ureum Kreatinin Hasil 9,28 4,61 13,8 42 284 137 78 2,3 Pemeriksaan SGOT SGPT CT BT PT APTT Na/K/Cl HBsAg Anti HCV Hasil 24 25 700 200 10,2 21,4 145/3,6/109 Non reactive Non reactive

Hasil Laboratorium 27/11/2013


TEST WBC RBC HGB HCT
PLT CT/BT HBA1c GDP GDS

RESULT 6,22 4,75 13,7


39,2 157 800/300 5 84 93

Pathologi Anatomi 29/11/2013


Hasil: Basal cell carcinoma dengan batas-batas dan dasar bebas tumor.

RESUME
Seorang laki-laki umur 62 tahun masuk Rumah Sakit dengan keluhan ulkus di regio nasal dialami sejak 2 tahun yang lalu SMRS, awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat sebesar biji jagung di hidung, disertai pruritus semakin lama semakin membesar dan kemudian muncul ulkus. Pasien mengaku sering menggaruk di daerah luka akibat gatalnya. Riwayat terpapar matahari (+). Riwayat DM dan hipertensi (+) baru di tahu sejak masuk rumah sakit. Riwayat dilakukan eksisi luas lokal pada tanggal 25/11/2013 di Rumah Sakit Wahidin.

Diagnosis
BASALIOMA

Penatalaksanaan

Rencana nasoplasti

BASALIOMA

PENDAHULUAN
Karsinoma sel basal,ulkus rodens Kanker kulit nonmelanoma yang paling sering (75%) Sering terjadi di wajahpaparan sinar matahari Kurang metastasis, berkembang lambat, invasif,destruksi lokal

DEFINISI
Basalioma adalah keganasan pada kulit yang berasal dari sel-sel epidermis sepanjang lapisan basal.

ANATOMI

Fungsi kulit
Proteksi Eksresi Persepsi Pengatur suhu Pembentuk pigmen Keratinisasi Pengubahan pro vit d Kosmetik

EPIDEMIOLOGI
10%/thn : seluruh dunia Di AS, insidens :900ribu kasus/thn >>> kulit putih,720 kasus/100ribu penduduk

Usia > 40 tahun


>=3:2

Etiologi
Paparan radiasi Mutasi gen Paparan radiasi lain Paparan arsenik Imunosupresi Xeroderma pigmentosum Epidermodysplastic verruciformis Nevoid basal cell carcinoma syndrome Sindrom Bazex Kanker kulit nonmelanoma Konsumsi alkohol

Patofisiologi
Jalur sinyal Hedgehog intraseluler memainkan peran pada KSB sporadik dan sindrom KSB nevoid

Sumber radiasi dan imunologi


Radiasi terbukti telah menjadi tumorigenik oleh dua mekanisme. Penekanan pada sistem imun sehingga tidak respon terhadap tumor di kulit.

Adalah kelompok protein yang secara fisiologis merangsang penangkapan G2 cell cycle dan apoptosis

Jalur Sinyal

DNA mismatch repair proteins

Gambaran KLINIS
Tipe nodulo-ulseratif : lesi tampak sebagai lesi tunggal, paling sering mengenai wajah ; pipi, lipat nasolabial, dahi dan tepi kelopak mata. Tipe berpigmen : jenis ini berwarna coklat atau hitam berbintik-bintik atau homogen, yang secara klinis dapat menyerupai melanoma Tipe morfea : Lesi tampak sebagai plak sklerotik yang cekung, berwarna putih kekuningan dengan batas tidak jelas. Tipe superfisial : sebagai plak transparan, eritematosa sampai berpigmen terang, berbentuk oval sampai ireguler dengan tepi berbatas tegas, sedikit meninggi, seperti benang atau kawat.

Gambaran KLINIS
Tipe fibroepitelioma : lesi berupa papul kecil yang tidak bertangkai atau bertangkai pendek, dengan permukaan halus atau noduler, dengan warna yang bervariasi.

Diagnosis
Histopatologi Biopsi

Kelompokan sel tumor berbatas tegas, dilapisi sel (yang mirip dengan sel basal di kulit) berbaris di tepi, inti hiperkromasi, mitosis patologis -Kelompok sel tumor tipe solid - Tipe kistik - Tipe adenoid

Penatalaksanaan
Bedah eksisi Radioterapi Kuretasi dan elektrodesikasi

Bedah beku (cryosurgery)

Bedah mikrografi Mohs

Terapi fotodinamik

Imiquimod

Wide excision
Suatu tindakan pembedahan yaitu melakukan eksisi luas free margin (bebas tumor secara patologi) yang telah ditentukan yaitu 0,5-1cm dari tepi tumor pada kanker kulit non melanoma dan 2 cm pada kulit melanoma maligna. Indikasi operasi- kanker kulit yang masih terlokalisir dan kanker kulit dengan infiltrat lokal yang masih operable dengan persyaratan tertentu.

Pada basalioma: Eksisi luas dengan radikal dan rekonstruksi dengan mempertahankan fungsi yang baik. 1. Eksisi luas dengan safety margin0,5-1cm, bila radikalitas tidak tercapai dilakukan radioterapi. 2. Untuk lesi <2cm,dan tipe superfisialis dilakukan radioterapi 3. Untuk lesi rekuren, operable=eksisi luas, inoperable=radioterapi.

Bedah plastik
Prosedur ini sangat berguna untuk penanganan lesi yang lebih besar dari 3 mm atau untuk lokasi tumor yang sulit. Teknik skin graft atau skin flap untuk memperbaiki defek sesudah eksisi. Teknik ini digunakan khusus untuk mengurangi jaringan parut atau untuk penutupan luka yang cepat.

PROGNOSIS
Pengobatan pada karsinoma sel basal primer biasanya memberikan angka kesembuhan sekitar 95%; sedangkan pada karsinoma sel basal rekuren sekitar 92%. Dijumpai angka kekambuhan 5 tahun pada metode kuretase dan elektrodesikasi; bedah eksisi; radioterapi; bedah beku; bedah mikrografik Mohs masing-masing sebesar 7,7%; 10,1%, 8,7%, 7,5%, 1%.

TERIMA KASIH