Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PRESENTASI KASUS BLOK EARLY CLINICAL AND COMMUNITY EXPOSURE III KOLESISTITIS

Tutor : dr. Yunanto Dwi Nugroho, Sp.Pd

Kelompok D3 I Ngurah Ardhi W. Nikko Aulia Rachman Elma Laeni Barokah Lutfi Aulia Safitri

G1A010046 G1A010047 G1A010101 G1A010024

PENDAHULUAN

Kasus kolesistitis ditemukan pada sekitar 10% populasi, sekitar 90% kasus berkaitan dengan batu empedu, sedangkan 10% sisanya tidak. berkaitan dengan pasca bedah umum, cedera berat, sepsis (infeksi berat), puasa berkepanjangan, dan beberapa infeksi pada penderita AIDS

Individu yang berisiko terkena kolesistitis antara lain adalah jenis kelamin wanita, umur tua, obesitas, obat-obatan, kehamilan, dan suku bangsa tertentu

DEFINISI

Reaksi inflamasi akut atau kronik dinding dinding kandung empedu disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan dan demam (Sudoyo, 2010).

ETIOLOGI
1.

2.
3. 4.

Statis cairan empedu Infeksi kuman Iskhemia dinding kandung empedu Batu empedu (kolelitiasis) (Sudoyo, 2010).

EPIDEMIOLOGI
Insidensi di Indonesia relative lebih rendah di banding negara-negara barat. Lebih sering terjadi pada wanita dan meningkat pada usia diatas 40 tahun (Pridadi, 2007)

PATOMEKANISME

PENEGAKAN DIAGNOSIS
1. Anamnesis Nyeri perut bagian atas (nyeri dapat menyebar ke bahu kanan atau tulang belikat) Mual dan muntah Demam Riwayat nyeri bilier Positif dinyatakan menderita batu empedu

2. Pemeriksaan fisik : (Bloom, 2013). Demam Takikardia Nyeri epigastrium (kuadran kanan atas) Murphy sign Kolesistitis kronis teraba massa pada kuadran kanan atas akibat fibrosis pada kandung empedu Pasien lansia dan DM sering memiliki gejala atipikal (tidak khas)

Pemeriksaan penunjang A. Pemeriksaan Laboratium 1. Darah lengkap 2. Alanin Amino Transferase (ALT) dan Aspartat Amino Transferase (AAT) 3. Kadar Bilirubin dan Alkalin Fosfatase 4. Kadar Amilase dan Lipase 5. Peningkatan kadar Alkalin Fosfatase 6. Urinalisis

1.
2.

3.

B. Pemeriksaan Radiologis Radiografi (X-Ray) Ultrasonografi (USG) cairan di daerah perikolesistik, penebalan dinding kandung empedu hingga dan tanda murphy sonografi (+) CT Scan dan MRI penebalan dinidng kandung empedu, cairan di perikolesistik, edema subserosa (bila tidak ada ascites), gas intramural, dan pengelupasan mukosa

PENATALAKSANAAN

1.
2. 3.

4.

A. Terapi Non Medikamentosa Istirahat yang cukup diit makanan cair rendah lemak dan karbohidrat Pemberian buah yang masak, nasi/ketela, daging tanpa lemak, kentang yang dilumatkan, sayuran yang tidak membentuk gas, roti, kopi atau teh. Hindari telur, daging babi, gorengan, keju dan bumbu-bumbu berlemak

1.
2.

3. 4. 5.

B. Terapi Farmakologis Terapi awal dan pemberian Antibiotik Terapi konservatif untuk kolesistitis tanpa komplikasi. Kolesistektomi Drainase perkutaneus Terapi Endoskopik

DAFTAR PUSTAKA

Bloom, Alan A. 2013. Cholecystitis. Diakses di http://emedicine.medscape.com pada tanggal 17 Desember 2013. Pridadi. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.. Kolesistisis. Jilid I. Edisi 4. Hal: 477-478. Jakarta. FKUI Sherlock S, Dooley J. 1993. Disease of the liver and biliary sistem 9 th. London : Blackwell Scientific Publication Sjamsuhidajat R, Wim de jong. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC Sudoyo, Aru W dkk. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi Kelima. Jakarta ; Interna publishing

TERIMA KASIH