Anda di halaman 1dari 9

Mekanisme Pertahanan Sistem Pernapasan

Paru merupakan organ di dalam tubuh yang berhubungan langsung dengan atmosfer. Sistem pernapasan merupakan permukaan tubuh terluas yang berkontak langsung dgn lingkuan eksternal (30x dari luas kulit).

Mekanisme pertahanan yg melindungi paru


Mekanisme yg berkaitan dgn faktor fisik, anatomik, dan fisiologik. Mekanisme fagositik dan inflamasi. Mekanisme respon imun
Humoral Selular

Mekanisme yg berkaitan dgn faktor fisik, anatomik, dan fisiologik


Deposisi partikel
Terjadi karena struktur saluran napas yang berkelok-kelok. Partikel berukuran >10 mikron tertangkap didalam rongga hidung. 5-10 mikron, tertangkap di bronkus dan cabangnya. <3 mikron, dpt masuk ke alveoli.

Refleks batuk dan menelan


Tujuan : menjaga agar saluran napas bawah tetap terbuka dgn cara menyingkirkan hasil sekresi sehingga dpt ditelan atau dikeluarkan, mencegah benda asing yg akan masuk ke paru-paru.

Refleks bersin
Refleks bersin tejadi di saluran hidung, bukan pada saluran napas bagian bawah. Rangsang yang memulai refleks bersin adalah iritasi pada saluran hidung. Sejumlah besar udara mengalir dengan cepat melalui hidung dan mulut, sehingga membersihkan saluran hidung dari benda asing.

Mekanisme batuk
Inspirasi dalam Epiglottis dan pita suara menutup untuk menjebak udara di dalam paru-paru M. abdomilnalis berkontraksi dengan kuat diafragma terdorong keatas Tekanan intratoraks meningkat Epiglottis terbuka Terjadi ledakan udara ekspirasi Udara yang mengalir cepat ini akan membawa benda asing apapun yang ada di dalam bronkus dan trakea.

Eskalasi mukosiliaris
Semua permukaan saluran nafas dilapisi oleh lapisan tipis mukus yang disekresikan oleh membran mukosa sel goblet.

Mukus yang mengandung endapan partikel dialirkan ke faring oleh silia. Lalu mukus kotor dibatukkan keluar atau tertelan tanpa disadari dan dieliminasi melalui feses.

Mekanisme fagositik dan inflamasi


Lapisan mukus pada saluran napas mengandung faktor- faktor yang efektif sebagai pertahanan, yaitu immunoglobulin terutama IgA, PMN, interferon. Makrofag alveolar

Merupakan pertahanan yang paling akhir dan paling penting terhadap invasi benda asing ke dalam paru-paru. Partikel-partikel kecil yang berdiameter kurang 0,5 mikron bisa masuk ke alveolus
Makrofag alveolar merupakan sel fagositik dengan ciri-ciri khas dapat bermigrasi dan mempunyai sifat enzimatik. Sel ini bergerak bebas pada permukaan alveolus. Enzim litik akan membunuh dan mencernakan partikel tersebut tanpa menimbulkan reaksi peradangan. Partikel benda asing ini pun kemudian ditranspor oleh makrofag ke pembuluh lymfe atau ke bronkiolus, dimana mereka dibuang oleh kerja mukus dan silia.

Mekanisme respon imun


Mekanisme humoral
Melibatkan antibodi yang dihasilkan oleh sel plasma. IgA berperan penting sbg pertahanan di nasofaring dan saluran napas atas.

IgG banyak ditemukan di distal paru. IgG berperan dalam menggumpalkan partikel, menetralkan toksin virus dan bakteri, mengaktifkan komplemen, dan melisiskan bakteri.

Mekanisme seluler
Diperankan oleh limfosit T. Sel T sitotoksik (CD8) merupakan sel menghancurkan sel pejamu yang terinfeksi. yng

Sel T helper (CD4) mengeluarkan sitokin yg mengaktifkan sel pertahanan tubuh lain : meningkatkan pembentukan sel B, meningkatkan aktivitas sel sitotoksik yg sesuai dan menarik lbh banyak makrofag.