Anda di halaman 1dari 34

BLOK PRINSIP BIOMEDIK

Oleh

Dr.H. ZUHRONI, M Ag
BAGIAN AGAMA
UPT MKU DAN BAHASA
UNIVERSITAS YARSI

BLOK PRINSIP BIOMEDIK
1. Alam dan Manusia
2. Hukum dan Etika Seksualita
3. Menyambut Kelahiran Bayi
4. Nasab

ALAM DAN MANUSIA
Definisi
Manusia = makhlq (ciptaan), mukallaf (yang
dibebani kewajiban), mukarram (yang dimuliakan,
mukhayyar (yang dipilih atau mempunyai pilihan),
natiqh (yang bertutur), dan lain-lain

Manusia dalam al-Quran
insn, ins, ns, atau uns)
Basyar atau al-Basyar .
Bani Adam, dan dzurriyat Adam.
ALAM DAN MANUSIA
Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu
tidak memperhatikan? (Q.s. adz-Dzriyt (51):21)

KEHARUSAN MENELITI DIRI MANUSIA =ADA TANDA
KEBESARAN ALLAH
DALAM PENCIPTAAN ALAM TERDAPAT
TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal,
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri
mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang
ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar
dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di
antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan
Tuhannya. (Q.s.. al-Rm/30:8).

ALAM YANG DIALAMI
MANUSIA



1. Alam Roh/arwah
2. Alam rahim/Arham
3. Alam Dunia
4. Alam Barzah
5. Alam Akhirat
PENGGOLONGAN MANUSIA
KELOMPOK BAIK:

1. Muhtadin
2. Muttaqin,
3. Muhsinin,
4. Tawwabin,
5. Mutathahhirin,
6. Shabirin,
7. Muqsithin,
8. Mutawakkilan,
9. Ashhabul Yamin,
10. Khairul Bariyyah,
11. Lain-lain.


PENGGOLONGAN MANUSIA
KELOMPOK BURUK/JAHAT:
1. Kafirin,
2. Munafiqin,
3. Fasiqin,
4. Mufsidin,
5. Zhalimin,
6. Mustakbirin,
7. Musrifin,
8. Kadzibun Kaffar,
9. Musrifun Kadzab,
10. Ashhabusy Syimal,
11. Syarrul Bariyyah
12. dan lain-lain.
TUGAS MANUSIA
Khalifah (menguasai dan
mengelola) bumi.
Melestarikan alam (rahmatan
lil lamn), sebagai mandataris
Tuhan di bumi

FASE KEHIDUPAN MANUSIA
MATERI PENCIPTAAN
Penegasan penciptaan diawali dengan kata 'wabadaa' ='Tuhan
memulai penciptaan',
Turb (tanah gemuk atau subur)
Air (Q.s. al-Anbiy'/21:30),
Saripati tanah
Thn (lempung atau tanah liat) (Q.s. al-An'm/6:2, al-
Sajdat/32:7).
Dari jenis lempung yang pekat (thn lzib) (Q.s. al-
Shfft/37:11).
Merupakan saripati lempung, sullat min thn (Q.s.
Muminn/15:12),
Seperti tembikar (shalshl ka al-fakhkhr) (Q.s. al-
Rahmn/55:14)
Lumpur yang dicetak (Q.s. al-Hijr/15:26)
Bani Adam berasal dan berkembang dari satu diri (Nabi Adam),
nafs whidat (Q.s. al-Nis/4:1)

HUBUNGAN SEKS
YANG TERLARANG
(Bukan Suami-isteri)
1. Zina
2. Homoseksual dan Lesbianisme
3. Masturbasi atau Onani
4. Bestiality (bestialis, bestia = binatang, binatang
liar).
5. Ekshibionisme.
6. Fetishisme
7. Incest
8. Pedofilia (persetubuhan dengan anak kecil)
9. Nekrofilia (dg mayat)
10. Dll.

PERENCANAAN KELUARGA
Dalam ikatan pernikahan
Tujuan Nikah:
+ Meneruskan keturunan,
+ Kenikmatan biologis,
+ Menahan diri dari pandangan negatif,
+ Menjaga kesucian lahir-batin.
Hubungan seksual antara suami-isteri:
- Saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.
- Teknik dan porsinya dibebaskan (Q.s. al-Baqarat/2:223).
- Hubungan seks diperkenankan pada setiap saat,

LARANGAN ZINA
(Q.s. al-Isr/17:32; al-Furqn/25: 68;
al-Mumtahinat/60:12).
- Hikmahnya:
1. Beresiko tinggi dan dapat menularkan
atau terjangkit berbagai penyakit kelamin,
bagi laki-laki maupun wanita, seperti
sipilis, kencing nanah, AIDS, dan lain-lain,
2. Dapat merusak keturunan.

LARANGAN MELAKUKAN
HUBUNGAN SEKS
(Suami-Isteri)

o Coitus saat menstruasi (Q.s. al-
Baqarat/2:222),
o Nifas,
o Siang hari saat puasa Ramadhan,
o Ketika I'tikaf,
o Ketika sedang ihram.
o Menyenggamai Anus Isteri
HUBUNGAN SEKS HARAM
(SUAMI ISTERI)
1. Ketika Isteri Sedang Haid atau Nifas
2. Menyenggamai Anus Isteri
3. Hubungan Seks Siang Hari Saat Puasa
Ramadhan
4. Ketika Sedang I'tikaf
5. Ketika Berihram
6. Oral Seks
7. Anal seks
KEDUDUKAN WANITA
Peranan wanita sebagai yang:
Omenghamilkan,
Omelahirkan,
OMenyusui
Disebutkan dengan tamtsl, wanita
sebagai al-Harts (ladang) bagi kaum
laki-laki (Q.s. al-Baqarat/2:223).
Fase Perkembangan Manusia
Dari turb, nuthfat, alaqat, mudghat, dan
seterusnya hingga menjadi berbentuk
sempurna, menjalani kehidupan, tua,
kemudian mati (Q.s. al-Hajj/22:5;
Ghfir/40:67; dll.).

Siklus dan rotasi kejadian manusia
Bayi yang lemah, kemudian menjadi kuat
saat dewasa dan akhirnya menjadi lemah
kembali (Q.s. al-Rm/30:54; Ysn/36:68).
Penciptaan manusia melalui proses evolusi
dan secara bertahap athwran (Q.s.
Nh/71:14
MENYAMBUT
KELAHIRAN BAYI
FASE PERKEMBANGAN
REPRODUKSI MANUSIA
E Nuthfat, (40 hari)
E Qarr Makn (uterus) tempat yang kokoh (tiga tempat gelap, yaitu perut,
uterus, dan placenta)
E Alaqat, (80 hari)
E Mudghat (120 hari)
E Berbentuk sempurna,
E Diberi pendengaran (al-Sam), penglihatan (al-Abshr), dan perasaan
(al-Afidat)
E Pada waktu yang telah ditentukan roh ditiupkan ke janin
E Lahir
E Berkembang, Menyusu, menyapihnya.
E Menjalani kehidupan,
E Tua (pikun),
E Mati

PERKEMBANGAN JANIN
Terbentuk atau tidaknya menjadi zigot semata-
mata atas kehendak dan kekuasaan-Nya (Q.s.
'Abasa/80:19
Unsur pembuahan berasal dari 'saripati (sullat)'
cairan sperma yang hina (Q.s. al-Sajdat/32:8, al-
Mursalt/77:20).
Qarr Makn (uterus) dideskripsikan sebagai
tempat yang kokoh (Q.s. al-Muminn/23:13-14,
al-Mursalt/77:21), dalam tiga tempat gelap
(Q.s. al-Zumar/39:6), yaitu perut, uterus, dan
placenta
PROSES KEHAMILAN
Kehamilan dan kelahiran dijalani melalui
proses yang sangat menyusahkan (Q.s.
Luqmn/31:14 dan al-Ahqf/46:15).
Namun, meskipun sangat menyusahkan,
dibuat menjadi mudah (Q.s. 'Abasa/80:20).
PERKEMBANGAN JANIN
Mudghat tersebut memasuki tahap dibentuk
menjadi tulang belulang (al-'Izhm), kemudian
memasuki tahap dibungkus dengan daging (al-
Kis bi al-Lahm) yang utuh (Q.s. al-
Muminn/23:14)
Setelah itu menjadi berbentuk lain (khalqan
khar), di antaranya ada yang sempurna dan
ada yang tidak (Q.s. al-Hajj/22:5).
PERKEMBANGAN JANIN
Janin akan diberi bentuk sesuai dengan kehendak
Allah sehingga berbentuk sempurna (Q.s. li
'Imrn/3:6, Ghfir/40:64, Shd/38:72, al-Infithr/
82:7-8),
Ditandai dengan terbentuknya tunas-tunas indera,
pendengaran (al-Sam), penglihatan (al-Abshr), dan
perasaan (al-Afidat). (Q.s. al-Nahl/16:78, al-
Muminn/23:78, al-Sajdat/32:9, al-Mulk/67:23),
bentuk, wajah, dan perawakannya (Q.s. al-
Infithr/82:8).
Selanjutnya ditentukan jenis kelaminnya, laki-laki
atau perempuan (Q.s. al-Najm/53:45, al-Qiymat/
75:39).
PERAWATAN BAYI PASCA
KELAHIRAN
1. Adzan dan Iqamah
2. Mentahnikkan
3. Menyukur Rambut Kepala Bayi dan
Sedekah
4. Pemberian Nama
5. Aqiqah
PENYUSUAN DAN
PENYAPIHAN
Peranan wanita sebagai yang menghamilkan,
melahirkan, menyusui disebutkan sebagai al-Harts
(ladang) bagi kaum laki-laki (Q.s. al-Baqarat/2:223).
Fase kehamilan dan penyusuan berlangsung selama 30
bulan (Q.s. al-Ahqf/46:15).
Penyapihan dilakukan setelah bayi berusia dua tahun
(Q.s. Luqmn/31:14) bagi yang menghendaki
menyempurnakan pemberian ASI (Q.s. al-
Baqarat/2:233)
NASAB

Hubungan keturunan yang dekat dari
pihak ayah

Kedudukan Nasab dalam Islam

Berkaitan dengan batasan hukum yang lain:
+ Keharusan berbuat ihsan
+ Batasan aurat
+ Berkaitan dalam menentukan hak dan kewajiban atas anak dan
orang tua
+ Perwalian,
+ Pembagian warisan,
+ Persusuan,
+ Nafkah,
+ dan lainnya
Dasar Sebab Penetapan
Nasab
Melalui pernikahan yang sah.
Melalui hubungan sanggama karena
adanya syubhat al-Nikah (wath'i
syubhat).
Pernikahan yang mengakibatkan
sahnya nasab
4 Hamilnya istri dari suaminya itu merupakan
sesuatu hal yang mungkin, (telah melakukan
hubungan badan, organ kelamin suami dapat
memproduksi sperma, dan lainnya.)
4 Kelahiran anak sedikitnya setelah 6 bulan
dilangsungkan pernikahan (ada perbedaan
waktu:pendpt Ulama).
4 Kalahiran berlangsung dalam rentang waktu
maksimal kehamilan wanita (2 tahun; 4 tahun; atau
9 bulan)
4 Suami tidak mengingkari hubungan anak tersebut
dengan dirinya sebagai ayah,
Status Anak yang Lahir
Akibat Zina
EDipandang sebagai anak yang suci
ETidak punya Kewajiban berbakti dan nafkah
ETidak punya hak:
waris-mewarisi,
perwalian,
nasab kepada ayah biologisnya.
TEKNOLOGI KEDOKTERAN KAITANNYA
DENGAN BATASAN NASAB
Batasan:
Anak biologis tidak sama dengan anak
nasab.
Tes DNA hanya dapat dijadikan sebagai
alat bantu menentukan anak biologis.
Hak dan kewajiban anak-orang tua karena
hubungan nasab
TEKNOLOGI KEDOKTERAN
KAITANNYA DENGAN BATASAN
NASAB DLM ISLAM
Teknologi yang dapat merancukan Nasab = Haram:
Inseminasi dan bayi tabung dengan sperma
dan atau ovum donor
Surrogate mother/Ibu tumpang.
Penanaman zigot di rahim bukan pemilik
ovum:
Ibu tumpang
Isteri yg lain dari pasangan poligamis
Kloning reproduksi manusia