Anda di halaman 1dari 19

DEMOKRASI

Pelaksanaan demokrasi secara umum tergantung pada perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia, serta sistem politik yang dikembangkan. Seperti: Amerika Serikat dengan Demokrasi Liberal, Uni Soviet dengan Demokrasi Proletar untuk mencapai masyarakat komunis.

Bahkan di negara dengan sistem kerajaanpun sering menggunakan istilah demokrasi

DEMOKRASI PANCASILA

Demokrasi yang diwarnai atau dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Menurut Prof.Notonagoro,SH. Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedaulatan rakyat yang dijiwai dan diintegrasikan dengan nilai dasar Pancasila secara utuh. Bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi harus disertai rasa tanggung jawab terhadap Tuhan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengedepankan rasa persatuan dan mewujudkan keadilan sosial. Demokrasi Pancasila berpangkal tolak dari paham kekeluargaan dan gotong royong.

HUBUNGAN DEMOKRASI PANCASILA DENGAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA

Kerakyatan yang berdasarkan dan dibimbing oleh pengakuan akan adanya Tuhan, yang terwujud dalam kesadaran beragama yang tinggi yang mempunyai konsekwensi. 1. Dalam kehidupan bernegara ditolak pengingkaran terhadap Tuhan, a-Theisame, dan sekularisme.
2. Bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, ditolak adanya propaganda paham a-Theisme dan anti agama.

HUBUNGAN DEMOKRASI PANCASILA DENGAN KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

Bahwa kerakyatan dalam Demopkrasi pancasila harus memandang manusia sebagai makhluq Tuhan yang memiliki keasadaran keagamaan dan kesadaran norma-norma, khususnya norma keadilan. Kerakyatan yang diintegrasikan dengan kemanusiaan yang adil. Hal ini berarti menghendaki terwujudnya norma keadilan dalam prikehidupan bernegara. Keadilan, berupa keasadaran untuk memberikan hak kepada yang berhak

ENAM JENIS KEADILAN DALAM DEMOKRASI PANCASILA

1. Justitia Commutative atau keadilan tukar menukar.

Memberikan kepada masing-masing haknya atau bagiannya atas dasar kesamaan, dimana prestasi seharga dengan kontra prestasi, jasa nilai dengan balas jasa.

2. Justitia Distributive atau Keadilan Membagi Memberiklan kepada masing-masing haknya atau bagiannya atas dasar perbedaan, denngan diperhitungkan mutu. 3. Justitia Vindicative atau keadilan Proporsianal

Memberikan kepada masing-masingh haknya atau bagiannya atas dasar proporsi maasingmasing, termasuk berat ringannya hukuman dengan dengan beart ringannya pelanggaran

4. Justitia Creative atau Keadilan Mencipta Memberikan kepada masing-masing hak kebebasannya untuk mencuiptakan sesuai dengan daya ciptanya (kreasi) dalam bidang budaya. 5. Justitia Protektive atau keadilan Perelindungan Memberikan kepada masing-masing hak perlindungan. Kekuasaan yang dilaksanakan terhadap sesama manusia harus dibatasi dan diawasi

6. Justitia Legalis atau Keadilan Hukum Memberikan kepada masing-masing haknya sesuai dengan ketentuan undang-undang atau peraturan negara. Memenuhi tuntutasn perundang-undangan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum yang merupakan kebijakan sosial.

HUBUNGAN DEMOKRASI PANCASILA DENGAN SILA PERSATUAN INDONESIA Demokrasi Pancasila menghendaki integrasi bangsa dan tumpah darah Indonesia dalam semua selisih paham dan konflik.
Menuntut identitas nasional sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kepribadian Nasional dalam pergaulan antar bangsa menurut hukum Internasional.

Stabilitas nasional sebagai syarat mutlak bagi bangsa dan negara manuju terciptanya ketahanan nasional.

HUBUNGAN DEMOKRASI PANCASILA DENGAN SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Demokrasi yang menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia:
1. Setiap warga negara tidak hanya dibebabi kewajiban-kewajiban saja, tetapi juga diakui hakhaknya. 2. Mengakui hak kesamaaan dalam perbedaan, hak pribadi dalam kekeluargaan,hak pembayaran yang layak bagi jasa resmi atau swasta. 3. Mengakui hak organisasi politik, ekonomi, termasuk industri, dan sosial dalam batas-batas tertentu.

4. Mengakui hak warga negara atau golongan warganegara dalam bidang usaha memajukan kebudayaan, pembangunan masyarakat desa dan ekonomi.

5. Menolak etatisme dalam segala bidang, karena dapat mematikan daya cipta dan menghalangi terciptanya justitia creative dan justitia protective.

ASPEK DEMOKRASI PANCASILA 1. Aspek Formal, proses penunjukan wakil-wakil rakyat melalui pemilu 2. Aspek Material, mengandung isi Demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban 3. Aspek Normatif, mengandung seperangkat norma yang harus dijunjung tinggi

4. Aspek Optatif, mengandung tujuan dan keinginan yang ingin dicapai.


5. Aspek Organisasi, diperlukan sebagai wadah mengembangkan aspirasi demokrasi. 6. Aspek Kejiwaan, mengandung semangat intuk mewujudkan demokrasi dalam segala aspek kehidupan berbangsa.

1. Demokrasi Pancasila bersumber pada sila ke empat yang mengandung dasar pemikiran rasa kekeluargaan.

2. Dalam kontek makro sistem negara, kekeluargaan kemudian disebut sebagai kerakyatan.
3. Aktualisasi kerakyatan adalah: a) Segala sesuatu dalam hidup kenegaraan harus berdasarkan jiwa kekeluargaan, melaksanakan dan menikmati kebebasan atas dasar kekuasaan dari rakyat. b) rakyat sebagai pendukung kekuasaan dan kepentingan dalam lapangan kenegaraan, atas dasar dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

PRINSIP DEMOKRASI PANCASILA

1. Prinsip Kerakyatan, berarti segala sesuatu yang berada dalam negara harus berdasarkan pertimbangan-pertimbangan kehendak rakyat berdasarkan kekeluargaan.

2. Prinsip hikmat kebijaksanaan sebagai pemimpin, bahwa dalam melaksanakan pemerintahan di tangan rakyat dipimpin oleh suatu hukum, peraturan dan perundang-undangan atas dasar perpaduan hikmat dan kebijaksanaan, yaitu perpaduan antara kebenaran hati dan pemikiran manusia.

3. Prinsip permusyawaratan, yaitu dalam memperoleh suatu hukum , atas dasar hikmat kebijaksanaan itu, harus dilakukan melalui musyawarah, yaitu suatu forum pertukaran pendapat untuk mendapatkan kesepakatan. Yaitu musyawarah untuk mufakat.

4. Prinsip perwakilan, yaitu dalam


melaksanakan pemerintahan di tangan rakyat ini, pelaksanaannya diamanatkan kepada wakil-wakil rakyat, baik di dalam permusyawaratan maupun dalam penyelenggaraan kehdupan negara.

DEMOKRASI SEBAGAI TEORI TENTANG HAK Substansi hak-hak asasi dalam masyarakat demokrasi ada 3: 1. Hak politik, demokrasi politik yang menyangkut hubungan negara dengan masyarakat.

2. Hak sipil, demokrasi sosial dan ekonomi yang berhubungan antara elit dengan masaa.
3. Hak aktualisasi diri, demokrasi budaya, agama, menyangkut hubungan antara negara dengan masyarakat, serta hubungan antar warga negara.