Anda di halaman 1dari 45

FILSAFAT ILMU

H.M.Nasir Hamzah

Pengertian Filsafat :
Bhs.inggeris: philosophy Bhs. Yunani: philosopia Philos artinya cinta atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi). Secara etimologi : cinta kebijaksanaan atau kebenaran Bhs. Arab: falala, falsafat artinya pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.

Pandangan para Filosof :


Pythagoras (572-497 SM) adalah filosof pertama menggunakan kata filsafat, dia mengemukakan bhw manusia dibagi 3 tipe:mereka yang mencintai 1) kesenang- an, 2) kegiatan, & 3) kebijaksanaan. Yang intinya adalah mencari keutamaan mental. Plato (427-347 SM) : objek filsafat adalah penemuan kenyataan atau kebenaran absolut. Aristoteles (384-332 SM) : filsafat menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dari wujud. Menamakan filsafat dgn teologi atau filsafat pertama. Dia berkesimpulan bhw setiap gerak di alam ini digerakkan oleh yang lain. Karena itu, perlu menetapkan satu penggerak pertama yang menyebabkan gerak itu. Allah sebagai penggerak pertama.

Lanjutan
Al-Farabi (870 M) seorang filosof muslim terbesar sebelum Ibnu Sina berkata, Filsafat ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya Ibnu Rusyd (1126-1198 M) : filsafat atau hikmah merupakan pengatahuan otonom yang perlu dikaji oleh manusia karena dia dikaruniai akal. Alquran Filsafat mewajibkan manusia berfilsafat untuk menambah dan memperkuat keimanan kepada Tuhan.

Pengertian Ilmu :
Bhs.Arab: alima, yalamu, ilman artinya mengerti, memahami benar-benar. Bhs.Inggrs: science artinya pengetahuan. Kamus Bhs.Ind.: pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu.

Definisi Ilmu Menurut para Ahli


Mohammad Hatta : pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam Ralph Ross & Ernest Van Den Haag: yang empiris, rasional, umum, dan sistematik, dan keempatnya serentak. Karl Pearson: lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. Ashley Montagu: pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU


Thales (624-546 SM) : Filosof pertama yang mengkaji asal usul alam. Bhw asal alam adalah air karena air unsur penting bagi setiap mahluk hidup, air dapat berubah menjadi benda gas, seperti uap dan benda padat, seperti es, dan bumi ini juga berada diatas air. Anaximandros (610-540 SM) : bhw substansi pertama itu bersifat kekal, tdk terbatas, dan meliputi segalanya. Unsur utama alam harus yang mencakup segalanya dan diatas segalanya, yang dinamakan apeiron. Ia adalah air, maka air harus meliputi segalanya, termasuk api yang merupakan lawannya.

Lanjutan . . .
Heraklitos (540-480 SM) : melihat alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah; sesuatu yg dingin berubah menjadi panas, yg panas menjadi dingin. Itu berarti bhw bila kita hendak memahami kehidupan kosmos, kita harus menyadari bhw kosmos itu dinamis. Segala sesuatu saling bertentangan dan dalam pertentangan itulah kebenaran. Tidak ada suatupun yang benar-benar ada, semuanya menjadi. Parmenides (515-440 SM) : gerak dan perubahan tdk mungkin terjadi. Realitas merupakan keseluruhan yg bersatu, tdk bergerak dan tdk berubah. Dia menegaskan bhw yg ada itu ada. Inilah kebenaran.

Lanjutan . . .
Pythagoras (580-500 SM) : tdk ada satupun yg di alam ini terlepas dari bilangan. Semua realitas dpt diukur dgn bilangan (kuantitas). Bhw bilangan adalah unsur utama dari alam dan sekaligus menjadi ukuran. Protagoras (481-411 SM) : manusia adalah ukuran kebenaran. Kebenaran itu bersifat subjektif dan relatif. Akibatnya, tdk akan ada ukuran yg absolut dlm etika, metafisika, maupun agama. Teori matematika tdk dianggapnya mempunyai kebenaran yg absolut.

Lanjutan
Gorgias (483-375 SM) : ada tiga proposisi; 1) tdk ada yg ada, artinya realitas itu sebenarnya tdk ada. 2) bila sesuatu itu ada ia tdk akan dpt diketahui, karena pengindraan itu tdk dpt dipercaya. 3) sekalipun realitas itu dpt diketahui, ia tdk akan dpt kita beritahukan kpd orang lain Socrates : membuktikan adanya kebenaran objektif itu dgn menggunakan metode yg bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan-percakapan. Bhw ajaran dan kehidupan adalah satu dan tdk dpt dipisahkan satu dgn lainnya. Pengetahuan yg sangat berharga adalah pengetahuan ttg diri sendiri.

Lanjutan . . .
Plato (429-347 SM) murid Socrates : esensi itu mempunyai realitas dan realitasnya ada di alam idea. Kebenaran umum itu ada bukan dibuat-buat bahkan sdh ada di alam idea. Kebenaran umum adalah rujukan bagi alam empiris. Contoh: kuda yg di alam empiris bermacam-macam warna dan bentuk serta jenisnya, tapi kuda memiliki unsur umum yg membedakannya dgn sapi dan kambing. Unsur umum inilah yg ada di alam idea dan bersifat universal. Aristoteles (384-322 SM) murid Plato : ia berhasil memecahkan persoalan besar filsafat yg dipersatukannya dlm satu sistem: logika, matematika, fisika, dan metafisika. Logika Aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yg disebut silogisme yg terdiri dari 3 premis : - Semua manusia akan mati (premis mayor) - Socrates adalah manusia (premis minor) - Socrates akan mati (konklusi). Logika Aristoteles ini juga disebut logika deduktif, yg mengukur valid atau tdknya sebuah pemikiran.

PENGETAHUAN & UKURAN KEBENARAN


Encyclopedia Philosophy : penegetahuan adalah kepercayaan yang benar. Sidi Gazalba : apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti, dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian, pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu.

Kebenaran Epistemologis
Correspondence Theory of Truth yg dipelopori oleh Plato, Aristoteles, Moore, Russel, Ramsey, dan Tarski: Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan sesuatu itu sendiri. Contoh: Makassar adalah ibukota Provinsi Sul-Sel. Pernyataan ini disebut benar karena kenyataannya Makassar memang ibukota Provinsi Sul-Sel. Kebenarannya terletak pada hubungan antara pernyataan dengan kenyataan.

Lanjutan
Coherence Theory of Truth : Kebenaran : kesesuaian antara suatu pernyataan dgn pernyataan-pernyataan lainnya yg sudah lebih dahulu kita ketahui, terima dan akui sebagai benar. Suatu putusan yang dianggap benar apabila mendapat penyaksian penyaksian (justifikasi, pembenaran) oleh putusan-putusan lainnya yang terdahulu yg sudah diketahui, diterima, dan diakui benarnya. Contoh: 3 + 3 = 6 adalah benar karena sesuai dgn kebenaran yg sudah disepakati bersama, terutama oleh komunitas matematika. Jadi ukuran kebenaran pada teori ini adalah konsistensi dan presisi.

Lanjutan
Pragmatist Theory of Truth yg dikembangkan oleh William James & Charles S.Pierce : Benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori semata-mata tergantung kepada asas manfaat. Sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tdk mendatangkan manfaat.

Lanjutan
Agama Sebagai Teori Kebenaran : Manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Salah satu cara untuk menemukan kebenaran adalah melalui agama. Suatu hal yg dianggap benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak.

SUMBER PENGETAHUAN
Pandangan Filosof Science Modern : Orang yg memiliki Otoritas Indra Akal Intuisi Al Quran : An Nahl-78, Thaha-98, At Thalaq-12, Al Hasyr-22, An Nahal-74, Ar Rahman 1-4 An Nahl 89, Ali Imran 118, Al Anbiya 7. Filsafat Ilmu Islami berpandangan bhw satu-satunya sumber pengetahuan ialah Allah SWT.

Klasifikasi ilmu
Para filosof muslim membedakan ilmu kepada ilmu yg berguna dan tdk berguna. A. Ilmu yg berguna: 1. Ilmu-ilmu diniawi: kedokteran, fisika, ki mia, geografi, logika, etika 2. Ilmu-ilmu keagamaan. B. Ilmu tdk berguna: ilmu sihir, alkemi, dan numerologi (ilmu nujum dgn menggunakan bilangan.

Lanjutan
Al-Farabi: mengklasifikasi ilmu secara filosofis ke dalam bbrp wilayah, seperti ilmu-ilmu matematis, ilmu alam, metafisika, ilmu politik, yurisprudensi & teologi dialektis. Dia memberi perincian ilmu-ilmu religius (ilahiyah) dalam bentuk kalam & fiqih langsung mengikuti perincian ilmu-ilmu filosofis, yakni matematika, ilmu alam, metafisika, dan ilmu politik.

lanjutan
Al-Gazali : mengklasifikasi ilmu secara filosofis ke dalam ilmu syariyyah dan ilmu aqliyyah. A.Ilmu Syariyyah 1.Ilmu prinsip-prinsip dasar (al-ushul): a. ilmu ttg keesaan tuhan (al-tauhid) b. ilmu ttg kenabian c. ilmu ttg akhirat atau eskatologis. d. ilmu ttg sumber pengetahuan religius (al-quran al-sunnah). 2.Ilmu ttg cabang-cabang (furu) a. ilmu ttg kewajiban manusia kepada Tuhan (ibadah) b. ilmu ttg kewajiban manusia kepada masyarakat c. ilmu ttg kewajiban manusia kepada jiwanya sendiri (ilmu akhlak)

Lanjutan
B. Ilmu Aqliyyah : 1.Matematika: aritmatika, geometri, astronomi dan astrologi, musik. 2.Logika 3.Fisika/ilmu alam: kedokteran, meteorologi, mineralogi, kimia. 4.Ilmu ttg wujud di luar alam, atau metafisika.

DASAR-DASAR ILMU

A. ONTOLOGI B. EPISTEMOLOGI C. AKSIOLOGI

ONTOLOGI
Ontologi berasal bhs Yunani: On = being, dan Logos = logic. Jadi ontologi adalah The theory of being qua being (teori ttg keberadaan sbg keberadaan). Louis O.Kattsoof : ontologi itu mencari ultimate reality. Thales : airlah yg menjadi ultimate substance yg mengeluarkan semua benda. Jadi asal semua benda hanya satu saja yaitu air.

Lanjutan
Menurut bhs, ontologi : ilmu tentang yang ada. Menurut istilah, ontologi : ilmu yg membahas tentang hakikat yg ada, yg merupakan ultimate reality baik yg berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak. Term ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius (1636 M), kemudian dikembangkan oleh Christian Wolf (1679-1754 M).

Beberapa Pandangan Ontologi


A. Naturalisme : faham serba alam Kenyataan pada hakikatnya bersifat alam. Kenyataan ialah apa saja yg bersifat alam, yakni segala yg berada dalam ruang dan waktu. Akibat dari pandangan ini adalah : 1) segala sesuatu yg dianggap ada, namun diluar ruang dan waktu, tdk mungkin merupakan kenyataan, dan 2) segala sesuatu yg tdk mungkin dipahami melalui metode-metode yg digunakan dalam ilmu-ilmu kealaman, tdk mungkin merupakan kenyataan.

Lanjutan
Bagi penganut naturalisme, sesuatu yg bereksistensi bukan merupakan himpunan bawahan dari kenyataan akan tetapi yg bereksistensi adalah kenyataan itu sendiri. Sebuah meja kayu bukan hanya suatu kenyataan yg kebetulan karena substansi terdalamnya bersifat fisik shg ia bereksistensi, akan tetapi meja kayu itu adalah kejadian yg niscaya karena sejumlah kualitas dan suatu proses yg berkesinambungan. Sbg sesuatu yg terdapat dlm ruang dan wkt, meja itu bereksistensi dan sbg akibatnya bersifat nyata.

Lanjutan
B. Materialisme : menganggap bhw hakikat kenyataan adalah materi. Segala sesuatu yg hendak dikatakan nyata (1) pada hakikatnya berawal dari materi, atau (2) terjadi karena gejala-gejala yg bersangkutan dgn materi. Karena itu, materialisme menyatakan bhw tdk ada entitas nonmaterial dan kenyataan supra natural. Pikiran aksi mental lain yg oleh kebanyakan orang dianggap tdk bersubstansi material, pada dasarnya adalah perwujudan dari gejala-gejala yg bersangkut paut dgn materi.

Lanjutan
C. Idealisme : bertolak belakang dgn naturalisme dan materialisme. Bhw hakikat terdalam dari kenyataan tdklah bersifat materi, melainkan bersifat rohani atau spritual (kejiwaan). Menurut G.Watts bhw agar materi atau tatanan kejadian yg terjadi dalam ruang dan wkt dpt dipahami hakikatnya yg terdalam maka harus ada jiwa atau ruh yg menyertainya dan yg dlm hubungan tertentu bersifat mendasari hal-hal tersebut.

Lanjutan
D. Positivisme : Dipopulerkan oleh Auguste Comte (1798-1857) beranjak dari ketidakpercayaan terhadap pandangan-pandangan dan pembicaraan-pembicaraan metafisis. Pertanyaan-pertanyaan metafisis sama sekali tdk mengandung makna, tdk dpt dipertanggung jawabkan dan tdk ada gunanya. Pernyataan metafisis yg mengatakan bhw ada substansi terdalam dari segala hal yg menampak. Jelas adalah pernyataan tdk ada gunannya, karena tak satupun pengamatan inderawi yg bisa dilakukan utk mengambil keputusan terhadap kebenaran pernyataan tersebut

Pandangan islam terhadap Ontologi


Al Quran : S.Al-Hadid-3, AZ-Zumar-62, Al-Thalaq-12, Al-Kahfi-84, Al-Isra-84, Al-Qamar-49, Al-Ahzab-38, Al-Anam-96, Yasin-38 1. Allah adalah wujud transenden (mengatasi) yg tak relevan dipahami dgn menggunakan pengertian wujud dan kemaujudan menurut dimensi-dimensi ruang dan waktu. Dia adalah wujud yg tdk diwujudkan. Dia adalah wujud sebelum segala sesuatu yg selain diriNya maujud, dan Dia tetap sbg wujud setelah segala sesuatu selain diriNya tdk maujud. WujudNya Maha Gaib, mengatasi segala kemaujudan lahir.

Lanjutan
2. Allah adalah Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) Segala sesuatu selain Dia adalah ciptaanNya. Segala wujud selain diriNya adalah wujud yang diadakanNya. 3. Alam semesta (langit dan bumi) adalah salah satu ciptaanNya dalam dimensi ruang dan waktu. Kemaujudan alam semesta adalah bersifat kealaman yg realitasnya dpt dipahami menurut dimensi-dimensi kealaman fisik. Dimensi-dimensi kealaman fisik adalah dimensi tetapan Allah yg disebut qadar. 4. Segala sesuatu ciptaan Allah, pada hakikatnya adalah tanda-tanda (ayat-ayat, atau simbol-simbol) yg menyatakan adaNya Allah dgn segala kemahaan sifat-sifatNya, yg antara lain Maha Pencipta, Maha Berilmu, dan Maha Kuasa.

Lanjutan
5. Segala ciptaan Allah tunduk pada hukum-hukum keberadaan yg ditetapkanNya (taqdir) untuk alam fisik dan sunnatullah untuk fenomena kemanusiaan. Hukunhukum itu merupakan hukum-hukum universal seperti hukum kesebaban (causility law) dan berbagai hukum lain sbg akibat yg ditimbulkannya. 6. Allah adalah Al Haqq dan keseluruhan nilai haqq hanya bersumber dariNya. Utk memahami yg haqq itu, Dia menurunkan Al Quran sbg petunjuk bagi manusia.

EPISTEMOLOGI
Episteme : pengetahuan & Logos: pengetahuan Epistemologi : pengetahuan ttg pengetahuan. Pokok pembicaraan epistemologi berhubungan dgn upaya utk menjawab bgmn karakteristik pengetahuan ilmiah, bgmn metodologi utk memperolehnya dan apa kreteria keabsahan dan kebenarannya serta bgmn mengujinya.

Beberapa Pandangan Epistemologi


A. Empirisme Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman dgn menggunakan indra lahiriah Semua pengetahuan dpt dilacak sampai pada pengalaman inderawi, dan yg tdk demikian dianggap bukan pengetahuan ilmiah. Thomas Hobbes : pengalaman adalah awal dari segala pengetahuan. Semua ilmu diturunkan dari pengalaman. John Locke : rasio manusia pada mulanya sbg lembaran kertas putih. Apa yg kemudian mengisinya, seluruhnya berasal dari pengalaman lahiriah (sensation) dan batiniah (reflection). Sumber dari pengalaman tersebut membentuk ide-ide tunggal, atas dasar itu kemudian jiwa membentuk ide majemuk (kompleks) kemudian menjadi pengetahuan yg kompleks.

Lanjutan
B. Rasionalisme : keabsahan dan kebenaran suatu pengetahuan ilmiah dapat dicapai melalui penalaran. Pada dasarnya pengetahuan adalah suatu sistem deduktif yg dpt dipahami secara rasional dgn ukuran kebenaran adalah konsistensi logis. (Karl R.Popper) C. Kritisisme : (Immanuel Kant) bhw pengetahuan manusia pada dasarnya terjadi atas unsur-unsur aposteriori (sesudah pengalaman) dan apriori (mendahului pengalaman). Artinya ada pengetahuan yg kita peroleh setelah memperoleh pengalaman (aposteriori) dan ada pengetahuan yg dpt dicapai tanpa harus terlebih dahulu (apriori).

Pandangan Islam Terhadap Epistemologi


Landasan Al-Quran : Al-Hasyr-22, AR-Rahman 1-4, Al-Alaq 3-5, AN-Nahl 78, Al-Imran 118, Al-Hajj 46, Az-zariat 21, Fuhshilat 53, Al-Anbiya 7. 1. Sumber ilmu satu-satunya hanya Allah, karena pada hakekatnya hanya Dia yg mengetahui baik alam nyata maupun alam gaib, dan Dia Maha pengasih dan penyayang (Al-Hasyr 22)

Lanjutan
2. Manusia tdk lahir dlm keadaan berpengetahuan, namun pada dirinya terkandung potensi internal berpengetahu an yg dikaruniakan Allah padanya (An-Nahl 78). 3. Allah yg Maha Pengasih menciptakan manusia, mengajarkannya Al Quran, dan mengajarkannya al bayaan (penjelasan-penjelasan) (Ar-Rahman 1-4) 4. Manusia diperintahkanNya membaca dgn menjadikan petunjukNya sbg petunjuk utama sbg proses manusia diajarkan ilmu olehNya (Al alaq 3-5).

Lanjutan
5. Bayan atau kejelasan-kejelasan ayat-ayat Allah potensial diperoleh manusia apabila ia memanfaatkan potensi akalnya (Ali Imran118) 6. Yang memiliki potensi berakal adalah gaib (hati) demikian pula yg memiliki potensi mengindera secara non fisik (Al Hajj 46). 7. Alam semesta dan diri manusia adalah ayat-ayat Allah yg padanya terkandung potensi pengetahuan yg perlu diperhatikan (Az Zariat 21).

Lanjutan
8. Alam semesta diperlihatkan oleh Allah kepada manusia hingga jelas bagi mereka kebenaran yg terkandung dalam Al Quran artinya ada hubungan antara kebenaran yg dinyatakan dlm Al Quran dgn kebenaran yg dinyatakan dlm alam semesta serta diri manusia (Fushshilat53) 9. Dlm rangka memperoleh pengetahuan, Allah mengakui keberadaan orang-orang yg telah memperoleh pengetahuan, yg pengetahuannya dpt dijadikan acuan utk pengembangan pengetahuan lebih lanjut (Al Anbiya 7). 10.Manusia diperintahkan agar membaca segala obyek bacaan dgn berlandaskan Islam, sehingga setiap fenomena yg dibaca dpt dipahami menurut hukum-hukum yg diturunkan dari sifat RububiyahNya. (Al Alaq 1-3).

AKSIOLOGI
Bhs Yunani : axios (nilai) dan logos (ilmu, teori, studi mengenai). Aksiologi adalah teori tentang nilai Jujun S : aksiologi diartikan sbg teori nilai yg berkaitan dgn kegunaan dari pengetahuan yg diperoleh. Bramel : aksiologi terbagi dlm 3 bagian; (1)moral conduct, yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus, yakni etika. (2)esthetic expression, yaitu ekspresi keindahan. (3)sosio-political life, yaitu kehidupan sosial politik, yg melahirkan filsafat sosiopolitik.

POHON ILMU

ARAB TARBIYAH SYARIAH DAKWAH USHULUDDIN

KEDOKTERAN

ARSITEKTUR

iIlmu Pendidikan

Ekono mi Politik

INFORMATIK A MATEMATIKA

TEKNIK

PERTANIAN
Hukum KELAUTAN

Administra si

Manajeme n Pend. Sosial Komunikas i Filsafa t Bahasa & Sastra

GEOGRAFI PENGAIRAN ASTRONOMI FARMASI PETERNAKA N Sosiolog i BIOLOG I AGAMA ISLAM ILMU ALAM KIMIA FISIKA

PERIKANAN

Seni
Phisikologi

Antropologi

Sejarah

ILMU SOSIAL

ILMU HUMANIOR A

Hasil Observasi Eksperimen Penalaran Logis

2. INTERGRASI ILMU AGAMA ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN UMUM (INTERPRESTASI YANG HARUS DIIMPLEMENTASIKN)
KEDOKTERA N ARSITEKTUR TEKNIK PERTANIAN Hukum KELAUTAN GEOGRAFI FARMASI ASTRONOMI PERIKANAN PETERNAKA N Sosiologi BIOLOG I KIMIA Phisikologi Komunikasi Pend. Sosial Filsafat Seni Manajemen Bahasa & Sastra iIlmu Pendidikan Ekonomi Administrasi Politik

INFORMATIK A
MATEMATIK A PENGAIRAN

FISIKA

Antropologi

Sejarah

ILMU ALAM

ILMU SOSIAL

ILMU HUMANIORA

- Hasil Observasi - Eksperimen - Penalaran Logis

AL-QURAN AL - HADITS

Pola Lama Sebatas

Tauhid Figh Tasawuf/Akhlak Tarekah Bahasa Arab

Wujud dalam Asmaul Husna

Pola Baru P E N G E M B A N G A N

Tuhan

Esa

Minallah

Balah

Billah

Alallah

Maallah

Fallah

Penciptaan

Manusia

Materialisme : Evolusi Darwin Tanah & Roh : 15, 29, 22, 4 Adam (Khalifatullah)

Studi Islam

Al-Quran dan Hadist

Jagad Raya

Big Bang

Teori Al-Quran

Sittatu Ayyam : 6 Hari

Manusia & Perilaku

SQ, EQ, IQ, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Seni, Hukum, Hankam Air, Api, Udara, Angin, Tanah, Gunung, Darat, Laut, Hewan, Tambang, Petir, Hujan

Al-Qalb : - Sali (Muttaqim) Maridh (Munafiq) Maytun (Kafir) An-nafs : - Muthmainnah, - Lawwamah, - Ammanah bissu Al-Aql : - Dzakky (cerdas), - Jahil (bodoh) Al-lasad : - sehat, - sakit

Alam

Penciptaan yang tidak sia-sia

Keselamatan manusia & alam Dunia & Akhirat

Islam, Iman, Ihsan

Amal shalih & Profesional Akhlakul karimah

Keselamatan Alam & Kemakmuran