Anda di halaman 1dari 15

Biofarmasi sediaan obat yang diberikan secara perkutan

Nuryanti, M.Sc, Apt Laboratorium Farmasetika Jurusan Farmasi FKIK Unsoed

Metabolisme kutanous
Mekanisme transpor melalui membran kulit dengan cara difusi pasif Epidermis lapisan kulit yg paling aktif mengalami metabolisme & secara kimia mampu memodifikasi bermacam molekul yg berpermeasi Proses metabolisme dikatalisis oleh enzim yg terapat di kulit, meliputi reaksi: oksidasi, reduksi, hidrolisis & konyugasi

Metabolisme kutanous
Metabolisme :
Steroid hidrokortison dikonversi mjd kortison oleh hidroksisteroid dehidrogenase Oestradiol dioksidasi jd oeston Gugus karbonil dan bbrp steroid direduksi mjd alkohol sekunder Hidrokortison, testosteron, progesteron potensial utk ketoreduktase kutaneus

Tipe sel pada kulit


di epidermis: Keratinosit, mediator imunologi Sel Langerhans, mempresentasikan antigen dlm epidermis Sel indeterminan, prekursor sel langerhans ditemukan jg di papilar dermis Macrophage di dermis, proses phagositosis Sel-sel Mast, melepaskan histamin Granulosite, proses phagositosis Fibrolast & sel endotelial dr vaskulator, mekanisme antigen kulit

Imunologi Sediaan Transdermal


Ekspose obat mungkin sbg antigen thd sistem imunologi kulit sebelum brepermeasi ke dalam vasklator
Menyebabkan tjd asosiasi dgn antigen sel Diikuti transpor komplek thd SALT (Skin Associated Lymphoid Tissue) Ekspansi klonal dr antigen reaktif TLymphocytes dpt berlangsung.

Setelah memasuki sirkulasi


Lymphocytes T yg telah diaktivasi, melokalisasi deposisi antigen segar pd kulit menghasilkan peningkatan permeabilitas lokal diikuti keluaran antigen mll limphosit & makrophag dr dermis kulit Respon imun: Alergi kontak dermatitis Menetralisasi aktivitas obat yg tdk ada keuntungan kliniknya

Cara potensial untuk mengurangi hambatan kulit:


Pendekatan secara fisika: Pengelupasan & hidrasi st.korneum, iontoforesis, energi ultrasonik/fonoforesis, aktivasi termal Pendekatan secara kimia: Sisntesis analog lipofilik, delipidisasi st.korneum, Koadministrasi dgn pberian peningkatan permeasi kulit Pendekatan secara biokimia: Sintesis prodrug Ko-administrasi dgn pberian inhibitor metabolisme kulit

Pemilihan Obat
Obat memiliki kelarutan air > 1 mg / mL Kelarutan minyak > 1 mg / mL BM < 1000 Dosisnya < 10 mg / mL T1/2, cepat dlm dosis rendah Tidak toksis pd kulit

Peningkat Permeasi
Kimia Iontophoresis Fisika

Permeasi Kimia
Menyebabkan bahan aktif berada dlm keadaan aktivitas termodinamika tinggi
Terjadi kehilangan pelarut krn evaporasi/difusi kedalam kulit Matrik polimer dpt mengambil air dari kulit yg dpt mengganggu sifat kelarutan polimer (ex. Permean mll super saturasi)

Peningkatan penetrasi kimia dgn menggunakan pelarut yg berpermeasi ke dlm kulit & berperilaku sbg pembawa bahan aktif Komponen formulasi berpermeasi ke dlm inter seluler lipid, zat akan disisipkan/merusak struktur lipid
Difusi berlangsung lebih cepat & permeasi mll st. korneum akan meningkat

Iontophoresis
Pemberian obat mll kulit yg didorong oleh aplikasi aliran listrik Td dr 3 komponen dasar: Sumber aliran listrik (baterei) Sistem reservoir aktif (mgd obat dlm bentuk ionik) Sistem reservor yg mgd elektrolit (bfx melengkapi aliran listrik)

Fisika
Pengembangan iontophoresis:
Elektroporasi Ultrasonik (Sonophoresis)

Penghalang kulit secara fisika dapat dipecahkan dgn cara :


menembak partikel mll kulit dgn kecepatan tinggi or menembus st.korneum dgn teknologi penguraian laser secara terkontrol

Elektroporasi

Sonophoresis