Anda di halaman 1dari 46

Sanitasi makanan dan minuman

KELOMPOK 2
JUNAEDI A.ANG LUPIKA WOV

MATERI :
1. PENGANTAR SANITASI 2. JASAD RENIK ATAU MIKROBA 3. ZAT KIMIA & FISIS YANG BERBAHAYA PADA MAKANAN & MINUMAN 4. IDENTIFIKASI & EVALUASI 5. METODE PENCEGAHAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PENGANTAR SANITASI
Menurut Slamet Riyadi sebagai suatu usaha kesehatan yang membatasi terhadap semua usaha yang bertujuan untuk mengadakan pencegahan ataupun penolakan terhadap faktor faktor hidup yang menimbulkan suatu penyakit secara epidemiologis

Usaha usaha tersebut meliputi :


Menghilangkan ,menguasai, mengurangi faktor agent karena baik langsung maupun tidak dapat merupakan sebagai sebab timbulnya suatu penyakit Menurut ahli epidemiologi , Keseimbangan antara Host, Agent dan lingkungan Atau dikenal Biological inter relationship balance againts disease

Menurut Perkin
SEHAT ATAU TIDAKNYA SESEORANG AMAT TERGANTUNG DARI ADANYA KESEIMBANGAN YANG RELATIF DARI BENTUK DAN FUNGSI TUBUH, YG TERJADI SBG HSL DR KEMAMPUAN PENYESUAIAN SECARA DINAMIS (lingkungan) yg berusaha menganggu

Menurut Azrul Azwar


Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap pelbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi atau mungkin mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Jadi lebih mengutamakan usaha pencegahan terhadap pelbagai faktor lingkungan, shg penyakit dpt dihindarkan

MAKANAN Makanan dapat menyehatkan dan dapat pula menyusahkan. Sehat : bila higienes dan mencukupi kebutuhan gizi. Dapat berakibat fatal bila terdapat racun / kuman. Dengan penanganan sempurna sejak pemeliharaan bahan makanan hingga penyajiannya, keracunan yang berakibat fatal bisa dicegah.

Sanitasi makanan
suatu usaha pencegahan yg menitik beratkan kegiatan dan tindakan yg perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dr segala bahaya yg dapat mengganggu atau merusak kesehatan mulai dr sebelum makan dan minum, diproduksi sampai siap utk dikonsumsi oleh konsumen.

Tujuan dari usaha sanitasi makanan dan minuman


1.Menjamin keamanan dan kebersihan makanan dan minuman agar konsumen terhindar dr penyakit 2.Melakukan usaha pencegahan agar konsumen tidak dirugikan oleh makanan dan minuman tsb.

Factor-faktor yg mempengaruhi makanan 1. Lingkungan fisik ( air, tanah, udara, sinar matahari, suhu, kelembapan, dll ) Air : proses pengolahan makanan ( kualitas makanan ) Tanah : mengandung mikroorganisme dan mineral ( kontaminasi ) Udara : pengaruh air dan tanah 2. Lingkungan kimia ( peptisida, food additive dan logam ) Peptisida : jumlah tertentu ( keracunan ) Food additive : memperbaiki warna, cita rasa, bentuk, tekstur atau memperpanjang masa simpan. Logam : kontaminasi penggunaan peralatan selama proses makan dipelayanan makanan. 3. Lingkungan biologi/jasad renik, tumbuhan, hewan serta manusia. Jasad renik : bakteri, protoxoa, virus. Tumbuhan : jamur beracun. Hewan : insekta Manusia/sumber penyebaran : stephylococus. Salmonella, perfroegens, dan enterococus.

Peranan makanan terhadap penyebaran penyakit makanan 1. Agen ( penyebab ) Mengandung bahan-bahan penyebab langsung penyakit ( alamiah terdapat jemur beracun, tempe bongkrek, singkong, dll ) 2. Vehicle ( pembawa ) Tercemar bahan berbahaya ( parasit, mikroorganisme, zat kimia ) 3. Media ( perantara ) Kontaminasi jumlah biakan dlm suhu dan waktu yg cukup lama shg media pertumbuhan mikroorganisme/kuman berbahaya cepat tumbuh.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: a) Sumber bahan makanan Apakah pemakaian insektisida untuk sayuran/buah-buahan tidak meracuni jenis makanan ini. Apakah area pengambilan ikan bukan daerah pembuangan limbah industry yang dapat membahayakan kesehatan bila kita makan ikan-ikan ini. b) Pengangkutan bahan makanan Pengangkutan pada dasarnya mempunyai dua tujuan, sebagai berikut: Bahan makanan tidak sampai tercemar Bahan makanan tidak sampai rusak c) Penyimpanan bahan makanan Semua bahan makanan disimpan dengan baik sehingga tidak terjadi kontaminasi/pencemaran. .

d) Pemasaran makanan Bahan makanan yang dijual di pasar harus terjaga sanitasinya karena lingkungan pasar yang tidak bersih dan sehat sehingga bahan makanan yang dijual di supermarket lebih terjaga sanitasinya. e) Pengolahan bahan makanan Biasanya makanan diolah di dapur. Oleh karena itu, kebersihan dapur harus diperhatikan dan dijaga kebersihannya. f) Penyajian makanan Makanan sebelum disajikan harus diatur sedemikian rupa sehingga selain menarik, juga menambah selera makan dan terhindar dari kontaminasi serta terjaga sanitasinya. g) Penyimpanan makanan yang telah diolah Sisa makanan yang disimpan kembali harus dijaga sanitasinya dengan memperhatikan tempat dan suhu penyimpanan dan suhu pemanasannya

Sanitasi Susu 1. Untuk mendapatkan susu yang baik ada dua syarat sebagai berikut: Safe milk tidak mengandung bibit penyakit yang membahanyakan kesehatan. Clean milk tidak mengandung zat-zat lain yang tidak ditemukan dalam susu murni walaupun zat tersebut tidak berbahaya untuk kesehatan. 2. Untuk mendapatkan safe dan clean milk adalah sebagai berikut; Hewan yang diambil susunya haruslah hewan yang sehat Orang yang mengelola susu harus sehat Lingkungan tempat susu diambil harus selalu dalam keadaan bersih Usahakan ada ruangan yang bersih untuk menyimpan sementara susu ini, yang dekat dengan kandang susu Alat-alat yang digunakan harus bersih Pengelolaan susu harus terjamin kebersihannya Kalau pengangkutan lebih dari dua jam, harap alat transportasi dilengkapi dengan alat pendingin .

Sanitasi Daging Pengawasan daging sangat perlu, terutama karena daging lekas membusuk, juga kemungkinan hewan potong menderita penyakit yang dapat ditularkan kepada manusia. Selain itu, daging sapi mudah terkena infeksi. Di Indonesia pengawasan daging sapi yang dijual kepada umum dilakukan oleh dinas peternakan dari Departemen Pertanian yang juga mengawasi pemotongan sapi di rumah potong hewan. Untuk memelihara sanitasi daging ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan. 1. Hewan potong Hewan apapun yang akan diambil dagingnya, harus bebas dari penyakit, seperti TBC, anthrax, dan cacing. Untuk mengetahui apakah hewan potong mempunyai penyakit dilakukan dua kali pemeriksaan. Pemeriksaan sebelum dipotong. Hewan yang dicurigai menderita penyakit, harus dipotong terpisah. Pemeriksaan setelah ternak dipotong yang diperiksa biasanya kelenjar, jantung, alat-alat visceral, sebab alat-alat ini sering sebagai tempat hidupnya bibit penyakit. 2. Rumah potong Bangunan harus dibuat dari bahan yang kuat dan mudah dibersihkan, tidak menjadi sarana berbagai serangga atau tikus, mempunyai saluran limbah, mempunyai air bersih yang cukup dan mempunyai tempat pembuangan sampah yang baik. Kadang-kadang tersedia untuk tempat hewan menginap sebelum dipotong. Orang yang melaksanakan pemotongan harus terjaga kesehatannya. Pisau dan alat-alat yang dipergunakan harus benar-benar bersih.

3. Pemasaran Kebersihan pasar daging haruslah terpelihara. Daging yang dijual jangan dibiarkan terbuka dan batasi pembeli memegang daging agar tidak terkontaminasi oleh kuman yang mungkin ada pada tangan pembeli tersebut. Sebaiknya pasar dilengkapi dengan alat pendingin agar daging tidak cepat rusak. Untuk mengetahui apakah daging masih berada dalam keadaan baik, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:

Kerusakan daging
Tanda-tanda kerusakan Pembentukan lendir Perubahan warna Perubahan bau menjadi busuk karena pemecahan protein dan terbentuknya senyawa-senyawa berbau busuk seperti amonia, H2S, dan senyawa lain-lain Perubahan rasa menjadi asam karena pertumbuhan bakteri pembentuk asam Ketengikan yang disebabkan pemecahan atau oksidasi lemak daging

KERACUNAN MAKANAN: Adalah sejenis gastro enteritis yang disebabkan oleh makanan yang telah tercemar oleh racun, biasanya racun dari bakteri. Bergantung pada jenis racun, gejala klinik timbul dalam 3 jam 24 jam. Jika makanan telah dicemari bakteri maka bakteri akan menghasilkan racun yang disebut TOXIN.

Kasus keracunan dapat terjadi pada: - Pesta pernikahan - Pesta Ulang Tahun - Penyediaan makanan bagi karyawan perusahaan.
RACUN dapat berasal dari: - Bahan kimia : sianida, pestisida,arsen - bahan kimia rumah tangga. - Racun alami makanan - Mikroorganisme

Agent
adalah faktor essensial yang harus ada agar penyakit dapat terjadi. Agent dapat berupa benda hidup, tidak hidup, enersi, sesuatu yang abstrak, yang dalam jumlah yang berlebih atau kurang merupakan sebab utama/essensial dalam terjadinya penyakit.

AGENT HIDUP
Agent hidup atau agent yang terdiri atas benda hidup seperti metazoa, fungi, protozoa, bakteri, rickettsia, dan virus menyebabkan penyakit yang bersifat menular

AGENT TIDAK HIDUP


Agent tidak hidup dapat berupa: a. zat kimia yang dapat dibagi lagi ke dalam zat kimia berasal dari luar tubuh (exogen), terutama banyaknya zat kimia pencemar lingkungan, dan dari dalam tubuh (endogen) seperti metabolit, hormon, dll. b. zat fisis seperti temperatur, kelembaban, kebisingan, radiasi pengion, radiasi nonpengion, sernuanya dapat menyebabkan penyakit.

Sistem Transmisi
Sistem transmisi diartikan sebagai sistem yang membawa/men-transpor agent dari satu host ke host yang lain. Proses yang berlangsung secara berurutan ialah: 1. agent harus dapat keluar tubuh penderita/host. Tempat tadi disebut portal of exit. Ia dapat ikut keluar dengan ludah, dahak, air mata, udara pernapasan, eksresi kelenjar kelamin, urine, tinja, atau sekret borok, darah, dll. 2. harus dapat bertahan hidup di lingkungan, sampai ia dapat memasuki media transpor atau host lainnya,

3. harus ada mekanisme transpor, yang bisa terlaksana oleh insekta (vektor) atau oleh benda mati (vehicle) seperti peralatan medis, air, makanan, debu, tanah, atau kontak langsung antara manusia dengan hewan atau manusia dengan manusia lain atau diri sendiri seperti haInya penularan fekal-oral lewat tangan,. alat makan, pada penyakit cacing. Sistem transmisi ini merupakan sebagian dari mekanisme reservoir agent untuk tetap hidup.

Zat kimia yang terdapat pada makanan jajanan anak sekolah ada yang mengandung formalin ,borax,MSG pengental bakso, Rhodamin B / pewarna Tahu , permen, mi, ikan segar, ikan asin mengandung formalin

FORMALIN: Formalin adalah larutan yang mengandung formaldehyd ( CH 2 O ) dalam air yang mengandung metanol 8 12 % sebagai stabilisator. Kadar formaldehyd antara34 38 % Dipasaran dapat diperoleh foramalin yang sudah di encerkan yaitu foramalin 40 %, 30 %, 20% dan 10 %. Ada yang dalam bentu tablet formalin seberat 5 gram.

Formalin digunakan untuk : - Pembersih - Antiseptik - Pengawet kayu - Pengawet mayat. Bila masuk dalam makanan , formalin bereaksi cepat dengan saluran lendir dari saluran nafas - Dalam tubuh, formalin teroksidasi menjadi asam format terutama dalam hati dan sel darah merah.

Makanan dg Pengolahan yang kurang sempurna maupun dikonsumsi mentah dapat berakibat keracunan. Contoh : Singkong dan daunnya mengandung zat amidalin, se waktu waktu asam sianida dapat terlepas dari ikatannya sehingga dapat menimbulkan keracunan sianida.

Biji jengkol mengandung asam jengkol yang sukar larut dalam air. Pada kentang terdapat racun solanin dapat menimbulkan gejala muntah, diare, sakit kepala, sakit perut dan badan lemas. Mikroorganisme yang mencemari makanan dengan cara mengeluarkan racun ( bacterial food poisoning ) atau menginfeksi saluran pencernakan ( bacterial food infection )

6 LANGKAH MENCEGAH KERACUNAN : 1. Pemilihan bahan makanan 2. Menyimpan bahan makanan mentah 3. Pengolahan bahan makanan 4. Penyimpanan makanan jadi 5. Pengangkutan 6. Penyajian

Contoh mikroorganisme: Clostridium Botulinum: Dengan cara mengeluarkan racun. Penderita yang terserang toxin ini umumnya mati karena sesak nafas. Bakteri ini terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak/ kaleng kembung, berkarat, bocor, segel rusak, bernau, warna tidak normal.

Pseudomonas Cocovenans : menghasilkan racun pada tempe bongkrek Staphylococcus Aureus : Mengeluarkan racun pada makanan dg protein tinggi misal: daging, telur, susu, ikan, Salmonella Sp : menginfeksi saluran cerna Makanan yang tercemar salmonella antara lain: daging dan hasil olahannya. Telur mentah, makanan yang disimpan pada suhu 10 60Celcius.

Shigella Adalah mikro organisme yang terdapat pada Saluran pencernakan manusia dan menyebabkan disentri basiler. Infeksi shigella pada sal. Cerna. Jarang menginvasi ke aliran darah. Untuk menimbulkan infeksi, dosis < 10 pangkat 3 mikroorganisme. Shigella invasi pada epitel mukosa, sehingga terjadi mikroabses pada dinding colon dan ileum terminale, sehingga terjadi necrosis selaput mucosa, ulcerasi superficial, perdarahan, dan pembentukan pseudomembran pada daerah ulkus.

Escherichia Coli Adalah anggota flora usus normal. Bakteri menjadi patogen bila bakteri ini berada diluar usus. Tempat yang paling sering terkena infeki adalah: - Saluran kemih - Saluan empedu - Tempat lain di rongga perut.

E. Coli menyebabkan diare sangat sering ditemukan di seluruh dunia. Klasifikasi, ciri khas dan virulensi E. coli berbeda beda dan setiap group menimbulkan penyakit melalui mekanisme yang berbeda.

Faktor Kerusakan
Mikroba : bakteri, kapang, kamir Enzim : asli, dari mikroba Pemanasan/Pendinginan Serangga dan Pengerat Kadar Air Oksigen dan Sinar Waktu dan Suhu Penyimpanan

Tanda-tanda kerusakan Pembentukan lendir pada permukaan ikan Bau busuk karena terbentuknya amonia, H2S dan senyawa-senyawa berbau busuk lainnya lebih cepat terjadi pada ikan laut dibandingkan ikan air tawar. Perubahan warna kulit dan daging ikan menjadi kusam atau pucat Perubahan tekstur berkurang kekenyalannya Ketengikan karena terjadi pemecahan dan oksidasi lemak ikan

Mudah busuk karena: struktur daging yang sangat halus mikroba mudah masuk terdapat enzim alami yang sangat aktif kecepatan pembusuk meningkat adanya kotoran dalam perut ikan sumber mikroba pada ikan asin / peda kapang, bakteri halofilik (bakteri tahan garam)

Kerusakan ikan

METANIL YELLOW PEWARNA TERLARANG DAN BERBAHAYA RHODAMIN B

Direktorat Surveilan Dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Sakarin dan Siklamat


Permenkes: penderita diabetes atau sedang menjalani diet kalori Batas maksimum siklamat adalah 500 mg 3 g/kg bahan Batas maksimum sakarin adalah 50 300 mg/kg bahan Siklamat :Amerika sudah DILARANG

Direktorat Surveilan Dan Penyuluhan Keamanan Pangan

PENGAWET BERBAHAYA & Dilarang!!!


BORAKS baso, mie basah, pisang molen, lemper, buras, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit lebih kompak (kenyal) teksturnya dan memperbaiki penampakan antiseptik dan pembunuh kuman
FORMALIN tahu & mie basah mengawetkan mayat & organ tubuh
Direktorat Surveilan Dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Permenkes Rl No.239/MENKES/PER/V/85 tentang Zat Warna Berbahaya

Auramine* Alkanet

Butter Yellow* Black 7984 Burn Umber


Indanthrene Blue RS Magenta* Metanil Yellow*

Chrysoidine* Crysoine Citrus Red No. 2* Chocolate Brown FB Oil Orange SS* Oil Orange XO* Oil Orange AB* Oil Yellow OB* Rhodamin B* Sudan I* Scarlet GN Violet 6B

Fast Red E Fast Yellow AB Guinea Green B*

Orange G Orange GGN Orange RN Orchid and Orcein

Orange G Orange GGN Orange RN Orchid and Orcein

Direktorat Surveilan Dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Kerusakan Makanan Kaleng


Flat sour, kaleng tidak cembung tetapi isinya sangat asam Flipper, kelihatan normal, jika ditekan cembung ke sebaliknya Springer, salah satu ujung datar, ujung yang lain cembung, jika ditekan cembung ke sebaliknya Kaleng cembung (swell), oleh bakteri pembentuk gas Noda hitam

Suhu Optimum
Bahan Alpukat Anggur Apel Jeruk Mangga Nenas++) Pepaya Pisang Suhu Terbaik 7.5 7.5 12 23 10 10 30 7.5 13.5 Kerusakan jika di bawah suhu optimum Coklat bagian dalam Luka, bopeng, coklat dalam Coklat dalam, lunak dan pecah Kulit tidak beraturan Warna pucat bagian dalam Lembek Pecah Warna gelap jika masak

Suhu Optimum
Bahan Buncis Kentang Ketimun Kol++) Terung++) Tomat hijau Tomat matang Wortel++) Suhu Terbaik 7.5 10 4,5 7,5 0 7 10 13 10 0 1,5 Kerusakan jika di bawah suhu optimum Bopeng, lembek, kemerahan Coklat (browning) Bopeng, lembek, busuk Garis-garis coklat tangkai Bintik-bintik coklat Tidak berwarna jika masak, mudah menjadi busuk Pecah Pecah