Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

ENTEROKOLITIS NEKROTIKANS
ABDUL GAFUR ZULKARNAIN 10542 0059 09 Pembimbing dr. Indriaty Syaiful Sp.A

DEFINISI
Enterokolitis nekrotikans adalah penyakit yang paling sering ditemukan di antara bayi-bayi prematur dan merupakan kedaruratan bedah. Terjadi Inflamasi dan nekrosis menyebar atau dalam satu bidang pada lapisan mukosa dan submukosa usus.

EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian NEC berbanding terbalik dengan berat lahir. NEC mempengaruhi 11,5% dari bayi berat 401-750 gram, 9% berat bayi lahir 751-1000 g, 6% bayi berat 1001-1250 g, dan 4% berat bayi 1251-1500 g. Dua set data memperlihatkan bahwa kejadian NEC relatif rendah di taiwan (7%). Angka kematian Bayi kurang bulan dengan berat lahir sangat rendah lebih tinggi di Taiwan dari Amerika karena NEC.

Anatomi dan fisiologi

HISTOLOGI

ETIOLOGI
Etiologi NEC hingga saat ini belum dapat dipastikan. Beberapa faktor yang muncul berkontribusi sebagai patogenesis seperti Ketidakmatangan beberapa fungsi intestinal meliputi dismotilitas gastrointestinal, gangguan regulasi aliran darah ke usus, gangguan pertahanan. Pemberian makanan, iskemik usus, dan kolonisasi bakteri dapat mengakibatkan cedera pada mukosa.

PATOLOGI DAN PATOGENESIS


Iskemik pada usus Hipoperfusi
Gangguan mukosa dan sel mukosa usus Nekrosis

Invasi bakteri melepaskan toksin dan gas hidrogen

Tampak Nekrosis dari intestinal dan pneumatosis intestinal

Gambaran Klinis
NEC derajat I Apnea, bradycardia, lethargy, abdominal distension and vomiting NEC derajat II Distensi abdomen berat, Nyeri tekan abdomen, Feses berdarah, Lengkung pada usus teraba, Bunyi usus yang mungkin menurun NEC derajat III Kemunduran tanda-tanda vital , Adanya bukti syok septik, Edema dan eritema dinding abdomen, Asidosis (metabolik dan/respiratorik)

DIAGNOSIS

Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, gambaran klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang Leukopenia (hitung sel darah putih total di bawah 6000/mm3) Trombositopenia (hitung trombosit dibawah 50.000/mm3) Ketidakseimbangan elektrolit. Gangguan elektrolit seperti hiponatremia dan hipernatremia serta hiperkalemia sering terjadi. Analisa gas darah apakah terjadi Asidosis (metabolik dan atau respiratorik) Kultur Specimen darah, urin, feses, dan Cairan serebrospinal sebaiknya diperiksa untuk kemungkinan adanya virus, bakteri, dan jamur yang patogen Pemeriksaan Radiologi Distensi Fokal atau gas nonspesifik pada lengkung usus Penebalan dinding usus dari adanya edema Pnematosis intestinal (gelembung udara pada dinding usus) Lengkung usus yang berdilatasi Udara vena porta Pnemoperitonium (udara abdomen bebas)

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan medis didasarkan pada tiga prinsip umum yaitu mengistirahatkan usus mencegah berlanjutnya cedera, mengoreksi atau memodifikasi respon sistemik.3 Hentikan minum enteral Pasang pipa lambung untuk drainase Mulailah infus glukosa atau garam normal Mulailah antibiotik: Beri ampisilin (atau penisilin) dan gentamisin ditambah metronidazol (jika tersedia) selama 10 hari. Jika bayi mengalami apnu atau mempunyai tanda bahaya lainnya, berikan oksigen melalui pipa nasal. Jika apnu berlanjut, beri aminofilin atau kafein IV Jika bayi pucat, cek hemoglobin dan berikan transfusi jika hemoglobin < 10 g/dL.3 Lakukan pemeriksaan foto abdomen pada posisi A-P supinasi dan lateral sinar horizontal. Jika terdapat gas dalam rongga perut di luar usus, mungkin sudah terjadi perforasi usus. Mintalah dokter bedah untuk segera melihat bayi. Periksalah bayi dengan seksama setiap hari. Mulai lagi pemberian ASI melalui pipa lambung jika abdomen lembut dan tidak nyeri-tekan, BAB normal tanpa ada darah dan tidak muntah kehijauan. Mulailah memberi ASI pelan-pelan dan tingkatkan perlahan-lahan sebanyak 1-2 mL/minum setiap hari.3

1. Komplikasi segera meliputi Sepsis Gagal nafas Gagal ginjal Syok Anemis Trombositopenia Perforasi 2. Komplikasi jangka panjang Intestinal Striktur Syndrome usus pendek Malabsorbsi Gagal tumbuh kembang Fistula enterokolitis

Komplikasi

PENCEGAHAN
Mencegah prematuritas, pemberian antibiotic enteral dan penggunaan cairan perenteral secara bijak, pemberian IgG dan IgM enteral, penundaan atau melambatkan pemberian makanan pendampinng ASI, pemberian ASI dan penggunaan prebiotik dapat menjadi pendekatan yang paling baik dalam mencegah Enterokolitis Nekrotikan

DAFTAR PUSTAKA

Children Hospital Los Angeles. Enterokolitis Necrotikan diakses pada tanggal 15 Desember.2013.http://www.chla.org/site/c.ipINKTOAJsG/b.4356869/k.7128/Necroti zing_Enterocolitis.htm#.Uq0vuifMiXQ. Lucile Parkchard Children Stanford. Enterocolitis Necrotikan. Diakses tannggal 15 Desember 2013. http://www.lpch.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/hrnewborn/nec.html World Health Organization. Enterokolitis Nekrotikan. Dalam : Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit. Tim Adaptasi Indonesia : editor. 2009; h.67-68. Robbins & Cotran. 2006. Enterokolitis Nekrotikan dalam Buku Saku Dasar Patologis Penyakit (Edisi 7), Jakarta : EGC Hull, David & Derek I. Johnston. 2008. Dasar-dasar Pediatri, Edisi 3. Jakarta:EGC. Stephen J. Mcphee. William F. Ganong. 2011. Penyakit gastrointestinal dalam Patofisiologi Penyakit: Pengantar Menuju Kedokteran Klinis (Edisi 5). Penerbit: EGC. Richard E. Behrman. Robert M. Kliegman, Ann M. Arvin. 1999. Sindroma usus pendek dalam Kesehatan Anak Nelson Vol. 2. Jakarta : EGC. hal. 1346-1347. Robbins, Kumar, Cotran . 2007. Buku Ajar Patologi (Volume 2) (Edisi 7),Penerbit: EGC. Shu Fen Wu, Michael Caplan, Nectrozing Enterocolitis: Old problem with new hope. ELSEVIER Journal of Neonatology