Anda di halaman 1dari 60

Bimbingan UKDI

Vannya Dewi Puspitasari

Inkompatibiltas Rhesus

Wanita dengan golongan darah Rh (-) terekspos darah golongan Rh (+) sehingga menimbulkan antibodi Rh. 15 20% Kaukasian mempunyai golongan darah Rh (-) 5 -10% African Americans <5 % Chinese, American Indian Mekanisme terjadinya

BUMIL Rh (-) terekspos darah janin Rh (+) melalui perdarahan fetomaternal yg terjadi pada proses abortus, trauma, persalinan, prosedur invasif Transfusi

Chadwick sign Goodel Hegar Ladin

Mukosa vagina bewarna merah keunguan atau kebiruan Perlunakan serviks Perlunakan segmen bawah rahim Perlunakan pada midline uterus antara tautan uterus dan cervix

Kriteria diagnosis Hiperemesis Gravidarum

Grade I

Grade II

Muntah terus menerus Perasaan lemah Nafsu makan Berat badan menurun Nyeri epigastrium Nadi 100x/m TD sistemik menurun Turgor kulit Lidah kering Mata cekung

Tampak lemah & apatis Turgor lebih Lidah kering & kotor Nadi kecil & cepat Suhu naik Mata agak ikterik Berat badan turun Mata cekung Tekanan darah turun Hemokonsentrasi Oliguria Konstipasi Nafas berbau aseton & aseton urin

Grade III

Keadaan umum lebih payah Muntah berhenti Kesadaran menurun mulai somnolen sampai koma Nadi lebih kecil dan lebih cepat Suhu lebih tinggi Tensi lebih turun Ensefalopati Wernicke (nistagmus, diplopia, perubahan mental) Ikterus

Abortus imminen Kel

Abortus insipien

Abortus inkompletus

Abortus kompletus

RIWAYAT TERLAMBAT HAID/POSITIF HAMIL

Keluar darah Keluar darah Keluar dari jalan lahir dari jalan lahir jaringan/gump alan daging dari jalan lahir + perdarahan Px ginekologi TFU sesuai umur kehamilan
OUE tertutup Tx Konservatif

Keluar jaringan/gump alan daging dari jalan lahir + perdarahan TFU tak sesuai umur kehamilan
OUE tertutup -

TFU sesuai umur kehamilan


OUE terbuka Kuretase

TFU tak sesuai umur kehamilan


OUE terbuka Kuretase

Usia Kehamilan
4w Telur ayam 8w-10w Telur bebek 12w 16w 20w 24w Telur angsa, 2 jari atas simfisis Pertengahan simfisi-pusat 3 jari bawah pusat Setinggi pusat

28w 32w

3 jari atas pusat Pertengahan pusat proc. xyphoideus


3 jari bawah proc. xyphoideus

36w

40w

1 jari bawah px

KET
Ax Riwayat terlambat haid/ positif hamil Nyeri perut Pingsan/badan terasa lemas TTV normal/shock Nyeri tekan abdomen (+) Uterus dapat sesuai umur kehamilan Nyeri goyang portio Cavum douglas menonjol ABC (jika Hemodinamik tak stabil) Laparotomi (salpingektomi)

Px

KET
Tx

Mola Hidatidosa

Gemelli

Poli hidramnion

Bayi besar

<20 minggu
Kel

20 minggu

Kandungan (uterus) lebih besar dari umur kehamilan Perdarahan, keluar gelembung2 Gerak anak banyak sesak

Px ginekologi

TFU lebih besar dari usia kehamilan DJJ (-) DJJ (+) 2 PM Teraba 3 bagian besar janin HCG (+) dengan pengenceran (-) DJJ (+) jauh DJJ (+) Bagian janin Teraba bagian sulit diraba, janin ballotement (+)

Px penunjang

HCG dengan pengenceran (+)

Trichomonas vaginalis Etiologi Ax Trichomonas vaginalis Keputihan berwarna kuning sampai kehijauan

Candidiasis Candidiasis albicans Keputihan berwarna putih, seperti susu pecah Gatal sekali pada daerah vulva + selangkangan

Bacterial vaginosis Gardnerella vaginalis Keputihan berwarna putih keabuan Bau amis

Px ginekologi
Px mikroskop Terapi Metronidazole Flukonazole Nystatin Clue cell +

Metronidazole Klindamisin cream

Siklus: 28 hari

H+7
Siklus: 30 hari

B3

T+1

HPL

H+ 9
H+ 4

Siklus: 25 hari

ANC minimal (4kali) Trimester 1 (0 14w) Trimester 2 (14 28w) 1 kali 1 kali 0 28w 28 36w

ANC ideal 1 bulan sekali 2 minggu sekali

Trimester 3 (28 42w)

2 kali

36 42w

Seminggu
sekali

Kurva Friedman: fase aktif: dilatasi 3-5 cm dengan kontraksi/his yang adekuat. APN (partograf): fase aktif 4cm

Friedman (1972) subdivided active-phase problems


Protraction Nulliparas: a slow rate of cervical dilatation or descent, which for was less than 1.2 cm dilatation per hour or less than 1 cm descent per hour Multiparas: protraction was defined as less than 1.5 cm dilatation per hour or less than 2 cm descent per hour. Arrest disorders: a complete cessation of dilatation or descent. Arrest of dilatation was defined as 2 hours with no cervical change, and arrest of descent as 1 hour without fetal descent.

Belum inpartu

Kala 1 Tunggu dan evaluasi.... jam

Kala 2

Sikap dalam Fantom


Akhiri kehamilan dengan.... atas indikasi

VT atas indikasi
Pimpin mengejan... jam Akhiri persalinan dengan.... atas indikasi

Akhiri persalinan dengan.... atas indikasi

KETUBAN PECAH

Tanda infeksi? (chorioamnionitis) Akhiri kehamilan

< 28 minggu

28 34 minggu

35 s.d < 37 minggu

37 minggu

Antibiotika Tokolitik

Antibiotika Inj Dexamethason Tokolitik

Antibiotika Konservatif tanpa tokolitik (36mg)

Konservatif

Aktif

KETUBAN PECAH (aterm) < 6jam Belum inpartu

Tanda infeksi? (chorioamnionitis) 6 jam

Inpartu

Belum inpartu
BS < 5 BS 5

Inpartu

Tunggu dan evaluasi

Tunggu s/d 6 jam

Misoprostol 1/8 tab

Oksitosin drip

Inpartu

Belum inpartu

Tunggu dan evaluasi

Hipertensi gestasional Dx Onset: usia kehamilan > 20 minggu TD 140/90

PE Ringan

PE Berat

Superimpos ed Preeklamsi Onset: usia kehamilan < 20 minggu TD 140/90 Proteinuria (+) Mondok, pemberian MgSo4, konservatif jika preterm

Hipertensi Kronik Onset: usia kehamilan < 20 minggu TD 140/90 Proteinuria () ANC seperti biasa, rawat bersama penyakit dalam

Onset: usia kehamilan > 20 minggu TD 140/90

Onset: usia kehamilan > 20 minggu TD 160/110 Proteinuria (+) 2 Mondok, pemberian MgSo4, konservatif jika preterm

Proteinuria (-) Proteinuria (+) 1 Tx ante part um ANC seperti biasa, cek ulang proteinuria bila TD meningkat Tunggu inpartu spontan Vit E, vit C dan Kontrol 1 minggu lagi, 2x kontrol TD tak turun dianggap PEB Tunggu inpartu spontan

Tx intra part

Akhiri kehamilan jika aterm

Akhiri kehamilan jika aterm

Tunggu inpartu spontan

Solusio Plasenta

Plasenta previa

Kel/anamnesi s

Keluar darah dari jalan lahir, sedikit, merah kehitaman Pusing, lemas, pucat Nyeri (+) Riw. Trauma, PEB
Hemodinamik stabil/syok Anemis Nyeri tekan abdomen Uterus tegang dan keras Uterus > usia kehamilan Fetal distress Tampak darah mengalir dari OUE Ketuban menonjol dan tegang SC/pervaginam

Keluar darah dari jalan lahir, banyak, merah segar Pusing, lemas, pucat Nyeri (-) Bekas SC
Hemodinamik stabil/syok Anemis Uterus = usia kehamilan Kepala belum masuk PAP Kelainan letak Tampak darah mengalir dari OUE Konservatif/SC

Px

inspekulo

Tx

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Trauma Hipertensi kronis, Preeklamsia/eklamsia Pengosongan uterus mendadak Faktor tali pusat Kelainan uterus/tumor Pekerjaan banyak berdiri atau berjalan Faktor umur Faktor paritas Merokok Kejadian berulang

Inertia uteri: his yang tak adekuat/melemah pada kala 1

Primer: pada fase laten Sekunder: pada fase aktif

Sikap: Perbaikan his (augmentasi persalinan) dengan oksitosin drip (5 IU dalam 500cc RL dimulai 8 tpm dapat dinaikkna 4 tpm/30 menit sampai his adekuat/maksimal 20 tpm)

Laserasi Perineum I II III A B C IV Mukosa vaginam, kulit perineum s/d otot-otot perineum s/d m. sphincter ani external <50% s/d m. sphincter ani external >50% s/d m. sphincter ani internal s/d Mukosa rektum

Siklus haid normal: 21 35 hari Gangguan

POLIMENOREA: siklus haid < 21 hari, haid terlalu sering OLIGOMENOREA: siklus haid > 35 hari, haid jarang

Jumlah darah yang keluar: normal 2 5 pembalut per per hari Gangguan:

HIPERMENORE HIPOMENORE

Lamanya darah haid keluar; normal: 2 5 hari Gangguan:

MENORAGI BRAKIMENORE

Perdarahan di luar hari haid yang normal: METRORAGIA

Amenore primer:

Wanita usia 14 tahun tidak ada pertumbuhan seks sekunder, belum haid Wanita 16 yahun telah ada pertumbuhan seks sekunder, belum haid Pernah haid, kemudian 3 bulan berturut-turut tidak haid

Amenore sekunder:

growth hormone secreted from the placenta becomes detectable at 8w. By approximately 17 weeks, the placenta is the principal source of growth hormone secretion. Growth hormone in amnionic fluid peaks at 14 to 15 weeks and slowly declines thereafter to reach baseline values after 36 weeks Prolactine. The principal function of maternal prolactin is to ensure lactation. Early in pregnancy, prolactin acts to initiate DNA synthesis and mitosis of glandular epithelial cells and presecretory alveolar cells of the breast.

Beginning early in the first trimester, levels of the principal carrier proteinthyroxine-binding globulin increases, reaches its zenith at about 20 weeks, and stabilizes at approximately double baseline values for the remainder of pregnancy. Total serum thyroxine (T4) increases sharply beginning between 6 and 9 weeks and reaches a plateau at 18 weeks. Free serum T4 levels rise slightly and peak along with hCG levels, and then they return to normal. The rise in total triiodothyronine (T3) is more pronounced up to 18 weeks, and thereafter, it plateaus.

Parathyroid hormone plasma concentrations decrease during the first trimester and then increase progressively throughout the remainder of pregnancy

Progestin-only oral contraceptives prescribed or dispensed at discharge from the hospital to be started 2 3 weeks postpartumfor example, the first Sunday after the newborn is 2 weeks old Depot medroxyprogesterone acetate initiated at 6 weeks postpartuma Hormonal implants inserted at 6 weeks postpartum The levonorgestrel intrauterine system can be inserted at 6 weeks postpartum Combined estrogen-progestin contraceptives, if prescribed, should not be started before 6 weeks postpartum, and only when lactation is well established and the infant's nutritional status appropriate.

KONTRASEPSI DARURAT

KONTRASEPSI YANG DAPAT MENCEGAH KEHAMILAN BILA DIGUNAKAN SETELAH HUBUNGAN SEKSUAL YANG TIDAK TERLINDUNG DENGAN ALAT KONTRASEPSI KONTRASEPSI PASCASANGGAMA, MORNING AFTER PILL ATAU MORNING AFTER TREATMENT

JENIS DAN CARA PEMBERIAN

INSERSI AKDR DALAM 7 HARI PASCASANGGAMA. SATU KALI PEMASANGAN COPPER-T, MULTILOAD. NOVA-T SATU KALI PEMASANGAN.

PIL KOMBINASI

MICROGYNON 50, OVRAL, NEOGYNON,NORDIOL DAN EUGYNON. 2X2 TABLET DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA DOSIS KE DUA 12 JAM KEMUDIAN

PIL KOMBINASI

MICROGYNON 30, MIKRODIOL ATAU NORDETTE 2X4 TABLET DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA DOSIS KEDUA 12 JAM KEMUDIAN

PROGESTIN

POSTINOR 2X1 TABLET DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA DOSIS KEDUA 12 JAM KEMUDIAN

ESTROGEN

LYNORAL 2,5 MG/DOSIS DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA 2X1 TABLET SELAMA 5 HARI. PREMARIN 10MG/DOSIS S.D.A. PROGYNOVA 10MG/DOSIS S.D.A.

YANG LAIN :
MIFEPRISTONE, RU-486 , 1X600MG DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA. DANAZOL,DANOCRINE,AZOL. 2X4TABLET DALAM WAKTU 3 HARI PASCASANGGAMA DOSIS KEDUA 12 JAM KEMUDIAN.

MANFAAT

SANGAT EFEKTIF, TINGKAT KEHAMILAN < 3%

AKDR juga bermanfaat jangka panjang

Toxoplasmosis

Penyebab: Toxoplasma gondii Sering asimptomatik penularan melalui kotoran kucing dan makan daging terinfeksi Infeksi janin

retardasi mental, kejang, spastisitas, gangguan penglihatan Chorioretinitis Hydrocephalus Intracranial calcifications

Terapi infeksi dengan Spiramycin

The classic triad of signs suggestive of congenital toxoplasmosis includes chorioretinitis, intracranial calcifications, and hydrocephalus. Most infants infected in utero are born with no obvious signs of toxoplasmosis on routine examination, but up to 80% develop learning and visual disabilities later in life if they are followed into adulthood If untreated, congenital toxoplasmosis can be associated with severe and even fatal disease

Profil serologis IgM, IgG, IgA dan IgG-Avidity toxoplasmosis

Gambaran normal fungsi poros hipotalamus-hipofisis ovarium-endometrium dapat dinilai dengan memperhatikan:

Mithelschmers syndrome Spinnbarkeit Fern test Suhu basal badan

15. Gambaran normal fungsi poros hipotalamushipofisis ovarium-endometrium dapat dinilai dengan memperhatikan: A. Mithelschmers syndrome B. Spinnbarkeit C. Fern test D. Suhu basal badan

What causes infertility?


Male factor Decreased ovarian reserve Ovulatory disorders Tubal factors Cervical and immunology factors Uterine factors Conditions such as chronic diseases Unexplained infertility

56 MWM, Schust D. Infertility. In Berek JS. Novaks Gynecology. 13th ed. Yao

Causes of female infertility

Ovulatory dysfunction Tubal or peritoneal factors Unexplained infertility Miscellaneous causes

30-40% 30-40% 10-15% 10-15%

57 MWM, Schust D. Infertility. In Berek JS. Novaks Gynecology. 13th ed. Yao

Nilai Acuan Normal Volume 1,5 5 mL pH > 7,2 Viskositas < 3 (skala 0 4) Konsentrasi Sperma > 20 juta/mL Jumlah sperma total > 40 juta/ejakulasi Persen motilitas > 50% Gerak lurus/forward progression > 2 (skala 0 4) Morfologi normal > 50% normal > 30% normal > 14% normal Sel bulat (round cells) < 5 juta/mL Aglutinasi sperma < 2 (skala 0 3)