Anda di halaman 1dari 17

Bismillah

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

TELADAN PERJUANGAN DAKWAH NABI

Disusun Oleh : Ima Antasary

A. Tujuan Diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam


Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada menge-tahui. [QS. Saba (34): 28]

Qatadah rahimahullah mengatakan: Para rasul diutus membawa ikhlas dan tauhid, tidak diterima amalan apapun dari mereka hingga mereka mengucapkan dan mengikrarkannya. Sedangkan syariat mereka berbeda-beda. Dalam Taurat terdapat syariat tersendiri, dalam Injil juga terdapat syariat tersendiri, dan dalam Al-Qur`an juga terdapat syariat tersendiri, ada halal dan haram. Dan yang dimaksud dari ini semua adalah memurnikannya agar Allah l dan mentauhidkan-Nya. (Tafsir At-Thabari) Syaikhul Islam berkata: Tauhid yang dibawa oleh para rasul mengandung penetapan bahwa uluhiyyah hanyalah milik Allah Taala semata, agar seseorang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq melainkan Dia. Sehingga dia tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya, tidak bertawakal kecuali hanya kepada-Nya, tidak ber-wala` (loyalitas) dan bersikap bara` (antipati) kecuali karena-Nya, tidak beramal kecuali hanya untukNya. (Fathul Majid, hal. 38-39)

B. Memahami Hakikat Nabi Sebagai Teladan Yang Baik (Uswah Hasanah)


Allh Azza wa Jalla :

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS. al-Qalam/68:4)

Demikian juga, petunjuk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam adalah sebaik-baik petunjuk. Beliau bersabda:

Sesungguhnya sebaik-baik berita adalah kitab Allh, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara baru (dalam agama), dan semua bidah adalah kesesatan. [HR.Muslim no. 864]

Allh Azza wa Jalla berfirman menjelaskan kaedah yang sangat agung ini dalam firman-Nya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [alAhzb/33:21]

Syaikh Abdur Rahmn bin Nshir as-Sadi rahimahullah menjelaskan kaedah menaladani Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ini dengan menyatakan, Para Ulama ushul (fiqih) berdalil (menggunakan) dengan ayat ini untuk berhujjah dengan perbuatan-perbuatan Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam, dan bahwa (hukum asal) umat beliau adalah meneladani (beliau) dalam semua hukum, kecuali perkara-perkara yang ditunjukkan oleh dalil syariat sebagai kekhususan bagi beliau. Kemudian uswah (teladan) itu ada dua: uswah hasanah (teladan yang baik) dan uswah sayyi`ah (teladan yang buruk).

Uswah hasanah (teladan yang baik) ada pada diri Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam. Karena orang yang meneladani beliau adalah orang yang menapaki jalan yang akan menghantarkan menuju kemuliaan dari Allh Azza wa Jalla , dan itu adalah shirthl mustaqm (jalan yang lurus).

Adapun meneladani (mengikuti orang) selain beliau, jika menyelisihi beliau, maka dia adalah uswah sayyi`ah (teladan yang buruk).

Bukan hanya generasi Sahabat saja yang menjunjung tinggi keteladanan Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam dalam kehidupan mereka, generasi-generasi berikutnya pun juga berjalan di atas jalan mereka (para Sahabat) yang baik itu.

C. Dakwah Dan Perjuangan Nabi.


Nabi kita merupakan teladan utama dalam berdakwah. Allah mengajarkan dan menetapkan langkah-langkah dakwah melalui beliau agar umatnya bias berdakwah dengan mencontoh nabi. Manhaj nabi dalam berdakwah berjalan di atas bimbingan wahyu.

Sejauh dakwah ini sesuai dengan manhaj para rasul termasuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dakwah ini akan di terima disisi Allah, berhasil dan memiliki pengaruh baik serta terbukti memberikan hasil dengan idzin Rabb. Namun setiap kali dakwah itu jauh dari manhaj para rasul, baik dahulu atau sekarang, dakwah ini akan pahit hasilnya, tertolak dan membuat fitnah.

Diantara Tanda Manhaj Dakwah Para Nabi:


1. Ikhlas Lillah

2. Di atas Ilmu dan Bashirah 3. Mendahulukan Yang Terpenting Baru Yang Penting (Membuat Skala Prioritas)

4. Menjadi Contoh Teladan Yang Baik Bagi Obyek Dakwahnya (Madu) Dan Menjadi Teladan Pada Dirinya, Karena Seorang Dai Jika Tidak Demikian Maka Dakwahnya Akan Manjadi Bencana Baginya Dan Dakwah Tidak Mendapatkan Orang Yang Mau Mendengarnya

5. Berdakwah Kepada Allah Dengan Hikmah, Nasehat Yang Baik Dan Lemah Lembut Kepada Manusia

D. Akhlak Dan Perjuangan Nabi Dalam Berdakwah

Aisyah radhiallahu anha, istri Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bercerita: Bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: Apakah anda pernah mengalami peristiwa yang lebih berat dari kejadian perang Uhud?.

Sungguh aku sering mengalami peristiwa berat dari kaummu. Dan peristiwa yang paling berat yang pernah aku alami dalam menghadapi mereka adalah ketika peristiwa pada hari Al-Aqabah ketika aku meminta perlindungan kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal namun dia tidak mau memenuhi keinginanku. Maka akhirnya aku pergi dengan wajah gelisah. Aku tidak sadar kecuali aku telah berada di Qarnu ats-Tsaaalib (Qarnu al-Manazil). Aku mengangkat kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku, dan ternyata di atasnya ada malaikat Jibril yang kemudian memanggilku seraya berkata, Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan apa yang mereka katakan kepadamu. Dan Allah telah mengutus kepadamu malaikat gunung yang siap diperintah apa saja sesuai kehendakmu terhadap mereka. Maka malaikat gunung memanggilku, dia memberi salam kepadaku kemudian berkata, Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Jangan, karena aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. (HR. Al-Bukhari no. 2312 dan Muslim no. 1795)

Pelajaran yang bisa dipetik dari hadits di atas:


Sifat pemaaf Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang sangat tinggi sehingga beliau tidak pernah membalas dendam pada orang yang menzhalimi beliau. Ini nampak jelas pada hadits Anas dan hadits Aisyah yang terakhir di atas. Diperbolehkan marah atau memukul -tentunya sesuai dengan situasi dan kondisi- jika berkenaan dengan hal-hal yang Allah haramkan dilanggar. Di antara bentuk kesempurnaan cinta kepada Allah adalah cinta dan benci karena Allah, senang dan marah juga karena Allah.

Penetapan adanya malaikat gunung dan besarnya kekuatannya.

Kedudukan para nabi lebih tinggi daripada kedudukan para malaikat, karena di antara tugas para malaikat adalah untuk melayani para nabi.

Wajibnya seorang dai untuk bersabar dari perilaku jelek orang yang dia dakwahi, sebagaimana seorang guru wajib bersabar atas tingkah laku muridnya yang jelek.

Sepantasnya seorang dai memaafkan dan memaklumi kesalahan orang yang jahil terhadap agama.
Hendaknya para dai memikirkan apa yang mereka bisa berikan kepada madu (orang yang didakwahi) dan bukan berfikir apa yang bisa saya dapatkan dari madu. Semakin mirip seseorang dengan para nabi maka akan semakin berat ujian yang akan menimpa dirinya


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Raslullh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allh [al-Ahzb/33:21]

Imam Ibnu Katsr rahimahullah berkata tentang ayat ini, Ayat yang mulia ini merupakan fondasi/dalil yang agung dalam meneladani Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau. Orang-orang diperintahkan meneladani Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam perang Ahzb, dalam kesabaran, usaha bersabar, istiqomah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Rabbnya. Semoga sholawat dan salam selalu dilimpahkan kepada beliau sampai hari Pembalasan. [Tafsir Ibnu Katsir, 6/391, penerbit: Daru Thayyibah]

Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai teladan dalam berdakwah dan memberkahi dakwah kita.aaamiin.

Sekian Terima Kasih

Ima Antasary Ummu Maryam