Anda di halaman 1dari 27

Referat Obstruksi Bilier

Pembimbing : dr.Tjahyadi Robert Tedjasaputra, Sp.PD-KGEH, FINASIM Penyusun : Edward Suryadi Tirta

11-2012-101

Brandon Haskel Donald Arinanda Manuain Stephen Dharmawan

11-2012-136 11-2012-175 11-2012-177

Definisi
Prognosis
Epidemiologi

Komplikasi

Etiologi
Obstruksi Bilier

Penatalak sanaan

Patofisiologi

Diagnosis

Manifestasi Klinis

Definisi

Obstruksi bilier mengacu kepada sumbatan dari duktus yang mengangkut empedu dari hati menuju kandung empedu atau dari kandung empedu menuju ke usus halus

Epidemiologi
Amerika Serikat
Insiden obstruksi bilier sekitar 5 kasus per 1000 orang Batu empedu merupakan penyebab paling umum obstruksi bilier

Mortalitas / Morbiditas
Bergantung pada penyebab obstruksinya

Ras
Bergantung pada penyebab obstruksinya Orang Hispanik dan Eropa utara memiliki risiko lebih tinggi batu empedu dibanding orang Asia dan Afrika

Jenis kelamin
Bergantung pada penyebab obstruksinya Perempuan > Laki-laki memiliki batu empedu Dekade 6 : 25% wanita Amerika memiliki batu empedu, 50% wanita berusia 75 tahun memiliki batu empedu 20% pria berusia 75 tahun memiliki batu empedu

Obstruksi Bilier Intrahepatik


Hepatitis

Sirosis

Obat-obatan

Obstruksi Bilier Ekstrahepatik


Intraduktal (kolelitiasis,striktur bilier, primary sclerosing colangitis, parasit) Ekstraduktal (neoplasma, pankreatitis,kolelitiasis dengan distensi kandung empedu) Neoplasma (kolangiokarsinoma, tumor papilla vater, karsinoma kandung empedu, tumor pankreas)

Kolelitiasis

Koledokolitiasis

Striktur Bilier

primary sclerosing colangitis

Tumor pancreas

PATOFISIOLOGI
OBSTRUKSI BILIER

SUMBATAN DUKTUS MANAPUN YANG MENGANGKUT EMPEDU

TANDA DAN GEJALA KLINIS : terjadi secara langsung dari kegagalan empedu menuju lokasi yang seharusnya

KOLESTASIS INTRAHEPATIK
Hepatitis (drug induced hepatitis dan hepatitis virus)

Alkoholik Liver Disease

Sirosis

KOLESTASIS INTRAHEPATIK
Gangguan :

Penyerapan
Konjugasi Ekskresi

KOLESTASIS EKSTRAHEPATIK
INTRADUKTAL

Neoplasma Penyakit Batu Parasit Atresia Bilier Primary Sclerosing Cholangitis

EKSTRADUKTAL

Neoplasma Pankreatitis Distensi Kandung Empedu

Intraduktal
Neoplasma
Kolangiokarsinoma Karsinoma Ampuler Karsinoma Kandung Empedu

Batu
Batu Kolesterol Batu Pigmen Batu Campuran

Parasit
Fasciola hepatica Schistosoma haematobium Ascaris lumbricoides

Intraduktal
Atresia Bilier
Tidak terbentuknya duktus biliaris. Kelainan kongenital, infeksi pada masa kehamilan dan penyakit autoimun.

Primary Scleroting Cholangitis


Gangguan autoimun 80% pasien memiliki riwayat kolitis ulserativa.

KOLESTASIS EKSTRADUKTAL
Neoplasma
Tumor Kaput Pankreas Metastasis Ca Mammae

Pankreatitis
saluran pankreas yang melebar : peradangan dengan fibrosis pankreas atau pseudokista

Distensi Kandung Empedu

Gejala Klinis
Ikterus Nausea dan vomitus feses berwarna putih agak keabu-abuan dan liat seperti dempul Urine menjadi lebih tua karena mengandung urobilinogen Nyeri perut di sisi kanan atas (kolik bilier) Demam

Diagnosis
Anamnesis Pasien biasanya mengeluhkan tinja berwarna pucat, urin gelap, ikterik, dan pruritus. Usia pasien dan kondisi yang terkait Ada atau tidak adanya rasa sakit Lokasi dan karakteristik rasa sakit Adanya gejala akut Adanya gejala sistemik (misalnya, demam, penurunan berat badan) Gejala stasis lambung (misalnya, cepat kenyang, muntah, bersendawa) Riwayat anemia Riwayat penyakit keganasan Sebelumnya Penyakit batu empedu yang telah diketahui sebelumnya perdarahan gastrointestinal hepatitis Operasi empedu Sebelumnya Diabetes atau diare onset barubaru ini Juga diperlukan mengeksplorasi penggunaan alkohol, narkoba, dan obat-obatan

Diagnosis (2)
Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik, pasien mungkin menampilkan tanda-tanda penyakit kuning (kulit dan ikterus). Ketika perut diperiksa, kantong empedu dapat teraba (tanda Courvoisier). Ini mungkin terkait dengan keganasan pankreas yang mendasarinya. Juga, dapat mencari tanda-tanda penurunan berat badan, dan adenopati, menunjukkan lesi neoplastik. Perhatikan ada atau tidak adanya asites, dan pembuluh darah yang dikaitkan dengan sirosis. Suatu demam tinggi, dan menggigil mengarahkan kepada kolangitis yang telah terjadi bersamaan

Diagnosis (3)
Pemeriksaan Fisik (2) Nyeri perut dapat membuat kesalahan diagnosis, beberapa pasien dengan calculi CBD memiliki penyakit kuning tanpa rasa sakit, sedangkan beberapa pasien dengan hepatitis mengalami nyeri yang teramat sangat di kuadran kanan atas. Keganasan lebih sering dikaitkan dengan tidak adanya rasa sakit dan nyeri selama pemeriksaan fisik. Xanthomata berhubungan dengan sirosis biliaris primer(primary billiary Cirrhosis/PBC). Ekskoriasi mengarahkan kepada kolestasis berkepanjangan atau obstruksi bilier derajat tinggi

Diagnosis (4)
PEMERIKSAAN PENUNJANG LABORATORIUM Billirubin Serum Enzim Kolestasis : GGT dan ALP SGOT dan SGPT PT dan APTT Serologi Hepatitis Bilirubin Urine

RADIOLOGI USG Abdomen CT Scan : Konvensional dan Spiral (Heliks) MRCP

Penatalaksanaan
Menghilangkan penyebab sumbatan atau mengalirkan aliran empedu

Penanganan medis
Cholelithiasis Cholecystography Asam ursodioksikolat ESWL Cholestyramine / Colestipol Antihistamin Rifampin Penghentian obat Endoskopi

Penanganan bedah
Bypass atau dilatasi Cholecystectomy Open cholecystectomy Laparoscopic cholecystectomy Transplantasi hepar Reseksi tumor

Diet & Aktivitas


Intake lemak Intake serat Intake gula Olahraga teratur dapat menurunkan risiko dan komplikasi batu empedu

Drainase
Pipa nasobilier Pipa T pada duktus koledokus Drainase interna (pintasan bilio digestif) Kolesisto-jejunostomi Koledokoduodenostomi Koledoko-jejunostomi Hepatiko-jejunustomi

Komplikasi
Sirosis bilier sekunder
Kolangitis akut Malabsorbsi lemak dan defisiensi vitamin

Kolik Bilier

Sepsis

Prognosis
Bila obstruksi tidak dikoreksi, dapat berakibat pada infeksi yang mengancam jiwa dan penumpukan bilirubin. Bila obstruksi berlangsung lama, dapat mengakibatkan penyakit hati kronik. Obstruksi yang disebabkan oleh kanker sering memiliki prognosis buruk.

Anda mungkin juga menyukai