Anda di halaman 1dari 28

Disampaikan dalam acara:

DARUL ARQOM
SMA MUHAMMADIYAH 1 BABAT
dr. M Faiq Sulaifi
Definisi Puasa
 Puasa secara bahasa adalah menahan diri
 Maryam berkata:
ْ ّ ُ
‫سيًّا‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫م‬‫و‬
ِ ِْ َ ْ َ ‫ي‬ ‫ال‬ ‫م‬
َ ِ ‫نأ‬
‫ل‬َ ‫ك‬ ْ َ ‫فل‬
َ ‫ما‬
ً ‫و‬
ْ ‫ص‬
َ ‫ن‬
ِ ‫م‬ ْ ‫ت لِلَّر‬
َ ‫ح‬ ُ ‫إِنِّي نَذَْر‬
“Aku bernadzar kepada Ar-Rahman puasa maka
aku tidak akan mengajak bicara kepada
seorang manusia pun.” (QS. Maryam: 26)
 Puasa secara syar’I adalah menahan diri
dari perkara yang membatalkannya dari
terbitnya fajar hingga matahari
tenggelam dengan niat mendekatkan diri
kepada Allah
Puasa Sebagai Perisai
Rasulullah bersabda:
ٌ َّ ‫جن‬
‫ة‬ ُ ‫م‬
ُ ‫و‬ َّ ‫ال‬
ْ ‫ص‬
Puasa adalah perisai.“(HR. At-Tirmidzi: 2541,“
An-Nasa’i: 2194, Ibnu Majah: 3963, At-Tirmidzi
berkata: hadits hasan shahih dan dishahihkan
pula oleh Al-Bushiri dalam Ithaful Khiyarah Al-
(Maharah: 5/19
Puasa sebagai Perisai
Perisai dari apa?
Perisai dari api neraka (riwayat At-Tirmidzi:
695, An-Nasa’i: 2200)
Perisai dari syahwat dan maksiat (Tuhfatul
Ahwadzi: 6/415)
Perisai dari penyakit (Zaadul Ma’aad: 4/301)
Al-Imam Ibnu Qayyim (pakar kedokteran Nabi)
berkata:
“Puasa itu berfungsi sebagai perisai dari segala
penyakit ruh, hati dan badan. Manfaatnya
sangat banyak tidak dapat dihitung. Ia
memiliki pengaruh yang menakjubkan untuk
menjaga kesehatan…“ (Zaadul Ma’aad: 4/301)
Masalah Perut
Rasulullah bersabda:
‫م‬ ْ ً َ ٌ َ ‫ما مَل‬
َ َ ‫ن آد‬
ِ ْ ‫ب‬‫ا‬ ‫ب‬ِ ‫س‬
ْ ‫ح‬َ ‫ب‬
ِ ٍ ‫ن‬ ‫ط‬ َ ‫ب‬ ‫ن‬ْ ‫م‬ِ ‫را‬ ّ ‫ش‬ ً ‫ء‬ ‫عا‬ َ ‫و‬
ِ ّ‫ي‬ ‫م‬
ِ َ ‫د‬ ‫آ‬ َ َ
ٌ ُ ‫فثُل‬
‫ث‬ َ ‫ة‬ َ َ ‫حال‬ ‫م‬ َ
‫ل‬ ‫ن‬ ‫ا‬َ ‫ك‬ ‫ن‬ َ
‫فإ‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ْ ‫صل‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ق‬
ِ ‫ي‬ ‫ت‬ ‫ل‬َ ُ ‫ك‬ُ‫أ‬
َ َ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ ُ ٌ
‫ه‬
ِ ‫س‬ ِ ‫ف‬ َ َ ‫ث لِن‬ ٌ ُ ‫وثُل‬ َ ‫ه‬ِ ِ ‫شَراب‬ َ ِ‫ث ل‬ ٌ ُ ‫وثُل‬ َ ‫ه‬ ِ ‫م‬ ِ ‫عا‬َ َ‫لِط‬
“Tidaklah seorang manusia mengisi wadah
yang lebih jelek dari pada perut. Cukuplah
manusia memakan beberapa suap untuk
menegakkan tulang iganya. Kalaulah harus
makan maka jadikanlah sepertiga perutnya
untuk makanan, sepertiga untuk minum dan
sepertiga untuk nafas,“ (HR. At-Tirmidzi:
2302, Ibnu Majah: 3340, Ahmad: 16556,
dihasankan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan
Pencernaan Manusia
Istirahat Pencernaan
Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat
pencernaan untuk beristirahat setelah bekerja
keras sepanjang tahun. Lambung dan usus
beristirahat selama beberapa jam dari
kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan
untuk menyembuhkan infeksi dan luka yang ada
sehingga dapat menutup rapat. Proses
penyerapan makanan juga berhenti sehingga
asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk
ke usus. Dengan demikian sel-sel usus tidak
mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein
dan kolesterol. Disamping dari segi makanan, dari
segi gerak (olah raga), dalam bulan puasa banyak
sekali gerakan yang dilakukan terutama lewat
pergi ibadah (Pernyataan Dr. Mahmud Ahmad
Puasa dan Sindroma Metabolik
Kriteria sindroma metabolik:
2.Lingkar perut lebih dari 90 cm (pria) atau 85
cm (wanita)
3.Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg
4.Gula darah puasa ≥ 110 mg/dl
5.Lemak trigliserida ≥ 150 mg/dl
6.Lemak HDL ≤ 50 mg/dl
Diagnosis sindroma metabolik akan tegak
jika ≥ 3 di antara 5 kritera di atas positif.
Sindroma ini adalah faktor penyebab
terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan
ginjal dan pembuluh darah
Puasa dan Sindroma Metabolik
 Puasa akan menurunkan resiko terjadinya sindroma
metabolik dengan cara:
Secara fisiologis, puasa dapat menurunkan kadar gula
darah, kolesterol dan tekanan darah sistole. (Shahid Athar,
M.D., The Spiritual and Health Benefits of Ramadan Fasting)
Menjaga kadar gula darah dalam batas normal, tidak terlalu
tinggi dan rendah. Di luar negeri dikenal dengan terapi
“puasa” pada diabetes, lebih dari 10 jam dan kurang dari
20 jam. (lang en, Puasa dan Kesehatan)
Meningkatkan sensitivitas insulin pada sel tubuh. (OKEZone,
Manfaat Puasa untuk Kesehatan)
Menurunkan lemak jahat (LDL dan TG) dan meningkatkan
lemak baik (HDL). (lang en, Puasa dan Kesehatan)
Mengurangi timbunan lemak dalam tubuh. (lang en, Puasa
dan Kesehatan)
Puasa dan Sindroma Metabolik

Timbunan lemak pada


perut
Puasa dan Penyakit Lambung
 Sekresi asam lambung dirangsang oleh
antisipasi makanan (fase sefalik) dan juga
oleh masuknya makanan ke dalam lambung
(fase gastrik). (Gastroenterology System at a
Glance)
 Puasa bisa menurunkan kejadian dispepsia
fungsional karena mengatur cicardian
(bioritme) dari sekresi asam lambung. (Prof.
Yogiantoro dalam dialog pagi di TVONE)
Puasa dan Penyakit Lambung

Pada puasa, ‘sensory dan input mental’ bisa dilatih sehingga


mengurangi fase sefalik pada sekresi asam lambung
Puasa dan Kesehatan Mental
 Pada puasa seseorang dilatih untuk
mengendalikan emosi dan bersabar menghadapi
ujian puasa. Allah berfirman:
‫ب‬ ‫سا‬ ‫ح‬ ِ ‫ر‬ ‫ي‬ ‫غ‬
َ ‫ب‬ ‫م‬ ‫ه‬ ُ ‫ر‬ ‫ج‬ َ ‫صابرون أ‬ َ ‫ال‬ ‫فى‬ َّ ‫إن َّما ي ُو‬
ٍ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ِ ّ َ َ ِ
“Orang-orang yang bersabar akan diberi pahala
dengan tanpa batas.“ (QS. Az-Zumar: 10)
 Puasa juga mempersempit gerak syetan dalam
aliran darah manusia. Rasulullah bersabda:
‫م‬ َ ّ ‫د‬ ‫ال‬ ‫رى‬ ‫ج‬
ْ ‫م‬ ‫ن‬ ‫سا‬ َ ْ ‫ن‬ ْ
‫ل‬ ‫ا‬ ‫ن‬
ْ ‫م‬
ِ ‫ري‬ ‫ج‬
ْ َ ‫ي‬ ‫ن‬
َ ‫ا‬َ ‫ط‬ْ ‫ي‬ َّ ‫ن ال‬
‫ش‬ َّ ِ ‫إ‬
ِ َ َ ِ ِ ِ
“Sesungguhnya syetan berjalan dalam diri manusia
pada tempat aliran darah.“ (HR. Bukhari: 1897,
Muslim: 4040, Abu Dawud: 2113, At-Tirmidzi:
1092 dan Ibnu Majah: 1769)
Puasa dan Kesehatan Sosial
 Pada puasa, seseorang dididik untuk mengingat dan
merasakan penderitaan orang lain. Merasakan lapar
dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita
bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain.
Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan
segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara
penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir.
(Bambang Riadi, Artikel Puasa untuk Kesehatan)
 Bahkan keadaan Rasulullah pada bulan Ramadlan:
َ ‫علَيه وسل َّم أ َجود النَّاس وأ‬ َّ َّ ُّ ِ ‫ن النَّب‬
‫في‬ِ ‫ن‬ ُ ‫ما يَكُو‬ َ َُ ‫د‬ ‫و‬ ‫ج‬
ْ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ‫ه‬
ُ ‫الل‬ ‫ى‬ ‫صل‬ َ ‫ي‬ َ ‫كَا‬
‫في‬ ِ ُ‫قاه‬َ ْ ‫سَلم يَل‬ َّ ‫ه ال‬ ِ ْ ‫علَي‬َ ‫ل‬ ُ ‫ري‬ ِ ْ ‫جب‬
ِ َ ‫وكَا‬
‫ن‬ َ ‫ل‬ ُ ‫ري‬ ِ ْ ‫جب‬ِ ُ‫قاه‬ َ ْ ‫ن يَل‬ َ ‫حي‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ضا‬ َ ‫م‬ َ ‫َر‬
َّ َّ َّ
‫ه‬
ُ ‫صلى الل‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ل الل‬ ُ ‫سو‬ ُ ‫فلََر‬ َ ‫ن‬ َ ‫قْرآ‬ ُ ْ ‫ه ال‬
ُ ‫س‬
ُ ‫ر‬ ِ ‫فيُدَا‬ َ ‫ن‬ َ ‫ضا‬ َ ‫م‬ َ ‫ن َر‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ة‬ٍ َ ‫ل لَيْل‬
ِّ ُ ‫ك‬
َ ‫علَيه وسل َّم أ‬
ِ َ ‫سل‬
‫ة‬ ‫ر‬
َ ْ ُ ‫م‬ ْ ‫ال‬ ‫ح‬ ‫ري‬
ِ ِّ ‫ال‬ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ر‬
ِ ْ ‫ي‬ ‫خ‬
َ ْ ‫ال‬ ‫ب‬
ِ َ ‫د‬
ُ ‫و‬ ‫ج‬
ْ َ َ َ ِ ْ َ
“Bahwa Nabi adalah orang yang paling dermawan, yang
paling dermawan pada bulan Ramadlan ketika bertemu Jibril
…….. Maka beliau adalah orang lebih dermawan dari pada
angin yang berhembus.“ (HR. Bukhari: 3290, Muslim: 4268,
Berbuka Puasa yang Benar
Pada puasa kita dianjurkan untuk menyegerakan
berbuka. Anas bin Malik berkata:
َّ َّ َّ َّ
‫علَى‬
َ ‫فطُِر‬ ْ ُ‫م ي‬ ‫سل‬
َ َ َ ِ ْ‫و‬ ‫ه‬ ‫ي‬ َ ‫عل‬ َ ‫ه‬
ُ ‫الل‬ ‫ى‬ ‫صل‬
َ ِ ‫ل الل‬
‫ه‬ ُ ‫سو‬ ُ ‫ن َر‬ َ ‫كَا‬
‫علَى‬ َ‫ل أ‬
َ ‫ف‬ ٌ ‫ن ُرطَبَا‬
َ ‫ت‬ ْ ُ ‫م تَك‬ْ َ ‫ل‬ ‫ن‬
ْ ِ ‫فإ‬ َ ‫ي‬
َ َّ ِ ‫صل‬ ُ ‫ي‬ ‫ن‬
ْ َ ‫ت‬
َ ْ ‫قب‬ ٍ ‫ُرطَبَا‬
‫ء‬
ٍ ‫ما‬َ ‫ن‬ْ ‫م‬ ِ ‫ت‬ ٍ ‫وا‬َ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫سا‬ َ ‫ح‬َ ‫ن‬ ْ ُ ‫م تَك‬ ْ َ‫ن ل‬ َ ‫ت‬
ْ ِ ‫فإ‬ ٍ ‫مَرا‬َ َ‫ت‬
“Adalah Rasulullah berbuka dengan beberapa
butir kurma segar sebelum shalat maghrib. Kalau
tidak ada kurma segar maka dengan kurma
kering dan kalau tidak ada maka beliau meneguk
beberapa tegukan air.“ (HR. Abu Dawud: 2009, At-
Tirmidzi: 632, Al-Hakim: 1526, dihasankan oleh
At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Hakim dan
disepakati oleh Adz-Dzahabi serta dishahihkan
pula oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 2840)
Berbuka Puasa yang Benar
Al-Imam Ibnu Qayyim (pakar kedokteran
Nabi) berkata: “Disini ada sisi pengaturan
yang indah. Orang yang berpuasa telah
mengosongkan lambungnya dari makanan.
Hati tidak memiliki sesuatu yang diserap
padanya dan dibawa pada kekuatan dan
anggota badan. Maka makanan yang manis
(kurma) adalah sesuatu yang paling cepat
diserap oleh hati….“ (Zaadul Ma’aad: 4/283)
Dr. Shobri Al-Qabbani berkata: “Tamar (kurma
kering) kaya dengan berbagai macam jenis
gula. Ia bisa langsung masuk ke aliran
darah….“ (Taudhihul Ahkam: 3/149)
Kandungan Kurma

Family: Palmaceae
Scientific name: Phoenix
dactylifera L.
Common name: date
Manfaat Lain Kurma
Kurma sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan ibu
menyusui. Allah menyediakan kurma bagi
Maryam yang sedang mengandung Nabi Isa .
Allah berfirman kepada Maryam:
َ ‫ك ُرطَبًا‬
‫جنِيًّا‬ ِ ْ ‫علَي‬ ْ ‫ق‬
َ ‫ط‬ ِ ‫سا‬
َ ُ‫ة ت‬ ْ َّ ‫ع الن‬
ِ َ ‫خل‬ ِ ْ‫جذ‬ ِ ْ ‫زي إِلَي‬
ِ ِ‫ك ب‬ ِّ ‫ه‬
ُ ‫و‬
َ
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke
arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan
buah kurma yang masak kepadamu.“ (QS.
Maryam: 25)
Berkata Amr bin Maimun Al-Audi: “Tidak ada
sesuatu yang lebih baik bagi wanita nifas (sehabis
melahirkan) selain kurma segar dan kurma
kering.“ Kemudian beliau membaca ayat ini.
(Tafsir Ibnu Katsir: 5/225)
Anjuran Kesehatan ketika Puasa
Ketika berpuasa sering terjadi konstipasi
(sembelit) yang dapat menyebabkan penyakit
hemoroid (ambeien) dan pada siang hari
seseorang sering mengeluh lemas dan capai.
Berikut ini adalah tips menghindarinya:
2.Konsumsi cukup makanan berserat seperti kurma,
atau jus buah antara waktu berbuka dan
menjelang tidur malam
3.Minum air yang cukup
4.Hindari teh ketika sahur karena bersifat diuretik
5.Hindari makanan cepat saji
6.Konsumsi karbohidrat kompleks (seperti sereal,
sayuran, ed) ketika sahur untuk memperlambat
rasa lapar di siang hari
Penyakit yang Diperparah oleh
Puasa
Orang yang sakit mendapat keringanan untuk
tidak puasa. Allah berfirman:
َ ُ ‫ن أَيَّام ٍ أ‬
‫خَر‬ ْ ‫م‬
ِ ٌ ‫ة‬َ ّ ‫د‬ ‫ع‬
ِ َ
‫ف‬ ‫ر‬ َ
‫ف‬
ٍ َ ‫س‬ ‫ى‬َ ‫عل‬
َ ‫و‬
ْ
َ ‫ضا أ‬
ً ‫ري‬
ِ ‫م‬ ْ ُ ‫منْك‬
َ ‫م‬ َ ‫ن كَا‬
ِ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ
َ ‫ف‬
“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit
atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
(wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang
ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.“ (QS. Al-
Baqarah: 184)
Al-Imam Asy-Syaukani berkata: “Dikatakan bahwa
orang sakit memiliki 2 kondisi. Jika ia tidak kuat
berpuasa maka berbuka adalah azimah
(kewajiban). Jika ia mampu berpuasa dengan
keberatan maka berbuka adalah rukhshah
(keringanan). Demikianlah pendapat jumhur
(mayoritas ulama).“ (Fathul Qadir: 1/234)
Penyakit yang Diperparah oleh
Puasa

 Penyakit-penyakit parah seperti: Diabetes


Mellitus tipe 1, penyakit jantung koroner, batu
ginjal dan lain-lain tidak dianjurkan untuk
berpuasa.(Shahid Athar, M.D., The Spiritual
and Health benefits of Ramadan Fasting)
 Penyakit dispepsia anatomi seperti Ca
gaster, ulkus peptikum, dsb mungkin akan
bertambah parah ketika berpuasa. (Prof.
Yogiantoro, Dialog Pagi di TVONE)
Puasa bagi Ibu Hamil dan
Menyusui
 Ibu hamil dan menyusui diberi keringanan untuk tidak
berpuasa dan menggantinya dengan membayar fidyah. Ibnu
Abbas berkata: “Wanita hamil dan menyusui kalau
keduanya khawatir maka keduanya boleh berbuka dan
memberi makan (fidyah) tanpa mengqadla.“ (Roudlotul
Muhadditsin: 12/39, atsar no: 5539, dan dihasankan oleh Al-
Hafizh Ibnu Hajar)
 Pada masa awal kehamilan, keadaan puasa dapat
menyebabkan turunnya kadar gula darah sampai 40 mg/dl
dan memunculkan tanda-tanda hipoglikemi (seperti:
keringat dingin, kesadaran menurun, ed). (Harrison’s
Internal Medicine, 16th, p: 35)
 Sekitar 50 % dari ibu hamil akan mengalami inteloransi
glukosa yang disebut Gestational Diabetes Mellitus (GDM).
(Dewhurst’s Obstetry and Gynaecology, 7th ed, p: 246)
 Pada keadaan ini dan diperparah dengan turunnya gula
darah (seperti muntah dan puasa,ed), terjadi resistensi
insulin dan proses lipolisis yang berakhir dengan
Puasa pada Anak
Hendaknya anak-anak dilatih puasa sedini
mungkin sesuai dengan kemampuannya. Berkata
Rubayyi’ bintu Mu’awwidz :
ُّ
‫ن‬
ْ ‫م‬
ِ ‫ة‬
َ َ ‫عب‬
ْ ‫م الل‬
ْ ‫ه‬ُ َ‫ل ل‬ُ ‫ع‬ َ ‫ج‬ْ َ ‫ون‬َ َ ‫صبْيَانَنَا‬
ِ ‫م‬ُ ‫و‬ ِّ ‫ص‬ َ ُ ‫ون‬ َ ُ‫عد‬ ْ َ‫ه ب‬ ُ ‫م‬
ُ ‫صو‬ ُ َ ‫فكُنَّا ن‬ َ
‫ك‬َ ‫عطَيْنَاهُ ذَا‬ ْ َ ‫عام ِ أ‬ َ ّ‫علَى الط‬ َ ‫م‬ ْ ‫ه‬ُ ُ ‫د‬ ‫ح‬
َ
َ ‫فإذَا بكَى أ‬
َ ِ َ ‫ن‬ ِ ‫ه‬ْ ‫ع‬ ِ ْ ‫ال‬
ِ ‫فطَا‬
‫ر‬ ْ ِ ‫عنْدَ اْل‬ ِ ‫ن‬ َ ‫حتَّى يَكُو‬ َ
“Maka kami (para sahabat Nabi) berpuasa hari
Asyura’ setelah perintah Rasulullah dan kami
juga memuasakan anak-anak kami dan
membuatkan mainan boneka dari kapas untuk
mereka. Jika salah seorang mereka menangis
maka kami berikan boneka itu kepadanya sampai
ketika berbuka.“ (HR. Bukhari: 1824, Muslim:
1919)
Puasa pada Anak
 Secara medis puasa pada anak memiliki
keuntungan
 Keadaan lapar, puasa, hipoglikemik (turunnya
gula darah) menjadi perangsang sekresi Growth
Hormon (hormon pertumbuhan). (Physiology of
Guyton, 11th ed, p: 924)
 Puasa Ramadlan berbeda dengan terapi diet
lainnya seperti puasa total. Pada puasa total
banyak dijumpai efek samping. Pada puasa
Ramadlan tidak dijumpai kasus malnutrisi dan
intake kalori yang inadequat. Secara fakta
tidak minum selama 8-10 jam tidaklah jelek bagi
kesehatan. (Shahid Athar, M.D., The Spiritual and
Health Benefits of Ramadan Fasting)
Hadits Palsu tentang Puasa dan
Kesehatan
Cukuplah ayat-ayat Al-Quran dan hadits-
hadits yang shahih untuk menjelaskan
“hubungan antara puasa dan
kesehatan”. Tidak perlu menggunakan
hadits lemah dan palsu untuk menjelaskannya
Orang yang menggunakan hadits palsu dan
memasyarakatkannya akan mendapat sangsi
dari rasulullah :
َّ ‫ن الن‬ ْ ‫وأ‬
‫ر‬
ِ ‫ا‬ ْ ‫م‬
ِ ُ َ َ َ َّ َ ‫فلْيَتَب‬
‫ه‬ ‫د‬ ‫ع‬ ْ
‫ق‬ ‫م‬ َّ َ ‫عل‬
َ ‫ي‬ َ َ‫ن كَذ‬
َ ‫ب‬ ْ ‫م‬
َ
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka
hendaknya ia mempersiapkan tempat
duduknya dari api neraka.“ (HR. Bukhari: 104,
Muslim: 4, Abu Dawud: 3166, At-Tirmidzi:
Hadits Palsu tentang Puasa dan
Kesehatan
Termasuk kedustaan atas nama Rasulullah
adalah hadits berikut:
‫صوموا تصحوا‬
“Berpuasalah, maka kalian akan sehat.“
Berkata Asy-Syaukani: Berkata Ash-Shaghani:
“Hadist maudlu’ (palsu).“ Dan di dalam Al-
Mukhtashar: “Hadits lemah.“ (Al-Fawa’idul
Majmu’ah fil Ahaditsil Maudlu’ah hadits no:
10)
Berkata Syaikh Al-Albani: “Hadits lemah.“
(Silsilah Al-Ahaditsil Maudlu’ah wadl Dlaifah
hadits no: 253)
Kesimpulan
Puasa sangat berguna untuk menjaga
kesehatan fisik, mental dan sosial
Ada cara-cara untuk mencegah munculnya
masalah selama menjalankan ibadah puasa
Pada perintah Allah tentang puasa terdapat
kemaslahatan yang besar baik di dunia
maupun di akhirat
JAZAKUMULLAHU
KHAIRAN