Anda di halaman 1dari 23

Disfungsi Ereksi

Arlisa Wulandari
Departemen Psikiatri RS Dustira 2007

Disfungsi Ereksi :
Adalah ketidakmampuan yang menetap / rekuren untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang adekuat untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan ( DSM-IV-TR ) Sifat : Seumur hidup / Sementara Umum / Situasional Akibat faktor psikologis / organik / kombinasi

( Disfungsi Ereksi ) Merupakan salah satu kategori dari Disfungsi Seksual , yaitu berbagai kondisi dimana individu tidak mampu melaksanakan hubungan seksual sebagaimana yang diharapkan ( PPDGJ-III ) Disfungsi Seksual dapat berupa : Berkurang / tidak adanya minat Berkurang / tidak adanya gairah Kegagalan respons fisiologis yang diperlukan untuk interaksi seksual Ketidakmampuan untuk mengendalikan / mengalami orgasme Timbulnya rasa sakit

Tahapan Respons Seksual :


I. Fase Minat : Fantasi seksual, Minat untuk hubungan seksual II. Fase Gairah : Dicetuskan rangsang psikis / fisik / kombinasi, Timbul sensasi menggairahkan dan perubahan fisiologis ( tumesensi penis ereksi ) III.Fase Orgasm : Puncak kenikmatan seksual, Emisi Ejakulasi IV.Fase Resolusi : Detumesensi penis, Relaksasi umum, Periode refrakter

Mekanisme Ereksi :

( Mekanisme Ereksi ) Neuroanatomi & Neurofisiologi :

( Mekanisme Ereksi ) Saraf Perifer :

Angka Kejadian DE :

Sementara / Didapat : 10 20 % dari laki-laki Seumur hidup : Jarang ( +/- 1 % laki-laki < 35 th )

> 50 % dari Disfungsi Seksual pada laki-laki


75 % dari laki-laki > 80 th

Kriteria DE :

DE minimal : Pasien biasanya masih dapat ereksi secara memadai untuk melakukan hubungan seksual DE moderat : Pasien kadang-kadang masih dapat ereksi secara memadai utk melakukan hubungan seksual

DE lengkap : Pasien sudah tidak bisa ereksi secara memadai untuk melakukan hubungan seksual
9

( Angka kejadian DE ) Pria usia: 40 - 70 thn : DE 52%


( Massachusetts Male Aging Study )

10%

25%

48%

NO DE DE Min DE Mod DE Leng

17%

( Feldman HA, et al J Urol 1994; 151-54-61 )

10

( Angka kejadian DE ) Massachusetts Male Aging Study

11

Faktor Resiko ( Organik )


1.

2.

3.

4. 5.

Penyakit : Multiple Sclerosis, Diabetes, Peny Kardiovaskular, Epilepsi Iatrogenik ( Pengobatan ) : Psikotropika, Anti hipertensi, Estrogen, Antiandrogen, Progesteron Penyalahgunaan zat : Alkohol, Opioida, Kanabinoida, Amfetamin Genetik : Sindroma Klinefelter Paska operasi : Prostatektomi, Cystectomy

12

Faktor Resiko ( Psikologis )


1.

2.

3.
4.

Kondisi psikis : Dorongan seksual rendah, Depresi, Cemas yang berat, Homoseksual, Gangguan Identitas Seksual, Gangguan Preferensi Seksual Pengalaman masa lalu : Pola asuh puritan-represifantiseksual, Trauma psikis berat, Perpecahan keluarga, Riwayat kekerasan pada anak Masalah gaya hidup : Kelelahan, Tuntutan ekonomi Masalah hubungan antarpersonal : Performance Anxiety, Penolakan oleh pasangan, Kehilangan pasangan, Heterofobia, Kejenuhan, Disfungsi seksual pasangan, Komunikasi buruk

13

Kesulitan Identifikasi DE :
1.

Dokter : Segan menanyakan, takut membuat malu pasien Kurang informasi mengenai prevalensi DE Kurang memikirkan hubungan faktor resiko baik organik maupun psikologik dengan kemungkinan DE Pasien : Malu berterus terang tentang keluhan maupun latar belakangnya Ragu untuk mengetahui kenyataan Segan bercerita didepan pasangan
14

2.

Diagnosa Evaluasi DE : Pemeriksaan baku diagnosa DE : Riwayat medis Riwayat kehidupan seksual Pemeriksaan jasmani Evaluasi psikososial Pemeriksaan laboratorium

15

( Diagnosa Evaluasi DE )

Tes Diagnosa yang lain pada DE : Tes Tumesensi Penis Nokturnal Injeksi Intra Kavernosa Kuesioner untuk DE ( IIEF5 )

16

( Diagnosa Evaluasi DE ) Tes Tumesensi Nokturna ( TPN ) Normal terjadi pada Pria dari bayi sampai tua Terjadi pada saat tidur Normal: rata-rata 3 kali / malam Apakah Psikogenik or Orgnanik ? Jika terjadi ereksi TPN -> ED psikogenik

Tes Injeksi Intrakavernosa Alprostadil Menilai sistim veno-oklusif apakah masih baik

17

( Diagnosa Evaluasi DE )

IIEF-5 ( International Index of Erectile Function ) Sexual Health Inventory for Men Lima pertanyaan Instrumen diagnosis DE Singkat namun spesifik Sensitif Jika skornya kurang dari 21 => DE

18

Penanganan DE :

1. 2.

3.
4. 5. 6.

Identifikasi disfungsi ereksi Eliminasi faktor resiko yang dapat berubah Konsultasi / Psikoterapi Terapi lini pertama Terapi lini kedua Terapi lini ketiga

19

( Penanganan DE )

Terapi lini pertama : Terapi seksual / pasangan Obat erektogenik oral Alat konstriksi vakum Terapi lini kedua: Alprostadil intrauretral Injeksi intrakavernosa

Terapi lini ketiga: Operasi prostesis penis


20

( Penanganan DE ) TERAPI SEKSUAL / PASANGAN :

Al. Terapi Masters & Johnson yang di modifikasi Terdiri dari 3 tahapan : 1. Non-genital Sensate Focus 2. Genital Sensate Focus 3. Vaginal Containment

Evaluasi masing-masing tahap tiap minggu , 4-6 sesi / tahap ( Individual )

21

Sexual Myths ( Mitos Seksual ) :

Men dont always want sex nor are they always ready for it ( Men are not sex machines ) Men remain sexually responsive throughout their lives By not masturbating a man can save himself and ensure a stronger and more long-lasting erection Quantity is not quality ( the duration of intercourse, the size of the penis ) A large number of women need some manual assistance to achieve an orgasm in intercourse

22

TERIMAKASIH

23

Anda mungkin juga menyukai