Anda di halaman 1dari 31

KOMPONEN DAN PRINSIP KERJA SISTEM PENDINGIN

Panas Engine: 25% untuk kerja efektif 34% hilang bersama gas buang 32% hilang karena pendinginan 3% hilang akibat pemompaan 6% hilang akibat gesekan

Fungsi Sistem Pendingin:


Mengurangi

panas motor. Menjaga motor pada temperatur kerja (8299C). Mempercepat motor mencapai temperatur kerja untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan.

Gangguan akibat overheating:

Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas berlebihan. Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan suhu. Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Pembakaran tidak normal yaitu cenderung terjadi ketukan (knocking).

Jika motor terlalu dingin akan terjadi masalah:

Pada motor bensin bahan bakar akan sukar menguap dan campuran udara bahan bakar menjadi gemuk. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah dihidupkan. Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat tambahan tekanan. Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu kira-kira 50 C

Macam-macam Sistem Pendingin


1.

Sistem Pendingin Udara


a. Aliran udara alami

Panas yang dihasilkan oleh pembakaran gas dalam ruang bakar sebagian dirambatkan keluar dengan menggunakan sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang dipasangkan di bagian luar silinder

b. Aliran udara tekan Aliran udaranya diciptakan dengan cara menghembuskannya melalui blower yang dihubungkan langsung dengan poros engkol

1.

Sistem Pendingin Air a. Sirkulasi alami


Air pendingin akan mengalir karena perbedaan massa jenis air yang telah panas dan air yang masih dingin. Untuk membuang panas digunakan radiator. Air yang berada dalam mantel air dipanaskan oleh hasil pembakaran sehingga suhunya naik, sehingga massa jenisnya akan turun dan air ini didesak ke atas oleh air yang masih dingin dari radiator. Agar pembuangan panas dari radiator terjadi sebesar mungkin maka pada sistem pendingin dilengkapi juga dengan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas pada radiator dapat dibuang atau diserap udara.

b. Sirkulasi dengan tekanan Pada prinsipnya sama dengan sirkulasi alam, tetapi untuk mempercepat terjadinya sirkulasi maka pada sistem dipasang pompa air

Keunggulan Sistem Pendingin Air


1.

Kerugian Sistem Pendingin Air


1.

2.

3. 4.

5.

Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil Mantel air dan air dapat meredam getaran Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang berat Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

2. 3. 4.

5.

Bobot mesin lebih berat (karena adanya air, radiator, dsb.) Waktu pemanasan lebih lama Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating Memerlukan kontrol yang lebih rutin.

Cara Kerja Sistem Pendingin Air


Saat mesin masih dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena mendapat tekanan dari pompa air. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan, maka sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass sebagai jalur pengembali air yang bertekanan.

Saat mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.

Komponen Sistem Pendingin


1. Radiator
Berfungsi mendinginkan cairan pendingin yang telah panas setelah melalui saluran water jacket Cairan pendingin tangki air atas inti radiator tangki air bawah. Inti radiator terdiri atas 1) pipa-pipa (tube) yang dapat dilalui air dari tangki atas ke tangki bawah, 2) sirip-sirip pendingin (fin) yang fungsinya untuk menyerap panas dari air pendingin.

Tutup radiator berfungsi mencegah agar air pendingin tidak tumpah dan mengatur arus lalu lintas air pendingin dari radiator ke tangki cadangan dan sebaliknya. Tutup radiator dilengkapi dengan dua buah katup yaitu katup relief dan katup vacum. Saat temperatur dan tekanan naik, maka volume air akan bertambah. Bila tekanan air pendingin mencapai 0,3 1,0 kg/cm2 pada 110 - 120C, maka relief valve terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui pipa overflow sehingga sebagian air masuk ke tangki cadangan. Saat temperatur berkurang setelah mesin berhenti, maka terjadi kevakuman dalam radiator. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator. Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin.

2. Pompa Air (Water Pump)


Berfungsi memompa air dari water jacket ke radiator. Pompa air biasanya berjenis pompa sentrifugal (centrifugal pump). Pompa air ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas atau timing belt.

3. Thermostat
Berfungsi sebagai katup yang tugasnya membuka dan menutup saluran yang menghubungkan antara water jacket dan radiator. Kerja thermostat tergantung oleh suhu, apabila suhunya naik maka thermostat membuka dan sebaliknya. Hal ini karena didalam thermostat terdapat wax yang volumenya akan berubah apabila suhunya juga berubah. Perubahan volume akan menyebabkan silinder bergerak turun atau naik, mengakibatkan katup membuka atau menutup. Thermostat juga dilengkapi dengan jiggle valve untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem

a. Thermostat pada Saluran Air Keluar Saat temperatur air rendah, thermostat menutup aliran air pendingin ke radiator. Air pendingin dipompa oleh pompa air langsung ke blok mesin dan kepala silinder. Selanjutnya melalui sirkuit by pass kembali ke pompa air.

Setelah temperatur air panas, thermostat membuka sehingga cairan pendingin mengalir melalui thermostat ke radiator untuk didinginkan dan selanjutnya air kembali ke pompa air. Disamping itu air juga mengalir melalui sirkuit by pass.

b. Thermostat pada Saluran Air Masuk Saat temperatur air masih rendah, thermostat menutup saluran dan by pass valve membuka. Air pendingin dipompa ke blok silinder melalui kepala silinder, selanjutnya kembali ke pompa air melalui sirkuit by pass.

Setelah temperatur air pendingin menjadi tinggi, maka thermostat membuka saluran air dan by pass valve menutup. Air yang telah panas mengalir ke radiator untuk didinginkan, selanjutnya melalui thermostat dan kembali ke pompa air.

4. Kipas Pendingin
Digunakan untuk membantu proses pendinginan yang sudah dilakukan radiator a. Digerakkan Poros Engkol Kecepatan kipas berubah sesuai dengan kecepatan mesin, sehingga akan menambah tahanan dan mengakibatkan kehilangan tenaga serta menimbulkan bunyi pada kipas. Untuk mencegahnya maka antara pompa air dan kipas pendingin dipasang sebuah kopling fluida. b. Digerakkan Motor Listrik Saat temperatur meningkat pada suatu tingkat yang ditetapkan, akan merangsang motor relay untuk menggerakkan motor listrik yang kemudian menggerakkan kipas pendingin, sehingga kipas bekerja saat dibutuhkan untuk mencapai temperatur kerja serta membantu mengurangi suara bising kipas pendingin.

Saat kunci kontak ON, mesin berputar dan temperatur air pendingin di bawah 93C, maka titik kontak coolant temperatur switch tertutup. Arus listrik mengalir melalui kunci kontak, relay, titik kontak coolant temperatur switch dan ke massa. Arus listrik yang mengalir pada relay akan menyebabkan titik kontak pada relay terbuka dan arus listrik yang ke motor listrik tidak mengalir, sehingga kipas tidak berputar. Saat temperatur air pendingin melebihi 93 C, titik kontak pada coolant temperatur switch akan terbuka, menyebabkan relay tidak bekerja dan titik kontaknya saling berhubungan. Arus listrik mengalir dari baterai ke motor listrik melalui kunci kontak dan titik kontak relay sehingga motor berputar bersama dengan kipas yang selanjutnya mengalirkan udara melalui inti radiator

PEMELIHARAAN/SERVIS SISTEM PENDINGIN


1. Radiator dan Tutup Radiator

Periksa pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah dari kemungkinan bocor, kalau perlu diperbaiki atau diganti Periksa sirip dan inti radiator dan perbaiki sirip yang menghambat saluran air dengan menggunakan obeng pipih Bila yang tersumbat dari intinya melebihi 20 persen radiator harus diganti

Periksalah slang radiator dan jika ternya rusak atau keras harus diganti Periksalah katup pengatur pada tutup radiator dan katup vakum dari kemungkinan pegasnya yang lemah atau dudukannya kurang rapat. Jika katup membuka pada tekanan di bawah harga spesifikasi atau ada kerusakan lain , tutup radiator harus diganti

2. Pompa Air
Bongkar, bersihkan, ganti seal-seal yang bocor, pastikan kerapatannya dan rakit kembali

3. Thermostat
Buka termostat, kemudian periksa termostat dengan menaruhnya pada tempat yang berisi air. Periksa suhu saat pembukaan katup dengan jalan menaikkan suhu air sedikit demi sedikit. Termostat harus diganti bila ternyata terdapat kerusakan. Pasang kembali termostat pada sistem pendingin

PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN KOMPONEN


1. Media Pendingin
a. Pemeriksaan Kapasitas Media Pendingin Periksa apakah air pendingin di tangki cadangan (reservoir tank) berada diantara garis LOW dan FULL saat mesin dingin. Jika kurang, periksa kebocoran dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL. b. Pemeriksaan dan Penggantian Kualitas Media Pendingin Endapan karat/kotoran di sekitar tutup radiator/lubang pengisi radiator harus sedikit. Jika media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat (berwarna kuning) harus dilakukan penggantian : Lepas tutup radiator setelah mesin dingin Keluarkan media pendingin lewat lubang penguras Tutup lubang penguras, isi dengan ethylene glycol base 50%-70% sesuai petunjuk pabrik. Media pendingin tipe alcohol harus dicampur dengan air sulingan. Pasang tutup radiator Hidupkan mesin dan periksa kebocoran Periksa permukaan media pendingin dan tambah jika perlu

2. Pompa Air
Jika air pendingin tidak bersirkulasi dalam mesin, periksa pompa airnya. Jika pompa air tidak bekerja maka temperatur mesin naik dengan cepat saat mesin hidup. Jika seal perapat aus/tidak mampu menahan tekanan air maka harus diganti. a. Melepas Pompa Air

Keluarkan media pendingin Melepas tali kipas, kipas, kopling fluida (jika ada) dan puli pompa air dengan cara: 1. Rentangkan tali kipas dan kendurkan mur pengikat tali kipas 2. Kendorkan pivot dan baut penyetel, alternator, kemudian lepas tali kipas 3. Lepas mur pengikat kipas dengan kopling fluida dan puli 4. Lepas mur pengikat kipas dari kopling fluida Lepas pompa air

b. Memeriksa Komponen Pompa Air

Putar dudukan puli dan amati bahwa bearing pompa air tidak kasar atau berisik, jika perlu diganti. Pemeriksaan kopling fluida dari kerusakan dan kebocoran minyak silicon

c. Melepas Komponen Pompa Air Melepas plat pompa dengan cara melepas baut pengikatnya Melepas dudukan puli dengan menggunakan SST dan pres, tekan poros bearing dan lepas dudukan puli Melepas bearing pompa: panaskan 75850C kemudian lepas poros bearing, beraring, dan rotor Melepas rakitan seal dengan menggunakan SST dan pres

d. Merakit Komponen Pompa Air Pasang bearing pompa: panaskan 75-850C kemudian tekan poros bearing, beraring, dan rotor dengan SST dan pres Pasang seal pompa: oleskan seal pada seal baru dan bodi pompa kemudian pasang seal dengan SST dan press Pasang dudukan puli dengan SST dan pres pada poros bearing pompa Pasang rotor menggunakan press pada poros bearing pompa Pasang plat pompa, rotor tidak boleh menyentuh plat pompa Periksa bahwa pompa air berputar lembut

3. Thermostat
a. Melepas Keluarkan media pendingin Lepas saluran air keluar (selang karet atas) Lepas tutup rumah thermostat, kemudian keluarkan

b. Memeriksa Celupkan thermostat ke dalam air, panaskan air bertahap, periksa temperatur pembukaan katup (80-900C) Periksa tinggi kenaikan katup (950C = 8 cm)

c. Memasang Pasang gasket baru pada thermostat Luruskan jiggle valve pada thermostat dengan tanda di sisi kanan dan masukkan ke dalam rumah saluran. Posisi jiggle valve dapat digeser, 10 ke kiri atau ke kanan dari tanda Pasang saluran air keluar

PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN


1. Pemeriksaan Tutup Radiator

Lepas tutup radiator, kemudian pasang radiator cap tester. Tidak boleh membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas, karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar. Pompa dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum Tekanan pembukaan standar: 0,75-1,05 kg/cm2 (10,7 14,9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0,6 kg/cm2 (8,5 psi)

Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.

2. Pemeriksaan Kebocoran Sistem Pendingin

Isilah radiator dengan media pendingin, kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1,2 kg/cm2 (17,1 psi), dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin, radiator, dan pompa air. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut, maka perlu diperiksa blok dan kepala silinder.