Anda di halaman 1dari 25

LENGKUNGAN VERTIKAL

Kurva yang digunakan persamaan umum : adalah parabola dengan

Y = ax2 + bx + c
Alasan : 1. memiliki perubahan slope yang konstan yaitu sebesar 2a atau A/L dimana A = g2 g1 2. mudah dalam perhitungan
1

Terminologi lengkungan vertikal seperti pada Gambar 1 adalah :


g1 = kemiringan/slope tangen awal/muka

g2 = kemiringan/slope tangen akhir/belakang


BVC = awal dari lengkungan vertikal EVC = akhir dari lengkungan vertikal PVI = perpotongan dari tangen muka dan belakang L = proyeksi lengkungan vertikal pada bidang datar .
2

Gambar 1

MACAM LENGKUNGAN VERTIKAL

Dengan BVC sebagai origin dan slope pada origin = g1 maka persamaan umum menjadi : Y = ax2 + g1 x
4

SIFAT GEOMETRI PARABOLA (1)

SIFAT GEOMETRI PARABOLA (2)


1. Beda tinggi antara BVC dan titik pada tangen muka sejauh x dari BVC adalah g1 x. 2. Beda tinggi antara tangen dan lengkungan (tangen offset) adalah ax2 atau d (x/0.5L)2 dimana d = tangen offset pada PVI. 3. Elevasi kurva pada titik sejauh x dari BVC adalah : Elev. BVC + g1 x ax2 Elev. BVC + g1 x + ax2 (untuk kurva cembung) (untuk kurva cekung)

4. Perpotongan g1 dan g2 (PVI) membagi jarak BVCEVC sama panjang sehingga BVC-PVI = PVI-EVC = L
6

SIFAT GEOMETRI PARABOLA (3)


5. Lengkungan berada pada titik tengah garis yang menghubungkan PVI dan titik tengah tali busur BVC-EVC (C) sehingga CM = MV 6. Perubahan arah kemiringan adalah A = g2 g1

PERHITUNGAN LENGKUNGAN VERTIKAL


Terdapat dua metode :

1. Penyelesaian secara langsung


2. Penyelesaian dengan cara offset

PENYELESAIAN SECARA LANGSUNG


langsung menggunakan persamaan parabola Y = ax2 + bx + c dimana : Y = elevasi lengkungan pada jarak x dari BVC a = (g2 g1)/2L L = panjang horisontal/proyeksi lengkungan vertikal b = g1 c = elevasi BVC x = jarak horisontal dari BVC
9

PENYELESAIAN DENGAN CARA OFFSET (1)


Tahapannya adalah sebagai berikut : 1. Hitung A = g2 g1 2. Tentukan stasiun BVC dan EVC Sta. BVC = Sta. PVI L Sta. EVC = Sta. PVI + L 3. Hitung Elevasi BVC dan EVC Elev. BVC = Elev. PVI g1 L Elev. EVC = Elev. PVI + g2 L 4. Tentukan lokasi titik balik (terhadap BVC) : Titik balik memiliki slope = 2ax + g1 = 0 dan karena 2a = A/L maka : x = -g1 L/A
10

PENYELESAIAN DENGAN CARA OFFSET (2)


5. Hitung Elevasi titik C (titik tengah tali busur BVC-EVC) : Elev. C = (Elev. BVC + Elev. EVC)/2 6. Hitung tangen offset di PVI :

d = (beda tinggi PVI dan C)/2 = (HPVI-HC)/2


7. Hitung elevasi tangen di setiap stasiun Elev. tangen i = elev. BVC + g1xi (tangen muka, x dari BVC) atau = elev. EVC g2xi (tangen blkg, x dari EVC)
11

PENYELESAIAN DENGAN CARA OFFSET (3)


8. Hitung tangen offset di setiap stasiun tangen offset = d (x/0.5L)2 ( x dihitung dari BVC atau EVC tergantung mana yang terdekat) 9. Hitung elevasi lengkungan di semua stasiun Elev. lengkungan = Elev. tangen tangen offset atau = Elev. tangen tangen offset Elev. lengkungan = Elev. BVC + g1x tangen offset

atau

= Elev. EVC g2x tangen offset


Tanda + jika lengkungan cekung Tanda jika lengkungan cembung
12

CONTOH HITUNGAN (1)

13

CONTOH HITUNGAN (2)

14

TUGAS DAN LATIHAN


Diketahui : L = 300 m g1 = -3,2% g2 = 1,8 % Stasiun PVI = 45 + 15 Elevasi PVI = 465,92 m. Hitunglah elevasi rencana lengkungan pada titik-titik : BVC, EVC, titik puncak, dan stasiun dengan interval 20 m dengan cara langsung dan cara offset

15

SUPERELEVASI (1)
Pada saat kendaraan masuk pada daerah tikungan, akan terjadi gaya sentrifugal yang akan melempar kendaraan ke arah luar lintasan. Untuk mempertahankan kendaraan tetap pada lintasan, diperlukan gaya yang mengimbangi gaya sentrigugal tersebut. Gaya penyeimbang : 1. Gaya gesek melintang antara ban dengan permukaan perkerasan jalan (perkalian koefisien gesek dengan gaya normal akibat berat kendaraan) 2. Superelevasi : kemiringan melintang pada lengkung horisontal
16

SUPERELEVASI (2)
Superelevasi menunjukkan besarnya perubahan kemirinan melintang jalan secara berangsur-angsur dari kemiringan normal menjadi kemiringan maksimal Terdapat tiga metoda : 1. Profil sumbu sebagai sumbu putar 2. Tepi dalam tikungan sebagai sumbu putar 3. Tepi luar tikungan sebagai sumbu putar Penggambaran superelevasi dibuat dalam bentuk diagram superelevasi yang menunjukkan kemiringan melintang jalan pada setiap titik dalam tikungan
17

SUPERELEVASI (3)

18

DIAGRAM SUPERELEVASI

19

CONTOH PERHITUNGAN SUPERELEVASI (1)


Diketahui : L = 300 m g1 = -3,2% g2 = 1,8 % Stasiun PVI = XX + YY Elevasi PVI = 465,92 m
Stasiun PI = XX + (YY+10) Ls = 150 D = 9o = 25o 45

e = 0,058 tangen runout = 400 : 1 kemiringan jalan normal : 2 % lebar jalan 2 jalur 24

20

Penentuan Posisi Titik A, A, C dan C

21

DIAGRAM SUPERELEVASI HASIL HITUNGAN

22

Perhitungan Elevasi Setiap Stasiun pada Tepi Dalam

23

Perhitungan Elevasi Setiap Stasiun pada Tepi Luar dari Titik A sampai SC

24

Perhitungan Elevasi Setiap Stasiun pada Tepi Luar dari Titik CS sampai A

25