Anda di halaman 1dari 36

STUDI KASUS

Kelompok 1

Anggota Kelompok
ARIFANI SISWIDIASARI I Gusti Agung Suastika A.A. Ayu Putri Kusuma Dewi Pande Nyoman Karismawan Andri Normansyah I Gusti Agung Ayu Devi Yanti Ni Nengah Sri Wahyuni (0508505008) (0808505008) (0908505003) (0908505006) (0908505009) (0908505015) (0908505018)

KASUS
Ibu Ani 72 tahun, mengkonsumsi Na Diklofenak 50 mg tiga kali sehari untuk mengatasi osteoarthritis pada lututnya, selama 2 tahun terakhir. Masuk rumah sakit karena muntah dan berak berdarah. Tidak ada keluhan sakit pada dada, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung (H.pylory negatif). Pemeriksaan darah lengkap (DL) Hb 7 mg/dl, pasien tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, tapi mengkonsumsi aspirin dosis rendah untuk pencegahan

Osteoarthritis
Adanya peradangan dan bahan yang berlebih dalam sendi, sendi degeneratif menyatakan terjadinya sebuah keausan pada sendi. Osteoarthritis ditandai dengan peningkatan kerusakan tulang rawan dan diikuti dengan proliferasi tulang yang berdekatan

ETIOLOGI
1. 2. 3. 4. OBESITAS PEKERJAAN, OLAH RAGA DAN TRAUMA FAKTOR GENETIK OSTEOPOROSIS

PATOFISIOLOGI
Penebalan awal artikular tulang rawan Proliferasi kondrosit dan peningkatan aktivitas anabolik dan katabolik sekunder ECM terhadap kerusakan jaringan atau perubahan dalam struktur ECM. Penurunan respon kondrosit untuk menstabilkan atau memulihkan jaringan, yang mengakibatkan hilangnya tulang rawan secara progresif. Peningkatan pergantian subkondral tulang yang berdekatan, mengarah pada pelepasan peptida vasoaktif dan enzim, menyebabkan degradasi tulang rawan. Fibrilasi atau pemisahan dari noncalcified tulang rawan

TERAPI
Non Farmakologi pengobatan panas atau dingin dan program latihan yang membantu untuk mempertahankan dan memulihkan berbagai gerak sendi dan mengurangi rasa sakit serta kejang otot Perangkat bantu khusus dan ortotik seperti tongkat, walker, penyangga, Konseling diet dan program penurunan berat badan Farmakologi Asetaminofen & NSAID

PEPTIC ULCER DISEASE


Mengacu pada sekelompok gangguan ulseratif pada saluran pencernaan bagian atas yang diakibatkan oleh pembentukan asam dan pepsin. Helicobacter pylori NSAID Stress

TERAPI
Non Farmakologi menghilangkan atau mengurangi psikologis stres, merokok, dan penggunaan NSAID nonselektif (termasuk aspirin) menghindari makanan dan minuman (misalnya, makanan pedas, kafein, dan alkohol) Farmakologi Antasid, H2 reseptor antagonist, H+/K+ ATPase inhibitors , antimikroba, Prostaglandin sintetik (Mikropostol), Pelindung membran mukose (Sukralfat, Sediaan Bismut)

Analisis 4T+1W Na Diklofenak


NO KATEGORI DESKRIPSI KASUS STANDAR ACUAN KESIMPULAN

Tepat indikasi

Pasien menderita osteoarthritis pada lututnya selama 2 tahun terakhir.

Diklofenak (derivat asam fenilasetil) termasuk golongan NSAID. Diklofenak digunakan dalam bentuk sodium untuk meringankan nyeri dan inflamasi pada kondisi gangguan muskuloskeletal dan sendi seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondylitis (Sweetman, 2009).

Pemberian obat sudah tepat indikasi.

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat obat Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak 50mg 3 kali sehari untuk osteoarthritis selama 2 tahun terakhir.

Na dklofenak tersedia dalam bentuk sediaan sebagai berikut (Turkoski et al, 2004): Tablet lepas cepat (untuk terapi akut nyeri ringan hingga sedang, ankylosing spondylitis, terapi akut dan kronis rheumatoid arthritis, osteoarthritis) Tablet lepas tertunda Tablet lepas diperpanjang Larutan optalmik Gel topikal Pasien menerima Na diklofenak 3 kali sehari dengan dosis 50mg, sehingga bentuk sediaan yang mungkin diterima pasien adalah tablet lepas cepat.

Pasien tidak mengalami kesulitan menelan tablet, sehingga terapi sudah tepat obat.

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat pasien

Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak 50mg 3 kali sehari untuk osteoarthritis selama 2 tahun terakhir. Masuk rumah sakit karena muntah dan berak berdarah, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung. Pasien mengonsumsi aspirin dosis rendah untuk pencegahan penyakit kardiovaskular.

Diklofenak sistemik dikontraindikasikan pada pasien dengan kerusakan hati atau ginjal yang parah (Sweetman, 2009). Diklofenak juga dikontraindikasikan bagi pasien hipersensitif dengan diklofenak, aspirin atau NSAID lain, pasien dengan bronchospasme, asma, rhinitis, urtikaria karena NSAID atau aspirin, porphiria (Semla et al, 2003)

Pemberian Na diklofenak belum tepat pasien karena diberikan bersamaan dengan aspirin.

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat dosis

Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak 50mg 3 kali sehari untuk osteoarthritis selama 2 tahun terakhir.

Dosis Oral untuk osteoarthritis 100-150 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi (Semla et al, 2003) Dosis lazim sodium diklofenak oral atau rektal adalah 75-150 mg sehari dalam dosis terbagi (Sweetman, 2009)

Tepat dosis

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Waspada Pasien masuk efek rumah sakit samping karena muntah dan berak berdarah. Tidak ada keluhan sakit pada dada, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung (H. pylory negatif). Pemeriksaan darah lengkap (DL) Hb 7 mg/dl.

Sakit kepala, pusing, retensi cairan, kram perut, nyeri abdominal, konstipasi, diare, flatulen, gangguan pencernaan, mual, ulkus peptik atau pendarahan saluran pencernaan (Semla et al, 2003)

Efek samping Na diklofenak menyebabkan pasien muntah dan berak berdarah karena menginduksi timbulnya ulkus (tukak) peptik sehingga terjadi pendarahan pada saluran cerna. Pendarahan dan pemakaian aspirin yang memiliki efek antiplatelet (pada dosis rendah) mengakibatkan pasien anemia.

Analisis 4T+1W Aspirin

KATEGORI
TEPAT INDIKASI

DESKRIPSI KASUS
PASIEN MENGONSUMSI ASPIRIN DALAM DOSIS RENDAH UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR

STANDAR ACUAN
ASPIRIN SEBAGAI ANALGESIK,ANTIPIR ETIK, DAN ANTIINFLAMASI. (anderson dkk,2002) Selain itu aspirin memiliki efek sebagai antiplatelet yang digunakan sebagai terapi pada gangguan kardiovaskular seperti angina pektoris dan infark miokard dan digunakan sebagai pencegahan resiko kardivaskular. (Sweetman,2009)

KETERANGAN
tepat indikasi

KATEGORI TEPAT PASIEN

DESKRIPSI KASUS PASIEN TIDAK MEMILIKI RIWAYAT PENYAKIT KARDIOVASKULAR. PASIEN MASUK RUMAH SAKIT KARENA MUNTAH DAN BERAK BERDARAH. HASIL PEMERIKSAAN ENDOSKOPI DIKETAHUI BAHWA PASIEN MENGALAMI TUKAK LAMBUNG.

STANDAR ACUAN

KETERANGAN

ASPIRIN MEMILIKI Tidak tepat pasien KONTRAINDIKASI PADA PASIEN YANG MENGALAMI PENDARAHAN; ASMA; HIPERSENSITIVITAS (anderson dkk,2002). ASPIRIN MENINGKATKAN WAKTU PENDARAHAN YANG BERSIFAT IREVERSIBEL DAN PERMANEN(KARENA TRANSETILISASI DARI PLATELET COX), DAPAT MENYEBABKAN BLOOD DOSORDERS TERMASUK TROMBOSITOPENIA (sweetman,2009). ASPIRIN MENGHAMBAT SECARA NON SELEKTIF COX1, DIMANA HAL INI BERASOSIASI DENGAN GI dimana 6%-31% menyebabkan tukak lambung.(batrice dkk, 2004)

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KETERANGAN

TEPAT DOSIS

PASIEN MENGONSUMSI ASPIRIN DALAM DOSIS RENDAH

DOSIS GERIATRI > 50 TH UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR 81-325 MG/ HARI (anderson dkk,2002).

KARENA DALAM KASUS TIDAK DISEBUTKAN BERAPA DOSIS UNTUK ASPIRIN, MAKA TIDAK DAPAT DISIMPULKAN APAKAH PENGGUNAAN ASPIRIN TELAH TEPAT DOSIS ATAU BELUM.

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KETERANGAN

TEPAT OBAT

PASIEN MENGONSUMSI ASPIRIN DALAM DOSIS RENDAH UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR. PASIEN TIDAK MEMILIKI RIWAYAT PENYAKIT KARDIOVASKULAR. HASIL PEMERIKSAAN ENDOSKOPI DIKETAHUI BAHWA PASIEN MENGALAMI TUKAK LAMBUNG.

DAPAT MENYEBABKAN BLOOD DOSORDERS TERMASUK TROMBOSITOPENIA (sweetman,2009). ASPIRIN MENGHAMBAT SECARA NON SELEKTIF COX1, DIMANA HAL INI BERASOSIASI DENGAN GI dimana 6%-31% menyebabkan tukak lambung.(batrice dkk, 2004)

TIDAK TEPAT OBAT. JIKA PASIEN TIDAK MEMILIKI RIWAYAT PENYAKIT KARDIOVASKULAR, TETAPI INGIN MENCEGAH. SEBAIKNYA DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU PERBAIKAN POLA HIDUP, BEROLAHRAGA DAN MENJAGA GAYA HIDUP SEHAT.

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KETERANGAN

WASPADA EFEK SAMPING

HASIL PEMERIKSAAN ENDOSKOPI DIKETAHUI BAHWA PASIEN MENGALAMI TUKAK LAMBUNG.

ASPIRIN MENGHAMBAT SECARA NON SELEKTIF COX1, DIMANA HAL INI BERASOSIASI DENGAN GI dimana 6%-31% menyebabkan tukak lambung.(batrice dkk, 2004)

ASPIRIN DAPAT MENINGKATKAN RESIKO TERJADINYA KEPARAHAN PADA PENDERITA TUKAK LAMBUNG. DAN MENYEBABKAN PENDARAHAN YANG DIPERPANJANG SERTA BERSIFAT PERMANEN DAN IRREVERSIBEL.

ANALISIS
OSTEOARTHRITIS

kardiovaskular

Na Diklofenak

Aspirin

Tukak Lambung Pendarahan Gastro Intestinal

Muntah, Berak berdarah, Hb 7 mg/dl

REKOMENDASI
BERDASARKAN HASIL ANALISIS DIATAS, MAKA REKOMENDASI TERHADAP KASUS DIATAS ADALAH: MENGHENTIKAN PENGGUNAAN ASPIRIN PADA PASIEN TERSEBUT DENGAN PERTIMBANGAN DARI KONDISI PASIEN, PENYAKIT YANG DIDERITA, PENINGKATAN RESIKO PENYAKIT TUKAK LAMBUNG DAN KERASIONALAN DALAM TERAPI.

Rekomendasi Kasus
Tukak peptik dan pendarahan asimptomatik terjadi pada 60% pasien geriatri yang menerima NSAID. Misoprostol dan inhibitor pompa proton adalah agen yang terbukti membantu mencegah terjadinya tukak yang diinduksi oleh golongan NSAID (Semla et al, 2003) Untuk itu, direkomendasikan pemberian sediaan dengan zat aktif Na Diklofenak dan Misoprostol untuk menangani osteoarthritis sekaligus tukak peptik yang diderita pasien. Sediaan yang direkomendasikan kepada pasien adalah Arthrotec

Arthrotec
Sinonim Misoprostol dan diklofenak Kategori terapi Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID) ; Prostaglandin Indikasi Diklofenak : penanganan osteoarthritis, rheumatoid arthritis Misoprostol : profilaksis ulkus gastrik dan duodenal yang diinduksi oleh NSAID Bentuk sediaan Tablet : Diklofenak 50mg dan misoprostol 200 mcg ; Diklofenak 75 mg dan misoprostol 200 mcg (Semla et al, 2003)

Analisa 4T+1W Arthrotec


NO KATEGORI DESKRIPSI KASUS STANDAR ACUAN KESIMPULAN

Tepat indikasi

Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak untuk osteoarthritis. Masuk rumah sakit karena muntah dan berak berdarah, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung.

Kandungan Arthrotec Diklofenak : penanganan osteoarthritis, rheumatoid arthritis (Semla et al, 2003).

Penggunaan sediaan Arthrotec sudah tepat indikasi Misoprostol : profilaksis ulkus dalam gastrik dan duodenal yang diinduksi penanganan oleh NSAID (Semla et al, 2003) osteoarthritis Misoprotol adalah analog sekaligus prostaglandin yang menghambat tukak sekresi asam lambung dengan lambung bekerja langsung pada sel parietal yang diderita dan juga dapat menghambat pasien. sekresi gastrin dan mempunyai efek sitoprotektif (Sweetman, 2009).

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat obat

Pasien berumur 72 tahun, tanpa keluhan nyeri pada dada

Bentuk sediaan Arthrotec Tablet yang mengandung Diklofenak 50mg dan misoprostol 200 mcg ; Diklofenak 75 mg dan misoprostol 200 mcg

Pemberian Arthrotec telah tepat obat karena pasien tidak mengalami kesulitan menelan tablet.

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat pasien

Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak 50mg 3 kali sehari untuk osteoarthritis selama 2 tahun terakhir. Masuk rumah sakit karena muntah dan berak berdarah, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung.

Sediaan ini dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap diklofenak, misoprostol atau komponen lain dalam produk obat (Semla et al, 2003) Misoprostol tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau berencana hamil karena menyebabkan kontraksi uterus, juga dihindarkan untuk pasien hipotensi, penderita inflammatory bowel disease dengan diare (Sweetman, 2009)

Pasien tidak menunjukkan gejala seperti hal-hal yang dikontraindikasi kan sehingga penggunaan sediaan ini tepat pasien.

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Tepat dosis

Pasien berumur 72 tahun, menerima terapi Na diklofenak 50mg 3 kali sehari untuk osteoarthritis selama 2 tahun terakhir.

Dosis oral untuk osteoarthritis pada geriatri dan dewasa : Arthrotec 50 1 tablet 2-3 kali sehari (jika regimen terapi tidak ditoleransi pasien dosis bisa dikurangi menjadi 1 tablet 2 kali sehai) Arthrotec 75 1 tablet 2 kali sehari

Pemberian terapi Arthrotec yang akan diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan kekuatan sediaan.

(Semla et al, 2003)

NO

KATEGORI

DESKRIPSI KASUS

STANDAR ACUAN

KESIMPULAN

Waspada Pasien masuk efek rumah sakit samping karena muntah dan berak berdarah. Tidak ada keluhan sakit pada dada, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan terjadinya tukak lambung (H. pylory negatif). Pemeriksaan darah lengkap (DL) Hb 7 mg/dl.

Diklofenak : Sakit kepala, pusing, retensi cairan, kram perut, nyeri abdominal, konstipasi, diare, flatulen, gangguan pencernaan, mual, ulkus peptik atau pendarahan saluran pencernaan (Semla et al, 2003) Misoprostol : Efek samping yang paling umum adalah diare. Efek samping lainnya nyeri abdominal, dispepsia, flatulen, mual dan muntah, meningkatkan kontraksi uterus dan pendarahan vagina abnormal (Sweetman, 2009)

Efek samping Na diklofenak menyebabkan pasien muntah dan berak berdarah karena menginduksi timbulnya ulkus (tukak) peptik sehingga terjadi pendarahan pada saluran cerna dapat ditangani dengan misoprostol. Efek samping lain yang perlu diwaspadai adalah diare (kemungkinan dehidrasi), kontraksi uterus dan pendarahan vagina yang abnormal.

TERAPI TAMBAHAN
Pendarahan Gastro Intestinal Anemia of Critical illnes Hb 7 mg/dl

Berak berdarah

memerlukan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang diperlukan untuk produksi sel darah merah

ESO Vitamin B12 adalah arthritis

Diberikan zat besi dan asam folat

ATURAN PAKAI PENGGUNAAN OBAT : ARTHROTEC diminum 1 tablet tiga kali sehari, bersama dengan makanan (15 menit setelah makan) (ISFI, 2009). Terapi aspirin dihentikan dulu.
CARA PENGGUNAAN OBAT : ATRHROTEC dikonsumsi secara oral yaitu diminum dengan air putih. LAMA PENGGUNAAN OBAT : ARTHROTEC dikonsumsi sampai gejala osteoartritis dan PUD hilang. Selanjutnya bisa kembali konsultasikan ke dokter. CARA PENYIMPANAN OBAT : ARTHROTEC disimpan terhindar dari sinar matahari langsung dan jangkauan anak-anak.

AKTIVITAS, MAKANAN, MINUMAN YANG HARUS DIHINDARI : Lebih banyak beristirahat, karena rasa sakit osteoarthritis biasanya memburuk ketika penggunaan dan membaik dengan beristirahat. Apabila pasien mengalami obesitas, sebaiknya melakukan diet rendah lemak serta kaya serat. Hal ini karena peningkatan berat badan terkait erat dengan pinggul, lutut, dan tangan osteoarthritis. Obesitas seringkali mengawali osteoarthritis dan memberikan kontribusi untuk perkembangannya. Menghindari kegiatan yang melibatkan gerakan berulang atau kemungkinan terjadinya cidera. Hal ini karena kegiatan-kegiatan tersebut akan meningkatkan risiko untuk mengembangkan osteoarthritis. Pekerja yang terpapar stres yang berulang pada tangan atau anggota tubuh bagian bawah berada pada risiko tinggi untuk osteoarthritis. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan terapi fisik dengan pengobatan panas atau dingin dan program latihan yang membantu untuk mempertahankan dan memulihkan berbagai gerak sendi dan mengurangi rasa sakit serta kejang otot. Sebaiknya menggunakan perangkat bantu khusus dan ortotik seperti tongkat, walker, penyangga, heel cup, dan sepatu tanpa sol selama latihan atau aktivitas sehari-hari (Wells, 2009).

Apabila mengkonsumsi Parasetamol, sebaiknya menghindari konsumsi alkohol. Karena obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit hati kronis dan mereka yang menyalahgunakan alcohol. Pengguna alkohol kronis (tiga atau lebih minuman sehari-hari) harus diperingatkan tentang peningkatan risiko kerusakan hati atau perdarahan GI dengan asetaminofen. Individu lain tampaknya tidak mengalami peningkatan risiko untuk perdarahan GI (Wells, 2009). Penderita PUD yang sering merokok, sebaiknya menghentikan aktivitas tersebut, karena merokok dikaitkan dengan prevalensi yang lebih tinggi ulcer dan juga dapat mengganggu penyembuhan luka (Burns et al,2008). Penderita PUD sebaiknya menghindari stres psikologis (Burns et al, 2008), menghindari makan terlalu malam dan susu serta banyak istirahat dan melakukan relaksasi. Makanan yang pedas juga harus dihindari (DiPiro,2005) Penderita PUD juga sebaiknya menghindari pengkonsumsian kopi, teh, cola, bir, dan highlyspiced diet karena dapat menyebabkan dispepsia (Burns et al, 2008).

KESIMPULAN
Na Diklofenak dan Aspirin menyebabkan terjadinya tukak lambung dan pendarahan gastro intestinal Terapi untuk osteoarthritis diganti menggunakan Arthrotec (Na diklofenak dan Misoprostol) Penggunaan Aspirin dihentikan Terapi tambahan untuk mengatasi anemia yang dialami dengan pemberian zat besi dan asam folat

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Philip O., James E. Knoben., William G.Troutman., Handbook of Clinical Drug Data. 2002. Meksiko: Medical Publishing Division. Sweetman, Sean C. 2009. Martindale : The Complete Drug Reference Thirty-sixth edition. London: Pharmaceutical Press. Semla, Todd P., Judith L. Belzer, and Martin D. Higbee. 2003. Geriatric Dosage Handbook. Ohio : Lexi-Comp Inc. Turkoski,Batrice., Brenda R. Lance., Mark F. Banfiglio. 2004. Drug Information Handbook for Nursering. Canada: Lexi-Comp Inc. Dipiro, J.T., Robet L.T., Gary C.Y., Gary R.M., Barbara G.W., L Michael P. 2005. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.

THANK YOU