Anda di halaman 1dari 28

Achmad Hafiedz Azis K Ilham Priharto Nastiti Utami Candra Lia Pahdariesa Saptaningtyas Widowati Preseptor: Liza Nursanty,

dr., Sp.B, Mkes, FInaCS Kelompok 3 Fakultas Kedokteran UNISBA SMF ILMU BEDAH RS AL ISLAM

Definisi : Nyeri Abdomen Akut (Acute Abdominal Pain)


Akut abdomen adalah keadaan yang memerlukan

keputusan segera (FD Moore, 1977)


Haruskah menjalani operasi? Bila harus, kapan sebaiknya dioperasi?

Istilah lain: Gawat Abdomen (Buku Ajar Ilmu Bedah,

1997): keadaan klinik akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama Nyeri abdomen akut: karena keluhan utama nyeri akut (Nyhus, Vitello, Condon, 1995)

Nyeri abdomen

Identifikasi nyeri abdomen meliputi : jenis nyeri, letak nyeri, sifat nyeri, onset nyeri.

Jenis Nyeri
1.1 Nyeri visceral lokal (Unreferred visceral pain) Nyeri visceral (onsetnya lambat, dull, sukar untuk ditentukan lokasinya dan nyerinya berlarut-larut) dirasakan di garis tengah perut. Lokasi nyeri sesuai perkembangan embryonal usus. -Usus depan (foregut) yaitu lambung, duodenum, system hepatobilier pancreas nyeri di ulu hati atau epigastrium. -Usus tengah (midgut) yaitu usus halus dan usus besar sampai pertengahan kolon transversum nyeri periumbilikus. -Pertengahan kolon transversum sampai dengan kolon sigmoid mrpk usus belakang (hindgut) nyeri di perut bagian bawah. Demikian juga buli-buli dan rektosigmoid.

1.2 Nyeri Alih Viseral (Referred visceral pain)


Nyeri > terlokalisir daripada nyeri visceral sebenarnya Lokasinya pada dermatom atau myotom dg persarafan

segmen medulla spinalis yang sama dengan organ yang terkena. Misalnya distensi usus halus nyeri samar-samar, lokalisasi yang buruk (awal), rangsangan >> nyeri alih ke dinding abdomen dan punggung.

1.3 Nyeri parietal lokal (Ureferred parietal pain) Nyeri saat inflamasi organ berongga serat

nociseptif peritoneum parietal: nyeri terlokalisir pada dinding abdomen diatas tempat inflamasi, tajam, akut misalnya apendisitis pada titik Mc Burney.

1.4 Nyeri Alih Parietal (Referred parietal pain)


Nyeri karakteristik di tempat lain yang jauh dari

tempat stimulasi nociseptif, contoh klasik adalah Kehr,s sign (nyeri di bahu kiri) pada ruptur limpa setelah trauma

Letak Nyeri
Nyeri viseral sesuai letaknya asal organ masa

embrional. Nyeri parietal dekat organ sumber nyeri relatif mudah menentukan penyebabnya.

Sifat Nyeri

3.1 Nyeri alih Jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari satu daerah. Misalnya diafragma berasal dari regio leher C3-C5 ke bawah pada masa embrional rangsangan pada diafragma (perdarahan atau peradangan) di bahu. Kholesistitis akutdaerah ujung belikat. Abses subdiafragma, radang, trauma pada permukaan atas limfa atau hati nyeri di bahu. 3.2 Nyeri radiasi Nyeri menyebar dalam sistem atau jalur anatomi yang sama. Misalnya kolik ureter atau kolik pielum ginjal dirasakan sampai ke alat kelamin luar (testis atau labium mayor). 3.3 Nyeri proyeksi Nyeri oleh rangsangan saraf sensorik akibat cedera atau peradangan saraf. Contoh; nyeri setelah tindakan amputasi, atau nyeri hebat perifer setempat pada herpes zoster.

3.4 Nyeri Kontinyu Nyeri akibat rangsangan pada peritoneum parietal akan dirasakan terus menerus karena berlangsung terus, misal pada reaksi radang. 3.5 Nyeri kolik Nyeri viseral spasme otot polos organ berongga, >> hambatan pasase, Hipoksia jaringan dinding saluran. Kontraksi berjeda kolik hilang timbul. 3.6 Nyeri iskemik Tanda jaringan terancam nekrosis. Nyeri sangat hebat, menetap dan tidak menyurut. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum: takhikardia, Merosot KU, dan shok karena reabsorbsi toksin jaringan nekrosis.

3.7 Nyeri pindah Nyeri berpindah dan berubah perkembangan patologi. Misalnya: apendisits

Onset Nyeri
Sterotypes of pain onset and associated pathology Suddent onset (full pain in Rapid onset (initial sensation Gradual onset (hours)

seconds)
Perforated ulcer Mesenteric infarction

to full pain over minutes or


hours) Strangulated hernia Volvulus

Appendicitis
Strangulated hernia Chronic pancreatitis Peptic ulcer disease

Ruptured abdominal aortic

aneurysm
Ruptured ectopic pregnancy Ovarian torsion or

Intussusception
Acute pancreatitis Billliary colic Diverticulitis

Inflammatory bowel
disease Mesenteric lymphadenitis Cystitis and urinary

ruptured cyst
Pulmonary embolism Acute myocardial infarction

Ureteral and renal colic

retention
Salphingitis and prostatitis

ANAMNESIS
Umunya penderita akut abdomen datang dengan keluhan

utama nyeri perut akut. Karakteristik nyeri perlu ditelaah lebih dalam karena dapat menghasilkan kemungkinan penyakit yang diderita. Karakteristik nyeri perut:
o o o o o o o

Lokasi Waktu Keparahan Karakteristik Progresifitas Durasi Faktor-faktor yang mempengaruhi

PEMERIKSAAN FISIK
Penampakan secara umum 2. Sikap penderita Kegelisahan penderita saat colic hebat atau perdarahan intra teritoneal berlawanan dengan sikap statis penderita peritonitis. Pada peritonitis difus, kedua lutut penderita kerap ditekuk agar mengurangi ketegangan dinding abdomen, sedangkan pada tiap inflammasi yang mengenai m.psoas menyebabkan flexi paha sesisi. 3. Tanda-tanda vital
1.

4. Pemeriksaan abdomen Inspeksi Abdomen sebaiknya diamati dengan cahaya tidak langsung melihat tonjolan atau kelainan lain di dinding abdomen, gerakan peristaltik usus pada kasus obstruksi, ada tidaknya scar dari operasi sebelumnya.

Important Signs in Patiens with Abdominal Pain Sign Cullens sign Finding Bluish periumbilical discoloration Association Retroperitoneal hemorrhage (hemmorrhagic pancreatitis, abdominal aortic aneurysm rupture Splenic rupture Eptopic pregnancy rupture

Kehrs sign

Severe left shoulder pain

McBurneys sign

Murphys sign Iliopsoas sign Obturators sign Grey-Turners sign

Tenderness located 2/3 distance from anterior iliac spine to umbilicus on right side Abrupt interruption of inspiration on palpation of right upper quadrant Hyperextension of right hip causing abdominal pain Internal rotation of flexed right hip causing abdominal pain Discoloration of the flank

Appendicitis

Acute cholecystitis Appendicitis Appendicitis Retroperitoneal hemorrhage (hemorrhagic pancreatitis, abdominal aortic aneurysm rupture) Pelvic inflammatory disease Appendicitis

Chandelier sign Rovsings sign

Manipulation of cervix causes patient to lift buttocks off table Right lower quadrant pain with palpation of the left lower quadrant

Auskultasi bising usus, metalic sound Perkusi dibedakan antara gas atau cairan sebagai penyebab

dari distensi. Pemeriksaan dimulai dari daerah bebas nyeri, dilakukan secara hati-hati terutama pada anak. Palpasi dilakukan dari lokasi terjauh dari nyeri atau tanpa kelainan. NT/NL, contralateral TES KHUSUS PADA NYERI AKUT ABDOMEN: Rovsing sign Psoas sign Obturator sign Pemeriksaan Colok Dubur

PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Pemeriksaan darah lengkap 2. Pemeriksaan urine dan tes kehamilan 3. Pemeriksaan kimia darah
PEMERIKSAAN RADIOLOGI 1. Chest x-ray 2. Abdominal x-ray 3. 3 posisi: Tegak, Supine, Left lateral decubitus 4. Pemeriksaan ultrasonografi 5. CT-Scan 6. MRI

Right Upper Quadrat


Acute Hepatitis Tipe nyeri : Nyeri visceral Tanda Khusus :

Anamnesis : - riwayat kebersihan makan buruk, riwayat penggunaan obat terlarang atau alat yang menggunakan jarum seperti tattoo, penggunaan obat-obatan tertentu yang bersifat hepatotoksik seperti minocycline, Agomelatine (antidepressant), Allopurinol, Amitriptyline (antidepressant), Amiodarone (antiarrhythmic), Atomoxetine, Azathioprine Pemeriksaan fisik : - nyeri biasanya disertai jaundice (sklera ikterik, kulit kuning), dapat disertai hepatomegali. Penunjang : Laboratorium darah menunjukan peningkatan SGOT dan SGPT

Cholangitis Tipe nyeri : Nyeri terlokalisasi RUQ Tanda Khusus :

Anamnesis : riwayat batu empedu atau batu saluran empedu, riwayat operasi cholecystectomy, riwayat cholangitis sebelumnya. Pemeriksaan fisik : ditemukan Charcots triad (meliputi demam, nyeri RUQ, dan jaundice) hingga Reynolds pentad (Charcots triad + perubahanstatus mental + sepsis), milh hepatomegaly, tachicardia. Penunjang : imaging (USG dan CT Scan)

Cholecystitis & Cholelithiasis Tipe nyeri : lokal, konstan, dan berat. Pada awalnya dapat reffered pain ke daerah flank dan scapula kanan. Tanda Khusus :

Anamnesa : kebiasaan makan yang berlemak, keluham diawali sebelumnya dengan makan makanan yang berlemak, pernah memiliki riwayat cholangitis. Pemeriksaan Fisik : ditemukan demam, dan murphy sign positif Penunjang : USG

Duodenal Ulcer Tipe nyeri : tajam, terbakar, terlokalisasi, dapat juga meyebar ke daerah punggung, bersifat episodic Tanda khusus :

Anamnesa : pola makan tidak teratur, kebiasaan minum kopi atau alkohol, penggunaan obat NSAID dalam jangka waktu yang lama, nyeri biasanya membaik jika makan (namun kadang tidak spesifik). Pasien biasanya mengeleluhkan terbangun malam hari akibat nyeri Pemeriksaan Fisik : tidak ada tanda spesifik Penunjang : urea breath test, ELISA antibodi terhadap H.pylori, imaging, culture jaringan.

LEFT UPPER QUADRANT


Penyakit Etiologi Karakteristik Nyeri Nyeri daerah epigastrik, menyebar ke punggung, nyeri menetap, diperparah oleh posisi berbaring dan lebih ringan pada posisi trunkus flexi Nyeri daerah epigastrik, karakteristik nyeri seperti tertekan atau terbakar, nyerinya hilang timbul, nyeri dapat menghilang oleh makanan atau antasid, nyeri muncul beberapa jam setelah makan Nyeri daerah epigastrik, kadang menyebar ke punggung di bawah scapula Manifestasi Klinis Mual, muntah, disensi abdomen, demam. Nyeri tekan pada epigastrik, suara BU (-) atau menurun Mual, muntah, perut kembung Lab Hct , WBC , serum amylase Radiologi Plain abdominal film (radioopaque gallstone) CT scan Pengobatan Medikasi Operasi Pankreatitis Biliary tract disease, akut alcohol, drugs, trauma, hyperparathyroidism, malnutrisi, hyperlipidemia, obstruksi duktus pankreas, obstruksi duodenum, infeksi, iskemia, herediter. Duodenal ulcer H. pylori, NSAID, hipersekresi asam

WBC Upper gastrointestinal Medikasi radiography antasid, endoscopy antagonis H2 histamin, antibiotik Operasi kekambuhan atau sakit yang berlanjut Endoscopy EKG

Dyspepsia

H. pylori

Substernal pressure, epigastric distress, mual, perut kembung

RIGHT LOWER QUADRANT


Penyakit Apendisitis Etiologi Obstruksi lumen karena fecalith, parasit, benda asing Karakteristik Nyeri Nyeri di bawah epigastrik atau umbilikus yang berpindah ke daerah perut kanan bawah, nyeri terasa hebat dan menetap Manifestasi Klinis Anorexia, mual, muntah, obstipasi, febris, nyeri tekan dan nyeri lepas pada titik McBurney, Rovsing sign (+), psoas sign (+), obturator sign (+) Mual, muntah, generalized lymphadenopathy Lab Radiologi Pengobatan Open appendectomy Mild Plain abdominal Xleukocytosis, Ray, ultrasonografi, CT scan

Mesenteric adenitis

Toxin dari bakteri

KET

Kehamilan di luar kandungan

Batu ureter

Nyeri awalnya terasa pada abdomen bagan atas lalu pindah ke perut kanan bawah, nyeri biasanya terasa di perut bagian kanan Nyeri di perut kanan Perdarahan vagina, bawah, nyeri tekan pada abdomen, miss menstrual period Nyeri menyebar ke Hematuria, tidak labia, scrotum atau demam penis

Suhu , leukocytosis

operasi

Tes kehamilan (+) urinalisis

ultrasonography

laparotomy

IVP

operasi

LEFT UPPER QUADRANT


Penyakit Etiologi Ileus Intraluminal, paralitik intramural, ekstramural Karakteristik Nyeri nyeri cenderung menjadi kolik yang awalnya ringan, lalu meningkat baik dalam frekuensi atau derajat kesakitannya. Manifestasi Klinis Lab muntah, konstipasi absolut, leukositosis dan distensi abdomen dalam berbagai tingkatan Pasien sering berposisi knee-chest, atau berguling-guling. Radiologi Foto polos abdomen air-fluid level yang membentuk pola bagaikan tangga. Barium Enema CTScan. USG. MRI. Pemeriksaan USG MRI dan CT (tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya) Pengobatan Operasi untuk membuang bagian usus yang mengaami defek

Kista ovarium

hernia

Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol. Tekanan intraabdomen yang tinggi

rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul.

Dapat hilang sendiri Laparotomy

Tidak terdapat nyeri kecuali pada kondisi strangulasi -

Timbul benjolan dilipat Lab darah paha yang hilang rutin timbul Benjolan dapat hilang jika pasien tiduran/ dimasukkan dengan tangan Transluminai (-) Bising usus (+)

Rotgen abdomen

Herniotomi Hernioraphy Hernioplasty

Batu ginjal

Adanya batu

Nyeri colic

Kolik renalis ditandai lab dengan nyeri hebat darah yang hilang-timbul, rutin biasanya di daerah urinalisis antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. mual dan muntah, perut menggelembung demam, menggigil dan darah di dalam air kemih

Rotgen abdomen

ESWL Pembedahan