Anda di halaman 1dari 52

Laporan Kasus

Closed Fracture Tibia 1/3 Proximal Sinistra

Pembimbing dr. Basuki Widodo, Sp.OT

Disusun oleh : Arum Puspita Sari 112.0211.169

Pendahuluan

Insiden Penyakit Muskuloskeletal semakin banyak

Penyebab - KLL (51,6%) - Kecelakaan kerja & olahraga (30%) - KDRT (18%)

Insiden fraktur ekstremitas bawah yaitu sekitar 46,2%

Fraktur di ekstremitas inferior paling banyak (40%) Fraktur diafisis tibia.

Fraktur Ditinjau secara keseluruhan & diatasi secara simultan

Identitas Pasien
Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan MRS Bangsal : Sdr.AN : Laki-laki : 18 tahun : Asrama Akmil : Capratar : 10 Desember 2013 pukul 14.45 : Melati

Subjektif
Anamnesis

Keluhan Utama

Nyeri pada tungkai bawah sebelah kiri.

Keluhan Tambahan

Bengkak pada tungkai bawah sebelah kiri

a. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien post terjatuh saat latihan pada tgl 4 Desember 2013 Saat pasien sedang mengikuti latihan berupa pendakian, pasien terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 2 meter, dengan tungkai bawah sebelah kiri sebagai tumpuan. Benturan kepala (-). Pasien sadar. Setelah terjatuh setiap kali kaki kiri itu digerakkan terasa nyeri. Tidak terdapat luka robek/ terbuka di kaki kiri. pusing (-), mual (-), muntah (-),BAK dan BAB dbn. Datang ke IGD RST dr.Soedjono Magelang tanggal 10 Desember 2013 dengan keluhan nyeri pada tungkai bawah sebelah kiri.

b. Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat Asma Riwayat DM Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Hipertensi Riwayat Alergi Obat dan Makanan Riwayat Trauma serupa sebelumnya : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

c. Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat Asma Riwayat DM Riwayat Hipertensi Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Alergi Obat dan Makanan : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Objektif
Pemeriksaan Fisik
Primary Survey
A B C D E : Tidak ada gangguan jalan napas : RR 19 x/menit : TD : 110/70 mmHg, N : 92x/mnt, akral hangat, capp refill < 2 : GCS 15 (E4M6V5) : Suhu 36 C

Status Generalis
Kepala Normochepal, chepal hematom (-) Mata : CA -/-, SI -/-, pupil isokor 3mm/3mm, Refleks Cahaya +/+ Telinga : Discharge (-) Hidung : Discharge (-) Leher : pembesaran KGB (-), kaku leher (-) Thoraks (Paru dan Jantung) Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi : dbn Abdomen Inspeksi , Auskultasi, Palpaasi, Perkusi : dbn Genitalia : dbn Ekstremitas (Superior dan inferior) Akral Hangat, Capilary refill <2 detik.

Status Lokalis
Regio Cruris Sinistra Look
Tampak region cruris sinistra swelling dan kemerahan. Tidak tampak deformitas. Vulnus Laceratum (-), Sianosis ()

Feel
Nyeri saat digerakkan (+), nyeri tekan (+), pulsasi a. dorsalis pedis (+), akral hangat (+), sensasi (+), capp refill (< 2)

Move
Gerakan aktif dan pasif terbatas, nyeri saat digerakkan

Assessment Sementara

- Closed Fracture Cruris Sinistra -

Planning
Planning Diagnostik
- Foto Rontgen Reg.Cruris Sinistra (AP, Lateral)

Planning Terapi
Simptomatik Infus metronidazol 3 x 500 mg Paracetamol 3 x 500 mg Non Flamin 3 x 1 tab Kausal Reposisi dan Pemasangan gips Suportif Infus RL/ D5 20-30 tpm

- Pemeriksaan Laboratorium Darah Lengkap, BT, CT

Pemeriksaan Penunjang
Rontgen Cruris Sinistra (AP/Lateral)

Alignment dan Aposisi (alignment dan aposisi os tibia baik) Bone (terdapat diskontinuitas tulang (fraktur) os Tibia Sinistra 1/3 Proksimal komplit dengan garis fraktur tranversal. Pada os fibula baik. Cartilago (cartilago intraartikuler baik) Soft tissue kemungkinan terdapat kerusakan

B
C S

Pemeriksaan Darah Lengkap


Jenis Pemeriksaan WBC RBC HB HCT PLT PCT MCV MCH MCHC RDW MPV PDW Hasil 11.9 103/mm3 4.26 106/mm3 12 g/dl 34.3 % 369 103/mm3 0.41 % 80.7 um3 28.1 pg 34.9 g/dl 12 % 11.3 um3 8,2 % 4 10 3,5 5,5 11,0 15 36 48 150 450 0.10 0.20 80 99 26 32 32 36 7.4 10.4 7.4 10.4 10 14 Referensi

Jenis
% Lym

Hasil
13,3 %

Referensi
20 40

Jenis
# Lym

Hasil
1,6 103/mm3

Referensi
0,6 4,1

% Mon
% Gra

6,5 %
80,2 %

1 15
50 70

# Mon
# Gra

0,8 103/mm3
9,5 103/mm3

0,1 1,8
2 7,8

Diagnosa

- Closed Fracture Tibia 1/3 Proximal Sinistra

Tindakan

Reposisi Pemasangan gips

Follow Up
Tanggal 11 Desember 2013 (Pre-Op)
VS : TD 110/90 mmHg; N :84x/mnt; S: 36,5C KU : tampak sakit sedang S : nyeri tungkai kiri bawah (+), pusing (-), sesak (-), mual (-), muntah (-), BAB/BAK (-) O: St. Generalis : Thorax : pulmo (SDV +/+, Rh -/-, Wh -/-), cor (S1>S2) Abdomen : Soefl, BU +, Hepar dan Lien dbn St. Lokalis : Look Tampak reg. cruris sinistra terpasang bidai. Feel Terasa nyeri saat digerakkan. Nyeri tekan (+). Pulsasi a.tibialis posterior baik. Move Pasif movement (+) terbatas, nyeri gerak (+)

Planning Terapi
Simptomatik Infus metronidazol 3 x 500 mg Paracetamol 3 x 500 mg Non Flamin 3 x 1 tab Kausal Reposisi dan Pemasangan gips Suportif Infus RL/ D5 20-30 tpm Monitoring KU, VS, perbaikan tanda dan gejala, pola makan, hasil pemeriksaan penunjang, kondisi tungkai Edukasi - Penjelasan mengenai penyakit dan prognosisnya - Minum obat teratur, makanan tinggi protein, cukup istirahat.

Tanggal 12 Desember 2013 (Post Op Hari ke-1)


VS : TD 130/90 mmHg; Nadi 87x/menit; Suhu 36,4C KU : tampak sakit sedang S : pegal pada tungkai kiri bawah (+), pusing (-), sesak (-), mual (-), muntah (-), BAB/BAK (-) O: St. Generalis : Thorax : pulmo (SDV +/+, Rh -/-, Wh -/-), cor (S1>S2) Abdomen : Soefl, BU +, Hepar dan Lien dbn St. Lokalis : Look Tampak tungkai kiri dari bagian atas lutut sampai pedis sinistra terpasang gips. Feel Tungkai kiri terasa pegal dan sulit digerakkan karena terpasang gips. Move Pasif movement (+) terbatas.

Planning Terapi
Simptomatik
Infus metronidazol 3 x 500 mg, jika infus habis terapi diganti oral semua Ciprofloxacin 2 x 500 mg Paracetamol 3 x 500 mg Non Flamin 3 x 1 tab Reposisi dan Pemasangan gips Infus RL/ D5 20-30 tpm

Kausal
Suportif Monitoring Keadaan umum, tanda vital, perbaikan tanda dan gejala, pola makan, kondisi tungkai setelah pemasangan gips Edukasi Penjelasan mengenai penyakit dan prognosisnya Minum obat teratur, makanan tinggi protein, vitamin dan mineral, , cukup istirahat, mobilisasi dengan bantuan kruk.

Tanggal 13 Desember 2013 (Post Op Hari ke-2)


VS : TD 120/80 mmHg; Nadi 90x/menit; Suhu 36C Kedaan umum : tampak sakit sedang S : pegal pada tungkai kiri bawah (+), pusing (-), sesak (-), mual (-), muntah (-), BAB/BAK (-) O: St. Generalis : Thorax : pulmo (SDV +/+, Rh -/-, Wh -/-), cor (S1>S2) Abdomen : Soefl, BU +, Hepar dan Lien dbn St. Lokalis : Look Tampak tungkai kiri dari bagian atas lutut sampai pedis sinistra terpasang gips. Feel Tungkai kiri terasa pegal dan sulit digerakkan karena perpasang gips. Move Pasif movement (+) terbatas.

Planning Terapi
Simptomatik Ciprofloxacin 2 x 500 mg Paracetamol 3 x 500 mg Non Flamin 3 x 1 tab Kausal Reposisi dan Pemasangan gips Fisioterapi Pasien sudah bisa mobilisasi dengan bantuan 2 kruk Pasien tidak bisa berolahraga dan latihan fisik lainnya selama penggunaan gips.

TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas dari tulang, sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak macam dengan derajat, berbagai mengenai

pembuluh darah, otot, dan persarafan.

Etiologi Fraktur

Trauma terjadi secara tiba tiba

Fraktur Traumatik Fraktur Stress

Trauma terjadi terus menerus pada suatu tempat tertentu

Terjadi karena Kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis pada tulang

Fraktur Patologis

Klasifikasi
Sifat fraktur Open Fracture Closed Fracture Komplit atau ketidak komplitan fraktur Complete Fracture Oblik Segmental

Bentuk garis patah


Transversal

Jumlah garis patah


Kominutif

Pergeseran fragmen tulang Undisplaced

Posisi Fraktur
1/3 proksimal

Displaced

1/3 medial

Incomplete Fracture
Spiral Multipel 1/3 distal

Kompresi

Avulsi

Klasifikasi Klinis Fraktur

Lokalisasi Fraktur

Patofisiologi

Fraktur Tibia
Fraktur tulang panjang yang paling sering terjadi adalah fraktur pada tibia. Pusat Nasional Kesehatan di luar negeri melaporkan bahwa fraktur ini berjumlah 77.000 orang, dan ada di 569.000 rumah sakit tiap hari /tahunnya. Pada fraktur tibia, dapat terjadi fraktur pada bagian diafisis, kondiler, dan pergelangan kaki.

Potongan sagital tungkai bawah

Kompartemen Anterior

Kompartemen Lateral

Kompartemen Posterior

Anatomi Os. Tibia Fibula

Anatomi Os. Tibia Fibula

Klasifikasi
Variabel Penting pada fraktur dalam mengklasifikasikan fraktur tibia adalah :
Lokasi anatomi Pola fraktur atau pola garis fraktur Bersamaan dengan cedera fibula Posisi dan jumlah fragmen Kerusakan jaringan lunak yang luas

Klasifikasi Fraktur Tibia


Fraktur Proksimal / Kondiler Tibia
I : Fraktur split kondiler lateral II : Fraktur split/depresi lateral III: Depresi kondiler lateral IV: Fraktur split kondiler medial
V : Fraktur bikondiler VI: Fraktur kominutif

Fraktur Diafisis Tibia


Tipe simple Tipe wedge Tipe kompleks

Fraktur Distal Tibia


fraktur maleolus di bawah sindesmosis fraktur maleolus lateralis fraktur fibula di atas sindesmosis

1. Fraktur Kondiler Tibia

2. Fraktur Diafisis Tibia


SIMPLE WEDGE SPIRAL

3. Fraktur Distal Tibia

Mekanisme Trauma Pada Fraktur Maleolus

Gambaran Klinis Fraktur Tibia

Sindroma kompartement
1. Pain

Bengkak

nyeri

deformitas

2. Pallor 3. Paralysis

4. Parasthesia
5. pulseness

Penatalaksanaan
Non Operatif Operatif

Reduksi

INDIKASI

Immobilisasi
ABSOLUT RELATIF
1. 2. 3. Pemendekan Fraktur tibia+fibula intak Fraktur tibia dan fibula dengan level yang sama

Pemeriksaan dalam Proses Penyembuhan

1. 2. 3. 4.

Fraktur terbuka Cedera vaskular Fraktur dengan sindroma kompartemen Cedera Multiple

Penatalaksanaan
Konservatif
Reduksi

Imobilisasi

Pemeriksaan dalam masa penyembuhan

Indikasi Tindakan Operatif

Absolut
Fraktur terbuka yang merusak jaringan lunak Cidera vaskuler Fraktur dengan sindroma kompartemen Cidera multipel

Relatif
Pemendekan Fraktur tibia dengan fibula intak Fraktur tibia dan fibula dengan level yang sama

Penanganan Operasi
1. 2. 3. 4. Intermedullary Nailing ORIF (open Reduction with internal fixation) Fiksasi internal standar Ring Fixator

Komplikasi
Malunion Nonunion Infeksi Kerusakan jaringan lunak

Compartment syndrome

Penyembuhan Fraktur

LOKALISASI

WAKTU PENYEMBUHAN (minggu)

Phalang / metacarpal/ metatarsal / kosta


Distal radius Diafisis ulna dan radius

36
6 12 10 12 6 10 12 12 16

Humerus
Klavicula Panggul Femur

Condillus femur / tibia


Tibia / fibula Vertebra

8 10
12 16 12

PEMBAHASAN

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang

Tindakan

TERIMA KASIH