Anda di halaman 1dari 12

Disusun oleh: Jefry Fernando Samuel Sianturi (0861050119) Pembimbing: Dr.

Stanley Setiawan, SpKK

Dermatitis seboroik penyakit radang kambuhan kronis Etiologi Malassezia spp kulit kepala, wajah, regio preauricular, dada, ketiak, dan kelamin manajemen penggunaan obat topikal dalam penanganan dermatitis seboroik dewasa di Amerika Serikat.

Dermatitis Seboroik penyakit radang kulit kronis umumnya dewasa (>50 th) Prevalensi 1 5 % pubertas kekronisan dan kekambuhan yang lebih sering AIDS

Wajah / kulit kepala patch eritematous, skuama halus (pitiriasiform) kulit kepala, garis rambut anterior, alis mata, glabella, lipatan ala nasal, lipatan melolabial, telinga,dada bagian tengah , dan regio genital

3 faktor sekresi kelenjar sebasesa, koloni flora kulit (Malassezia spp), dan kepekaan serta respon penderita M. Globosa dan M. Restricta asam bebas lemak dan trigliserida

Tujuan menghilangkan gejala Agen topikal: shampo selenium sulfida 2.5%, larutan propylene glycol 35-50%, krim hydrokortison 1%, shampo ketoconazole 2%, krim ketoconazole 2%, shampo bifonazole 1%, krim ciclopirox 1%, shampo ciclopirox 1.5%, dan salep lithium succinate 8% / zinc sulfate 0.05%

Shampo Ketoconazole 2% agen antijamur imidazole dengan aktivitas melawan Malassezia spp dan bisa jadi memiliki efek anti peradangan ringan Shampo Ciclopirox 1% berperan dalam aktivitas anti jamur terhadap Malassezia spp dan juga untuk jamur lain yang superfisial Cara penggunaan: 2 kali per minggu selama setidaknya 4 minggu

Ketoconazole busa 2% akan tetapi lebih disarankan penggunaan topikal kortikosteroid potensi sedang hingga rendah selama 1 hingga 2 minggu untuk efek yang lebih baik dan lebih cepat

Krim ketoconazole 2% Krim ciclopirox 1% Terapi inhibitor calcineurin topikal (mis., pimecrolimus) Penggunaan obat nonsteroid topikal lainnya Cara Penggunaan: 2 kali perhari (ketoconazole krim 2%, ciclopirox krim 1%, pimecrolimus krim 1%, atau krim nonstreoid), 1 kali perhari untuk mencegah kekambuhan

Kortikosteroid topikal kurang banyak diteliti untuk penanganan dermatitis seboroik, akan tetapi selalu dipertimbangkan sebagai agen lini pertama / kedua Cara Penggunaan: potensi rendah hingga sedang selama 1 hingga 2 minggu pada wajah atau lokasi kulit tidak berambut lainnya pada dewasa, dengan pengurangan pada penggunaan setiap hari untuk 1 hingga 2 minggu setelahnya

Terdapat beberapa opsi untuk penatalaksanaan dan penggunaan obat pada dermatitis seboroik Hasil yang optimal terjadi tergantung pada kemampuan kita menggabungkan bukti terbaik berdasarkan pada data, pengalaman klinis, dan seni menyesuaikan terapi sesuai kebutuhan kasus per individual