Anda di halaman 1dari 11

Fistula Preaurikuler

Nicholas H.P. 08700081

Definisi
Fistula preaurikular merupakan lubang berbentuk bulat lonjong dengan ukuran seujung pensil. Dapat ditemukan di depan tragus,. Merupakan kelainan yang bersifat herediter dominan.

Fistula preaurikular yang merupakan penyakit kongenital atau kelainan bawaan dimana suatu traktus yang di dasari oleh epitel skuamos yang bermula di depan daun telinga. Kelainan ini disebabkan oleh kegagalan untuk bersatu dari tuberkulum arkus pertama ke tuberkulum tuberkulum lainnya.

Etiologi & Patofisiologi


1. Perkembangan daun telinga dimulai pada minggu ke 3 pada embrio,dengan terbentuknya arkus brakialis pertama/arkus mandibula,dan arkus brakialis kedua/arkus hyoid. Pada minggu ke 6,arkus brakialis mengalami diferensiasi,menjadi 6 tuberkel. Daun telinga terbentuk dari penggabungan 6 tuberkel ini. Normlanya di bulan ke 3,daun telinga sudah terbentuk. Penggabungan tuberkel tak sempurna = Fistula Preaurikuler

2.

3. 4. 5.

Cabang brankial pertama : - Tonjolan pertama : membentuk tragus - Tonjolan kedua : membentuk krus helisis - Tonjolan ketiga : membentuk heliks

Cabang brankial kedua : - Tonjolan keempat : membentuk antiheliks - Tonjolan kelima : membentuk anti tragus - Tonjolan keenam : membentuk lobulus dan heliks bagian bawah

Muara fistel ini sering mengeluarkan sekret atau cairan yang berasal dari kelenjar sebasea sering terjadi infeksi

Gejala Klinis
Pasien umumnya datang setelah terjadi obstruksi dan infeksi fistel (rasa sakit & bengkak di depan telinga serta demam) Akibat infeksi tersering: manipulasi muara fistula karena rasa gatal & keluar sekret. Terjadi pyoderma atau selulitis fasial.

Diagnosis
Anamnesa didapatkan keluhan terdapat lubang di daun telinga dan kadang terdapat rasa gatal dan keluarnya secret Pemeriksaan fisik diperoleh muara fistula di depan telinga yang terdapat sejak lahir Pemeriksaan radiologi (fistulografi) dilakukan untuk mengetahui panjang fistel

Penatalaksanaan
Pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin. Pemberian antibiotik Jika terdapat abses, abses tersebut harus diinsisi dan didrainase dan eksudat harus dikirim untuk dilakukan pengecatan gram dan kultur untuk dapat memilih antibiotik yang tepat. Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap.

Komplikasi

Infeksi Abses Kekambuhan