Anda di halaman 1dari 28

Oleh Prayogi Agil

PERAN PROBIOTIK PADA DIARE DAN ALERGI

PROBIOTIK

pengertian
Lilly dan Stillwell (1965) nama bahan yang

dihasilkan oleh mikroba yang mendorong pertumbuhan mikroba lain. Probiotik merupakan organisme hidup yang mampu memberikan efek yang menguntungkan kesehatan hostnya apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

manfaat
Fungsi protektif Fungsi sistem imun tubuh Fungsi metabolit probiotik

Jumlah minimal
Jumlah minimal strain probiotik yang ada

dalam produk makanan adalah sebesar 106 CFU(Colony Forming Unit)/g, atau Jumlah strain probiotik yang harus dikonsumsi setiap hari sekitar 108 CFU/g

Beberapa jenis
Lactobacillus Sp. Bifidobacterium Sp.

ALERGI

alergi

alergi
Produksi sitokin TH2 terutama IL- 4 akan

mensupresi perkembangan TH1 dan produksi sitokin TH1 terutama TNF-a akan mensupresi perkembangan TH2

PERAN PROBIOTIK PADA IMUNITAS

Peran probiotik
Upaya imunomodulasi respon imun dengan

menyeimbangkan respon imun Th1 dan Th2. Probiotik memiliki kemampuan sebagai aktivator yang kuat untuk sistem imun innate. Pada tingkat molekul, sistem imun innate dipusatkan pada aktivasi dari NF-kB menginduksi transkripsi dari beberapa sitokin proinflamasi dalam merespon stimulasi oleh mikroba.

Peran probiotik
Dalam perannya membantu menjembatani

sistem imunitas innate ke sistem adaptif , mampu menginduksi respons imun baik ke arah TH1 maupun Treg.

PERAN PROBIOTIK PADA PENYAKIT GASTROINTESTINAL

Peran probiotik pada penyakit gastrointestinal


terbukti melalui penelitian efektif untuk

pencegahan dan pengobatan terhadap berbagai kelainan gastrointestinal, misalnya :


diare oleh karena pemakaian antibiotik yang

berlebihan, diare oleh karena infeksi bakteri maupun virus, intoleransi laktosa dan traveller diarrhea

Probiotik mempunyai keuntungan dalam

terapi penyakit diare pada anak melalui stimulasi sistem imunitas terutama infeksi Rotavirus pada bayi,
mengurangi durasi penyebaran virus, meningkatkan sel yang mensekresi IgA

antirotavirus, menurunkan peningkatan permeabilitas usus (yang berhubungan dengan infeksi Rotavirus) dan mengurangi durasi diare dan lama rawat rumah sakit

Bakteri probiotik yang sering digunakan


Lactobacillus GG, Lactobacillus acidophillus,

Bifidobacterium bifidum dan Enterococcus faecium

Mekanisme
melalui stimulan imunitas mukosa usus, kompetisi untuk nutrien tertentu, mencegah adhesi mukosa dan epitel oleh

bakteri patogen, mencegah invasi (translokasi) terhadap epitel usus dan produksi materi antimikrobial.

L.Bulgarius, S. Thermophilus dan L acidophilus

mempunyai aktivitas laktase in vivo membantu mempercepat digesti laktosa.

Mekanisme menghambat pertumbuhan bakteri patogen


kompetisi untuk mengadakan perlekatan

dengan enterosit enterosit yang telah jenuh dengan bakteri probiotik tidak dapat lagi mengadakan perlekatan dengan bakteri yang lain mencegah kolonisasi bakteri patogen. Kemampuan adhesi bakteri probiotik dapat mengurangi atau menghambat adhesi bakteri lain misalnya E. Coli dan Salmonella sehingga tak terjadi kolonisasi.

Lactobacillus sebagai probiotik banyak

digunakan sebagai probiotik karena bakteri ini lebih stabil sehingga proses penyiapannya lebih mudah dan stabilitasnya selama penyimpanan lebih terjamin.

Penelitian yang membandingkan efikasi 5

sedian produk probiotik :


Lactobacillus rhamnosus strain GG;
Saccharomyces boulardii; Bacillus clausii;

campuran dari L delbrueckii var bulgaricus,

Streptococcus thermophilus, L acidophilus, dan Bifidobacterium bifidum; atau Enterococcus faecium SF68.

durasi diare secara bermakna lebih rendah

pada anak yang menerima Lactobacillus GG. Durasi diare pada ketiga kelompok probiotik lain tidak ada perbedaan bermakna dengan kelompok yang hanya mendapat rehidrasi oral.

Mekanisme Lactobacillus GG dalam

mengurangi lama diare akut diperkirakan karena


menstabilkan mikroflora usus, mengurangi lamanya shedding rotavirus dan

mengurangi peningkatan permeabilitas usus yang

disebabkan oleh infeksi rotavirus dan secara bersamaan meningkatkan fungsi IgA sekretori.

Kombinasi probiotik yang terbukti efektif

antara lain L.acidophilus-B.bifidum dan L.acidophilus-S.thermophilus-B.bifidumL.bulgaris. Sedangkan dosis yang efektif pada diare akut adalah >1010 cfu/hari dan sangat efektif jika diberikan pada awal terjadinya diare (<48 jam), dengan rerata lama pemberian probiotik 5 hari

L.reuteri sebagai preparat tunggal efektif

menurunkan frekuensi dan durasi diare dengan stimulasi imunitas dengan produksi asam organik (laktat dan asetat) dan reuterin serta meningkatkan kadar IL-2 dan TNF-. Reuterin menyebabkan kadar urease pada feses rendah menekan pertumbuhan bakteri dan menghambat pertumbuhan kuman patogen pada saluran cerna.

Belum ada rekomendasi dari WHO tentang

dosis dan lama suplementasi probiotik pada diare akut. Dosis yang secara signifikan memberikan efek adalah 5 x 109 colony forming units (CFU). Lama pemberian untuk terapi rata-rata 5 hari dan untuk pencegahan diare diberikan selama minimal 6 hari.

TERIMA KASIH