Anda di halaman 1dari 201

Radiografi Konvensional Thorax

Dr.Surjadi Sujana,Sp.Rad Departemen Radiologi

THORAX
Proyeksi pada foto thorax : 1. postero-anterior. 2. antero-posterior. 3. lateral dextra/ sinistra. 4. lateral decubitus dextra/ sinistra. 5. foto top lordotik 6. foto oblik dextra/ sinistra

Kondisi Foto Thorax


1. kondisi paru 2. kondisi tulang 3. foto layak dibaca / tidak : ( foto tak sesuai dgn yg diminta/ goyang) ( foto tak memenuhi syarat : apex / sinus terpotong,dll)

Cara mengukur besar jantung pd foto thorax PA


Yang lazim dipakai : Cardio -Thorasic Ratio ( C.T.R ) Yaitu membandingkan besar jantung sebenarnya dengan lebar dinding thorax Syarat mengukur C.T.R : foto thorax posisi PA. simetris. pasien harus deep inspiration jarak focus X ray ke film harus 1,8 2 m NB:deep inspiras diafragma dextra costa 9-10 kanan bawah. CTR dewasa normal < 50%, anak2 Normal < 55 %

Jantung
Batas jantung pada posisi foto PA : dextra : - atrium dextra - hilus dextra - aorta ascenden - arcus aortae. (elongatio/kalsifikasi > 30 th) sinistra : - aorta descenden - hilus sinistra. - segmen pulmonal - ventrikel sinistra. NB: foto thorax PA normal yg tak membentuk batas jantung: ventrikel dextra dan atrium sinistra

Jantung
Untuk menilai arcus aorta, biasa usia > 30 tahun. Untuk menilai apex cordis, harus diketahui CTR nya besar atau tidak Bila CTR > 50% (dewasa); > 55% (anak) maka apex cordis harus dilihat ada/tidaknya deviasi ke laterokranial atau laterokaudal NB : laterocranial (RVH), laterocaudal (LVH) NB ; arcus aortae, (N): > 1 cm dibawah angulus ludovici. Atau lengkung aorta > 4 Cm pd usia tua. Perlu diperhatikan ada /tidaknya kalsifikasi arcus aortae. ini ada hubungan dengan penyakit coroner.

Pembesaran jantung foto PA


Right Atrium : ke lateral dextra.( > 1/3 batas dextra) Right ventrikel : ke anterior menempel > l/3 sternum lateral apex deviasi kelaterokranial. latero-superior pinggang jantung datar.

Pembesaran jantung foto PA


Left Atrium : ke superior mendesak mean bronchus kiri ke cranial ke antero-medialmembentuk double contour pd bagian kanan jantung ke lateral membentuk batas jantung kiri ke Posterior mendesak oesphagus di posterior Left Ventrikel : ke lateral apex cordis deviasi ke latero-caudal ke posterior apex cordis overlap dgn vertbrae thorax.

Pulmones
Hila : dewasa : ukuran 9 16 mm; anak : seukuran trachea Trachea : normal letak lurus ditengah. Pulmones : - infiltrat - kesuraman - konsolidasi - hiperlusen/ kavitas/ bulla/ bleb/ kistik - noduler / kalsifikasi. Corakan bronchovaskuler :meningkat/ kasar Pleura : ada efusi / pneumothorax/hydrothorax Diafragma/sinus : setinggi costa ke-9-10 kanan belakang Tulang / Soft : fracture / emphysema subcutis ?

Deskripsi pulmones :

1. Infiltrat : gambaran opak kecil beberapa mm s/d cm (ok pemadatan alveoli) 2. Kesuraman : gambaran opak homogen/ inhomogen 3. Konsolidasi : opak padat menunjukan gambaran seperti massa(bisa ada gambaran air-bronchogram) 4. Kistik : bentuk kistik dinding tipis kecil ukuran 5mm s/d beberapa cm. 5. Bulla : seperti kistik lesion dinding tipis biasanya hiperlusen. Bisa besar DD/ pneumothorax.

Deskripsi pulmones
6. Bleb : ukuran < 4 cm ; dinding tebal; tidak ada air fluid level 7. Kavitas : dinding tebal; ukuran relatif ; ada air- fluid level; lokasi diapex pulmones 8. Absces : dinding tebal disertai air fluid level; biasa ok suatu proses infeksi nonspesifik.

Mediastinum
Rongga thorax (mediastinum) dibagi 2 ruangan : 1. Mediastinum superior : batas insisura yugularis ke superior. 2. Mediastinum inferior : dibagi 3 bagian anterior: sternum pericard anterior. medius : ditempat jantung & adnexanya posterior: jantung vertebrae thorax.

Bronchovaskuler
Normal : bronchiolus terminalis s/d alveoli tak dpt dilihat pada foto,yg tampak opak bergaris ialah pembuluh darahnya. karena bronchiolus berjalan beiringan dgn pembuluh darah maka disebut :bronchovaskuler Bronchovaskuler : meningkat / tidak kasar / tidak.

Pleura :
Secara anatomi pleura terdiri dari : Pleura parietalis : menempel pd dinding thorax sulit dinilai dgn foto thorax. Pleura fiseralis: menempel pd parenchym paru, bisa tampak bila ada kelainan seperti pada : pneumothorax; pleural efusion; penebalan pada tumor pleura : mesothelioma.

Diafragma/Sinus :
Diafragma: membatasi rongga thorax dan abdomen Normal : deep inspirasi, letak diafragma dextra setinggi iga ke X kanan belakang (orang gemuk IX)

Sinus : lazimnya costo-phrenicus lancip cardio-phrenicus tak dinilai.


Kelainan2 Diafragma: Hernia; paralisis; eventrasio; scalopping; tenting; drumdery Kelainan-2 Sinus : hanya sudutnya tumpul /lancip.

Tulang-2 / Soft tissue :


Tulang-2 (thoraxic cage) meliputi : costae,clavicula dan vertebrae thoracalis. Normal: letak costae belakang A letak costae depan V letak mendatar biasanya abnormal Intercostal space :normal: 2,5 cm(dewasa) Kelainan: fracture; bridging; costabifida; cervical ribs Soft Tissue : ada emphysema /oedema/tidak ?

Kesimpulan/ Conclusion :
Kesan : hasil expertise dari foto thorax mulai cor : tampak/tidak cardiomegali pulmones : ..? tulang : ..? DD/ bila ada ..? Pemeriksaan anjuran : yg berhubungan dengan radiologi

Kelainan parenchym paru


1. infiltrat : bila multiple dan millier KP. 2. infiltrat millier pada orang tua harus di DD/ - metastase. 3.infiltrat diapex dewasa : P.spesifik/ pneumonia non spesifik. 4.anak2 harus dilihat hilanya melebar/tidak hila melebar- proses spesifik, hila tak melebar bronchopneumonia.

Kesuraman(opacity)
Biasanya karena pemadatan alveoli, ok ; peradangan/darah/kolaps/desakan/efusi/tumor. Bila salah satu lobus tampak opak : Perhatikan :trachea ,mediastinum.costae. Bila tak ada deviasi mediastinum: ------ pneumonia. Bila deviasi mediastinum ke kontra lateral: ---- efusi / mass di pulmo. Bila deviasi mediastinum ke ipsilateral : -- kolaps paru / agenesis pulmones. NB : opacity didistal pleural line - hematothorax/efusi/pyothorax/ chilothorax.

Gambaran hyperlucent paru


1. gambaran hyperluscent diparu perlu diperhatikan apakah masih tampak corakan vaskuler / tidak. Diperhatikan letak diafragma & sela iganya. Bila hyperluscent masih tampak vaskuler /letak diafragma rendah, sela iga lebarkemunginkan emphysema pulmonum. Bila hyperluscent tanpa vaskuler apalagi tampak Pleural line diproximalnya,- pneumothorax.

Garis2 linier opak diparu


Garis linier diparu biasanya harus dibedakan dengan gambaran vaskuler paru. 1. jaringan fibrotik :garis lurus (tak ber.cab) 2. fisura : biasa interlobar pleura. 3. garis2 Kerley : A, B , dan C. NB : bila vaskuler biasa ukuran mengecil dan ada cabang2 didistalnya. NB: fisura horizontalis melebarencapsulated pleural efusi. NB: garis Kerley ada interseptal oedema.

Gambaran bronchitis
Definisi : bronchitis, Batuk supuratif selama 3 bulan berturut2 selama 2 tahun berturut. Secara Radiologis : disebut dirty chest. 50 % gambaran normal, 50% bronchitis. ( tak ada gambaran khas hanya ditemukan adanya gambaran penebalan peribronchial struktur / tream lines app.)

Gambaran pneumonia
Bronchopneumonia : secara Radiologi ditemukan adanya : Opacity dibasal pulmones, dan bisa juga terjadi dibanyak lobulus /intersegmental. Secara klinis :biasa disertai fibris.

Pneumonia Lobaris/lobularis : Radiologi; Opacity di segmen / lobus pulmones.

Gambaran tumor paru


Tumor intra pulmonal / extrapulmonal; Intra pulmonal : noduler batas tegas/tidak. sudut ditepi paru lancip. Bila batas tegas jinak. Bila kurang tegas cenderung ganas. Extrapulmonal : nodul batas tegas. sudut tumpul ditepi paru. DD/ mesothelioma/encapsulated pleural-efusi.

Nodul diparenchym paru


Nodul ukuran dari beberapa mm s/d Cm Bila jinak kemungkinan : tuberculoma, fungus , blood clot, corpus alienum. Thymus / thyroid /teratoma. Bila ganas kemungkinan : bronchogenic , metastase , pancost tumor. NB/ pancost ada destruksi costa di apex.

Kelainan2 Diafragma
1. kelainan karena : gangguan penutupan seperti : hiatus diafragmatica. hernia diafragma : Morgagni lubang hernia di depan / kanan. hernia diafragma : Bodalek; lubang hernia di belakang kiri. 2. kelainan karena persarafan diafragma: paralise diafragma ( beda letak > 1 sela iga) 3. kelainan kelemahan otot diafragma : seperti : eventratio diafragma. ( diperifer)

Gambaran metastase diparu


1. gambaran infiltrat miller dikedua paru. 2. gambaran infiltrat kasar( cotton ball ). 3. gambaran coin lesion 4. gambaran lymphangitis carcinomatosa. 5. gambaran bronchopneunomia. 6. gambaran pleural efusi masif berulang.( gambaran efusi yg serosanguinus )

Gambaran proses spesifik dipulmones


Proses spesifik dinyatakan aktif /tak aktif. Gambaran Radiologi : Aktif : masih tampak infiltrat /efusi/cavitas. Inaktif : dewasa ; tampak jaringan fibrotik. anak2 : tampak kalsifikasi. Bila tampak fibro-infiltrat : biasanya proses lama belum jelas inaktif, harus konfirmasi dengan foto thorax terdahulu. Dinyatakan tenang bila gambaran radiologinya menetap selama 3 bulan berturut2 tanpa terapi.

Gastro-intestinal tractus
GI.Tract : mulai cavum oris s/d anus. Proses pencernaan secara kimia/mekanik. Dicavum oris : kelenjar ludah : sublingual , submandibula / parotis. Di Gaster : ada asam lambung & mukosa Di usus halus dan besar ada resorpsi nutrisi.dan cairan. NB : setiap perubahan epithel banyak terjadi proses keganasan.

Pemeriksaan G.I.T :
1. pemeriksaan foto polos. 2. pemeriksaan dgn kontras media. 3. pemeriksaan dgn double kontras. 4. pemeriksaan dgn ultrasound. 5. pemeriksaan dgn nuclear medicine 6. pemeriksaan dgn CT scan / M.R.I. NB : kontras positif : barium sulfat. kontras negatif : udara. nuclear medicine : dengan radio-farmaka.

Pemeriksaan G.I.T. Radiologi konventional


pemeriksaan kelenjar ludah : Sialografi . Pemeriksaan oesphagus : Esophagogram. Pemeriksaan O.M.D : esophagus gaster doudenum ( biasa double kontras) Pemeriksaan follow throw ; utk usus halus. Pemeriksaan usus besar : colon in loop (Barium enema). Pemeriksaan appendix : appendecogram. Pemeriksaan foto polos abdomen (non kontras)

Sialografi
Untuk menilai ductus dan kelenjar ludah Di Sublingual - jarang ada kelainan. Di submandibula - ductus Wartoni radang / batu/ tumor. Di Parotis ductus Stenoni. radang / tumor / sialectasis.

oesophagogram
Pemeriksaan foto polos ; untuk melihat adanya corpus alienum opak. Pemeriksaan foto dgn kontras untuk melihat corpus alienum non opak/ kelainan Dari oesophagus -atresia/penyempitan divertikel / varices/tumor. achalasia. NB:kontras Ba.sulfat kental .( 1 :1)

Pemeriksaan Gaster
Biasanya dengan double kontras: Yang dinilai : Fundus ; ada ulcus / tumor. Corpus : ada ulcus / tumor/ penyempitan. Antrum pylorus : ulcus /tumor Pylorus : ada penyempitan/ulcus. NB: ulcus dicurvatura mayor ganas. ulcus dicurvatura minor jinak. Ulcus jinak batas tegas, sembuh-bentuk star. Ulcus gansa batas tak tegas,sembuh roda pedati.

Follow throw
Dengan kontras positif : Konsentras kontra encer (500-1000cc). Dibuat foto tiap 30 menit sambil dilihat kontras mengisi sampai mana. pemeriksaan selesai setelah kontras mengisi sampai ileum terminalis. Yang dinilai : mukosa usus , ada/tidak ulcus. NB; sekarang jarang dikerjakan lagi,

Foto colon
Colon in loop (Barium Enema) Kontras encer(1 :7);sebanyak 500-1000cc Dimasukkan lewat colon set mengisi rectum, ampula recti,sigmoid,colon descendens, transversum, sampak ascendens. Dinilai : passage kontrasnya. mukosa, filling defect /additional. penyempitan/pelebaran./tumor. kelainan congenital..

Foto B N O 3 posisi
Posisi supine/ erect / L L D. Untuk menilai adanya ileus / perforasi . Tanda2 ileus : ada distensi usus halus/besar dengan multiple air fluid level. Tanda2 pneumoperiteneum: Cupolla sign,/Riglers sign / trapped air./ Udara ditractus billiaris.

BNO 3 posisi
Ileus : terdiri dari ileus obstruksi/paralysis Ileus obstruksi : terdiri dari : Ileus letak tinggi : distensi usus halus. Sampai ileum terminalis, Ileus letak rendah : bila distensi usus dicaecum s/d sigmoid. Ileus paralysis : seleruh usus distensi dgn multiple air fluid level yg panjang -2 , pd usus halus.

Pada kasus distensi usus


Harus diperhatikan usus apa : Yeyunum : plika semi circularis. Ileus : ada valvula coniventes. Colon ; ada haustrae. Bila distensi tanda multipel air fluid level diduga karena meteorismus. Bila distensi dgn multiple air fluid level( 6 atau lebih fluid level) - ileus.

Tanda penumoperitoneum
1. Cupolla : udara yang terdapat diantara diafragma dengan hepar / organ dibawahnya. Bentuk cupolla sign seperti bulan sabit. DD/ chilaiditis. ( colon yg terjepit antara diaframga dgn hepar) 2. Riglers Sign : dinding luar usus yg tampak, atau jarak antara 2 lumen usus yg distensi lebih dari 4 mm. 3. Trapped air :udara yg terjepit diantara dinding usus biasa bentuk segitiga/grs lengkung. 4. Udara di ductus billiaris.

Invaginasi/intususepsi
tampak bagian intususipien / intususeptor. Bila pada pemeriksaan dgn double kontras tampak adanya coil spring appearences. bila pemeriksaan non kontras kadang ditemukan gambaran blind loop/ indentasi. untuk strangulasi, gambaran usus tampak seperti blind loop tapi ujungnya runcing.

Untuk menilai ductus biliaris


Dengan bahan kontras biligrafin. Sekarang sudah tidak dibuat lagi karena sudah di ganti dengan pemeriksaan lain seperti : USG , MRI , CT scan. E.R.C.P. Karena batu empedu bersifat radioluscent. Sehingga perlu kontras media untuk melihatnya. Kadang2 batu empedu tampak opak karena kalsifikasi bukan garam empedu.

Obstruksi billier.
1. Obstruksi sering karena batu empedu. 2. Peradangan saluran empedu. 3. Karena desakkan tumor intra/extra vesica fellea. Pemeriksaan secara Radiologi konvensional 1. cholecystogragi.(cholangiografi ) 2. E.R.C.P. Sekarang pemeriksaan dgn : USG /CT scan / MRI / Nuclear medicine.

Untuk menilai appendix


dengan pemeriksaan Appendecogram. Pasien diminumkan kontras Barium 200 cc Dengan kontras kira2 150gram. Setelah 810 jam difoto BNO & oblik posisi. 1. Appendecogram (+) appendicitis (-) 2. Appendecogram (-) appendicitis (+)/(-) 3. Appendecogram mengisi parsial (+)

tulang
Yang dibicarkan tentang kelainan : 1. degenerasi. 2. fracture. 3. peradangan . 4. tumor , jinak/ ganas.

Gambaran proses degenerasi


Gambaran Radiologi yang tampak : 1. penyempitan foramina intervertebralia 2. adanya spur formation/posterios osteofit 3. elongatio eminentia intercondylaris 4. adanya gambaran fabella. 5. adanya sacralisasi. 6. adanya syndesmophyt.

Fracture
1. harus diketahui bentuk fracture. 2. tulang apa / setinggi berapa /kanan/kiri. 3. apakah fracture baru / lama. 4. adakah gambaran reaksi periost/callus 5. adakah dislokasi sendi didekat tempat fracture di jauh dari lokasi fracture. (contoh : Galliazi / Montegia )

Peradangan tulang
1.Peradangan karena proses infeksi kuman non spesifik : seperti ; staphylococcus,/streptococcus/ jamur , dll. 2. Peradangan karena proses spesifik : seperti : tuberculosa. lepra.

Tumor tulang
Tumor jinak tulang : yang dibicarakan : 1.osteoid osteoma. 2.osteoma 3. osteochondroma. 4.osteoblastoma. 5.Giant cell tumor. 6. Chondroma.

Tumor tulang
Tumor ganas tulang yang dibicarakan : 1. Osteogenic sarcoma (osteo-sarcoma) 2. Chondro-sarcoma. 3. Ewings sacroma. 4. Multiple myeloma.

Tractus Urinarius
Pemeriksaan urinarius dimulai dengan : 1.pemeriksaan BNO. 2.pemeriksaan I.V.U. 3.pemeriksaan pyelografi ante/retrograd. 4.cystogram. 5. ureterogram /uretero-cystogram 6. mixturation urethro-cystogram. 7.Angio-grafi Renal. 8 USG/ Nuclear/ CTscan / MRI.

Foto B N O
Blass Nier Oversick.: yang dinilai : 1. distribusi udara usus dalam abdomen 2. Psoas line dan properitoneal fat line. 3. kontour kedua ginjal. 4. batu opak di tractus urinarius. 5. vesica urinaria. 6. tulang2, NB:foto BNO yg lazim diafragma/symphisis/properi toneal fat line harus tampak .

Macam2 batu ditract urinarius


1. 2. Batu opak : tampak tanpa kontras. Batu luscent ; harus dgn kontras media. Batu-batu diginjal ; dpt berupa: * batu calsium /phosphat - opak. * batu xanthin/oxalat - luscent. Bentuk batu di ginjal dpt : berupa kalsifikasi/ staghorn / mottle. Di P.C.S. bila bentuk Mottle di PCS dgn calsifikasi dicortex ginjal -- batu karena proses TBC. Bila staghorn tanpa kalsifikasi cortex metabolism.

Pemeriksaan I V U
Pemeriksaan IVU ; dengan kontras Iodine. lazim dipakai : kontras non ionic hypo-osmoler. 1.persiapan pasien ; dgn diet rendah serat dan diet caian (dehydrasi ringan) 2. periksa ureum /creatinine. 3. indikasi/kontra-indikasi dgn kontras yg dipakai. 4. riwayat penyakit pasien perlu ditanyakan. 5. tensi pasien yg akan diperiksa.

Kontra-indikasi pakai kontras


1. Allergi kontras media ( Iodine ) 2. Penderita sedang konsumsi obat Iodium 3. Pasien dengan riwayat asthma berat dan penyakit cardiovaskuler. 4. Pasien sedang konsumsi obat Metformin. 5. Pasien dgn riwayat Multiple myeloma. 6. Pasein dengan chronic renal failure.

Pemeriksan IVU
1.Setelah BNO : udara usus / fecal material sudah bersih, maka disuntikan kontras I.V. 2. Dibuat foto 5 menit setelah suntikan untuk menilai : nephrogram / fungsi excresinya. 3.kemudian pasien diprone sampai 15 menit untuk menilai urether dan vesica urinaria. 4. 30 menit kemudian dibuat foto BNO lagi posisi supine , bila VU sudah penuh,dinding reguler. 5. Pasein disuruh mixtie ,dibuat foto BNO posisi erect (tegak) menilai pengosongan VU/Ren mobilis

Catatan :
Bila salah satu/kedua PCS; tak tampak harus ditunggu sampai 120 menit. Bila setelah 120 menit juga tak tampak dinyata ginjal bersangkutan Non visualiz. Kemungkina: 1. Ginjal Agenesis./ post nephrectomi. 2. Spasme a. renalis bersangkuta. 3. Fungsi ginjal buruk. 4. Ada hydronephrosis besar/ polikistik kidney. 5. Ren ectopik.

Catatan :
bila pasien ada hypertensi ; pengambilan foto pasca penyuntukan kontras harus lebih cepat : 1 ,3 dan 5 menit, kemudian baru 15 menit dst. Demikian juga pada anak2 pasca injeksi kontras :foto 1 menit, 3, 5, 7 dan 20 menit bila VU sudah penuh pemeriksaan selesai.

Yang dinilai pd pemeriksaan IVU


1. Kontour ginjal : besar/letak/bentuk. 2. P.C.S : ada spastik/dilatasi/batas/konsentrasi kontras homogen/inhomogen. 3. Ureter : dinding/penyempitan/dilatasi/kinking/batu 4. V.U.:dinding/filling defect/additional shadow/indentasi/divertikel/ batu.?

Tanda U.T.I. pada pemeriksaan IVU


1. spastik / dilatasi pelvio-calyses siste, ( calys mayor menyempit) 2. Adanya iregularitas ureter. 3. Adanya koiking ureter. 4, adanya iregularitas dinding vesica urinaria. NB: ini semua karena infeksi/batu./rentensio urinae yang chronis. NB: dilatasi PCS = hydronephrosis.

Tomor ginjal
1. Nephroblastoma ; pada anak2. 2. Tumor supra Renal : memberi gambaran dropping lily pd foto IVU. ( PCS tampak menunduk ) 3. Tumor dipelvis renis. 4. Tumor divesica urinaria.

B.P.H
Benign Prostat Hypertrophy: Dpt di nilai pada pemeriksan IVU dengan adanya indentasi vesica urinaria dan postero-inferior. BPH juga bisa dinilai :Cystogram/USG/CT MRI. Pd. B.P.H ; harus dilihat dindingnya ada/tak kalsifikasi.

Antegrad/retrograd pyelografi
Bila pada IVU dinyatakan ginjal non visualized , batu dilakukan Retro/antegrad. Sekarang lebih sering dilakukan retrograd Pyelografi ; karena tidak mencederai ginjal. hanya pemasangan katheter harus dengan endoscopi transurethral. sampai ke pelvis renis. untuk menilai Pelvio Calyses System.

Cystogram
Pemeriksaan ini dengan kontras media ; Untuk menilai vesica urinaria. 1. peradangan. 2. Tumor. 3. Desakkan intra/extra vesica,

Urethro-cystogam
Pemeriksaan dengan kontras media dimasukan lewat urethra mengisi sampai vesica urinaria. Untuk menilai : 1. Ada striktur urethra. 2. Adanya striktur karena desakkan prostat 3. Adanya batu di urethra. NB : pada MCU ;os disuruh mixtie,saat midstream urethra dijepit lalu dibuat foto urethranya.

Tractus genitalis.
Secara Radiologi konventional dengan; Pemeriksaan H.S.G (Hystero-SalphyngoGrafi); Indikasi : 1. Infertility primer/secundair. 2. Kontrol recanalisasi tubae. 3. Menilai besar uterus dan kelainan tubae. 4. Menilai adanya tumor intra uterine.

Kontra indikasi pemeriksaan HSG


1. allergi kontras media. 2. adanya kehamilan. 3. adanya kelainan dicervix (peradangan). 4. adanya perdarahan banyak pervaginam. 5. adanya pelvic inflammatory disease. 6. adanya penyakit sistemik yg berat.

Pemeriksaan HSG
Instrumentasi yang dipergunakan : 1. speculum. 2 cunam cervix. 3. insertor ( dgn katheter 8 10 F) 4. uterus sonde. 5 spuit. 10 cc, 6. kontras media.

Penilai pemeriksaan HSG


l. cervix uteri ( inspeculo) 2. uterus. Setelah pemberian kontras.; mukosa / filling defect /additional shadow 3. kedua tubae : melebar / peritubal filling. 4. kedua ujung tubae : ada spillage/tidak ? NB : cervix inspeculo ada erosio portionis? NB: tuba melebar : hydrosalphynx. NB : peritubal filling : tuba bocor,kontras keluar dari dinding tuba/ bukan dari ujung tubae.

Kelainan uterus :
1, mukosa ireguler : infeksi / mestruasi. 2. mukosa ada filling defect : * myoma uteri, adenomyosis. * blood clot. * synechia. * corpus alienum. 3.Kelainan bentuk uterus: didelphys / infantil uterus septus/ dll.

Kelainan tubae
1. Patensi tuba : bila kedua ujung tubae ada spillage. 2. Tuba non patent: bila tak tampak spillage 3. Non patent dpt karena : * penyempitan ( hydro-salphynx GO) * ada peritubal filling ( karena TBC)

Expertise pemeriksaan HSG


1. Tampak kontras masuk melalui inserto/katheter mengisi cervix, cavum uteri, serta kedua tubae. 2. Mukosa uterus licin/ireguler, ada filling defect atau additional shadow. 3. Kedua tuba :melebar/ada peritubal filling 4. Kedua ujung tubae ;ada spillage/tidak? Kesan:uterus baik,kedua tubae patent/tidak?

Angiografi.
1. Ialah pemeriksaan pembuluh aorta/arteri/ cabang2 kecil lainnya. Dengan penyuntikkan kontras intra arterial. 2. Disini diperlihatkan suntikan intra-aortal 3. Suntikan intra carotis untuk menilai nya. kelainan arteri ; bisa * penyempitan/pelebaran/ neovaskularisasi

myelografi
Suatu cara untuk pemeriksaan ruang subarachnoid, dengan penyuntikan kontras ke ruang sub-arachnoid, Kelainan2 yang ditemukan: 1. Desakkan extra dural : HNP/tumor /dll. 2. Desakkan intradural/extrameduler : seperti tumor intradural /extramedular. 3. Desakan intrameduler :tumor sel medula spinalis / ependymoma, dll.

Terima Kasih