Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN TRAUMA THORAK

I Nyoman Suparna, AMd. Kep ROI - IRD LT. 3 RSU DR. SOETOMO SURABAYA

TRAUMA THORAKS
I. PATOFISIOLOGI Trauma thoraks adalah kerusakan akibat benturan dengan benda tajam atau tumpul. Kerusakan yang mungkin terjadi akibat trauma : a. Kerusakan pada kulit : Memar Empisema b. Kerusakan jaringan otot dan jaringan ikat : Memar Robekan Luka tembus paru c. Kerusakan tulang iga Fraktur Patah tulang iga yang berdekatan 2 buah atau lebih dapat mengakibatkan Flail Chest. Patah tulang iga ke 1 2 mungkin mengakibatkan kerusakan pada jantung aorta, batang tenggorokan dll. Kerusakan pada dinding thoraks dan paru dapat mengakibatkan perubahan tekanan pada rongga thoraks, baik yang disebabkan oleh udara atau darah yang masuk rongga pleura gangguan pernafasan.

II. PENGKAJIAN DATA DASAR

1. Adanya faktor faktor penyebab :


a. Tension Pneumothoraks trauma dada, obstruksi pada selang dada, penggunaan balutan tekan tanpa pelonggaran balutan.

b.

Pneumothoraks tertutup tusukan paru oleh patahan tulang iga, ruptur bleb atau penggunaan PEEP dengan ventilasi mekanis.
Kontusio paru cedera tumpul dada akibat kecelakaan kendaraan atau tertimpa benda berat. Pneumothoraks terbuka akibat kekerasan ( luka tusuk dan luka tembak ). Fraktur tulang iga, flail chest kecelakaan kendaraan atau tertimpa beban berat.

c.

d. e.

2. Pemeriksaan fisik berdasarkan pengkajian terhadap sistem pernafasan yaitu : a. Pneumothoraks Nyeri dada pada sisi yang sakit sewaktu bernafas Dispnea dan takipnea Penggunaan otot nafas tambahan ( nafas cuping hidung, retraksi interkostal ) Tachikardi Diaforesis = banyak keluar keringat Kemungkinan sianosis Gelisah Bunyi hipertimpani pada perkusi diatas daerah yang sakit Syok Luka dan memar pada dada ( cedera traumatic ) Tension Pneumothoraks Distensi vena leher Kemungkinan empisema subcutan Manifestasi lain seperti pneumothoraks tertutup Hemathoraks Pekak dengan perkusi diatas sisi yang sakit Manifestasi lain seperti pneumothoraks tertutup

b.

c.

d. Pneumothoraks terbuka Observasi bulleau drainage diyakinkan berfungsi atau tidak Manifestasi lain seperti pneumothoraks tertutup e. Flail chest Sianosis Gerakan dinding dada paradoksal ( gerakan kearah dalam pada dinding yang sakit sewaktu inspirasi dan gerakan kearah luar sewaktu ekspirasi ) f. Fraktur tulang iga Nyeri tekan diatas sisi yang sakit Krepitasi Nyeri dada pada saat bernafas Luka memar pada dada

g. Kontusio paru ( Pulmonum ) Dispnea dan takipnea Luka dan memar pada dada Batuk mengeluarkan sputum dengan bercak darah Nyeri pad saat bernafas

3. Pemeriksaan diagnostik Foto thoraks untuk memastikan kolaps paru, infiltrasi pulmonal atau fraktur tulang iga Pemeriksaan gas darah 4. Kaji respon emosional pasien : rasa cemas, rasa takut 5. Kaji tanggal terakhir imunisasi tetanus, jika trauma tembus dada terjadi.

III. DAMPAK MASALAH A. 1. Dampak masalah terhadap individu Dampak fisik ( menggunakan sistem 6 B ) a. B1 = Breaths = Sistem Pernafasan Kolapsnya paru paru disebabkan oleh perdarahan dan penumpukan udara dalam rongga dada / pleura mengakibatkan expansi paru paru terganggu. Sehingga kebutuhan tubuh terhadap oxygen menurun, ditandai dengan sesak, bernafas berat, adanya cuping hidung dan lain lain . b. B2 = Blood = Sistem Kardiovaskuler Akibat tertutupnya udara atau darah dalam rongga thoraks mengakibatkan venus return menurun, cardiac output ( CO ) menurun sehingga mengakibatkan tensi menjadi rendah. c. B3 = Brain = Sistem Kesadaran Kurangnya pemenuhan oksigen, menyebabkan suplai oksigen ke otak berkurang pula, terjadilah penurunan kesadaran akibat hipoksia. Atau penurunan kesadaran akibat lainnya, misalnya : neurogenik dan hipovolemik.

d. B4 = Blader = Sistem Perkemihan Hipotensi akan mengakibatkan perfusi ke ginjal menurun, sehingga pengeluaran urine berkurang. e. B5 = Bowel = Sistem Pencernaan Rasa nyeri berat akibat trauma merangsang syaraf simpatik, menghambat peristaltik saluran pencernaan yang akan mengakibatkan kembung, rasa mual dan muntah. f. B6 = Bone = Sistem Muskoloskeletal Adanya fraktur kostal, pada waktu proses inspirasi ekspirasi akan terjadi pergesekan ujung tulang yang fraktur, sehingga menimbulkan rasa nyeri amat sangat mengakibatkan shock neurogenik. 2. Dampak Psikososial Spiritual Setiap individu mempunyai perbedaan reaksi dalam menanggulangi keadaan sakit atau gannguan kesehatan yang menyerang dirinya. Keadaan ini disebabkan persepsi dan keyakinan mereka terhadap penyakitnya dan serangan dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya individu.

B. Dampak masalah terhadap keluarga Karena salah satu anggota keluarga mengalami sakit dan dirawat dirumah sakit akan mengalami keadaan kritis yang dapat berupa perubahan perasaan, kehilangan pekerjaan atau bahkan kematian. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. 3. 4. 5. Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 sehubungan dengan menurunnya ventilasi paru Cemas sehubungan dengan tindakan yang akan dilakukan ( tindakan operasi / pemasangan Bulleau Drainage ) Gangguan mobilisasi sehubungan dengan terpasangnya Bulleau Drainage, rasa nyeri Resiko tinggi terjadinya infeksi sehubungan dengan adanya luka operasi, luka tusuk, luka pemasangan Bulleau Drainage Resiko tinggi masuknya udara kedalam rongga pleura sehubungan dengan pemasangan WSD

IV. PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN Diagnosa Keperawatan : Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 sehubungan dengan menurunnya ventilasi paru : Kebutuhan O2 terpenuhi : Respirasi / RR 16 20 x / menit Tekanan darah 120 / 80 Tidak cyanosis, tidak ada nafas cuping hidung dan retraksi intercostal

Tujuan Kriteria Evaluasi

INTERVENSI Istirahatkan pasien

RASIONAL Dengan istirahat pemakaian tenaga berkurang, metabolisme menurun, sehingga kebutuhan terhadap O2 berkurang Peningkatan kadar O2 diudara inspirasi mempermudah peningkatannya dipermukaan alveolus Dengan mengetahui tindakan yang akan dilaksanakan, merasa diperhatikan dan dihargai Dengan mengetahui tujuan dari tindakan akan dapat bekerjasama selama tindakan dilaksanakan Dengan mengetahui dan melaksanakan sikap yang diperlukan akan memperlancar tindakan Dengan observasi yang cermat perkembangan kondisi pasien dapat dimonitor

Berikan O2 sesuai program pengobatan

Beritahukan tindakan yang akan dilaksanakan Beritahu tujuan dari tindakan

Ajarkan sikap yang harus dilakukan selama tindakan dilaksanakan

Observasi pernafasan, denyut nadi, tekanan darah, ekspresi muka setiap 15 menit