Anda di halaman 1dari 30

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Pengertian:

Terapeutik : Segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan

Komunikasi Terapeutik adalah Komunikasi yang direncanakan dan dilakukan untuk membantu penyembuhan/pemulihan pasien.

Tujuan:
Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien percaya pada hal yang diperlukan Mengurangi keraguan, membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekeuatan egonya Mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan dirinya sendiri.

Manfaat KomTer (Christina,dkk 2003)


Mendorong dan menganjurkan kerjasama antara perawat dengan pasien melalui hubungan perawat-klien Mengidentifikasi, mengungkapkan perasaan dan mengkaji masalah dan mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat

Syarat KomTer
1. Semua komunikasi harus ditujukan untuk menjaga harga diri pemberi maupun penerima pesan

2. Komunikasi yang menciptakan saling pengertian harus dilakukan tterlebih dahulu sebelum memberikan sarana, informasi maupun masukan

Perbedaan KomTer dgn Kom.Sosial (Purwanta,1994)


KomTEr: perawat-pasien atau anggota tim kes.lain Mempunyai tujuan, fokus kepada pasien yang membutuhkan bantuan Perawat aktif mendengarkan dan memberi respon kpd pasien dgn cara skp menerima dan memahami shg ps mau bebbicara dan terbuka

Perbedaan KomTer dgn Kom.Sosial (Purwanta,1994)


Kom.Sosial: Tjd antar orang perorang baik dlm pergaulan maupun lingk,kerja Bersifat dangkal krn tidak mempunyai tujuan Lebih banyak tjd dlm pkerjaan, aktivitas sosial Pembicara tdk mempunyai fokus tertentu tetapi lebih mengarah kebersamaan dan rasa senang Dapat direncanakan atau jg tidak

Tekhnik KomTer:
1.

Mendengarkan dengan penuh perhatian


sikap yang dibutuhkan untuk menjadi pendengar yang baik: Pandangan saat berbicara Tidak menyilangkan kaki dan tangan Hindari tindakan yang tidak perlu Anggukan kepala jika klien membicarakan halhal yang penting/umpan balik (kode verbal yang minimal...oooo.....mmm...ya....) Condongkan tubuh ke arah lawan bicara

2.

Menunjukkan penerimaan

Menerima tidak berarti menyetujui.menerima berarti bersedia untuk mendengarkan org lain tanpa menunjukkan keraguan/ketidaksetujuan. Sikap perawat yang menunjukkan penerimaan: Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan Memberikan umpan balik Memastikan bahwa isyarat non verbal cocok dengan komunikasi verbal Menghindari perdebatan Menghindari ekspresi keraguan

3.

Memulai kata pembukaan (broad opening)

Tehnik ini dapat mendorong klien untuk mengemukakan atau membicarakan masalahnya EX: _ Adakah sesuatu yang ingin anda bicarakan? _ Apakah yang sedang anda pikirkan?

4.

Pertanyaan terbuka (open endeed question)

Memberikan dorongan pada klien untuk dapat mengungkapkan pendapat, pikiran dan perasaan pada topik yang akan dibicarakan. Ex: _ Coba bicarakan apa yang biasanya dilakukan bila ibu sakit perut? _ coba Bapak ceritakan tetntang riwayat penyakit bapak...

5.

Mengulangi pernyataan

Mengulang kembali pikiran pokok yang diungkapkan klien EX: _ Anda mengatakan bahwa ayah anda telah meninggalkan anda ketika anda berusia 10 tahun? _ Saudara mengalami sussah tidur.........

6.

Memberi reward/penghargaan

Memberikan salam kepada klien dengan menyebutkan namanya, menunjukkan kesadaran tentang perubahan yang terjadi EX: _ Selamat Pagi Pak Bejo..., saya perhatikan Bapak tampak cerah pagi ini.. _ Saya hari ini senang sekali melihat Ibu sudah mulai latihan gerak..

7.

Klarifikasi/Clarification

Klarifikasi terjadi saat perawat berusaha mnjelaskan dalam kata-kata, ide atau pikiran (Implisit maupun eksplisit) yg tidak jelas dikatakan klien.Tujuannya utk menyamakan persepsi Ex: _ Apa yang anda maksudkan dengan...? _ Saya tidak jelas apa yang anda maksudkan, dapatkah anda menjelaskan kembali?15

8.

Mengarahkan, memfokuskan

Tujuan:membatasi bahan pembicaraan shg percakapan menjadi lebih spesifik dan dimengerti/tidak menyimpang. Ex: Klien : sy merasa putus harapan dalam hidup ini. Perawat : Coba Bpk ceritakan kepada saya bagaimana perasaan putus yang bapak rasakan itu.

9.

Berbagi persepsi (sharing perseption)

Meminta klien memastikan pengertian perawat tentang apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh klien. Ex: _Wajah anda berseri-seri, tampak tersenyum, apakah ibu sedang gembira?

10.

Latar belakang masalah yang dialami klien yg muncul selama percakapan


11.

Identifikasi tema

Diam digunakan pada saat klien perlu mengekspresikan ide tapi tidak tahu bagaimana melakukan/menyampaikan hal tersebut Ex: Klien: Saya marah!!! Perawat: (diam) Klien: Istri saya tidak perhatian lagi terhadapku.

Diam (memelihara ketenangan)

12.

Refleksi

Mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada klien Ex: Anda Tampak tegang dan cemas, dan apakah ini berhubungan dengan pembicaraan anda dengan ibu anda semalam?

13.

Informing

Memberi informasi dan fakta untuk pendidikan kesehatan EX: _Sy pikir bapak butuh untuk mengetahui lebih banyak tentang penyakit bapak...

14.

Saran (sugesting)

Memberi alternatif ide untuk memecahkan masalah Ex: Kamu dapat bertanya jika kamu mempunyai persoalan yang khusus.
15.

Eksplorasi

Menggali lebih dalam ide-ide,pengalaman, masalah klien yang perlu diketahui

Tahap-tahap hubungan teraputik


Fase Fase Fase Fase

PraInteraksi Perkenalan/orientasi Kerja terminasi

Fase Mengumpulkan data ttg klien prainteraksi Mengeksplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan diri Membuat rencana pertemuan dgn pasien (kegiatan, waktu,tempat)

Fase orientasi

Memberi

klien Melakukan validasi Memperkenalkan nama perawat Menanyakan nama kesukaan klien Menjelaskan tanggungjawab perawat dan klien Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan Menjelaskan tujuan Menjelaskan waktu yg dibutuhkan Menjelaskan kerahasiaan

salam dan tersenyum pada

Fase Kerja

Memberi

kesempatan pada klien untuk bertanya Menanyakan keluhan utama/keluhan yang mungkin berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan Memulai kegiatan dengan cara yang baik Melakukan kegiatan sesuai rencana

Fase Terminasi

Menyimpulkan

hasil kegiatan : evaluasi proses dan hasil Memberi reinforcement positif Merencanakan tindak lanjut dengan klien Melakukan kontrak untuk pertemuan selanjutnya (waktu, Tempat dan topik) Mengakhiri kegiatan dengan cara yang baik

Dimensi Respon/perilaku nonverbal yang perlu ditunjukkan:


Berhadapan

Mempertahankan

kontak mata Tersenyum pada saat yang tepat Membungkuk ke arah klien pada saat yang diperlukan Mempertahankan sikap terbuka (tdk bersedekap, memasukkan tangan ke kantung atau melipat kaki)