Anda di halaman 1dari 15

Kelompok IX WILDIANTO (DBD 109 027)

FRENKY RETNO (DBD 110 027)


JONATHAN ADITAMA (DBD 109 052) SOPIAN HADI (DBD 109 054) FRANS DEBIE K (109 057) GRATIANO GUSTIN (109 058)

COSMOS FERDINAN (109 065)

Pengertian Gasifikasi Batubara


Proses gasifikasi batubara adalah proses yang mengubah

batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. Dengan mengubah batubara menjadi gas, maka material

yang tidak diinginkan yang terkandung dalam batubara


seperti senyawa sulfur dan abu, dapat dihilangkan dari gas dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih dan dapat dialirkan sebagai sumber energi.

Proses gasifikasi batubara ada dua jenis yaitu :


UCG (underground coal gasification) dan,

IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle)

UCG (underground coal gasification)/ Gasifikasi Batubara Bawah Tanah

Underground Coal Gasification, merupakan teknologi

pemanfaatan batubara dengan mengkonversikannya secara in-situ menjadi bahan bakar gas dan untuk penggunaan

industri kimia lainnya. Sebagian gas hasil gasifikasi ini


dipergunakan sebagai bahan bakar stasiun pembangkit tenaga listrik dan sebagian lagi dipergunakan sebagai bahan sintesis (syngas) bahan kimia, seperti hydrogen, methanol atau bahan kimia gas lainnya.

Gasifikasi batubara bawah tanah adalah suatu metode

mengeksplorasi batubara yang dilakukan dengan cara menginjeksikan suatu oksidan (uap dan oksigen) yang bertekanan tinggi ke dalam lapisan batubara yang terdapat di dalam tanah pada suatu sumur yang disebut dengan sumur injeksi sehingga terjadi aliran gas yang bereaksi dengan batubara ke segala arah. Gas produk yang terbentuk tersebut kemudian digiring keluar melalui sumur lain yang disebut sebagai sumur produksi.

Cara kerja Teknologi UCG


1. Proses awal melibatkan pengeboran pada dua atau lebih boreholes hingga mencapai lapisan coal seam.

2. Selanjutnya, batubara dalam tanah dinyalakan dan dibakar dengan injeksi udara / oksigen murni dan atau dengan steam melalui satu borehole.

3. Gas bertekanan hasil proses UCG terkandung dalam coal seam dengan menempati cekungan batuan-batuan yang kedap air dan air bertekanan di sekitar batubara dan lapisan overburden.

Kemudian gas bertekanan akan mengalir keluar melalui borehole, Gas ini kemudian disalurkan melalui pipa khusus ke permukaan tanah, di mana terletak instalasi pengolahan gas (gas processing).

Tahapan Implementasi Teknologi UCG :


Mencari potensi batubara yang akan diolah dengan

teknologi UCG Pengeboran ke dalam tanah Membuat jalur / jaringan UCG di bawah tanah Pembakaran batubara Injeksi oksigen/udara dan steam Ekstrak gas sintesis

Keuntungan dari teknologi UCG antara lain :


Potensial bagi teknologi gasifikasi yang lebih bersih
Mengurangi dampak debu, polusi suara, dan dampak

visual pada permukaan tanah Mengurangi emisi metana Tidak adanya proses pencucian batubara Sumber daya batubara yang dapat dimanfaatkan lebih besar Resiko dari polusi air permukaan lebih kecil Pemakaian ruang kegiatan yang kecil di stasiun pembangkit listrik

Kelemahan Teknologi UCG :


. Berpotensi untuk terjadinya kontaminasi, dan . Memiliki banyak variasi tekanan operasi dalam

rongga reaktor bawah tanah

Kesimpulan
Teknologi UCG tidak memerlukan investasi yang besar

jika dibandingkan dengan penambangan konvensional Memungkinkan eksploitasi dan pemanfaatan batubara yang lebih besar Pemakaian gas dan produk-produk UCG dapat menggantikan gas alam dan minyak bumi Teknologi UCG telah memperlihatkan hasil yang secara teknis dan komersial dapat dipertanggungjawabkan dan sangat menguntungkan.