Anda di halaman 1dari 15

Instrumentasi Analitik

Pengertian Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen campuran tersebut diantaranya dua fase, yaitu fase diam (stationary) dan fase bergerak (mobile) Fase diam : berupa zat padat dan zat cair Fase bergerak : berupa zat gas dan zat cair

Kromatografi gas

Kromatografi Gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponenkomponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam

Terdiri Atas
Kromatografi gas cair Kromatografi gas padat

Kromatografi Gas Padat

Kromatografi Gas Padat (KGP) : terdapat adsorbsi , fase diamnya berupa padatan dan kadang-kadang berupa polimerik

Kromatografi Gas Cair

Kromatografi Gas Cair (KGC): terdapat partisi (larutan), fase diamnya berupa cairan yang diikatkan pada suatu pendukung sehingga solut akan terlarut dalam fase diam

Sistem Peralatan Kromatografi Gas

Urutan Sistem
Fase gerak : Fase gerak pada GC juga disebut dengan gas pembawa karena tujuan awalnya adalah untuk membawa solut ke kolom 2. Ruang suntik sampel (Injeksi) : Pada dasarnya, ada 4 jenis injektor pada kromatografi gas yaitu Injeksi langsung, Injeksi terpecah, Injeksi tanpa pemecahan, Injeksi langsung ke kolom
1.

3.

Kolom : Kolom merupakan tempat terjadinya proses pemisahan karena di dalamnya terdapat fase diam. Oleh karena itu, kolom merupakan komponen sentral pada GC. Ada 3 jenis kolom pada GC yaitu kolom kemas (packing column), kolom kapiler (capillary column), dan kolom preparative (preparative column)

4.

5.

Detektor : Detektor merupakan perangkat yang diletakkan pada ujung kolom tempat keluar fase gerak (gas pembawa) yang membawa komponen hasil pemisahan. Merupakan sensor elektronik yang berfungsi mengubah sinyal gas pembawa dan komponen-komponen di dalamnya menjadi sinyal elektronik Komputer : GC modern menggunakan komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunaknya (software) untuk digitalisasi signal detektor

Kelebihan Kromatografi Gas


Kelebihan 1. Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggal. 2. Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. 3. Gas mempunyai vikositas yang rendah. 4. Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga analisis relatif cepat dan sensitifitasnya tinggi. 5. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran.

Kekurangan Kromatografi Gas


Kekurangan 1. Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap 2. Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan pada tingkat gram mungkin dilakukan, tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada metode lain. 3. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat terlarut.

Aplikasi Kromatografi Gas

Polusi udara Klinik Bahan-bahan pelapis Minyak atsiri Bahan makanan Sisa-sisa peptisida Perminyakan Bidang farmasi dan obat-obatan Bidang kimia/ penelitian

Kesimpulan
Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas ( kromatografi gas ) ataupun cair ( kromatografi cair ) dan fasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan polaritas dari fasa diam dan gerak. Ada dua jenis kromatografi gas, yatiu kromatografi gas padat (KGP), dan kromatografi gas cair (KGC). Kromatografi gas terdiri dari beberapa alat diantaranya : Fase Mobil (Gas Pembawa) Sistem Injeksi Sampel Kolom Detektor Pencatat (Recorder)

Terima Kasih Atas Perhatiannya