Anda di halaman 1dari 13

KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI

BELLA AMELIA SETIAWAN FITRIYANI LESTARI KHAIRUL IKHWAN DALIMUNTHE

Pengertian Etika Profesi


Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi, yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan yang khusus (kode etik) yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan.
kode etik akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi. Etika profesional bagi praktek auditor di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia.

Sasaran Pokok Kode Etik


(1) kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara disengaja ataupun tidak disengaja dari kaum profesional

(2) kode etik bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku buruk orang-orang yang mengaku diri profesional.

Pengawas Penegakkan Kode Etik di Indonesia


Kantor Akuntan Publik Unit Peer-Review Kompartemen Akuntan Publik- IAI Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik-IAI Dewan Pertimbangan Profesi IAI Departemen Keuangan RI BPKP Anggota dan Pimpinan KAP

Hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang Akuntan


Tanggung jawab profesi Kepentingan public Integritas Obyektifitas Kompetensi dan kehati-hatian professional Kerahasiaan Perilaku professional

Standar teknis

Kode Etik Teknisi Akuntansi


(1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, (3) Interpretasi Aturan Etika.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi


Kasus Mulyana W Kusuma terhadap BPK Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripada sebelumnya, kecuali untuk teknologi informasi. Untuk itu, maka disepakati bahwa laporan akan diperiksa kembali satu bulan setelahnya.

Setelah satu bulan, Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK, yakni Salman Khairiansyah. Dalam penangkapan tersebut, tim intelijen KPK bekerja sama dengan auditor BPK.

Lanjutan.....
Mulyana ditangkap karena staff BPK Salman Khairiansyah melaporkan kepada KPK atas penyuapan yang dilakukan oleh mulyana kepada dirinya. Salman curiga telah terjadi kecurangan keuangan yg dilakukan oleh mulyana atas dana logistik pemilu. Akhirnya staff BPK tersebut bekerja sama dengan KPK untuk menjebak mulyana atas kasus penyelewengan dana logistik pemilu.

Tiga pihak utama yang terlibat dalam kasus ini


(1) pihak pemberi kerja berperan sebagai principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),

(2) pihak penerima kerja untuk menjalankan tugas berperan sebagai agen, dalam hal adalah KPU
(3) pihak independen, dalam hal ini adalah BPK sebagai auditor, yang perannya diharapkan sebagai pihak independen, berintegritas, dan kredibel, untuk meyakinkan kepada dua pihak sebelumnya, yaitu pemerintah dan DPR sebagai pemberi kerja, dan KPU sebagai penerima kerja.

Pembahasan Kasus
Kasus ini menimbulkan pro dan kontra. Disatu sisi salman telah berjasa karena telah mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh mulyana, namun disisi lain berdasarkan etika profesi, salman seharusnya tidak melakukan hal tersebut karena melanggar kode etik. Dalam kasus ini terdapat pelanggaran kode etik dimana auditor telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang auditor dalam mengungkapkan kecurangan. Auditor telah melanggar prinsip keempat etika profesi yaitu objektivitas, karena telah memihak salah satu pihak dengan dugaan adanya kecurangan. Auditor juga melanggar prinsip kelima etika profesi akuntansi yaitu kompetensi dan kehati-hatian professional, disini auditor dianggap tidak mampu mempertahankan pengetahuan dan keterampilan professionalnya sampai dia harus melakukan penjebakan untuk membuktikan kecurangan yang terjadi

Lanjutan.....
Dalam kasus tersebut yang harus dilakukan auditor BPK adalah melakukan audit sesuai dengan standar teknik dan prosedur pemeriksaan, auditor BPK harus bisa secara cermat, objektif, dan benar, bukannya malah melaporkan kepada KPK atas dugaan korupsi dan menjebak mulyana tanpa melakukan prosedur audit yang seharusnya. Dalam kasus ini juga dapat disimpulkan bahwa tindakan KPU juga merupakan tindakan tidak etis dan juga tidak moralis. Dengan melakukan imbalan dalam bentuk sejumlah uang kepada auditor BPK sebagai bentuk penyuapan maka ada indikasi kuat KPU telah bertindak tidak etis, tidak benar, dan tidak moralis yang ujungnya adalah dugaan korupsi.

Kesimpulan
Independensi merupakan salah satu komponen etika yang harus dijaga oleh akuntan publik. Dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Pulik 101 Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standar profesional akuntan publik yang diterapkan oleh IAI. Kasus di atas menunjukan bahwa independensi akuntan publik Indonesia masih mudah terganggu. Mental melayu sebagai kaum inlander masih terbawa hingga ke etika pemeriksaan. Badan pemerintah dan Badan independen yang berfungsi sebagai pemeriksa jelas mengecewakan.

THANK YOU