Anda di halaman 1dari 23

PENYERBUKAN

Pengangkutan serbuk sari (pollen) dari


kepala sari ke putik

Jatuhnya butir serbuk sari di atas kepala


putik
Penyerbukan dapat terjadi
karena :
Pada bunga letak kepala putik di bawah
kepala sari, sehingga serbuk sari dapat jatuh
di atas kepala putik dengan mudah

Kepala putik menempel pada kepala sari.


Bila kepala sari pecah maka serbuk sari
langsung kontak dengan kepala putik dan
terjadilah penyerbukan

Sebuk sari tertiup angin atau terbawa oleh


organisme dan jatuk diatas kepala putik.
ANEMOPHILY / ANEMOGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan angin)

Ciri-ciri bunga :
 Serbuk sari banyak, kecil, lembut serta kering dan
tidak berlekatan
 Kepala putik mempunyai bentuk seperti bulu
ayam atau benang, sehingga akan lebih banyak
menangkap sebuk sari yang beterbangan
 Bunga sering tidak mempunyai hiasan
 Kepala sari tidak berlekatan pada tangkai sari
(dapat bergoyang)
 Tempat bunga tidak tersembunyi
HYDROPHILY / HIDROGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan air)

Sering terjadi pada tumbuhan air


(Hydrophyta)
ZOIDIOPHILY / ZOIDIOGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan binatang)

Ciri-ciri bunga :
• Mempunyai warna yang menarik
• Mempunyai sesuatu yang menarik atau menjadi
makanan binatang
• Serbuk sari sering menggumpal dan berperekat,
sehingga mudah menempel pada tubuh binatang
• Sering mempunyai bentuk khusus, sehingga
bunga hanya dapat dikunjungi oleh hewan
tertentu saja
ORNITOPHILY
(Penyerbukan yang dilakukan oleh burung)

Ciri-ciri bunga :
• Warna bunga menyolok
• Bagian-bagian bunga tebal, kuat
• Benang sari kuat
• Banyak menghasilkan nektar encer
CHIROPTEROPHILY
(Penyerbukan dilakukan oleh kelelawar)

Ciri-ciri bunga :
• Bunga besar dan kuat
• Bunga terbentuk pada batang (cauliflora) atau
cabang (ramiflora)
• Warna bunga putih atau suram
• Mekar diwaktu malam
• Pollen lenggket
• Mengeluarakan bau kurang sedap
ENTOMOPHILY
(Penyerbukan dilakukan oleh serangga)

Ciri-ciri bunga :
• Bunga besar dapat mekar sampai lebar, atau
kecil tapi jumlahnya banyak dan merupakan
bunga majemuk yang dapat menarik
perhatian serangga
• Warna hiasan bunga kuning, merah, putih
atau ungu biru
• Benang sari panjang, serbuk sari sedikit
• Polen besar, berat, agak berminyak atau
bergetah
Pollen berbenjol-benjol atau berduri,
permukaannya kasar dan lengket

• Kepala putik kecil

• Bunga mengeluarkan bau harum tajam, tapi


kadang-kadang bau busuk

• Bunga mempunyai kelenjar madu yang


menghasilkan nektar/madu
MALACOPHILY
(Penyerbukan dilakukan oleh siput)
• Biasanya terjadi pada bunga yang mekar
diwaktu malam

• Bunga berada di pangkal batang

• Mempunyai bagian-bagian bunga yang kuat


PENYERBUKAN
BERDASARKAN ASAL SERBUK SARI

Dibedakan menjadi :
• Penyerbukan sendiri (autogamy) :
pollen berasal dari bunga itu sendiri

• Penyerbukan tetangga (geitogamy) :


pollen berasal dari bung lain tetapi
masih dalam satu pohon (individu)
• Penyerbukan silang (allogamy/xenogamy)
Pollen berasal dari bunga tumbuhan lain
tetapi masih dalam satu jenis

• Penyerbukan bastar (hybridogamy)


Pollen berasal dari tumbuhan lain yang
tidak sejenis
KEADAAN BUNGA YANG DAPAT
MENYEBABKAN GAGALNYA PENYERBUKAN
SENDIRI

Tumbuhan berumah dua (dioecus)

Dikogami,
masaknya benang sari dan putik tidak bersamaan
- Protandri
- Protogini
Herkogami,
letak kepala putik dan benang sari berjauhan

• Heterostili.
panjang benang sari dengan tangkai putik
tidak sama
- Heterodistili
- Heterotristili

• Kemandulan
PROSES PEMBENTUKAN SERBUK SARI
(POLLEN)

Inti
generatif
Inti vegetatif
mikrospora

exin
Inti sel
generatif
Inti sel vegetatif
intin
SERBUK SARI (POLLEN)
Terdiri dari :
 Inti (nucleus)
 Protoplasma
 Dinding sel
- Lapisan dalam (intin)
tipis, lunak, seperti selaput

- Lapisan luar (exin)


tebal, keras, berfungsi untuk melindungi seluruh
isi pollen,
mempunyai pori yang berfungsi untuk perkecambahan
PERKECAMBAHAN POLLEN
Pollen

Jatuh di kepala putik menyerap air dan zat lain

Mengembang

Exin pecah

Intin dan protoplasma memanjang ke luar, membentuk


tabung serbuk sari (pollen tube)

Inti vegetatif Inti generatif

Memmelah menjadi 2 inti


PROSES PERKECAMBAHAN
POLLEN
exin inti
n

Inti Inti
generarif vegetatif

exin
protopla
sma
inti
n

Pollen
tube Inti
generarif

Inti
vegetatif
PEMBENTUKAN MEGASPORA DARI
SEL INDUK KANDUNG LEMBAGA

3 sel mati

Kandung meiosis megaspora


lembaga berkembang

tumbuh
Aparat
telur

2 sel
polar

3 sel 2 x membelah
antipoda Pengelompokkan inti
PEMBUAHAN

Pembuahan terjadi di dalam kandung embryo


(saccus embryonalis), dari bakal biji
(ovulum yang sudah masak)
PROSES
Pollen yang berkecambah
PEMBUAHAN

Ujung tabung serbuk pollen bergerak menuju bakal biji

Melewati microfil, menyentuh nucellus

Masuk sampai pada ujung kandung embryo

Inti vegetatif mati 2 inti generatifmasuk ke


kandung embryo untuk
melakukan pembuahan

1 inti melebur dengan 1 inti sperma melebur dengan


Fertilisasi inti sel telur 2 inti sel polar
(pembuahan)

Zygot Jaringan endosperm


1 inti sperma melebur 1 inti sel telur

Pembuahan

Zygot

Embryo

Bakal akar Bakal batang Bakal tunas


(radicula) (cauliculus) (plumula)

Monocotyledodeae Dictyledoneae

Sistem akar serabut Sistem akar tunggang


PERUBAHAN PADA BAKAL BUAH
SETELAH TERJADI PROSES PEMBUAHAN

Inti sel telur (ovum) akan menjadi zygot


Dua buah inti polar menjadi endosperm (endospermium)
Inti bakal biji (nucellus)menjadi perisperm (perispermium)
Selaput dalam bakal biji (integumentum interius) menjadi
kulit biji sebelah dalam (tegmen)
Selaput luar bakal biji (integumentum exterius) menjadi kulit
biji sebelah luar (testa)
Bakal biji (ovulum)menjadi biji (semen)
Daun buah (carpellum) menjadi kulit buah (pericarpium)
Bakal buah (ovarium)menjadi buah (fruktus)