Anda di halaman 1dari 19

Laboratorium/ SMF Kedokteran Radiologi Program Pendidikan Dokter Universitas Mulawarman RSUD A.W.

Sjahranie Samarinda

BRONKIEKTASIS
Disusun Oleh Nadila Lupita Puteri 0910015046 Pembimbing: dr. Johan Gani, Sp. Rad

PENDAHULUAN

DEFINISI BRONKIEKTASIS
Bronkiektasis adalah dilatasi (ektasis) dan distorsi

bronkus yang biasanya terjadi pada ukuran sedang


(medium size) yang bersifat patologis, abnormal, irreversible, dan berjalan kronik. Pada keadaan ini, terjadi penurunan elastisitas bronkus yang terkena karena terjadinya destruksi elemen-elemen elastis pada

mukosa, pembuluh darah dan lapisan otot polos


bronkus.

ETIOLOGI BRONKIEKTASIS
KONGENITAL
Ciri bronkiektasis kongenital:

DIDAPAT
Infeksi kronis dan rekuren

hampir seluruh cabang bronkus pada satu atau kedua paru


Sering

komplikasi

dari

campak,

TB

paru, influenza dsb.


Obstruksi bronkus aspirasi

menyertai lainnya

penyakit (fibrosis

korpus alienum, penekanan dari neoplasma, sumbatan mukus,

kongenital

kistik,
tidak

Sindrom

Kartgener,
tulang

tekanan dari luar lainnya


Penyebab tersering

terbentuknya

rawan bronkus)

PATOFISIOLOGI BRONKIEKTASIS

Kelainan kongenital/ infeksi rekuren destruksi komponen elastis,

pembuluh darah dan lapisan otot bronkus dilatasi bronkus


Obstruksi atelektasis tekanan intrapulmonal lebih negatif dari

atmosfer dilatasi bronkus


Destruksi bronkus dilatasi bronkus sistem pertahanan

(rambut silia) menurun statis sputum, gangguan ekspetorasi, gangguan refleks batuk penumpukkan sekret >> (purulen) dilatasi membentuk saccus kolonisasi bakteri infeksi sekunder bronkiektasis menetap.

JENIS MORFOLOGI BRONKIEKTASIS

Cylindrical:

dilatasi bronkus sedang edema mukosa

(mild),

melibatkan

difus, bentuknya lurus, reguler


Varicose: destruksi semakin meningkat

bronkus

semakin

berdilatasi,

bentuknya irreguler
Cystic:

terbentuknya
dengan air

ballooned
fluid level,

saccus-saccus pada bronkus kista multipel berat

menandakan bentuk bronkiektasis yang

MANIFESTASI KLINIS
Batuk produktif (90% pasien). Pada keadaan berat sputum

ditampung lalu didiamkan beberapa saat 3 lapisan (mukus


berbuih, saliva jernih, pus) khas bronkiektasis
Hemoptisis (50% pasien) blood streak yang bervariasi

destruksi sampai pembuluh darah


Infeksi berulang demam Sesak napas bronkiektasis luas

Fetor ex ore
Weight loss

DIAGNOSIS BRONKIEKTASIS
Anamnesis gejala klinis

Pemeriksaan fisik: jari tabuh (30-50% kasus), berat

tanda-tanda kor pulmonal, sianosis, retraksi dada. Perkusi redup, vokal fremitus melemah. Pada auskultasi ronki basah pada lobus yang terkena, menetap pada pemeriksaan berulang.
Pemeriksaan radiologis: foto polos dada, bronkografi, CT

Scan

FOTO POLOS DADA


Foto

polos

dada

dapat

menegakkan

diagnosa

bronkiektasis namun terkadang temuannya tidak spesifik konfirmasi dengan CT Scan


Semakin berat bronkiektasisnya, semakin mudah dilihat

kelainannya.
Pada foto polos dada juga dapat melihat jenis kelainan

morfologi dari bronkus dan letak kelainan yang terkena.

TRAM TRACKS

Terlihat
bayangan garis paralel yang

lurus dan reguler


seperti rel kereta atau tram dinding menebal cylindrical

Finger in Gloves/ Hand in Gloves


1. Bayangan tubulus
mukus radioopak yang tampak berdilatasi penumpukkan

atau
2.

sekret
Bentuknya

pada
bisa

bronkus yang melebar. terlihat oval (finger in

gloves) atau bercabang


(hand in gloves) varicose

Honeycomb Appreance
1. Bayangan bulat
dengan ballooned kista-kista translusen ukuran yang bervariasi

(diameter 1-10)
2. Terdapat air fluid level sehingga apabila berjumlah lebih dari tawon
Bayangan bulat-bulat translusen di kedua paru bagian bawah gambaran honeycomb appreance Honeycomb appreance pada foto yang diperbesar di lobus kiri bawah

satu
sarang

mirip

seperti

(honeycomb) cystic

BRONKOGRAFI
Pemeriksaan

bronkus dengan menggunakan media

kontras ke saluran bronkus.


Dapat menentukan lokasi lobus yang terserang dan jenis-

jenis bronkiektasis (cylindical/ varicose/ cystic)


Merupakan gold standart diagnosa bronkiektasis Sudah jarang digunakan terikat dengan syarat/

indikasi, kontraindikasi, respon alergi terhadap kontras,


prosedur yang invasif

BRONKOGRAFI

CT SCAN
CT Scan merupakan pemeriksaan penunjang terbaik

untuk mendiagnosis bronkiektasis prosedur non


invasif, sensitif dan spesifitas tinggi (95%)
Dapat mengklarifikasi kelainan yang tidak dapat terlihat

pada pemeriksaan foto polos dada


Dapat menentukan letak, jenis kelainan morfologi dan

luasnya
Tanda spesifik bronkiektasis pada CT Scan : peningkatan

bronchoatrial ratio dan kelainan morfologi bronkus.

SignetRing
1. Peningkatan bronchoatrial ratio